147 Komentar

MANA MUKJIZAT PAULUS?

Bismillahirramanirrahim.

Segala Puji Bagi Allah yang telah menciptakan diriku dari tiada menjadi ada, dan memeliharaku ketika aku tidur.

Shalawat dan Salamku buat RasulNya, KekasihNya, Penutup Para Nabi dan Rasul, Penerang Dunia di karenakannya Allah menciptakan langit dan bumi, Baginda Nabi Muhammad SAW.

Dan semoga aku di masukkanNya kedalam golongan orang-orang yang menyatakan TIADA TUHAN MELAINKAN ALLAH, TIADA SEKUTU BAGINYA DAN NABI MUHAMMAD ADALAH UTUSAN DAN PESURUHNYA. AMIN

Dan doaku kepada kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat agar Allah senantiasa memberikan ampunan dan derajat yang tinggi di sisiNya kelak di akhirat. Amin.

Baca lebih lanjut


72 Komentar

SAMUDRA AL-FATIHAH

SAMUDRA AL-FATIHAH
1:1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

1:2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,

1:3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,

1:4. Yang menguasai hari pembalasan.

1:5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

1:6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

:7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Menanggapi dialog antara saya dengan teman nasrani maka postingan ini merupakan jawaban bagi dia atas dialog tersebut. Karena panjangnya jawaban yang saya berikan maka lebih baik jawaban ini saya jadikan postingan dalam blog ini.

Dan tulisan ini juga menanggapi tantangan @Pandawa. Dan Kelanjutan dialog dengan @Robin A. Sihotang Oleh sebab itu boleh dikomentar dengan dalil-dalil yang kalian punyai.

Seperti janji saya terhadap dirinya bahwa saya akan memposting jawaban tersebut berdasarkan Al Quran dan beberpa buku sebagai rujukan agar apa yang saya sampaikan benar-benar sesuai dengan kenyataan yang ada tidak di tambah dan tidak dikurang. Sebagai pedoman saya, saya merujuk pada salah satu buku yang berjudul SAMUDRA ALFATIHAH oleh Bey Arifin. Cetakan ke III Tahun 1974.

Dalam buku tersebut halaman 279-304 dikatakan bahwa:

BIBLE (al kitab)
Orang pada jaman dahulu tidak mengenal yang namanya buku dalam bentuk yang sekarang. Segalah sesuatu ditulis dan disalin. Begitu pula dengan “tulisan-tulisan suci”. Tulisan-tulisan suci yang ditulis sebelum Nabi Isa. AS dinamakan atau disebut Perjanjian Lama (Old Testament), ialah kitab orang yahudi juga. Dan sesudah nabi isa dinamai Perjanjian Baru (New Testament).

PERJANJIAN LAMA (Old Testament)

