16 Komentar

AKU BERHENTI BEKERJA

Ada beberapa opsi yang harus aku renungkan di dalam pengambilan keputusan yang sulit ini. Secara lahiriah di kotaku ini menjadi PNS adalah suatu kebanggaan. Atau bekerja di perusahaan besar menjadi pilihan jitu. Pendapat tersebut adalah benar. Tapi tidak menurutku. Aku tidak suka di atur. Rasa egois yang ada pada diriku sangat besar, namun ada kalanya aku harus mengalah di saat yang tepat.

Seharusnya aku tetap bekerja di intansi pemerintah walau gaji kecil demikianlah pendapat teman-temanku termasuk istriku dan kedua orang tuaku. Aku tidak mempedulikan omongan mereka, aku memang harus berhenti, karena aku dilahirkan bukan untuk bekerja untuk orang lain. Aku harus berdikari. Itulah prinsip hidupku. Aku harus memulai lagi dari nol dengan modal juga nol. Inilah kehidupan disuatu masa aku diatas dan disuatu saat aku di bawah. Hukum alam. Menjadi pegawai itu enak, ada jaminan di hari tua. Demikianlah perkataan ibuku dan istriku. Aku langsung protes kepada mereka bahwa yang menjamin kehidupanku bukan mereka namun Allah SWT. Di tanganNya segalah sesuatu. Ada Allah yang menjadi pelindung hidupku. Mereka mencibir diriku, bahkan istriku belakangan ini tidak banyak bicara denganku, aku maklum karena mereka tidak mengerti dengan apa yang aku ingini.

Ada beberapa peralatan studio video  dikamar kerjaku, barang-barang ini sangat berharga bagiku dengan barang-barang ini aku memulai kehidupan baru yaitu mendirikan rumah produksi. Ada satu bekal kehidupan yang diberikan Allah kepadaku, perlu di ketahui  sebelum aku masuk bekerja sebagai pegawai rendahan di instansi pemerintah, aku bekerja sebagai teknisi computer di bengkel yang aku dirikan. Bengkel itu serkarang sudah tidak ada lagi habis aku gadaikan karena satu alasan yang bagi sebagian orang tidak masuk perhitungan mereka.

Aku menutup bengkel computer itu di karenakan banyaknya uang haram yang aku makan. Bagi sahabat-sahabatku yang ada di milis ini mengerti dengan apa yang aku maksudkan. Aku selalu menginstal computer pasien dengan softwere bajakan, uang yang aku dapat jelas haram. Yang kedua sangat mudah menipu orang. Masyarakat kita sangat awam dengan peralatan satu ini mereka tidak mengerti dengan jenis-jenis kerusakan di dalam computer. Oleh sebab itu sangat mudah menipu orang. Itulah sebabnya aku tutup bengkel celaka ini.

Aku tidak ingin memberikan makan dengan uang jahanam ini kepada anak-anak dan istriku. Walaupun pendapatanku ketika itu rata-rata lima ratus ribu perhari. Aku tidak peduli. Sangat di sayangkan memang tapi lebih disayangkan lagi kalau aku tetap pada kehidupan seperti itu.

Berhenti dari bengkel computer aku bekerja sama teman di ponsel sebagai teknisi hp dengan gaji yang lumayan aku bekerja dengan hati yang mendua di satu sisi aku tidak suka diperintah di satu sisi aku perlu makan. Apa boleh buat dari pada tidak makan maka aku tetap bekerja di bengkel hp. Tapi sayang aku bekerja hanya dua tahun maka tahun berikutnya aku masuk menjadi pegawai. Dengan baju dinas aku setiap pagi bangun bekerja mingikis rezeki Tuhan. Di tempat baruku ini ada suasana yang lain dari yang lain, aku lebih banyak menganggur dari pada bekerja walau menerima gaji setiap bulannya. Ya di kantor bekerja kalau ada pekerjaan. Karena dalam satu tahun itu hanya ada beberapa pekerjaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan DPRD walupun gaungnya besar namun tetap saja kita lebih banyak menganggur dari pada bekerja. Apa lagi orang sepertiku sebagai pegawai rendahan. Satu yang pasti banyak persaingan yang tidak sehat baik di intansi pemerintah maupun swasta. Jilat pantat, ambil muka merupakan makanan sehari-hari di zona ini. Oleh sebab itu bagi teman-temanku yang ada di milis ini, satu nasehatku bekerjalah dengan membuka usaha sendiri dengan ijazah yang ada pada kalian bertanggung jawablah dengan ilmu yang kalian miliki jangan mengemis pekerjaan kepada orang lain, gunakan ilmu itu dengan sebaik baiknya dengan modal itu kita bias bicara pada dunia.

Pendidikan yang diberikan akibat dari budaya kita yang turun menurun menyebabkan pola pikir masyarakat kita tidak berkembang dengan baik, dari zaman kanak-kanak dahulu orang tua kita selalu menanyakan cita-cita kepada kita. Ada yang menjawab jadi dokter, pengacara, insinyur dll. Jawaban yang kita berikan kepada mereka akan membuat puas hati mereka. Mereka senang kalau anak mereka menjadi ini dan itu dan suatu saat nanti bekerja di sini dan di situ. Inilah budaya yang diwariskan dari nenek moyang kita dari zaman batu sampai sekarang. Tidak perna orang tua kita mengatakan: “Engkau harus menjadi dirimu sendiri dan bertanggung jawab dengan apa yang engkau lakukan dan berpijaklah engkau pada dua kakimu” atau “raihlah cita-citamu setinggi bintang di langit agar engkau mampu memandang kebawah, setidak-tidaknya engkau tahu tempat jatuhmu”  atau “jangan engkau teruskan pekerjaanmu kalau hatimu menolaknya”

Seringkali orang tua kita memaksakan kehendaknya kepada putra-putrinya, mereka tidak mau mendengar apa yang ada dihati putra-putrinya, mereka lakukan ini semua hanya karena satu alasan yaitu rasa khawatir dengan masa depan anak. Hal itu wajar-wajar saja akan tetapi pendapat sang anak harus didengarkan juga. Bagaimana mungkin kita akan berkembang dengan baik kalau system penjajahan digunakan dalam penerapannya dalam mendidik anak. Sebab kita akan mewariskan juga system ini kepada cucu-cucu mereka.

Aku tidak gamang dengan berhenti bekerja, aku yakin dengan Allah karena ditanganNya segala rezeki semua makhluk. Bumi ini luas, aku harus berusaha, aku harus kuat, aku harus tegar, ada Tuhan di dadaku, Dia akan selalu mendengar jeritan hatiku. Itulah tekadku.

42:20. Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat. (Al Quran)

Tuntutlah ilmu itu walau harus merangkak ke negeri china (hadist Rasulullah SAW)

Melakukan kesalahan dalam hidup bukan saja lebih terhormat, tetapi lebih bermanfaat dari pada tidak melakukan apa-apa sama sekali (Goerge Bernard Shaw)

Katakan apa yang engkau tertawakan, dan aku akan katakan siapa dirimu (Marcel Pagnol)

Image

http://www.muslimdaily.net/berita/ekonomi/4439/angka-pengangguran-as-tembus-2-digit

Iklan


8 Komentar

BENCANA ITU….

