228 Komentar

SAYA TIDAK PERCAYA NABI ISA AS MUNCUL KEMBALI

Tulisan ini sebagai tanggapan atas akidah Usup Supriyadi. Kang Usup sangat yakin dengan akan turunya  Nabi Isa AS. Dengan alasan karena ada dalil2 yang menguatkan akan hal itu. Bahkan terlalu panjang untuk di baca namun tak satupun  dalil2 tersebut  bisa di fahami. Saya tidak melarang Kang Usup untuk berkeyakinan dengan hal2 seperti itu, terserah dia namun satu yang ingin saya bantah dan saya pertanyakan, Saya pribadi meminta dia untuk menunjukan satu ayat saja dalam Al Quran tentang akan turunya Nabi Isa dan apa Visi dan Misinya.

Baca lebih lanjut


46 Komentar

MESIN WAKTU 3

MESIN WAKTU 3

Dalam artikel kali ini saya menekankan perlunya sebuah pemahaman yang objektiv. Sebab dalam memandang dan mengkaji suatu hal hendaknya tidak dipengaruhi oleh unsur apapun. Oleh sebab itu hanya dua sumber saja yang kita gunakan yakni Al Quran dan Al Hikmah.

Perjalanan baginda nabi ke sidratul muntaha banyak yang mengundang pro dan kontra diantara sesama muslim padahal Allah yang menguasai alam semesta ini tidaklah sukar bagiNya untuk berbuat sesuatu. Tampaknya saya harus melihat dari sisi logika dalam meyikapi perjalanan baginda nabi ini. Sebab muatan logika lebih kentara dari pada sebuah keajaiban dalam perjalanan baginda nabi. Seperti ulasan saya di episode dua yang lalu bahwa tidak tertutup kemungkinan yang besar bahwa baginda nabi menggunakan teknologi super mutakhir yang kendaraan itu sengaja diciptakan oleh Allah dalam misi perjalanan baginda nabi.

Saya sangsi dengan hadist yang mengatakan bahwa buraq adalah sejenis mahkluk bernyawa berupa kuda terbang. Walaupun hadist  tersebut diriwayatkan oleh imam bukhari. Bisa saja hadist ini dipalsukan oleh manusia-manusia tertentu untuk menjerumuskan umat islam kedalam mitos celaka yang pada akhirnya akan membuat kita ke dalam jurang kehancuran dan kebinasaan.

Yang saya pegang:

  1. Sebelum melakukan perjalanan vertical ke langit bukankah baginda nabi ditawari oleh Jibril dua minuman yang berisi khamar dan susu di baitul maqdis… adalah aneh kalau roh yang meminum susu tersebut.
  2. Dengan demikian jelaslah sudah bahwa baginda nabi naik kelangit menggunakan media pengangkut. Artinya bahwa jasad baginda juga ikut bersama rohnya.

APAKAH PERBEDAAN PERJALAN NABI DENGAN AL KAHFI (Penduduk Gua)

Saya berpendapat baginda nabi melakukan perjalanannya dengan menggunakan media sedangkan Al Kahfi tidak menggunakan media ke alam 309 tahun mendatang:

  1. Penduduk Gua (Al Kahfi) menembus alam waktu dengan keadaan menunggu (tidur) = tidak sadarkan diri.
  2. Baginda nabi menembus waktu dengan kesadaran penuh alias terjaga dari tidur.
  3. Al Kahfi dalam proses menembus waktu tersebut bisa dilihat oleh mata manusia biasa.
  4. Baginda Nabi Tidak disaksikan oleh mata manusia.
  5. Al Kahfi berdiam ditempatnya.
  6. Baginda Nabi melaju dengan kecepatan yang sukar dibayangkan perkiraan saya = 9.460.800.000.000.000 KM perdetik. (Sembilan ribu empat ratus enam puluh triliun  delapan ratus milyar) dalam satu detik. Apabila jarak galaxy Andromeda berjarak 2,5 juta tahun cahaya berapakah waktu yang diperlukan oleh baginda nabi untuk sampai ke galaxy tersebut?

1 detik = 300.000 KM = kecepatan cahaya.

1 tahun = 365 x 60 x 60 x 24 = 25.920.000.000 KM

2.500.000 = jarak galaxy Andromeda.

Jadi 25.920.000.000 x 2.500.000 = 64.800.000.000.000.000 KM

Jadi waktu yang dibutuhkan oleh baginda nabi = 64.800.000.000.000.000 : 9.460.800.000.000.000 = 6,849 detik dibulatkan = 7 detik.

Jadi apa bila manusia biasa dengan kecepatan cahaya dibutuhkan waktu 2,5 juta tahun untuk sampai ke galaxy Andromeda maka baginda nabi hanya membutuhkan aktu 7 detik saja perkiraan saya ini mungkin salah mungkin juga benar wallahulam. Hal ini baru saya kalikan dengan 1 berbanding 1000 tahun yang sesuai dengan waktu disisi Allah. Apa bila saya bandingkan dengan 1 berbanding dengan 50.000 tahun yang sesuai pula dengan naiknya malaikat ke langit maka akan didapat angka yang lebih seram lagi yakni:

9.460.800.000.000.000 x 50 = 473.040.000.000.000.000.

Apabila dibagi dengan jarak Andromeda = 64.800.000.000.000.000: 473.040.000.000.000.000= 0.13 detik

Maka baginda nabi hanya memerlukan waktu 0,13 detik untuk sampai ke Andromeda. Yang artinya tidak sampai seperempat detik wallauhalam. Namun hal ini tidak ada yang mustahil bagi Allah. Apa bila Allah berkehendak begini saya sangat percaya.