KANON-Tulisan-tulisan suci tentang Perjanjian Lama yang seharusnya dalam bahasa dan huruf Ibrani terdapat salinan-salinan saja dalam huruf Ibrani dan huruf Aramia, yaitu aksara Kildani, kecuali beberapa bab dari Nebiim, ialah dari Nabi Daniel, Uzair dan Jeremia yang tertulis dalam huruf dan bahasa Kildani. Teranglah bahwa tulisan yang di tulis oleh penulis pertama (autographa) tidak ada. Jadi tidak dapat diselidiki (diperiksa) kesungguhannya.
Aksara Kildani itu dipergunakan beberapa abad setelah Bani Israil pulang ke Kanaan dari buangannya (Babil). Bahasa dan huruf Aramia ini mendesak dan mengganti lambat laun bahasa dan huruf Ibrani. Sehingga pada akhirnya orang di Kanaan, kemudian di Palestina berbahasa Aramia dengan lisan Falestin atau bahasa Kildani Barat. Juga disebut orang Ibrani Modern. Tidak ada tulisan-tulisan tangan  dari Perjanjian Lama dalam bahasa aslinya Ibrani yang bertarikh dari sebelum abad kesembilan.
Sudah lumrah, rupa-rupa kesalahan timbul dalam mengopy dan menyalin dari tulisan huruf Israil kuno, yaitu huruf Ibrani kedalam huruf baru yaitu huruf Kildani walaupun dikerjakan dengan sangat teliti.
Naskah Masorah dalam bahasa Ibrani dan Aksara Kildani yang diketahui disana-sini mengalami perubahan dari aslinya, terjadi pertukaran kata-kata, tambahan dan sebagainya. Dari naskah inilah dijadikan dasar dari penerbitan Perjanjian Lama itu. Ini mengenai tulisan-tulisan suci yang disebut Kanon. Kaum Yahudi Ortodox Yunani, Khatolik Romawi dan Protestan tidak sefaham dengan apa yang dikanonkan itu. Jadi tentang sahinya kanon masih diperselisihkan.
Kapankah tersusunnya kanon ini tidak seorangpun yang tahu. Inilah keragu-raguan tentang Kanon Perjanjian Lama. Selesainya sejarah Kitab Perjanjian Lama adalah pada tahun 290 sebelum Nabi Isa. AS. Yang mudah didapat oleh orang itulah Perjanjian Lama, yang berkat itjihatdnya, diakui Kanon oleh kaum kristen Prostestan.
Tulisan-tulisan yang terdahulu dan tulisan-tulisan yang terbelakang terpisah berabad-abad lamanya, dan susunannya berlainan-berlainan.
Pada synagoge (gereja yahudi) terdapat tiga bagian, yaitu a-Torah (Taurat) yang berarti WET, b-Nebiim (nabi-nabi) dan e-Ketubim (Kitab-kitab) dan juga mengandung Zaburnya (Mazmur) Nabi Daud AS.
Pada gereja nasrani, nama-nama bagian adalah dalam bahasa Yunani Latin. Torah yang terdiri dari 5 bab diberi nama Pentateuchus. Sedang kelima babnya itu bernama Genesisi, Exodus, Leviticus, Numeri dan Deuteronomium. Yang dalam bahasa Indonesia di kenal: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan.
Susunan pembagiannya yang terdapat dalam kitab Perjanjian Lama sekarang adalah dari Vulgata, yaitu salinan Latin dari Septuaginta yang tertulis dalam bahasa Yunani. Teks aslinya septuaginta sudah tidak ada lagi sejak zaman Orignes gelar Adamantios (185-254), yaitu seorang ulama gereja bangsa Yunani. Hanya yang terdapat ialah salinan-salinan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Markus dan Paulus mempergunakan Septuaginta. Kemudaian Septuaginta ini dirusak teksnya oleh penulis-penulis gereja Nasrani dalam pertengkarannya dengan kaum Yahudi, sebagai akibat dari perceraian jemaat Nasrani dengan kaum Yahudi. Dengan perceraian ini maka lahirlah agama MASEHI yang juga dinamai Agama Nasrani atau Kristen. Dinamai agama Masehi berasal dari kata al-Masih salah satu gelaran dari Nabi Isa. AS. Dinamai agama Nasrani karena mula-mula berkembangnya agama ini di Nazaret. Dan dinamai Kristen ialah nama Nabi Isa. AS menurut bahasa Yunani (Greek).