Entah kapan akan berhenti, sepertinya negeri ini selalu setia menunggu bencana demi bencana, Tsunami, Longsor, Banjir Bandang, Gempa Bumi, Kebakaran, Angin Puyuh Atau Topan. Bencana demi bencana datang silih berganti datang memberi “salam”. Sebenarnya aku heran juga kok bisa ya.

Aku ingin merenung seandainya bumi pertiwi ini tidak ada penghuninya akankah bencana itu akan datang juga? Jawabnya jelas tidak, sebab aku berpendapat Allah menurunkan suatu azab atau ujian hanya karena ulah manusia. tidak lebih dari itu. Disebabkan ulah manusialah Allah menurunkan azabNya ataupun ujianNya. dibalik itu semua ada pesan yang ingin disampaikan oleh Allah. Hanya manusia berakal lah yang mampu menangkapnya.

Di AQ banyak contoh-contoh bukti hancurnya suatu kaum dikarenakan kekufuran dan kezaliman. AQ menjadi pegangan bagi kita semua, hanya kepadaNyalah kita akan kembali.

Apa bila negeri ini tidak berubah juga maka tunggulah bencana-demi bencana akan selalu menemani kita. Allah tidak akan pandang buluh dan tak relah bumiNya dirusak, azab akan segera diturunkan. Yang mati dalam keaadaan beriman silahkan ada syurga menunggu dan yang mati dalam keadaan kufur ada neraka menanti.

Namun yang masih hidup ada sebuah pesan yang disampaikan oleh Allah berubahlah dan kembalilah kejalan yang benar. Allah tidak akan menurunkan kehancuran kalau penduduk suatu kaum itu bertaqwa kepada Allah ada jaminan dari Allah. Ada jaminan keamanan, ketentraman dan kedamaian dari sisi Allah dan Jaminan yang besar adalah ada SyurgaNya.

Namun hanya satu doaku semoga Allah mengampuni dosa2 para pemimpin kami dan tidak lagi menurunkan bencana demi bencana, Amin.

Harapanku berhentilah kalian bertikai dalam soal jabatan, sogok menyogok, korupsi, celah mencelah, caci maki. Yang semuanya itu sangat bertentangan dengan agama. Jabatan dan pangkat hanyalah titipan Allah semata yang harus di pertanggung jawabkan di akhirat kelak semakin besar dan tinggi jabatan dan pangkat maka semakin berat pertanggungjawabannya. Oleh sebab itu tidak perlu diperebutkan dengan susah payah. Apalagi menggunakan cara-cara kotor untuk memperoleh jabatan itu.

Sementara bencana menghancurkan jiwa-jiwa tidak berdosa, para pemimpin kita sibuk dengan carut marut politik, lenggang kangkung keluar negeri dan sering kali pertolongan datang terlambat setelah berbagai jenis penyakit telah menggorogoti para pengungsi.

Rasa sedih, marah dan benci menyatu dalam jiwaku melihat kondisi ini, aku begitu kasihan kepada mereka yang ditimpa malapetaka ini aku tidak mampu menolong hanya doa yang aku kirimkan buat kalian yang terkena bencana, semoga Allah SWT memberikan kalian kesabaran dan menambah keimanan dan ketaqwaan kita semua, Amin.

Image:

http://artshangkala.wordpress.com/2009/09/22/tanda-tanda-dari-hewan-terhadap-bencana-alam


33 Komentar

MIMPIKU

Bismillahirramanirahim.

Aku terjaga pada pukul 2.42 dini hari dari tidurku. Kepalaku berat dan pusing namun aku kuatkan untuk melangkah kearah computer untuk mencatat mimpi  yang belum perna aku saksikan dan aku alami. Sengaja aku bangun dan mencatat mimpi ini di computer ini agar esok pagi tidak lupa. Inilah mimpiku, biarlah teman-teman di milis ini menilainya aku tak sanggup menilainya karena aku bukan ahli ramal atau ahli nujum.

Diawali dengan suatu kejadian yang menurutku aneh yaitu aku bertengkar dengan abang iparku padahal aku tahu bahwa kakakku seorang janda sejak kapan pula kakakku kawain dengan orang celaka ini pikirku. Aku sangat membencinya entah apa sebabnya aku juga tidak tahu tiba-tiba saja aku dan dia saling bunuh dan aku katakan padanya bahwa aku menantangnya untuk berduel, dalam hatiku, aku ngeper juga melihat gelagat sinar matanya penuh dengan hasrat untuk membunuh. Namun dari pada malu, aku layani juga. Kakakku sangat senang aku saling baku hantam dengan lelaki ini, dalam hatiku, bahwa kakakku juga membenci lelaki ini tanpa pikir panjang lagi aku pun bertempur saling baku hantam. Entah mengapa tiba-tiba segala persendihan tulangku begitu berat untuk digerakan melayangkan pukulan kewajahnya. Dua tiga jurus telah dia lancarkan kepadaku, Alhamdulillah tidak ada yang kena walaupun begitu beratnya aku mengelak. Ketika jurus-jurus silatnya yang aneh keluar aku mati-matian untuk mengelak tiba-tiba pamanku datang bersama saudaraku yang lain dan tiba-tiba pula lawanku ini menjadi seekor ayam kampung.

Perkelahian terhenti seketika sebab tiba-tiba saja ayam yang ingin aku bantai habis sudah tidak bernyawa lagi dan ibuku telah menyiapkan sekuali gulai namun ayam tadi tidak ada “isi”nya alias tinggal kulit dan buluhnya saja. Akupun tertegun.

Akupun pergi begitu saja meninggalkan rumah, belanja sesuatu di warung yang tidak jauh dari rumahku namun aku lupa apa yang aku beli. Yang aku ingat adalah aku pergi ke warung tidak memakai sandal dan beberapa butir gula-gula ada dalam genggamanku. Aku katakan pada orang yang punya warung bahwa aku meminjam sandalnya dan aku ingat dengan merek sandal usang itu yaitu “daimatu”. Sandal ini mengingatkan aku waktu masih kecil dahulu. Sandal inilah yang “paling sanggup” dibelikan oleh orang tuaku ketika aku masih kecil.

Ketika akan memakai sandal inilah aku mendengarkan bunyi yang begitu memekakkan telinga, sangking memekakkan maka kedua telunjukku menutup telinga ini, namun bunyi yang memekakkan telinga begitu hebatnya, kedua jari telunjukku seakan-akan tidak berfungsi.

Akupun keluar dari warung itu dan ingin mencari sumber bunyi tersebut walaupun dengan telinga kesakitan. Maka pemandangan yang sangat menggetarkan seluruh manusiapun terpampang hebat dimataku, dari arah timur aku melihat gumpalan api yang sangat menyeramkan diiringi dengan gempa bumi yang teramat sangat, aku seperti mau terbang dan melayang karena gempa bumi, namun aku tidak memperdulikan gempa bumi itu sebab api di timur dengan semburan awan merah bergulung-gulung menyeramkan menebar kebencian bagaikan leher neraka Jahanam menyebar keseluruh arah mencuri perhatikankku lebih hebat. Aku sempat berpikir bahwa ada gunung meletus namun aku juga tahu bahwa arah timur pemandanganku tidak ada gunung. Lalu dari mana api dan awan merah celaka ini datangnya?