Apakah ini suatu kode dari Allah tentang luasnya alam semesta atau angka-angka ini mengisyaratkan kecepatan baginda nabi bersama malaikat jibril hanya Allah saja yang tahu saya sebagai manusia biasa hanya menggunakan akal dan nalar picisan saja.

Sedangkan dialam semesta ini begitu banyak galaxy bisa jutaan bahkan mungkin milyaran kalau sudah begini planet bumi ini bagaikan setitik debu dialam semesta.


75 Komentar

MESIN WAKTU 2

(Bagi para komentar yang tidak setuju dalam pandangan saya ini harap memberikan alasan yang dapat diterimah akal manusia biasa seperti saya ini sebab saya memberikan gambaran ini juga menggunakan akal dan fikiran lumrah biasa sebab al quran diturunkan juga dengan menggunakan akal yang sehat dan alquran itu diturunkan untuk menjelaskan segala sesuatu. Berdasarkan pemahaman yang sederhana ini maka saya berani mengemukakan pendapat saya pribadi berdasarkan literatur-literatur islam sebagai pegangan yang hebat. Dan jelaslah Al Quran itu bermuatan mujizat yang mengaggumkan dari Tuhanmu. Tujuan dari tulisan ini dan diskusi ini tidak lain ingin mencari benang merah yang kusut akibat pengaruh dari berbagai kebudayaan. Ingat kesempurnaan hanya milik Allah, apabila analogi saya benar semata-mata datang dari Allah apabila salah hal itu akibat kedunguan saya sendiri)

Kembali kita mengulas perjalanan baginda nabi yang diberkati oleh Allah SWT.

Sebagian ulama berpendapat bahwa baginda nabi melakukan perjalanannya bersama malaikat jibril adalah tidak menggunakan tubuh fisik rasulullah melainkan dengan roh beliau mengingat jarak tempuh yang super jauh dan hanya membutuhkan waktu hanya semalam saja. Apabila tubuh rasulullah ikut bersama dalam perjalanan tersebut maka raga beliau akan meledak. Di dunia ini tidak ada tubuh manusia yang mampu bertahan dengan kelajuan setara kecepatan cahaya. Demikianlah beberapa pendapat ulama.
Namun menurut saya pribadi perjalanan hebat rasulullah naik kelangit (kesidratul muntaha) adalah tetap menggunakan tubuh jasad beliau, hal ini bukan tanpa alasan:
1. Menggunakan kendaraan (buraq) yang membawa baginda nabi yang dipimpin langsung malaikat jibril .
2. Kalau memang hanya Roh Baginda maka kendaraan (buraq) tidak diperlukan.
3. Perjalanannya terjadi pada malam hari.
4. Kalau terjadi pada siang hari dengan disaksikan penduduk dunia maka baginda nabi benar-benar dicap sebagai tukang sihir.

Dengan berdasarkan penelaan saya tersebut maka baginda nabi ketika mir’raj adalah dengan menggunakan kendaraan buraq. Yang menjadi pertanyaan dalam benak saya adalah apakah buraq itu?

Menurut bahasa arab buraq= Al Buraq, cahaya atau kilat yang berupa sesosok mahkluk tunggangan ajaib yang membawa baginda nabi dalam perjalanan suci beliau. (Isra Mi’raj), Mahkluk ini diciptakan Allah dari cahaya. (Wikipedia)

Menurut hadist sahi bukhari “Aku dibawah oleh buraq yang merupakan hewan putih dan panjang lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bagal yang dapat menjejakan kakinya sejauh mata memandang“.

Namun saya tidak setuju apabila hewan ini digambarkan seperti seekor kuda berkepala wanita cantik dengan sepasang sayap indahnya. Penggambaran suatu mahkluk yang belum perna dilihat oleh mata kepala manusia dan hanya menerka-nerka seperti kaum nasrani adalah perbuatan zalim. Sedangkan Allah tidak suka kepada manusia yang berbuat zalim.
Catatan:
Apabila sesosok buraq digambarkan seperti kuda terbang tersebut maka akan timbul keanehan seperti:
1. Agar suatu benda agar tetap mengapung diudara maka diperlukan sayap, fungsi sayap adalah untuk menarik udara yang ada diatasnya dan menghepaskannya kebawah akibat tolakan tersebut maka akan timbul daya dorong keatas. Agar posisi tetap stabil diperlukan pengulangan berbanding lurus dengan berat beban.
2. Sedangkan sayap tadi berfungsi apabila ada udara sedangkan diangkasa vakum udara.
3. Didaerah vakum udara (antariksa) sepasang sayap hanya akan menjadi beban sebab tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Mitos-mitos yang berkembang tentang mahkluk ini sangat banyak yang akan merusak generasi islam dan agama islam itu sendiri oleh sebab itu saya pribadi tidak mempercayai sesosok buraq yang digambarkan seperti itu sebab unsur nasranisasi telah masuk kedalamnya sebagaimana mereka menggambar ribuan bentuk tuhan mereka.
Saya percaya bahwa baginda nabi mi’raj bersama buraq (dalam alquran tertulis burqu) dan malaikat jibril titik. Bagaimana bentuk malaikat jibril, baginda nabi serta buraq saya tidak peduli. Karena apapun bentuk mereka tidak akan menambah pahala bahkan penggambaran wajah-wajah mereka akan membawa kita ke sirik.