Pendekatan, Perjanjian Lama melalui orang Yahudi sampai kepada Gereja Masehi. Jadi agama Masehi tumbuhnya dari Israel. Keseluruhan Kanon ini, bagaimanapun juga (sejarah pertumbuhannya) sudah diterimah oleh umat Nasrani sebagai kata-kata Tuhan, sebagai yang diilhamkan dan dikehandaki oleh Tuhan.
APOCRYPTHA-Kaum Kristen yang memakai terjemahan Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani, hasil karya Mujtahidnya, mengatakan bahwa Septuaginta yang dipakai oleh gereja-gereja Ortodox Yunani, Kopt (Mesir), Ethiopia, Syria, Armani, dll. Dan Vulgata yang dipakai oleh gereja Khatolik Romawai adalah Apocryptha.
Septuaginta adalah terjemahan Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani huruf Kildani kebahasa Yunani, bukannya Yunani (bahasa Greek) yang klasik, tetapi dialeknya bahasa Yunani (bahasa daerahnya) yang dipakai di Iskandariah (Mesir). Terjemahan ini diselenggarakan kira-kira tahun 250 da 130 sebelum Nabi Isa. AS, oleh lebih dari 70 penterjemah Yahudi. Sebab itu diberi nama Septuaginta yang berarti tujuh puluh. Septuaginta ini lebih luas dari aslinya. Septuaginta meliputi selain dari terjemahan Perjanjian Lama juga berisi beberapa belas tulisan tulisan lain, beberapa tambahan-tambahan antara lain kitab-kitab dari Esther dan Nabi Daniel. Septuaginta inilah yang dipakai sampai sekarang oleh kaum Masehi, di Eropa Timur dan Timur Tengah.
Para ahli ketuhanan dan mudjahid Kristen kemudaian mendapatkan banyak sekali kesalahan-kesalahan dan perubahan-perubahan, baik dalam terjemahannya baik dalam kata-katanya. Terjemahan yang tidak benar ini mengilhami pemahat masyhur Michel Angelo (1475-1564) untuk membuat patung Nabi Musa AS bertanduk dua yang sampai sekarang masih ada di gereja Santa Piter di Roma.
Vulgata terlebih dahulu Itala, adalah terjemahan dalam bahasa Latin dari Septuaginta. Terjemahan mana dilaksanakan oleh Yerome pada akhir abad ke IV. Vulgata ini dianggap satu-satunya yang Kanon oleh gereja Katholik Romawi. Dan menurut keputusan yang diambil dalam rapat keempat dan Koncili di Terente (8 April 1546), terlaknat dan terkutuklah siapa-siapa yang menyaksikannya.
Sebagai tersebut diatas, didalam Septuaginta dan Vulgata ada termuat pula belasan tulisan-tulisan lain. Antara lain ialah buku yang ke II dan IV dari Uzair. Buku dari Tobit atau Tobias, buku dari Yudish, buku Hikmat dari Nabi Sulaiman AS, buku hikmat dari Isa bin Sirach dll.
Baik kiranya diketahui bahwa buku ke IV dari Uzair tadi dibuat sesudah Jerusalem dihancurkan oleh Bangsa Rum tahun 70 M. Dalam bab ke 14 dari buku ini diriwayatkan bagaimana Uzair sebelum wafatnya kemasukan Roh Kudus yang memberikan hikmat kepadanya untuk menuliskan kembali Taurat yang sudah habis terbakar. Oleh karena itu, banyak ketua gereja yang  mangatakan bahwa kumpulan dari apa yang disebut kanon dari Perjanjian Lama  itu adalah berasal dari Uzair. Dan pendapat ini diterimah oleh kaum yahudi dan nasrani lama kemudian.