Tiba-tiba saja dari arah sebelahnya hal serupa juga terjadi barulah aku sadar bahwa huru-hara di akhir zaman sedang dan akan terjadi Akupun teringat dengan sandal yang aku pinjam dari orang warung tadi, terniat dihati untuk mengembalikannya sebab ha ini akan menambah daftar dosa-dosaku dan aku juga ingat, bahwa aku kewarung juga pergi dengan motor namun aku tidak memperdulikan motor tersebut aku lebih memperdulikan sandal usang tadi, hilang entah kemana.

Suara yang datang entah dari mana dan memekakkan telinga tidak kunjung henti ada sesuatu yang keluar dari kedua telingaku. Aku tidak berani melihatnya. Karena api dan awan yang bergulung-gulung menyeramkan semakin hebat. Barulah aku sadar dengan firman Allah dalam Al Quran bahwa tobat tidak lagi berguna ketika manusia melihat azab dari Allah. Akupun tersungkur di tanah memohon ampun kepada Allah walaupun aku tahu tidak ada gunanya. Perbuatanku ini diikuti oleh seluruh manusia yang ada disekelilingku, seluruhnya tersungkur di tanah memohon ampun. Masih segar di dalam ingatanku suara-suara memohon ampun kepada Allah. Tiba-tiba saja alam menjadi cerah dan tenang kembali. Bukan main lega dan gembiranya hatiku.

Aku sibuk mencari sandal yang hilang karena aku meminjam kepada orang warung. Syukurlah sandal itu dapat aku temukan. Akupun bergegas pulang untuk melihat keluargaku karena aku sangat mengkhawatirkan mereka. Sampai dirumah syukurlah tidak ada yang kurang, anakku yang paling kecil cepat-cepat aku gendong dan aku cium sepuas-puasnya. Namun aku sangat heran melihat mereka (keluarga) yang tenang-tenang saja padahal aku barusan bergelumang dengan maut. Begitu cemasnya aku terhadap keluarga, aku juga tidak sempat mengingat entah dimana aku memakirkan motorku. Aku tidak peduli.

Pukul 2.42 dini hari, malam jum’at aku terjaga karena udara yang begitu panas. Nafas aku sesak seperti di cekik dan kedua telingaku sangat sakit. Aku lihat anak dan istriku yang “bobok” begitu pulas. Akupun melangkah ke computer. Suara lolongan anjing mengiringi langkahku. Aku tak peduli.

gambar: http://terselubung.blogspot.com

 


24 Komentar

LONCATAN WAKTU

Saya terusik kembali dengan beberapa artikel di beberapa blog dan website yang menceritakan tentang manusia-manusia yang ingin menciptakan Mesin Waktu. Entah apa yang terjadi sekiranya Mesin Waktu ini benar-benar berhasil diciptakan oleh manusia. Saya juga teringat dengan kasus Jhon Titor yang penuh dengan kontraversi. Lihat juga di sini dan di sini. Banyak artikel-artikel yang sejenis di muat di dunia maya.

Namun satu yang pasti bahwa sesungguhnya Allah hanya pernah membuka tabir kepada Rasulullah SAW. Perjalanan waktu yang di lakukan oleh Rasulullah SAW bukan hoax belaka, kisah ini memang benar-benar terjadi seperti yang diceritakan oleh Allah SWT dalam Al quran.

Tidak ada yang mustahi bagi Allah. Semuanya bisa terjadi begitu dengan cepat dengan izinNya. Apakah misi dunia barat dalam pembuatan mesin waktu adalah untuk menandingi apa yang terjadi dengan Rasulullah, hanya Allah SWT yang Maha Tahu.

Seperti tulisan-tulisan saya yang telah lalu tentang MESIN WAKTU yang kecepatannya suadah saya kalikan dengan isyarat Al Quran benar-benar mengaggumkan. Yang menjadi pertanyaan saya adalah mengapa dunia barat tidak terfokus dengan Al Quran sebagai pedoman dalam pembuatan mesin waktu padahal Allah telah memberikan isyarat di dalamnya bahwa hanya manusia yang mempuyai kekuatan saja yang dapat menembus dan melintasi antar planet dan gelaxi.

Apakah karena suatu kebencian saja mereka tidak berpedoman dengan Al Quran. Padahal kalau mau jujur mereka dapat melakukan apa saja yang mereka mau karena segala fasilitas yang ada pada diri mereka sudah terpenuhi. Dalam hal ini saya kira Allah tidak pandang bulu apakah mereka kafir atau mukmin, siapa saja yang mau berusaha dan bekerja keras Allah tetap akan memberikan jalan keluar walaupun mereka tetap mendurhakai Allah. Kemurahan Allah meliputi segala sesuatu.

Secara pribadi saya percaya dengan kemampuan manusia mengingat Allah juga memberikan isyaratNya dalam Al Quran siapa yang tidak percaya dengan Al Quran berarti kafir. Al Quran adalah satu-satunya sumber yang valit yang merupakan kunci dari segala kunci dunia akhirat.

55:33. “Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”.

Diam-diam saya merasa yakin dengan di temukannya mesin waktu tidak lama lagi melihat isyarat Al Quran di atas. Akan tetapi penggunaannya yang membuat saya deg-degan.

Mudah-mudahan temuan mesin waktu ini demi kesejahteraan umat manusia bukan untuk misi penghancuran.

Ah hanya galau saja.



16 Komentar

KETIKA HUJAN BERBICARA

Sebuah kursi yang telah kusam aku hampiri, “silahkan duduk” begitulah yang aku rasakan ketika kursi ini aku tatap dengan syahdu. Gelegar petir yang tiada henti semakin mengundang hasratku untuk duduk. Aku perhatikan hujan yang lebat, tidak ada kendaraan roda dua yang lewat, sebab aku membandingkan diriku dengan mereka yang mempunyai kendaraan roda dua. Karena hanya kendaraan jelek ini yang aku punyai, sesekali aku tatap Mega Pro yang selalu menemani kemana aku pergi.

Kembali gelegar petir mengejutkan lamunanku, Aku lihat langit yang tersenyum kecut padaku dengan warna gelap dan kusam mengelilingi angkasa tidak ada tempat untuk Aku melarikan diri. Tetesan air hujan melobangi beberapa lantai dimana aku berteduh.

Gelegar halilintar dan air hujan ini mengingatkan aku kepada Sang Maha Pencipta. Aku protes kepada Allah mengapa Dia menurunkan air hujan celaka ini yang membuat seluruh aktivitasku terganggu. Sial betul….

Belum sempat aku mencaci maki entah dari mana datangnya sebuah fikiran yang tiba-tiba membuat aku terkagum-kagum. Inilah hasil dari fikiranku itu:

Bukankah Allah telah menciptkan alam ini dengan sempurna yang bisah dipelajari oleh akal manusia. Sebenarnya Allah menurunkan air hujan itu dengan ilmuNya yang nanti akan bermanfaat bagi manusia dan bisa dipelajari dengan hukum-hukum fisika. Mengapa turun hujan?

Dan benar air hujan memang adalah sebuah proses fisika dan kimia manusia manapun bisa mempelajarinya dengan baik. Allah menurunkan air hujan itu bukan tanpa proses. Dengan air hujan ini diam-diam Allah menyelipkan salah satu KekusaanNya.