Burqu atau buraq atau Al Buraq menurut hemat saya adalah sejenis kendaraan berteknologi canggih yang terbuat dari cahaya (bisa dianalogikan seperti mesin waktu) dengan alasan saya:
1. Selama dalam perjalanannya baginda nabi selalu bertanya tentang pemandangan hebat yang dilihatnya kepada malaikat jibril. Hal ini mengindikasikan kepada kita semua bahwa antara baginda nabi dan malaikat jibril jaraknya sangat dekat. Sedangkan suara bunyi (dari mulut baginda nabi) yang merambat ketelinga jibril diperlukan dimensi udara sebagai media rambat untuk menghantarkan getaran suara. Untuk itu diperlukan dimensi udara disekeliling mereka sebagai media penghantar gelombang bunyi.

2. Di karenakan selama perjalanan baginda nabi banyak bertanya kepada malaikat jibril hal ini menunjukan kepada kita bahwa yang menjadi pilot buraq adalah malaikat jibril dengan alasan: agar selama perjalanan terasa nyaman dan damai seorang pilot harus mengerti jalur pesawat , kelayakan pesawat dan menguasai secara keseluruhan dinamika pesawat tersebut dan yang paling penting dari itu semua adalah faham dengan trayek dan lalu lintas penerbangan. Dalam hal ini malaikat jibril entah berapa juta kali naik turun kebumi menyampaikan wahyu kepada utusan-utusan Allah. Dengan kata lain malaikat jibril senior dalam hal ini. Itulah sebabnya rasa nyaman diperjalanan membuat baginda nabi tidak merasa khawatir akan terjadi tabrakan dengan benda-benda angkasa sehingga terciptalah dialog-dialog hebat yang kita kenal sekarang sebagai hadist sahi tersebut.

3. Setiap memasuki langit pembatas yang selalu dijaga ketat oleh para malaikat penjaga maka malaikat penjaga selalu bertanya kepada mereka. Hal ini menunjukan kepada kita bahwa mereka terlindung oleh tabir atau kulit dari pesawat tersebut sebab mereka para malaikat penjaga tidak tahu siapa yang datang. Setelah dijelaskan kepada mereka bahwa mereka membawah baginda nabi barulah pintu gerbang langit dibuka. Begitu selanjutnya dan seterusnya. Sampai pada langit ketujuh.

4. Didalam pemeriksaan tersebut malaikat penjaga juga menanyakan identitas mahkluk bersama jibril hal ini mengindikasikan bahwa pesawat yang ditumpangi baginda nabi tidak terbuka melainkan tertutup sebagaiman pesawat biasanya. Setelah diterangkan kepada malaikat penjaga oleh jibril maka mereka boleh melanjutkan perjalanan tersebut.

5. Saya melihat system penjagaan seperti ini membuktikan keilmiahan agama islam ini. Bukan didunia ini saja berlaku penjagaan dan pengamanan didunia luar sana juga berlaku sistem security tersebut, hal ini menunjukkan kepada kita bahwa agama islam ini diturunkan bedasarkan logika yang sempurna. Itulah sebabnya pihak-pihak diluar islam sangat membenci agama hebat ini.

6. Sebenarnya misi mi’raj ini pada dasarnya adalah penjemputan “tiang agama” yang harus langsung didatangkan kepada pengembannya tidak boleh diwakilkan oleh siapapun. Itulah sebabnya ibadah sholat ini juga tidak bisa gantikan oleh ibadah yang lain dan harus dikerjakan dalam kondisi apapun dan bagaimanapun sebab lihat cara penjemputannya wahai kaum muslimin. Dan ultimatum Allah ini harus dilaksanakan tanpa kecuali. Mengapa Allah mendatangkan langsung beginda nabi kehadapanNya tidak lain dan tidak bukan kesakralan ibadah yang satu ini. Hikma dari ibadah ini langsung diberi ponten oleh Allah bagi yang mengerjannya. Tidak ada perkara sembunyi-sembunyian dalam hal pahala bagi yang mengerjakannya sendirian di ponten 1 dan bagi yang berjemaah diponten 27. Hebat, jelas dan transparansi sejelas misi tersebut.

Diantara ibadah-ibadah yang lain mungkin masih bisa diganti namun berlainan dengan sholat ibadah ini tidak bisa diganti dengan apapun sebab yang menjemputnya juga tidak bisa diwakilkan oleh abubakar, umar, usman dan ali.
(bersambung)


30 Komentar

MESIN WAKTU

Banyak pakar fisika percaya dengan mesin waktu atau yang lebih dikenal Lubang Cacing alias Lubang Hitam (Black Hole) dengan mesin ini kita akan mampu menempuh dimensi waktu tampa batas bisa mundur (masa lampau) bisa maju (masa depan) tergantung setelan.
Mengingat Firman Allah dalam AQ bahwa tak seorangpun yang dapat memajukan dan memundurkan waktu ketika terjadi sakratul maut maka teori gila diatas musnah sudah.
Kalau memang teori itu benar dan mesin waktu bisa diciptakan maka yang terjadi adalah banyak manusia yang lari kemasa lampau sebab hari kiamat semangkin dekat. Atau dengan terjadinya kiamat maka manusia-manusia gila tersebut akan menerobos waktu masa lampau dengan mesin waktu yang diciptakannya. Artinya mereka tidak mau dan menerima hari kiamat itu. (Analogi gila)
Namun Allah adalah segala-galanya kalaupun manusia mampu menciptakan mesin gila ini toh mereka tidak akan sempat menghidupkannya karena keburu panic dan hilang akal atau menjadi rusak karena pengaruh terompet sangkakala… heheheh. (Tambah gila lagi)
Contoh kecil dalam kehidupan nyata dari mesin waktu bisa kita ambil kisah Ratu Balqis dengan singgasananya yang berpindah tempat dalam kedipan mata ke kerajaan Nabi Sulaiman AS. Ulama yang punya kerjaan ini tidak saja dekat kepada Allah namun seorang yang cerdik pandai percuma saja dia menyandang predikat ulama.