PERJANJIAN BARU  (New Testament)

Nabi Isa. AS dilahirkan di Bethlhehem dan dibesarkan di Nasareh (Nazaret) yang berbahasa Aramia (Barat). Selama bertablig (Siar Agama) dengan bahasa itu. Kitab yang diwahyukan Tuhan dinamai Injil yang seharusnya juga tertulis dalam bahasa dan huruf Aramia. Kata-kata Injil itu berasal dari kata-kata Yunani “evangilos” yang berarti “Kabar Baik”. Dua belas orang Hawariyun (sahabat-sahabat) Nabi Isa. AS semuanya berasal dari Kanaan (Palestina), yang kemudian dijadikan Apostel, yakni Pesuruh (Rasul) Nabi Isa. AS semuanya berbahasa Aramia. Mereka ini disuruh Nabi Isa. AS untuk menyiarkan Injil diantara 13 suku bangsa Israel (Bani Israel) yang tersesat.
Israel adalah nama bangsa yang dipergunakan mereka sejak zaman Nabi Musa AS sedang sebelumnya Nabi Musa AS bangsa ini dinamai bangsa Ibrani.  Tetapi setelah bangsa ini kembali dari pembuangan Babil, yaitu pada tahun 536 sebelum Nabi Isa. AS, bangsa ini menyembut diri mereka bangsa Yahudi, diambil dari kata Yuda nama seorang pemuka mereka.
Bangsa Israel dimasa itu bukan saja berada di Palestina tetapi juga tersebar di negeri-negeri tetangga seperti Syria, Asia Kecil, Iraq, Hijaz, Yaman dll. Mereka yang berada diluar Palestina di sebut “diaspora”.
Kitab Injil dalam bahasa dan uruf Aramia sudah tidak ada, begitu juga dengan salinan-salinannya sudah tidak ada lagi. Kalau zaman Pejanjian Lama berakhir pada tahun 209 sebelum Nabi Isa. AS maka zaman Perjanjian Baru dimulai dengan lahirnya Nabi Isa. AS hingga dihancurkannya Jerusalem pada tahun 70 Masehi. Kira-kira pada waktu inilah selesai dituliskannya keseluruhan kitab Perjanjian Baru. Para Hawari (Sahabat-sahabat Nabi Isa. AS) sudah tidak ada yang masih hidup.
Perjanjian Baru hanya berupa cerita-cerita, kutipan-kutipan dan salinan-salinan  dalam bahasa Yunani Pasar (Koine) yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Surat-surat Paulus, Injil-Injil dan tulisan-tulisan tangan dari pada Apostel dan pembantu-pembantunya yaitu segala “autographa” (Naskah tulisan tangan yang asli) sudah tidak ada lagi. Sudah tentu banyak kesalahan yang terselip dalam salin menyalinnya yang dilaksanakan oleh orang-orang nasrani biasa.  Apa lagi ditinjau betapa sulitnya sifat dari bahasa Yunani dan cara menuliskannya. (kata-katanya bersambung terus). Banyak kata-kata yang hampir sama bentuknya lain artinya menjadi tertukar seperti kata “parakletos” dan “periklutos”. Ada bagian bagian yang tidak terdapat dalam tulisan-tulisan tangan yang tertua disebut codex.
Ada perubahan-perubahan yang dengan sengaja dimasukan. Ada tulisan yang tidak dapat dibaca lagi. Ada tulisan-tulisan yang diperbaiki oleh bermacam-macam manusia. Pendekatan salinan-salinan tua (codex, jamaknya codies) berlainan satu dengan yang lainnya. Dan ini semua dalam bahasa Yunani Pasar, sedang Nabi Isa. AS dan para Hawari semuanya berbahasa Aramia. Siapa penterjemahnya dan bagaimana diterjemahkan ke bahasa Yunani, tidak ada yang mengetahuinya. Kesungguhan atau kebenarannya tidak dapat diperiksa.
Terjemahan-terjemahan ini sudah tidak syah lagi mengandung banyak kesalahan-kesalahan atau hal-hal yang tidak tepat. Nama-namapun turut diterjemahkan, seperti Al-Masih menjadi kritus, Jushua menjadi Jesus. Jachannaan menjadi Johannes, Kefar menjadi Peterus dan kata-kata apakah aslinya yang diterjemahkan menjadi parekletos menjadi periklutos tidak di ketahui sama sekali. Yang dalam bahasa asli “Perjanjian” diterjemahkan dengan kata-kata “wasiat” dll. Codies tertua adalah dari abad IV, dan yang terbanyak timbul sesudah tahun 1000 M (jadi 4 abab dan 10 abad sesudah masa hidup Nabi Isa. AS).
Akan tetapi menurut Mr Ernest Wright dalam bukunya “Bablical Archeology” baru-baru ini terdapat potongan tua yang bersejarah dari abad kedua yang isinya sesuai dengan 2/3 dari Perjanjian Baru.