Bagi manusia hujan turun disebabkan proses kimia dan fisika namun bagi Allah banyak cara untuk menurunkan air hujan itu tanpa melalui proses apapun hanya saja dengan cara ilmiah inilah yang bisa diterimah oleh akal manusia. Dengan sendirinya akan tampak alami padahal dibalik itu semua tersembunyi kekuatan yang dahsyat. Yaitu sebuah bentuk Kekusaan Yang Universal, yang tidak dimiliki oleh siapapun kecuali Tuhan. Air hujan salah satu bukti keberadaan Allah Yang Maha Tunggal. Tidak ada hujan yang berserakan dimuka bumi ini dengan seenaknya melainkan sudah diatur dengan pengaturan yang rapih. Semuanya mempunyai jadwal yang teroganisir dengan baik dan hal itu terjadi dengan satu Kekuasaan dan tdak ada kekusaan yang lain.

Diam-diam aku menyesali diriku sendiri yang telah mencaci maki. Motor aku gas dengan kencang tidak ada alasanku berlama-lama disini, air hujan bukan hambatan bagiku melainkan rahmat dan nikmat yang sedang terjadi di alam ini. Mudah-mudahan Allah memaafkan dan mengampuni diriku ini dengan segalah kasih sayangNya.

Langit tiba-tiba tersenyum padaku dengan warnanya yang biru dan sebuah tarian awan putih ikut kemana aku pergi. Hujan tadi telah berbicara padaku dengan banyak sekali walau sunyi. Aku tidak tahu apakah dia akan menegurku kembali atau tidak,  aku  tidak  peduli biarlah dia menelusuri celah-celah tanah dan bebatuan rimba belantara.


28 Komentar

INDAHNYA MASA KECILKU

Masih kuingat suara azan subuh mengumandang ketika aku diajak ibu pergi kepasar. Tangan lembut kakakku memegang lenganku dengan erat. Aku tak perna habis berpikir mengapa azan subuh begini rupa sudah banyak orang yang berjualan di pasar, ada yang jualan pisang goreng, lontong, pecel dan toko pakaian juga ada yang buka.

Ku pandang wajah ibu dan kakakku dengan sumringah mereka membeli ini dan itu aku hanya takjub mendengar suara azan subuh itu. Aku tak mempedulikan apa yang mereka beli pandanganku berhenti diatas sebuah Menara Masjid. Sebuah bintang berekor berjalan dengan perlahan, kuperhatikan bintang aneh ini terus menerus sampai menghilang di telan awan. Aneh mengapa manusia-manusia dipasar ini tidak memperhatikan apa yang aku lihat. Bedebah…jangan-jangan aku sudah tak waras lagi.

Ada dua layang-layang  berikut dengan benangnya, pasti yang satu untuk adikku pikirku. Aku juga tak mempedulikan layang-layang yang dibelikan ibu. Kembali mataku nanar ke arah selatan dimana awan sialan itu telah membatasi pemandanganku.  Ternyata dugaanku tepat, bintang itu kembali muncul namun sudah jauh sekali. Ekornya yang seperti kembang api seakan-akan mengucapkan salam perpisahan padaku. Aku menjadi sedih. Ah… entah kapan lagi aku dapat menyaksikan pemandangan yang mengagumkan ini.

Perjalanan kisah ini adalah kisah nyata bagi diriku yang kusimpan rapi dalam memoriku, dengan satu harapan semoga Allah mempertontonkan kembali apa yang kulihat dengan mata kepalaku sementara orang lain sibuk dipasar.

Suara azan subuh yang kudengar disaat aku masih kecil itu sangat membekas dalam jiwaku dibandingkan suara azan yang lainnya. Masih kuingat bangunan masjid tua itu dengan hiasan cat dimenaranya yang sudah mengelupas. Namun suara speakernya membahana ke angkasa apakah bintang berekor itu mendengar atau tidak aku tidak tahu.


72 Komentar

SAMUDRA AL-FATIHAH

SAMUDRA AL-FATIHAH
1:1. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

1:2. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam,

1:3. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang,

1:4. Yang menguasai hari pembalasan.

1:5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

1:6. Tunjukilah kami jalan yang lurus,

:7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Menanggapi dialog antara saya dengan teman nasrani maka postingan ini merupakan jawaban bagi dia atas dialog tersebut. Karena panjangnya jawaban yang saya berikan maka lebih baik jawaban ini saya jadikan postingan dalam blog ini.

Dan tulisan ini juga menanggapi tantangan @Pandawa. Dan Kelanjutan dialog dengan @Robin A. Sihotang Oleh sebab itu boleh dikomentar dengan dalil-dalil yang kalian punyai.

Seperti janji saya terhadap dirinya bahwa saya akan memposting jawaban tersebut berdasarkan Al Quran dan beberpa buku sebagai rujukan agar apa yang saya sampaikan benar-benar sesuai dengan kenyataan yang ada tidak di tambah dan tidak dikurang. Sebagai pedoman saya, saya merujuk pada salah satu buku yang berjudul SAMUDRA ALFATIHAH oleh Bey Arifin. Cetakan ke III Tahun 1974.

Dalam buku tersebut halaman 279-304 dikatakan bahwa:

BIBLE (al kitab)
Orang pada jaman dahulu tidak mengenal yang namanya buku dalam bentuk yang sekarang. Segalah sesuatu ditulis dan disalin. Begitu pula dengan “tulisan-tulisan suci”. Tulisan-tulisan suci yang ditulis sebelum Nabi Isa. AS dinamakan atau disebut Perjanjian Lama (Old Testament), ialah kitab orang yahudi juga. Dan sesudah nabi isa dinamai Perjanjian Baru (New Testament).

PERJANJIAN LAMA (Old Testament)