Apa yang terjadi dengan singgasana Ratu Balqis ini?
Padahal jarak antara Kerajaan Ratu Balqis dengan kerajaan Nabi Sulaiman ratusan mil. Sebelum saya membahas lebih lanjut saya akan menjelaskan fenomena baling-baling kipas angin sebagai pembukaan dari pembahasan gila ini.
Kipas angin yang berputar dari lambat semangkin kencang akan memberikan gambaran sebagai berikut:
1. Mata manusia mampu mengikuti pergerakan kipas angin yang berputar lambat.
2. Pada tahap selanjutnya mata manusia sudah tidak mampu lagi mengikuti putaran kipas angin yang semangkin kencang.
3. Pada tahap ini seakan-akan kipas angin menghilang dari pandangan mata manusia.
4. Tahap keempat gambar yang ada disebelah kipas angin tampak jelas yang disebabkan keberadaan kipas angin tersebut benar-benar hilang dari pandangan mata manusia.
5. Apabila kembali melambat maka mata manusia kembali dan mampu melihat pergerakan atau rotasi kipas angin tadi.

Hal ini terjadi karena keterbatasan mata manusia itu sendiri. Padahal kipas angin yang berputar hanya 5000 rpm. Masih lebih kencang harddisk yang saya gunakan 7200 rpm hehehehe… mengapa mata manusia tidak mampu mengikuti pergerakan kipas angin tadi? Karena mata manusia terbuat dari daging alias otot bukan besi yang hanya mampu mengikuti pergerakan kipas angin 40-180 rpm. Lebih dari itu akan mengalami kerusakan fatal apabila dipaksakan.
Gambaran pergerakan kipas angin ini saya analogikan untuk perbandingan pergerakan atom dalam planet ini. Sebua atom yang bergerak bebas dalam sebuah partikel 1.300.000 X 60 kali lebih cepat dari pergerakan kipas angin tadi atau setara 390.000.000.000. detak perdetik.
Apa bila sebuah atom itu diumpamakan sebuah kelereng yang bergetar sebanyak 390 Milyar kali perdetik dengan jarak satu meter maka kelereng tadi sudah dianggap tidak ada lagi. Licin dan kosong tidak ada benda apapun didepan mata kita kecuali bunyi yang ditimbulkannya memekakkan telinga.
Nah…demikian pula mahkluk bernama jin yang diciptakan dari api yang stuktur atomnya lebih ringan lagi dari atom-atom yang ada diplanet ini bahkan kecepatan getaran atom tersebut bisa empat (4) kali lipat dari yang saya lukiskan diatas. Itulah sebabnya jin tidak terlihat oleh mata kepala manusia kecuali jin itu sendiri yang punya niat yang lain.

Kembali ke pokok pembahasan gila tadi.
Lubang waktu ataupun lorong waktu ataupun lubang cacing adalah daya cipta karya kamuplase manusia belaka. Namun tidak menutup kemungkinan mesin ini tercipta beberapa tahun kedepan namun berfungsi tidaknya tergantung yang membuatnya lagi. Saya tidak menafikan bani adam ini akan mampu membuatnya mengingat teknologi yang hampir mendekati puncaknya.
Perjalanan manusia menerobos waktu seperti dialam mimpi belaka mengingat waktu tidak bisa dimundurkan dan tidak bisa dimajukan oleh siapapun kecuali yang punya kerjaan Allah SWT. Akan tetapi hambanya yang mulia sendiri telah melakukan perjalanan hebat yang mampu meruntuhkan iman manusia dan berpaling dari kebenaran. (peristiwa isra mi’raj)

Peristiwa isra mi’raj adalah perjalanan menembus waktu dengan menggunakan kendaraan eksklusif dari Allah. Kendaraan ini mengantarkan nabi dan malaikat jibril kesidratul muntaha tempat Allah bersemayam di Arsy. Berapa jarak antara planet bumi dan Arsy wallahualam. Jarak antara matahari dan bumi 150.000.000 KM dibutuhkan waktu 8 menit agar cahaya sampai kebumi. Jarak antara galaxy bima sakti dengan saudara dekatnya Andromeda menurut para ahli 2,5 juta tahun cahaya. Baik galaxy bima sakti maupun Andromeda adalah masih dalam tantanan alam semesta. Sedangkan kedudukan Arsy Allah diluar dari pada ether dunia ini…bagaimana mungkin seorang Muhammad dapat melakukan perjalanan hebat ini hanya dalam waktu satu malam saja. Disinilah letaknya Iman yang juga tidak bisa diukur dengan mesin apapun. Mau tidak mau baginda nabi menggunakan mesin waktu (Buraq) yang melesat diatas kecepatan cahaya.
Diumpamakan kecepatan cahaya 300.000km perdetik dan satu hari disisi Allah = 1000 tahun didunia maka 1000 x 365 x 24 x 60 x 60 = 31.536.000.000 detik. Apabila di kalikan lagi dengan kecepatan cahaya = 9.460.800.000.000.000. Apakah ini kecepatan kendaraan nabi dalam hitungan detik wallahualam. Itupun kalau jarak Arsy Allah berjarak seribu tahun cahaya. Kenyataannya Arsy Allah diluar dari alam semesta ini.