Dari banyaknya tulisan-tulisan suci itu timbullah persoalan mana yang Kanon dan mana pula Apocrpha. Lalu timbul pertengkaran dan perselisihan-perselisihan. Di zaman terdahulu itu gereja tidak memiliki Perjanjian Baru yang lengkap. Kanon  sesudah Muratori yang dibuat pada akhir abad  kedua, tidak betul dan tidak lengkap dan mungkin tulisan-tulisan sucinya yang kemudian dianggap kanon oleh gereja Romawi. Kanon yang lengkap tersusun pada tahun 367 dan kemudian diakui dalam koncili yang ke III di Kartago tahun 397. Gereja Romawi dan kemudian Gereja Kristen menpunyai Kanon dari Perjanjian Baru yang sama.
Adapun teksnya tidak seorang mengetahui bagaimana semua diterjemahkan Perjanjian Baru kedalam bahasa Latin Kuno, oleh karena bahasa gereja yang tertua di Romawi adalah bahasa Yunani. Apa yang terdapat dalam terjemahan ini dinamai Itala.
Antara tahun 382-385 atas permintab Paus Damaus, Itala ini oleh Hieronymus dikerjakan hingga menjadi vulgata, yang kemudia ditinjau kembali, dan hingga kini dipakai oleh Gereja Romawi.
Kanon gereja Romawi dari kedua Perjanjian Lama dan Baru akhirnya ditetapkan pada koncili di Terente 1546.
Di tahun 1516 Erasmus menerbitkan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang menjadi dasar dari terjemahan-terjemahan kaum kristen protestan. Berkat kemajuan dan pengetahuan tentang bahasa dan kegiatan para Mujtahid Kristen, terbitlah pada tahun 1898 di Stuttgart teks terakhir dari Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang dikerjakan oleh Eberhard Nestle dan yang kemudian disebut Sttugarter Receptus.
Bible seluruhnya baru dikenal pada abab pertengahan di gereja-geraja barat melalui Vulgata tadi. Pembagian bab-babnya dalam tahun 1228 oleh Stephen Langton dan pembagian teksnya ke dalam ayat-ayat di tahun 1551 oleh Stephanus.
Perjanjian Baru terdiri dari 27 tulisan yang  dapat dibagi dalam 3 macam:  5 bukuh kisah, 21 surat kiriman dan 1 buku wahyu, aslinya dari masing-masing itu tidak ada.
Kelima buku kisah itu adalah: (1) Injil karangan Matius , seorang Hawari (2). Injil karangan Markus alias Yahya (Johannes). Markus ini seorang Tabi’i (seorang yang tak kenal Nabi Isa. AS tidak semasa hidupnya dengan Nabi Isa. AS, tetapi semasa hidupnya dengan seorang Hawari). (3)  Injil karangan Lukas (Louka), (bukan orang Yahudi, seorang Tabi’i atau hidup sesudah Tabi’i.  (4) Injil karangan Yahya (sebagian orang menduga Yuhanna alias Yahya bin Zabdi seorang Hawari). (5) kisah perbuatan para Apostel, karangan Lukas tadi juga.
Injil karangan Yahya baru dikenal orang pada abad kedua. Kisah tentang perbuatan para Apostel karangan Lukas, katanya ditulis antara tahun…dan 80. Keempat Injil itu tidak ditulis siapa penulisnya, hanya orang mengetahui dari cerita-cerita. Masing-masing Injil karangan Matius, Markus dan Lukas isinya tidak sama, malah ada yang bertentangan mengisahkan tentang Nabi Isa. AS dan mukzijat-mukzijatnya. Ketiga Injil ini dinamakan Synoptici.
Adapun 21 surat kiriman itu di tulis lebih dahulu daripada Injil-Injil tersebut. Yaitu 13 ditulis oleh Saulus gelar Paulus, seorang Tabi’i yang ditulis antara tahun 50 dan 64 M. 1 surat ditujukan kepada orang Ibrani yang penulisnya tidak diketahui sampai kini. 1 surat Yakub bin Yusuf, saudara seibu dengan Nabi Isa. AS mati dirajam kira-kira tahun 62. 2 surat dari Somon bin Yunus gelar Kefas alias Peterus, seorang Hawari. 3 surat dari Yahya bin Zabdi dan 1 surat dari Yahuda (Yudas) bin Yusuf, saudara seibu dengan Nabi Isa. AS.
Wahyu (apocalypse) kepada Yahya bin Zabdi adalah kisah buku Nubuwah, rukyat yang memberi kasyaf tentang hari kemudian.
Walaupun ada banyak syak tentang kesungguhannya, namun gereja dan umat nasrani beriman bahwa keseluruhan Perjanjian Baru yang Kanon ini adalah Kata-kata Tuhan.