KANON-Tulisan-tulisan suci tentang Perjanjian Lama yang seharusnya dalam bahasa dan huruf Ibrani terdapat salinan-salinan saja dalam huruf Ibrani dan huruf Aramia, yaitu aksara Kildani, kecuali beberapa bab dari Nebiim, ialah dari Nabi Daniel, Uzair dan Jeremia yang tertulis dalam huruf dan bahasa Kildani. Teranglah bahwa tulisan yang di tulis oleh penulis pertama (autographa) tidak ada. Jadi tidak dapat diselidiki (diperiksa) kesungguhannya.
Aksara Kildani itu dipergunakan beberapa abad setelah Bani Israil pulang ke Kanaan dari buangannya (Babil). Bahasa dan huruf Aramia ini mendesak dan mengganti lambat laun bahasa dan huruf Ibrani. Sehingga pada akhirnya orang di Kanaan, kemudian di Palestina berbahasa Aramia dengan lisan Falestin atau bahasa Kildani Barat. Juga disebut orang Ibrani Modern. Tidak ada tulisan-tulisan tangan  dari Perjanjian Lama dalam bahasa aslinya Ibrani yang bertarikh dari sebelum abad kesembilan.
Sudah lumrah, rupa-rupa kesalahan timbul dalam mengopy dan menyalin dari tulisan huruf Israil kuno, yaitu huruf Ibrani kedalam huruf baru yaitu huruf Kildani walaupun dikerjakan dengan sangat teliti.
Naskah Masorah dalam bahasa Ibrani dan Aksara Kildani yang diketahui disana-sini mengalami perubahan dari aslinya, terjadi pertukaran kata-kata, tambahan dan sebagainya. Dari naskah inilah dijadikan dasar dari penerbitan Perjanjian Lama itu. Ini mengenai tulisan-tulisan suci yang disebut Kanon. Kaum Yahudi Ortodox Yunani, Khatolik Romawi dan Protestan tidak sefaham dengan apa yang dikanonkan itu. Jadi tentang sahinya kanon masih diperselisihkan.
Kapankah tersusunnya kanon ini tidak seorangpun yang tahu. Inilah keragu-raguan tentang Kanon Perjanjian Lama. Selesainya sejarah Kitab Perjanjian Lama adalah pada tahun 290 sebelum Nabi Isa. AS. Yang mudah didapat oleh orang itulah Perjanjian Lama, yang berkat itjihatdnya, diakui Kanon oleh kaum kristen Prostestan.
Tulisan-tulisan yang terdahulu dan tulisan-tulisan yang terbelakang terpisah berabad-abad lamanya, dan susunannya berlainan-berlainan.
Pada synagoge (gereja yahudi) terdapat tiga bagian, yaitu a-Torah (Taurat) yang berarti WET, b-Nebiim (nabi-nabi) dan e-Ketubim (Kitab-kitab) dan juga mengandung Zaburnya (Mazmur) Nabi Daud AS.
Pada gereja nasrani, nama-nama bagian adalah dalam bahasa Yunani Latin. Torah yang terdiri dari 5 bab diberi nama Pentateuchus. Sedang kelima babnya itu bernama Genesisi, Exodus, Leviticus, Numeri dan Deuteronomium. Yang dalam bahasa Indonesia di kenal: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan.
Susunan pembagiannya yang terdapat dalam kitab Perjanjian Lama sekarang adalah dari Vulgata, yaitu salinan Latin dari Septuaginta yang tertulis dalam bahasa Yunani. Teks aslinya septuaginta sudah tidak ada lagi sejak zaman Orignes gelar Adamantios (185-254), yaitu seorang ulama gereja bangsa Yunani. Hanya yang terdapat ialah salinan-salinan yang berbeda satu dengan yang lainnya. Markus dan Paulus mempergunakan Septuaginta. Kemudaian Septuaginta ini dirusak teksnya oleh penulis-penulis gereja Nasrani dalam pertengkarannya dengan kaum Yahudi, sebagai akibat dari perceraian jemaat Nasrani dengan kaum Yahudi. Dengan perceraian ini maka lahirlah agama MASEHI yang juga dinamai Agama Nasrani atau Kristen. Dinamai agama Masehi berasal dari kata al-Masih salah satu gelaran dari Nabi Isa. AS. Dinamai agama Nasrani karena mula-mula berkembangnya agama ini di Nazaret. Dan dinamai Kristen ialah nama Nabi Isa. AS menurut bahasa Yunani (Greek).
Pendekatan, Perjanjian Lama melalui orang Yahudi sampai kepada Gereja Masehi. Jadi agama Masehi tumbuhnya dari Israel. Keseluruhan Kanon ini, bagaimanapun juga (sejarah pertumbuhannya) sudah diterimah oleh umat Nasrani sebagai kata-kata Tuhan, sebagai yang diilhamkan dan dikehandaki oleh Tuhan.
APOCRYPTHA-Kaum Kristen yang memakai terjemahan Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani, hasil karya Mujtahidnya, mengatakan bahwa Septuaginta yang dipakai oleh gereja-gereja Ortodox Yunani, Kopt (Mesir), Ethiopia, Syria, Armani, dll. Dan Vulgata yang dipakai oleh gereja Khatolik Romawai adalah Apocryptha.
Septuaginta adalah terjemahan Perjanjian Lama dari bahasa Ibrani huruf Kildani kebahasa Yunani, bukannya Yunani (bahasa Greek) yang klasik, tetapi dialeknya bahasa Yunani (bahasa daerahnya) yang dipakai di Iskandariah (Mesir). Terjemahan ini diselenggarakan kira-kira tahun 250 da 130 sebelum Nabi Isa. AS, oleh lebih dari 70 penterjemah Yahudi. Sebab itu diberi nama Septuaginta yang berarti tujuh puluh. Septuaginta ini lebih luas dari aslinya. Septuaginta meliputi selain dari terjemahan Perjanjian Lama juga berisi beberapa belas tulisan tulisan lain, beberapa tambahan-tambahan antara lain kitab-kitab dari Esther dan Nabi Daniel. Septuaginta inilah yang dipakai sampai sekarang oleh kaum Masehi, di Eropa Timur dan Timur Tengah.
Para ahli ketuhanan dan mudjahid Kristen kemudaian mendapatkan banyak sekali kesalahan-kesalahan dan perubahan-perubahan, baik dalam terjemahannya baik dalam kata-katanya. Terjemahan yang tidak benar ini mengilhami pemahat masyhur Michel Angelo (1475-1564) untuk membuat patung Nabi Musa AS bertanduk dua yang sampai sekarang masih ada di gereja Santa Piter di Roma.
Vulgata terlebih dahulu Itala, adalah terjemahan dalam bahasa Latin dari Septuaginta. Terjemahan mana dilaksanakan oleh Yerome pada akhir abad ke IV. Vulgata ini dianggap satu-satunya yang Kanon oleh gereja Katholik Romawi. Dan menurut keputusan yang diambil dalam rapat keempat dan Koncili di Terente (8 April 1546), terlaknat dan terkutuklah siapa-siapa yang menyaksikannya.
Sebagai tersebut diatas, didalam Septuaginta dan Vulgata ada termuat pula belasan tulisan-tulisan lain. Antara lain ialah buku yang ke II dan IV dari Uzair. Buku dari Tobit atau Tobias, buku dari Yudish, buku Hikmat dari Nabi Sulaiman AS, buku hikmat dari Isa bin Sirach dll.
Baik kiranya diketahui bahwa buku ke IV dari Uzair tadi dibuat sesudah Jerusalem dihancurkan oleh Bangsa Rum tahun 70 M. Dalam bab ke 14 dari buku ini diriwayatkan bagaimana Uzair sebelum wafatnya kemasukan Roh Kudus yang memberikan hikmat kepadanya untuk menuliskan kembali Taurat yang sudah habis terbakar. Oleh karena itu, banyak ketua gereja yang  mangatakan bahwa kumpulan dari apa yang disebut kanon dari Perjanjian Lama  itu adalah berasal dari Uzair. Dan pendapat ini diterimah oleh kaum yahudi dan nasrani lama kemudian.