Analogi ini saya jabarkan tidak lain dan tidak bukan bahwa mesin waktu yang dimaksud adalah benar bedasarkan perjalanan hebat baginda nabi.(Dan saya ragu apakah manusia mampu membuatnya) Dan AQ sendiri telah menceritakannya. Dalam ilmu fisika berpindahnya suatu benda dari suatu tempat ketempat yang lain dibutuhkan waktu disini saya tidak ingin menjabarkan ilmu (Hukum Newton) yang kesohor itu. Yang saya perhatikan adalah lubang waktu atau mesin waktu tersebut.
Jadi saya sepakat dengan AQ bahwa mesin waktu itu adalah benar adanya berdasarkan peristiwa isra mi’raj…yang dedengkot Al Azharpun tidak mampu membantah kenyataan ini.
Merujuk pada peristiwa Al Kahfi (Cave) Gua.
Manusia yang tidur selama 309 tahun berdasarkan revolusi bumi. Sebenarnya peran Allah dominan disini walaupun dalam segi apapun Allah memegang segala kunci kendali kehidupan alam semesta. Namun setidaknya peristiwa Al Kahfi sedikit banyak mengundang kita untuk membahas dalam kaca mata fiskia karena hanya dalam dunia ini saya kira tabir yang menyelimutinya dengan harapan sedikit demi sedikit terkuak.
Al Kahfi sebagaimana yang diceritakan AQ mengundang decap kagum akan kekuasaan Allah. Karena peristiwa ini terjadi dibumi dan bukan diplanet lain maka saya punya keyakinan tersendiri peristiwa ini suatu saat akan menemui jalan terang.

Sebelum kita memulai mengupas peristiwa tersebut saya tampilkan sepenggal ayatnya:

18:18. Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.
Ayat diatas mengindikasikan sedang berjalannya peristiwa tersebut. Mereka (penduduk gua) sedang menembus/melaksanakan apa yang dinamakan metafisika (alam ghaib). Keberadaan mereka tampak namun diselimuti misteri. Dengan kata lain mereka sebenarnya sedang melakukan perjalanan menembus waktu. Keberadaan mereka sudah hadir di tahun 309 kemudian yang tampak oleh mata kepala manusia hanya prosesnya saja. Apakah mereka bisa dikatakan manusia masa depan? Tergantung perspektif mana yang kita gunakan.

Sebenarnya peristiwa tersebut tidak ada yang aneh kalau dilihat dari segi umur sebab umur mereka masih kala dengan nenek moyang manusia nabi adam atau nabi nuh. Yang membuat takjub adalah lamanya tidur dan proses “metamorphosis” tersebut.
“tidur” adalah symbol yang diberikan Allah kepada mereka dan kepada kita yang terjadi sebenarnya adalah perjalanan menembus waktu. Analogi ini Allah kemukakan untuk sebuah penantian hari kiamat bagi manusia yang berada di alam barzah. Bagi mereka yang berada di alam barzah sama halnya dengan peristiwa Al Kahfi ini. Kita yang masih hidup merasakan perputaran waktu tidak bagi mereka yang di alam sana. Perputaran waktu sudah tidak berlaku lagi bagi mereka.

Apabila dikatakan kepada mereka pada penduduk barzah berapa lamakah kalian tinggal disini jawabanya akan sama dengan jawaban penduduk gua; sehari atau setengah hari. Mengapa bisa terjadi demikian? Karena waktu tidak mengikat mereka lagi, mereka tidak mengenal waktu, standar hari atau setengah hari yang mereka kemukakan hanya sebagai ukuran jarak perkiraan buta belaka. Itulah sebabnya mereka tidak tahu berapa lama mereka berdiam disana.
bersambung


25 Komentar

LARILAH KEHULUNYA…

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.(Al-Mumtahanah 13)

Ayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa orang-orang kafir putus sudah harapannya. Baik di alam kubur maupun di akhirat dan sesungguhnya janji Allah adalah benar.

Mengapa mereka berputus asa…apa yang terjadi pada mereka?
Asa sama dengan harapan, manusia meletakan harapan pada sebagian yang lain namun harapan tinggal harapan asa tinggal asa. Kepada siapa mereka menggantungkan harapan? Tidak lain tidak bukan kepada thagut. Yakni kepada tuhan-tuhanan. Mengapa sampai menaruh harapan pada thagut? Bukankah mereka yakin dan seyakin-yakinnya mendapatkan keselamatan?
Baik islam maupun non islam akan mendapatkan tempat yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Takdir seperti ini hanya dapat ditembus dengan satu jalan yakni TOBAT. Tobat sendiri adalah takdir. Mengapa harus bertobat?

Didalam islam diajarkan bagaimana tobat itu sebenarnya dan banyak hadist nabi yang menyinggung masalah ini.

Ketika mereka mendapatkan siksaan yang hebat di dalam kubur, namun ingatan mereka tidak hilang bahkan ingatan mereka terlempar kedunia, mereka ingat bahwa telah datang kepada mereka seseorang pemberi peringatan hanya saja mereka tidak menghiraukannya. Ketika cambuk dan pengadah dari api nereka menghancurkan tubuh mereka semakin jelas ingatan yang mereka miliki kekafiran demi kekafiran yang mereka lakukan tidak lain hanya buah sesal yang mereka petik sekarang.