TIMBULNYA TRINITAS

Trinitas, alias Drie Eenheid alias Kesatuan Tiga, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Roh Kudus adalah rahasia yang besar dari kepercayaan agama Masehi. Satu misteri, satu dogma yang menjadi pokok kepercayaan yang tidak masuk akal dan tidak dapat dibuktikan, yang paling banyak dipertengkarkan sampai sekarang, yang menyebabkan terpecah belahnya agama Masehi itu. Dan atas dogma inilah bergantung jauh atau bangunan gereja. Kedua Perjanjian baik Lama maupun yang Baru tidak pernah menyebut trinitas.
Pada permulaan sekali, yaitu sebelum adanya Kitab Perjanjian Baru, upacara peribadatan (babtis) dalam agama Masehi ditujuhkan hanya kepada Tuhan Allah yaitu Tuhan Alam Semesta, sedang Nabi Isa. AS disebut sebagai Hamba Allah. Masih berlakulah Tauhid dari Taurat dan syariat Nabi Muasa AS.
Sesudah Paulus, seorang diaspora yang dilahirkan di Tarsus (Anadol, Asia Kecil) dan dibesarkan diluar Kanaan dalam alam pikiran Yahudi kafir, menganut agama masehi (percaya pada Al Masih) maka dia mengatakan Injil kepda orang-orang kafir, hal mana yang bertentangan dengan pesan Nabi Isa. AS yang mana untuk menyiarkannya di antara Bani Israel bukan kepada orang-orang kafir itu. Masyhurlah surat-suratnya yang ditulisnya antara tahun 50-64 yang aslinya sudah tidak ada lagi dan salinannya berlain-lainan. Oleh karena itu tidak dapat diperiksa dan dipastikan kebenarannya.

Sebagian diterangkan, keempat Injil yang kanon di tulis sesudah surat-surat Paulus itu, dan naskah yang aslinya sudah tidak ada lagi. Sehingga sudah tidak dapat pula dipastikan benar atau salah aneka salinan-salinannya. Baik diterangkan disini Markus adalah pembantu dan teman jalan dari Paulus. Lukas adalah tabib dan juga teman jalan dari Paulus. Sebagian orang berpendapat Injil yahya yang baru dikenal orang pada abad kedua, bukannya karangan dari Yahya bin Zabdi. Dan tidak dapat dipastiskan pula penulis yang sebenarnya dari Injil Matius. Oleh sebab itu maka surat-surat dan Injil-Injil tersebut dinamakan “Paulinis”. Bukannya Nabi Isa. AS tetapi Pauluslah yang menjadi pembina dari agama Masehi. Sebab itu seharusnya dia dinamakan Agama Paulus atau Umat Paulus.
Ajaran-ajaran yang di dalam surat-surat Paulus dan Injil Paulinis itu sangat bertentangan dengan tauhid dari Taurat dan Syariat Nabi Musa. AS. Hal mana menerbitkan pertengkaran hebat dengan-dengan orang-orang Yahudi. Ucapan dan baptis mulailah ditujuhkan kepada Jesus Kristus.
Setengah orang berpendapat bahwa perceraian Simon Peterus dan Barnabas dengan Paulus adalah terutama akibat perbedaan faham tentang tauhid dan penebus dosa.
Pertengkaran dengan Yahudi yang makin lama makin meruncing berakibat perpecahan yang nyata antara Israil dengan Jamaat Masehi. Dan akhirnya Jemaat Masehi terusir dari Jerussalem.
Tulisan-tulisan, baik yang merupakan Injil, maupun berupakan surat-surat atau wahyu-wahyu, mulailah bertambah banyak. Dalam pada itu ajaran Paulus memperoleh pengikut dari orang-orang kafir di luar Palestina, yaitu di negara Syiria, Mesir, Asia Kecil. Kerajaan Romawi dan lain-lain dimana fikiran cenderung kepada aneka filsafat Yunani kafir. Pada pertengahan abad kedua, Roh Kudus mulai disebut pada upacara ibadat dan babtis umat Nasrani.