PERJANJIAN BARU  (New Testament)

Nabi Isa. AS dilahirkan di Bethlhehem dan dibesarkan di Nasareh (Nazaret) yang berbahasa Aramia (Barat). Selama bertablig (Siar Agama) dengan bahasa itu. Kitab yang diwahyukan Tuhan dinamai Injil yang seharusnya juga tertulis dalam bahasa dan huruf Aramia. Kata-kata Injil itu berasal dari kata-kata Yunani “evangilos” yang berarti “Kabar Baik”. Dua belas orang Hawariyun (sahabat-sahabat) Nabi Isa. AS semuanya berasal dari Kanaan (Palestina), yang kemudian dijadikan Apostel, yakni Pesuruh (Rasul) Nabi Isa. AS semuanya berbahasa Aramia. Mereka ini disuruh Nabi Isa. AS untuk menyiarkan Injil diantara 13 suku bangsa Israel (Bani Israel) yang tersesat.
Israel adalah nama bangsa yang dipergunakan mereka sejak zaman Nabi Musa AS sedang sebelumnya Nabi Musa AS bangsa ini dinamai bangsa Ibrani.  Tetapi setelah bangsa ini kembali dari pembuangan Babil, yaitu pada tahun 536 sebelum Nabi Isa. AS, bangsa ini menyembut diri mereka bangsa Yahudi, diambil dari kata Yuda nama seorang pemuka mereka.
Bangsa Israel dimasa itu bukan saja berada di Palestina tetapi juga tersebar di negeri-negeri tetangga seperti Syria, Asia Kecil, Iraq, Hijaz, Yaman dll. Mereka yang berada diluar Palestina di sebut “diaspora”.
Kitab Injil dalam bahasa dan uruf Aramia sudah tidak ada, begitu juga dengan salinan-salinannya sudah tidak ada lagi. Kalau zaman Pejanjian Lama berakhir pada tahun 209 sebelum Nabi Isa. AS maka zaman Perjanjian Baru dimulai dengan lahirnya Nabi Isa. AS hingga dihancurkannya Jerusalem pada tahun 70 Masehi. Kira-kira pada waktu inilah selesai dituliskannya keseluruhan kitab Perjanjian Baru. Para Hawari (Sahabat-sahabat Nabi Isa. AS) sudah tidak ada yang masih hidup.
Perjanjian Baru hanya berupa cerita-cerita, kutipan-kutipan dan salinan-salinan  dalam bahasa Yunani Pasar (Koine) yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Surat-surat Paulus, Injil-Injil dan tulisan-tulisan tangan dari pada Apostel dan pembantu-pembantunya yaitu segala “autographa” (Naskah tulisan tangan yang asli) sudah tidak ada lagi. Sudah tentu banyak kesalahan yang terselip dalam salin menyalinnya yang dilaksanakan oleh orang-orang nasrani biasa.  Apa lagi ditinjau betapa sulitnya sifat dari bahasa Yunani dan cara menuliskannya. (kata-katanya bersambung terus). Banyak kata-kata yang hampir sama bentuknya lain artinya menjadi tertukar seperti kata “parakletos” dan “periklutos”. Ada bagian bagian yang tidak terdapat dalam tulisan-tulisan tangan yang tertua disebut codex.
Ada perubahan-perubahan yang dengan sengaja dimasukan. Ada tulisan yang tidak dapat dibaca lagi. Ada tulisan-tulisan yang diperbaiki oleh bermacam-macam manusia. Pendekatan salinan-salinan tua (codex, jamaknya codies) berlainan satu dengan yang lainnya. Dan ini semua dalam bahasa Yunani Pasar, sedang Nabi Isa. AS dan para Hawari semuanya berbahasa Aramia. Siapa penterjemahnya dan bagaimana diterjemahkan ke bahasa Yunani, tidak ada yang mengetahuinya. Kesungguhan atau kebenarannya tidak dapat diperiksa.
Terjemahan-terjemahan ini sudah tidak syah lagi mengandung banyak kesalahan-kesalahan atau hal-hal yang tidak tepat. Nama-namapun turut diterjemahkan, seperti Al-Masih menjadi kritus, Jushua menjadi Jesus. Jachannaan menjadi Johannes, Kefar menjadi Peterus dan kata-kata apakah aslinya yang diterjemahkan menjadi parekletos menjadi periklutos tidak di ketahui sama sekali. Yang dalam bahasa asli “Perjanjian” diterjemahkan dengan kata-kata “wasiat” dll. Codies tertua adalah dari abad IV, dan yang terbanyak timbul sesudah tahun 1000 M (jadi 4 abab dan 10 abad sesudah masa hidup Nabi Isa. AS).
Akan tetapi menurut Mr Ernest Wright dalam bukunya “Bablical Archeology” baru-baru ini terdapat potongan tua yang bersejarah dari abad kedua yang isinya sesuai dengan 2/3 dari Perjanjian Baru.
Dari banyaknya tulisan-tulisan suci itu timbullah persoalan mana yang Kanon dan mana pula Apocrpha. Lalu timbul pertengkaran dan perselisihan-perselisihan. Di zaman terdahulu itu gereja tidak memiliki Perjanjian Baru yang lengkap. Kanon  sesudah Muratori yang dibuat pada akhir abad  kedua, tidak betul dan tidak lengkap dan mungkin tulisan-tulisan sucinya yang kemudian dianggap kanon oleh gereja Romawi. Kanon yang lengkap tersusun pada tahun 367 dan kemudian diakui dalam koncili yang ke III di Kartago tahun 397. Gereja Romawi dan kemudian Gereja Kristen menpunyai Kanon dari Perjanjian Baru yang sama.
Adapun teksnya tidak seorang mengetahui bagaimana semua diterjemahkan Perjanjian Baru kedalam bahasa Latin Kuno, oleh karena bahasa gereja yang tertua di Romawi adalah bahasa Yunani. Apa yang terdapat dalam terjemahan ini dinamai Itala.
Antara tahun 382-385 atas permintab Paus Damaus, Itala ini oleh Hieronymus dikerjakan hingga menjadi vulgata, yang kemudia ditinjau kembali, dan hingga kini dipakai oleh Gereja Romawi.
Kanon gereja Romawi dari kedua Perjanjian Lama dan Baru akhirnya ditetapkan pada koncili di Terente 1546.
Di tahun 1516 Erasmus menerbitkan Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang menjadi dasar dari terjemahan-terjemahan kaum kristen protestan. Berkat kemajuan dan pengetahuan tentang bahasa dan kegiatan para Mujtahid Kristen, terbitlah pada tahun 1898 di Stuttgart teks terakhir dari Perjanjian Baru dalam bahasa Yunani yang dikerjakan oleh Eberhard Nestle dan yang kemudian disebut Sttugarter Receptus.
Bible seluruhnya baru dikenal pada abab pertengahan di gereja-geraja barat melalui Vulgata tadi. Pembagian bab-babnya dalam tahun 1228 oleh Stephen Langton dan pembagian teksnya ke dalam ayat-ayat di tahun 1551 oleh Stephanus.
Perjanjian Baru terdiri dari 27 tulisan yang  dapat dibagi dalam 3 macam:  5 bukuh kisah, 21 surat kiriman dan 1 buku wahyu, aslinya dari masing-masing itu tidak ada.
Kelima buku kisah itu adalah: (1) Injil karangan Matius , seorang Hawari (2). Injil karangan Markus alias Yahya (Johannes). Markus ini seorang Tabi’i (seorang yang tak kenal Nabi Isa. AS tidak semasa hidupnya dengan Nabi Isa. AS, tetapi semasa hidupnya dengan seorang Hawari). (3)  Injil karangan Lukas (Louka), (bukan orang Yahudi, seorang Tabi’i atau hidup sesudah Tabi’i.  (4) Injil karangan Yahya (sebagian orang menduga Yuhanna alias Yahya bin Zabdi seorang Hawari). (5) kisah perbuatan para Apostel, karangan Lukas tadi juga.
Injil karangan Yahya baru dikenal orang pada abad kedua. Kisah tentang perbuatan para Apostel karangan Lukas, katanya ditulis antara tahun…dan 80. Keempat Injil itu tidak ditulis siapa penulisnya, hanya orang mengetahui dari cerita-cerita. Masing-masing Injil karangan Matius, Markus dan Lukas isinya tidak sama, malah ada yang bertentangan mengisahkan tentang Nabi Isa. AS dan mukzijat-mukzijatnya. Ketiga Injil ini dinamakan Synoptici.
Adapun 21 surat kiriman itu di tulis lebih dahulu daripada Injil-Injil tersebut. Yaitu 13 ditulis oleh Saulus gelar Paulus, seorang Tabi’i yang ditulis antara tahun 50 dan 64 M. 1 surat ditujukan kepada orang Ibrani yang penulisnya tidak diketahui sampai kini. 1 surat Yakub bin Yusuf, saudara seibu dengan Nabi Isa. AS mati dirajam kira-kira tahun 62. 2 surat dari Somon bin Yunus gelar Kefas alias Peterus, seorang Hawari. 3 surat dari Yahya bin Zabdi dan 1 surat dari Yahuda (Yudas) bin Yusuf, saudara seibu dengan Nabi Isa. AS.
Wahyu (apocalypse) kepada Yahya bin Zabdi adalah kisah buku Nubuwah, rukyat yang memberi kasyaf tentang hari kemudian.
Walaupun ada banyak syak tentang kesungguhannya, namun gereja dan umat nasrani beriman bahwa keseluruhan Perjanjian Baru yang Kanon ini adalah Kata-kata Tuhan.