Keselamatan demi keselamatan yang diagung-agungkan ketika hidup didunia hanyalah sebuah tipu daya Iblis yang menyesatkan kaum adam. Ketika cambuk yang berpijar melilit tubuh mereka barulah mereka sadar bahwa sesungguhnya mereka telah jauh dari keselamatan itu.

Ayat diatas adalah gambaran umum yang diberikan oleh Allah SWT. Sesungguhnya kaum kafir benar-benar berputus asa. Walaupun islam sekalipun namun tidak menjalankan syariat nabi maka siksaan mereka lebih hebat lagi dari kaum yang benar-benar kafir.

Allah menjelaskan dalam Al Quran bahwa kaum munafik tempatnya adalah dasar atau kerak neraka. Berbeda dengan Iblis walau tempatnya sudah pasti neraka namun tidak didasar nereka. Untuk minta keselamatan hanya kepada Allah saja tidak yang lain, sebab ditanganNyalah keselamatan itu.

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (Ass-Shaff 6)

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci. (Ass-Shaff 9)

Kalaulah tidak datang seorang Rasul kepada manusia untuk memberikan ajaran yang benar dan tiba-tiba Allah mengazab kita dengan azab yang hebat itu…maka bolehlah kita komplen kepada Allah. Dan saya rasa Allah akan mencabut azab tersebut. Maka kalimat protes yang akan keluar dari penduduk nereka adalah “Ya Allah Tuhan Yang Maha Perkasa, kami ini adalah hambaMu apa dosa dan kesalahan kami sehingga Engkau berlaku seperti ini…kalaulah kami salah dan berdosa tunjukkan kepada kami mana yang salah dan mana benar padahal belum datang kepada kami seorangpun yang memberi petunjuk”

Namun scenario yang sebenarnya adalah kebalikan dari itu semua bahwa sang utusan itu sudah berada ditengah-tengah kita dan sekarang telah meninggalkan dua petunjuk hebat Al Quran dan Al Hikma (Sunnah Nabi).

Kemana kita akan lari? Tidak ada tempat untuk lari selain berlari kepada Allah saja. Pepatah mengatakan “kalau takut kemata pedang maka larilah kehulunya”


18 Komentar

Al-Qur’an adalah Induk Pengetahuan Modern

al-quran-300x260Al-Qur’an, yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW secara lisan dan berangsur-angsur antara tahun 610 hingga 632 M atau selama kira-kira 22 tahun, dimana pada masa itu umat manusia khususnya orang-orang Mekah dan Madinah masih dalam kegelapan dan buta huruf, telah membuktikan kebenaran wahyunya melalui konsistensinya dan kesesuaiannya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang ditemukan umat manusia pada masa jauh setelah Muhammad.

 Berbagai contoh di bawah ini, menunjukkan bukti-bukti kebenaran wahyu Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tanpa bisa dibantah.

1. Kemenangan Bizantium.

 Penggalan berita lain yang disampaikan Al Qur’an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.

 “Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al Qur’an, 30:1-4)

 Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

 Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa+tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur’an takkan pernah menjadi kenyataan.

 Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

 Akhirnya, “kemenangan bangsa Romawi” yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur’an, secara ajaib menjadi kenyataan.

 Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

 Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan “Adnal Ardli” dalam bahasa Arab, diartikan sebagai “tempat yang dekat” dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata “Adna” dalam bahasa Arab diambil dari kata “Dani”, yang berarti “rendah” dan “Ardl” yang berarti “bumi”. Karena itu, ungkapan “Adnal Ardli” berarti “tempat paling rendah di bumi”.

 Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. “Laut Mati”, terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.

 Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

 Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur’an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti bahwa Al Qur’an adalah wahyu Ilahi.

 2. Kebohongan Alkitab secara umum.

 Website ini dibuat justru untuk mengungkap berbagai jenis kebohongan Alkitab/Bibel sebagaimana dinyatakan oleh Allah dalam Al-Qur’an berikut ini:

 “Apakah kamu masih mengharapkan mereka (Yahudi & Kristen) akan percaya kepadamu, padahal segolongan dari mereka mendengar Firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui?” (QS. 2:75)

 “Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang (Yahudi & Kristen) yang menulis Alkitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: ‘Ini dari Allah’, untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. 2:79)

 “Orang-orang (Yahudi & Kristen) yang telah Kami beri Al Kitab mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebahagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui.” (QS. 2:146)

“Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya di kala mereka berkata: ‘Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia’. Katakanlah: ‘Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?’ Katakanlah: ‘Allah-lah (yang menurunkannya)’, kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Qur’an kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.” (QS. 6:91)

 Dan lain sebagainya.

3. Kemenangan di Khaibar dan Mekah.

 Sisi keajaiban lain dari Al Qur’an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala:

 “Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rosul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat.” (Al Qur’an, 48:27)

 Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah. Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah dengan aman.

 Pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur’an. Ini juga merupakan bukti akan kenyataan bahwa Al Qur’an adalah kalam Allah, Yang pengetahuan-Nya tak terbatas.