Atas dasar yang terdapat dalam surat-surat Paulus dan Injil-Injil Paulinis itu, timbullah perdebetan tentang ketuhanan Jesus Kritus (Nabi Isa AS) antara ulama Nasrani yang juga memperoleh bahan dari tulisan-tulisan suci yang semakin banyak tersebar. Pada bagian kedua dari abad keempat, timbul pula perdebatan-perdebatan tengtang ketuhanan Roh Kudus. Disamping itu jemaat Nasrani terus menerus diserang oleh orang Yahudi. Mulailah terasa perlunya tulisan-tulisan suci, yang lemudian dinamakan Wasiat atau Perjanjian Baru.
Pertentangan “Trinitas” yaitu pertentangan tentang trinitas yang paling hebat berlangsung sejak akhir abad ketiga sampai permulaan abad kelima.
Pada masa perkembangan Paulinism, ulama Nasrani perlu menyusun Perjanjian Baru yang Kanon, setengah orang berpendapat bahwa tulisan-tulisan suci yang bertentangan dengan ajaran Paulus disingkirkan (diaprocryphakan).
Pada Koncili Umum I di Nekea tahun 325, dipersamakan derajatnya Tuhan Bapak dan Tuhan Anak, Roh Kudus belum ketika itu. Syirik ini diperjuangkan oleh Athanasius (295-373), Patriarch dari Iskandariyah (Mesir) sejak tahun 328. Perselisihan berlangsung terus, dan pada Koncili Umum II di Konstatinopel di tahun 381, dikuatkan proklamasi Nikea. Di sini pun Roh Kudus belum disebut Tuhan.Koncili ini di ketuai dan di sokong oleh Theodosius I Agung. Kaiser terakhir dari (379-395) Kerajaan Romawi sebelum pecah dua. Dan dia juga menjadi Penguasa Gereja tertinggi.
Augustinis (354-430) yang dibabtis dalam tahun 387 oleh Ambosius, adalah guru terbesar dari para ketua gereja. Dan beliau inilah, atas hasil-hasil dari pertikaian  trinitas pada abad keempat, dibantu oleh pengetahuannya yang dalam tentang berbagai filsafat telah dapat merumuskan ketiga ketuhanan, dalam sebuah karyanya yang bernama “De Trinitate”. Maka sempurnalah munculnya Trinitas, alias Kesatuan Tiga, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Roh Kudus.
Cyrillus seorang guru gereja, sejak tahun 412 menjadi Patriarch di Iskandariyah (Mesir), wafat dalam tahun 444, pendekar pada Koncili  Ephese (431), mengajarkan bahwa Maria (Siti Maryam) sesungguhnya adalah Theotokos (Mater Dei) yang berarti Ibunya tuhan dan bukan hanya sebagai Chritokos, ibunya Al-Masih. Dan dari ajaran Crillus inilah timbul penyembahan sebagai tuhan terhadap Siti Maryam yaitu Ibunya Nabi Isa AS. Dan faham atau kepercayaan ini dinamakan Mariaolatrie.
Theologi Katholik, dinamakan pemujaan Maria ini “hyperdulia” pada golongan Yakobit di kenal Kultus Maria Roh Suci disebut juga ibunya Jesus Kristus.
Sengketa tentang trinitas hingga saat ini belum juga berakhir. Masih ada saja jemaat kristen yang nyata-nyata menolak ketuhanan Jesus, disamping juga meragukan koncili-koncili Umum yang bersifat ekumenis (maskuny), yaitu sidang-sidang besar, dan sidang-sidang yang bersifat leterany (sedang) dan banyak sidang-sidang yang kecilan. Di antara sidang-sidang Koncili itu ada 20 buah yang diakui oleh gereja katholik romawi. Yang terpenting diantaranya adalah:

1. Koncili Nikea I tahun 325 menentang ajaran Arius, mebicarakan apakah Isa dipandang sebgai Rasul sebagaimana Rasul Allah yang lain, ataukah dia anak allah karena dia dilahirkan tanpa bapak dan apabila dia dikatakan anak Allah, apakah ia mempunyai sifat-sifat ketuhanan, dipandang sebagai Tuhan, diperlakukan sebagai Tuhan, apa mempunyai derajat yang sama seperti Tuhan. Sidang ini dihadiri 2048 orang uskup. 318 orang uskup menetapakan Jesus sebagai Tuhan dengan sebutan Tuhan Anak, sesuai dengan ajaran Paulus. Sekalipun disepakati 318 orang uskup, tetapi keputusan ini dikuatkan oleh Raja Constantine dengan pernyataannya, sehingga dia diakui oleh gereja. Arius dan pengikutnya-pengikutnya dikalahkan dan diburu-buru.

2. Koncili Konstantinopel I tahun 381 menentang dan menghukum (mengkafirkan) ajaran Macedonius dan lain-lain. Menetapkan Roh Kudus adalah Tuhan, maka terciptalah Trinitas yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus.