TIMBULNYA TRINITAS

Trinitas, alias Drie Eenheid alias Kesatuan Tiga, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Roh Kudus adalah rahasia yang besar dari kepercayaan agama Masehi. Satu misteri, satu dogma yang menjadi pokok kepercayaan yang tidak masuk akal dan tidak dapat dibuktikan, yang paling banyak dipertengkarkan sampai sekarang, yang menyebabkan terpecah belahnya agama Masehi itu. Dan atas dogma inilah bergantung jauh atau bangunan gereja. Kedua Perjanjian baik Lama maupun yang Baru tidak pernah menyebut trinitas.
Pada permulaan sekali, yaitu sebelum adanya Kitab Perjanjian Baru, upacara peribadatan (babtis) dalam agama Masehi ditujuhkan hanya kepada Tuhan Allah yaitu Tuhan Alam Semesta, sedang Nabi Isa. AS disebut sebagai Hamba Allah. Masih berlakulah Tauhid dari Taurat dan syariat Nabi Muasa AS.
Sesudah Paulus, seorang diaspora yang dilahirkan di Tarsus (Anadol, Asia Kecil) dan dibesarkan diluar Kanaan dalam alam pikiran Yahudi kafir, menganut agama masehi (percaya pada Al Masih) maka dia mengatakan Injil kepda orang-orang kafir, hal mana yang bertentangan dengan pesan Nabi Isa. AS yang mana untuk menyiarkannya di antara Bani Israel bukan kepada orang-orang kafir itu. Masyhurlah surat-suratnya yang ditulisnya antara tahun 50-64 yang aslinya sudah tidak ada lagi dan salinannya berlain-lainan. Oleh karena itu tidak dapat diperiksa dan dipastikan kebenarannya.

Sebagian diterangkan, keempat Injil yang kanon di tulis sesudah surat-surat Paulus itu, dan naskah yang aslinya sudah tidak ada lagi. Sehingga sudah tidak dapat pula dipastikan benar atau salah aneka salinan-salinannya. Baik diterangkan disini Markus adalah pembantu dan teman jalan dari Paulus. Lukas adalah tabib dan juga teman jalan dari Paulus. Sebagian orang berpendapat Injil yahya yang baru dikenal orang pada abad kedua, bukannya karangan dari Yahya bin Zabdi. Dan tidak dapat dipastiskan pula penulis yang sebenarnya dari Injil Matius. Oleh sebab itu maka surat-surat dan Injil-Injil tersebut dinamakan “Paulinis”. Bukannya Nabi Isa. AS tetapi Pauluslah yang menjadi pembina dari agama Masehi. Sebab itu seharusnya dia dinamakan Agama Paulus atau Umat Paulus.
Ajaran-ajaran yang di dalam surat-surat Paulus dan Injil Paulinis itu sangat bertentangan dengan tauhid dari Taurat dan Syariat Nabi Musa. AS. Hal mana menerbitkan pertengkaran hebat dengan-dengan orang-orang Yahudi. Ucapan dan baptis mulailah ditujuhkan kepada Jesus Kristus.
Setengah orang berpendapat bahwa perceraian Simon Peterus dan Barnabas dengan Paulus adalah terutama akibat perbedaan faham tentang tauhid dan penebus dosa.
Pertengkaran dengan Yahudi yang makin lama makin meruncing berakibat perpecahan yang nyata antara Israil dengan Jamaat Masehi. Dan akhirnya Jemaat Masehi terusir dari Jerussalem.
Tulisan-tulisan, baik yang merupakan Injil, maupun berupakan surat-surat atau wahyu-wahyu, mulailah bertambah banyak. Dalam pada itu ajaran Paulus memperoleh pengikut dari orang-orang kafir di luar Palestina, yaitu di negara Syiria, Mesir, Asia Kecil. Kerajaan Romawi dan lain-lain dimana fikiran cenderung kepada aneka filsafat Yunani kafir. Pada pertengahan abad kedua, Roh Kudus mulai disebut pada upacara ibadat dan babtis umat Nasrani.

Atas dasar yang terdapat dalam surat-surat Paulus dan Injil-Injil Paulinis itu, timbullah perdebetan tentang ketuhanan Jesus Kritus (Nabi Isa AS) antara ulama Nasrani yang juga memperoleh bahan dari tulisan-tulisan suci yang semakin banyak tersebar. Pada bagian kedua dari abad keempat, timbul pula perdebatan-perdebatan tengtang ketuhanan Roh Kudus. Disamping itu jemaat Nasrani terus menerus diserang oleh orang Yahudi. Mulailah terasa perlunya tulisan-tulisan suci, yang lemudian dinamakan Wasiat atau Perjanjian Baru.
Pertentangan “Trinitas” yaitu pertentangan tentang trinitas yang paling hebat berlangsung sejak akhir abad ketiga sampai permulaan abad kelima.
Pada masa perkembangan Paulinism, ulama Nasrani perlu menyusun Perjanjian Baru yang Kanon, setengah orang berpendapat bahwa tulisan-tulisan suci yang bertentangan dengan ajaran Paulus disingkirkan (diaprocryphakan).
Pada Koncili Umum I di Nekea tahun 325, dipersamakan derajatnya Tuhan Bapak dan Tuhan Anak, Roh Kudus belum ketika itu. Syirik ini diperjuangkan oleh Athanasius (295-373), Patriarch dari Iskandariyah (Mesir) sejak tahun 328. Perselisihan berlangsung terus, dan pada Koncili Umum II di Konstatinopel di tahun 381, dikuatkan proklamasi Nikea. Di sini pun Roh Kudus belum disebut Tuhan.Koncili ini di ketuai dan di sokong oleh Theodosius I Agung. Kaiser terakhir dari (379-395) Kerajaan Romawi sebelum pecah dua. Dan dia juga menjadi Penguasa Gereja tertinggi.
Augustinis (354-430) yang dibabtis dalam tahun 387 oleh Ambosius, adalah guru terbesar dari para ketua gereja. Dan beliau inilah, atas hasil-hasil dari pertikaian  trinitas pada abad keempat, dibantu oleh pengetahuannya yang dalam tentang berbagai filsafat telah dapat merumuskan ketiga ketuhanan, dalam sebuah karyanya yang bernama “De Trinitate”. Maka sempurnalah munculnya Trinitas, alias Kesatuan Tiga, yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Roh Kudus.
Cyrillus seorang guru gereja, sejak tahun 412 menjadi Patriarch di Iskandariyah (Mesir), wafat dalam tahun 444, pendekar pada Koncili  Ephese (431), mengajarkan bahwa Maria (Siti Maryam) sesungguhnya adalah Theotokos (Mater Dei) yang berarti Ibunya tuhan dan bukan hanya sebagai Chritokos, ibunya Al-Masih. Dan dari ajaran Crillus inilah timbul penyembahan sebagai tuhan terhadap Siti Maryam yaitu Ibunya Nabi Isa AS. Dan faham atau kepercayaan ini dinamakan Mariaolatrie.
Theologi Katholik, dinamakan pemujaan Maria ini “hyperdulia” pada golongan Yakobit di kenal Kultus Maria Roh Suci disebut juga ibunya Jesus Kristus.
Sengketa tentang trinitas hingga saat ini belum juga berakhir. Masih ada saja jemaat kristen yang nyata-nyata menolak ketuhanan Jesus, disamping juga meragukan koncili-koncili Umum yang bersifat ekumenis (maskuny), yaitu sidang-sidang besar, dan sidang-sidang yang bersifat leterany (sedang) dan banyak sidang-sidang yang kecilan. Di antara sidang-sidang Koncili itu ada 20 buah yang diakui oleh gereja katholik romawi. Yang terpenting diantaranya adalah:

1. Koncili Nikea I tahun 325 menentang ajaran Arius, mebicarakan apakah Isa dipandang sebgai Rasul sebagaimana Rasul Allah yang lain, ataukah dia anak allah karena dia dilahirkan tanpa bapak dan apabila dia dikatakan anak Allah, apakah ia mempunyai sifat-sifat ketuhanan, dipandang sebagai Tuhan, diperlakukan sebagai Tuhan, apa mempunyai derajat yang sama seperti Tuhan. Sidang ini dihadiri 2048 orang uskup. 318 orang uskup menetapakan Jesus sebagai Tuhan dengan sebutan Tuhan Anak, sesuai dengan ajaran Paulus. Sekalipun disepakati 318 orang uskup, tetapi keputusan ini dikuatkan oleh Raja Constantine dengan pernyataannya, sehingga dia diakui oleh gereja. Arius dan pengikutnya-pengikutnya dikalahkan dan diburu-buru.

2. Koncili Konstantinopel I tahun 381 menentang dan menghukum (mengkafirkan) ajaran Macedonius dan lain-lain. Menetapkan Roh Kudus adalah Tuhan, maka terciptalah Trinitas yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Tuhan Roh Kudus.

3. Koncili Ephesus tahun 431 menghukum dan mengkafirkan ajaran Nestorius, yang mengatakan bahwa Jesus, mempunyai oknum dan mempunyai tabiat. Dipandangkan dari oknum. Maka Jesus adalah Tuhan. Ia dari Bapak. Dipandang dari tabiat dia adalah manusia yaitu dari Maryam. Dengan demikian Maryam adalah ibu manusia, bukan ibu tuhan, sidang Ephesus dihadiri 200 uskup mengutuk pendapat ini, lalu Maryam yang gadis adalah ibu allah. Al-Masih adalah Tuhan yang sebenarnya. Patriarch Anthakia menentang keras putusan itu, yang menyebabkan uskup-uskup itu terpecah belah kembali, kaum Nestorius diusir  dari Konstantinopel, pindah ke Mesir, disana mazhabnya berkembang sampai sekarang dan memasuki Irak, Mausil, al-Furat dan al-Jazirah.

4. Koncili Chalecedon tahu 451, adalah sidang yang paling ribut, penuh dengan kata-kata kotor, sampai pukul memukul, usir-usiran, wakil romah mengusir wakil Mesir, yaitu Deskores (Patriarch Iskandariyah). Yang dipertengkarkan tetab tabiat dan oknum Jesus, jadi lanjutan sidang Ephesus I dan III. Dalam sidang ini Umat masehi pecah 3, yaitu golongan Roma, golongan Mesir, dan akhirnya timbul golongan Ya’cobine dibawah pimpinan Ya’kub dan al-Baraz’iy.

5. Koncili Konstantinopel II tahun 553 membicarakan kepercayaan tentang Reinkarnasi yang timbul di kalangan umat Masehi dibawa oleh filosof-filosof Yunani yang masuk agama Masehi, yaitupenganut-penganut Trimurti (Trinitas) Animisme Yunani, sehingga mereka tidak percaya dengan kehidupan akhirat dan kiamat. timbul lagi faham lain yang mengatakan bahwa oknum al-Masih yang sebenarnya tidak ada, ia hanya seorang yang ada dalam khayal semata. Semua faham itu dihukum dalam sidang ini begitu juga sisa-sisa faham Nestorius.

6. Koncili Konstantinopel III tahun 680 melaknat faham Monothelit. Dalam sidang ini orang-orang Masehi golongan Marony menarik diri dari Jemaat Masehi, sebagaimana orang-orang Qitbhy (Copt-Mesir) dalam sidang keempat. Kemudian orang-orang habsyi (Ethiopia) orang-orang Ermeny danSiryani menarik diri dan berdiri sendiri pula.

7. Koncili Nikea II tahun 787 membicarkan tentang penggunaan gambar-gambar dan patung-patung dalam peribadatan. Akhirnya diputuskan bahwa gambar-gambar dan patung-patung Jesus dan Uskup-uskup dipandang suci. Tetapi tidak disembah. Di antara putusannya berbunyi. Kami menetapkan supaya patung-patung tersebut jangan hanya diletakan dalam gereja-gereja dan gedung-gedung suci, juga tidak hanya pada pakaian-pakaian pendetaan saja, tetapi hendaklah di pasangkan dalam rumah-rumah pada dinding-dinding tembok di tepi jalan, karena manakala melihat gambar Tuhan Jesus beserta ibunya yang suci dan lain-lain Rasul dan sekalian orang-orang saint, akan memberikan perasaan tertarik yang sangat untuk berfikir  terhadap mereka yang memuliakannya. Oleh sebab itu wajib menghormati dan meuliahkan gambar-gambar tersebut, tetapi tidak menyembahnya dengan ibadah yang layak dengan ketuhanan.

Tuan Tharick  Chehab (Abu Ferik Ibnu Muttalib) menulis di akhir bukunya sebagai berikut:
“dari Israil (agama Yahudi) telah timbul gereja orthodox greek dan dari gereja orthodox greek timbul gereja katholik romawi dan dari gereja katholik romawi timbul gereja protestan, yang terus menerus menimbulkan aliran-aliran baru. Orang yahudi mengkafirkan gereja orthodox greek dan orang-orang orthodox greek mengkafirkan orang-orang katholik romawi dan orang-orang katholik romawi mengkafirkan orang-orang kristen prostestan dan orang kristen protestan saling salah menyalahkan antara golongan-golongan mereka hingga saat ini….” (bersambung)