 4. Ditemukannya jasad Fir’aun.

 “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu (Fir’aun) supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS. 10:92)

 Pada waktu Qur-an disampaikan kepada manusia oleh Nabi Muhammad, semua jenazah Fir’aun-Fir’aun yang disangka ada hubungannya dengan Exodus oleh manusia modern terdapat di kuburan-kuburan kuno di lembah raja-raja (Wadi al Muluk) di Thebes, di seberang Nil di kota Luxor. Pada waktu itu manusia tak mengetahui apa-apa tentang adanya kuburan tersebut. Baru pada abad 19 orang menemukannya seperti yang dikatakan oleh Qur-an jenazah Fir’aunnya Exodus selamat. Pada waktu ini jenazah Fir’aun Exodus disimpan di Museum Mesir di Cairo di ruang mumia, dan dapat dilihat oleh penziarah. Jadi hakekatnya sangat berbeda dengan legenda yang menertawakan yang dilekatkan kepada Qur-an oleh ahli tafsir Injil, R.P. Couroyer.

 5. Madu adalah Obat.

 “kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS. 16:69)

 Tidak ada seorang pun yang membantah bahwa madu lebah dapat dijadikan obat bagi manusia. Padahal, Al-Qur’an diturunkan pada abad ke-7 Masehi, dimana orang-orang pada waktu itu, khususnya di Jazirah Arab, masih buta iptek.

 6. Air susu binatang, minuman yang lezat.

 “Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kamu. Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perutnya (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya.” (QS. 16:66)

 Pada waktu itu tidak ada seorang manusia pun di Jazirah Arab yang mengira bahwa air susu ternak dapat diminum oleh manusia, bahkan menyehatkannya. Sekarang, air susu ternak sudah menjadi santapan sehari-hari bagi manusia yang menyukainya.

 7. Segala yang hidup di muka bumi diciptakan dari air.

 “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS. 21:30)

 Pada waktu ayat tersebut diturunkan, tidak ada yang berfikir kalau segala yang hidup itu tercipta dari air. Sekarang, tidak ada seorang pakar pun yang membantah bahwa segala yang hidup itu tercipta dari air. Air adalah materi pokok bagi kehidupan setiap makhluk hidup.

 8. Fenomena berpasang-pasangan atas segala sesuatu.

 Qur-an yang berulang-ulang menyebut adanya pasangan dalam alam tumbuh-tumbuhan, juga menyebut adanya pasangan dalam rangka yang lebih umum, dan dengan batas-batas yang tidak ditentukan.

 “Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa-apa yang mereka tidak ketahui.” (QS. 36:36)

 Kita dapat mengadakan hipotesa sebanyak-banyaknya mengenai arti hal-hal yang manusia tidak mengetahui pada zaman Nabi Muhammad. Hal-hal yang manusia tidak mengetahui itu termasuk di dalamnya susunan atau fungsi yang berpasangan baik dalam benda yang paling kecil atau benda yang paling besar, baik dalam benda mati atau dalam benda hidup. Yang penting adalah untuk mengingat pemikiran yang dijelaskan dalam ayat itu secara gamblang dan untuk mengetahui bahwa kita tidak menemukan pertentangan dengan Sains masa ini.

 Meskipun gagasan tentang “pasangan” umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan “maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut “parité”, menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:

 “…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat.”

 Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian “dikirim ke bumi”, persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur’an diturunkan. (http://www.2think.org/nothingness.html, Henning Genz – Nothingness: The Science of Empty Space, s. 205)

 9. Kejadian manusia di dalam rahim.

 Telor yang sudah dibuahkan dalam “Trompe” turun bersarang di dalam rendahan (cavite) Rahim (uterus). Inilah yang dinamakan “bersarangnya telur.”

 Qur-an menamakan uterus tempat telor dibuahkan itu Rahim (kata jamaknya Arham).

 “Dan Kami tetapkan dalam rahim apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan.” (QS. 22:5)

 Menetapnya telur dalam rahim terjadi karena tumbuhnya (villis) yakni perpanjangan telor yang akan mengisap dari dinding rahim, zat yang perlu bagi membesarnya telor, seperti akar tumbuh-tumbuhan masuk dalam tanah. Pertumbuhan semacam ini mengokohkan telor dalam Rahim. Pengetahuan tentang hal ini baru diperoleh manusia pada zaman modern.

 Pelekatan ini disebutkan dalam Qur-an 5 kali. Mula-mula dua ayat pertama surat 96 ayat 2.

 “Yang menciptakan manusia dari sesuatu yang melekat.” (QS. 96:2)

 “Sesuatu yang melekat” adalah terjemahan kata bahasa Arab: ‘alaq. Ini adalah arti yang pokok. Arti lain adalah “gumpalan darah” yang sering disebutkan dalam terjemahan Qur-an. Ini adalah suatu kekeliruan yang harus kita koreksi. Manusia tidak pernah melewati tahap “gumpalan darah.” Ada lagi terjemahan ‘alaq dengan “lekatan” (adherence) yang juga merupakan kata yang tidak tepat. Arti pokok yakni “sesuatu yang melekat” sesuai sekali dengan penemuan Sains modern.

 Ide tentang “sesuatu yang melekat” disebutkan dalam 4 ayat lain yang membicarakan transformasi urut-urutan semenjak tahap “setetes sperma” sampai sempurna.

“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dan kabur) maka (ketahuilah) bahwasanya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, (sesuatu yang melekat) kemudian dari segumpal daging yang sempurna keadaannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu.” (QS. 22:5)

 “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah (sesuatu yang melekat).” (QS. 23:4)

 “Dialah yang menciptakan kamu dan tanah, kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dan segumpal darah (sesuatu yang melekat).” (QS. 40:67)

 “Bukankah ia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (kedalam rahim). Kemudian mani itu menjadi segumpal darah (sesuatu yang melekat) lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya.” (QS. 75:37-38)

 Anggauta tempat “mengandung” itu terjadi, selalu disebutkan dalam Qur-an dengan kata yang berarti uterus.