3. Koncili Ephesus tahun 431 menghukum dan mengkafirkan ajaran Nestorius, yang mengatakan bahwa Jesus, mempunyai oknum dan mempunyai tabiat. Dipandangkan dari oknum. Maka Jesus adalah Tuhan. Ia dari Bapak. Dipandang dari tabiat dia adalah manusia yaitu dari Maryam. Dengan demikian Maryam adalah ibu manusia, bukan ibu tuhan, sidang Ephesus dihadiri 200 uskup mengutuk pendapat ini, lalu Maryam yang gadis adalah ibu allah. Al-Masih adalah Tuhan yang sebenarnya. Patriarch Anthakia menentang keras putusan itu, yang menyebabkan uskup-uskup itu terpecah belah kembali, kaum Nestorius diusir  dari Konstantinopel, pindah ke Mesir, disana mazhabnya berkembang sampai sekarang dan memasuki Irak, Mausil, al-Furat dan al-Jazirah.

4. Koncili Chalecedon tahu 451, adalah sidang yang paling ribut, penuh dengan kata-kata kotor, sampai pukul memukul, usir-usiran, wakil romah mengusir wakil Mesir, yaitu Deskores (Patriarch Iskandariyah). Yang dipertengkarkan tetab tabiat dan oknum Jesus, jadi lanjutan sidang Ephesus I dan III. Dalam sidang ini Umat masehi pecah 3, yaitu golongan Roma, golongan Mesir, dan akhirnya timbul golongan Ya’cobine dibawah pimpinan Ya’kub dan al-Baraz’iy.

5. Koncili Konstantinopel II tahun 553 membicarakan kepercayaan tentang Reinkarnasi yang timbul di kalangan umat Masehi dibawa oleh filosof-filosof Yunani yang masuk agama Masehi, yaitupenganut-penganut Trimurti (Trinitas) Animisme Yunani, sehingga mereka tidak percaya dengan kehidupan akhirat dan kiamat. timbul lagi faham lain yang mengatakan bahwa oknum al-Masih yang sebenarnya tidak ada, ia hanya seorang yang ada dalam khayal semata. Semua faham itu dihukum dalam sidang ini begitu juga sisa-sisa faham Nestorius.

6. Koncili Konstantinopel III tahun 680 melaknat faham Monothelit. Dalam sidang ini orang-orang Masehi golongan Marony menarik diri dari Jemaat Masehi, sebagaimana orang-orang Qitbhy (Copt-Mesir) dalam sidang keempat. Kemudian orang-orang habsyi (Ethiopia) orang-orang Ermeny danSiryani menarik diri dan berdiri sendiri pula.

7. Koncili Nikea II tahun 787 membicarkan tentang penggunaan gambar-gambar dan patung-patung dalam peribadatan. Akhirnya diputuskan bahwa gambar-gambar dan patung-patung Jesus dan Uskup-uskup dipandang suci. Tetapi tidak disembah. Di antara putusannya berbunyi. Kami menetapkan supaya patung-patung tersebut jangan hanya diletakan dalam gereja-gereja dan gedung-gedung suci, juga tidak hanya pada pakaian-pakaian pendetaan saja, tetapi hendaklah di pasangkan dalam rumah-rumah pada dinding-dinding tembok di tepi jalan, karena manakala melihat gambar Tuhan Jesus beserta ibunya yang suci dan lain-lain Rasul dan sekalian orang-orang saint, akan memberikan perasaan tertarik yang sangat untuk berfikir  terhadap mereka yang memuliakannya. Oleh sebab itu wajib menghormati dan meuliahkan gambar-gambar tersebut, tetapi tidak menyembahnya dengan ibadah yang layak dengan ketuhanan.

Tuan Tharick  Chehab (Abu Ferik Ibnu Muttalib) menulis di akhir bukunya sebagai berikut:
“dari Israil (agama Yahudi) telah timbul gereja orthodox greek dan dari gereja orthodox greek timbul gereja katholik romawi dan dari gereja katholik romawi timbul gereja protestan, yang terus menerus menimbulkan aliran-aliran baru. Orang yahudi mengkafirkan gereja orthodox greek dan orang-orang orthodox greek mengkafirkan orang-orang katholik romawi dan orang-orang katholik romawi mengkafirkan orang-orang kristen prostestan dan orang kristen protestan saling salah menyalahkan antara golongan-golongan mereka hingga saat ini….” (bersambung)