 Dan beberapa surat, tempat itu dinamakan “Tempat menetap yang kokoh.” (surat 23 ayat 13 yang pernah kita sebutkan dan surat 77 ayat 21.18)

 PERKEMBANGAN EMBRIYO DIDALAM PERANAKAN

 Hal-hal yang disebutkan oleh Qur-an sesuai dengan apa yang diketahui manusia tentang tahap-tahap perkembangan embryo dan tidak mengandung hal-hal yang dapat dikritik oleh Sains modern.

 Setelah “sesuatu yang melekat,” yaitu kata-kata yang telah kita lihat kebenarannya, Qur-an mengatakan bahwa embriyo melalui tahap: daging (seperti daging yang dikunyah), kemudian nampaklah tulang yang diselubungi dengan daging (diterangkan dengan kata lain yang berarti daging segar).

 “Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan sesuatu yang melekat dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging, kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Mahasucilah Allah, Pencipta yang paling baik.” (QS. 23:14)

 Daging (seperti yang dikunyah) adalah terjemahan kata bahasa Arab mudlghah; daging (seperti daging segar) adalah terjemahan lahm Perbedaan perlu digaris bawahi, embriyo pada permulaannya merupakan benda yang nampak kepada mata biasa (tanpa alat), dalam tahap tertentu daripada perkembangannya, sebagai daging dikunyah. Sistem tulang, berkembang pada benda tersebut dalam yang dinamakan “mesenhyme.” Tulang yang sudah terbentuk dibungkus dengan otot-otot, inilah yang dimaksudkan dengan “lahm. ”

 Dalam perkembangan embriyo, ada beberapa bagian yang muncul, yang tidak seimbang proporsinya dengan yang akan menjadi manusia nanti, sedang bagian-bagian lain tetap seimbang.

 Bukankah arti kata bahasa Arab “mukhallaq” yang berarti “dibentuk dengan proporsi seimbang” dan dipakai dalam ayat 5 surat 22, disebutkan untuk menunjukkan fenomena ini?

 Qur-an juga menyebutkan munculnya pancaindera dan hati (perasaan, af-idah).

 “Kemudian Dia menyempurnakannya dan meniupkan ke dalam tubuhnya roh (ciptaan)-Nya, dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati.” (QS. 32:9)

 Qur-an juga menyebutkan terbentuknya seks:

 “Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dan air mani apabila dipancarkan.” (QS. 53:45-46)

 Terbentuknya seks juga disebutkan dalam surat 35 ayat 11 dan surat 75 ayat 39.

 Semua pernyataan-pernyataan Qur-an harus dibandingkan dengan hasil-hasil Sains modern; persesuaian di antara kedua hal tersebut sangat jelas. Tetapi juga sangat perlu untuk membandingkannya dengan kepercayaan-kepercayaan umum yang tersiar pada waktu Qur-an, agar kita mengetahui bahwa manusia pada waktu itu tidak mempunyai konsepsi seperti yang diuraikan oleh Qur-an mengenai problema-problema tertentu. Mereka itu tidak dapat menafsirkan Qur-an seperti yang kita lakukan sekarang setelah hasil Sains modern membantu kita. Sesungguhnya hanya baru pada abad XIX, manusia mempunyai pandangan yang jelas tentang hal-hal tersebut.

 Selama abad pertengahan mitos dan spekulasi tanpa dasar merupakan sumber daripada doktrin yang bermacam-macam, yang tetap dianut orang setelah abad pertengahan selesai. Banyak orang tidak tahu bahwa tahap fundamental dalam sejarah embryologi adalah pernyataan Harvey pada th. 1651 bahwa: “Semua yang hidup itu berasal dari telor.”

 Juga banyak orang tidak tahu bahwa embriyo itu terbentuk sedikit demi sedikit, sebagian demi sebagian. Tetapi pada waktu ilmu pengetahuan baru telah mendapat bantuan dari penemuan baru yaitu mikroskop untuk menyelidiki soal-soal kita ini, masih terdapat banyak orang yang membicarakan peran telur spermatozoide. Seorang naturalis, yaitu Buffon termasuk golongan ovist (yaitu golongan yang menganut teori pengkotakan). Bonnet salah seorang penganut teori tersebut mengatakan bahwa telor Hawa, ibu dari jenis manusia, mengandung segala bibit jenis manusia, yang disimpan dalam pengkotakan, yang satu didalam yang lainnya. Hipotesa semacam ini masih diterima orang pada abad XVIII.

 Lebih seribu tahun sebelum zaman tersebut, di mana doktrin-doktrin khayalan masih mendapat pengikut, manusia sudah diberi Qur-an oleh Tuhan. Pernyataan-pernyataan Qur-an mengenai reproduksi manusia menjelaskan hal-hal yang pokok dengan istilah-istilah sederhana yang manusia memerlukan berabad-abad untuk menemukannya.

 10. Karakter binatang yang hidup berkelompok.

 “Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun di dalam al Kitab, kemudian kepada Tuhan merekalah, mereka dihimpunkan.” (QS. 6:38)

 Beberapa hal dalam ayat tersebut harus kita beri komentar. Pertama-tarna: nasib binatang-binatang sesudah mati perlu disebutkan. Dalam hal ini nampaknya Qur-an tidak mengandung sesuatu doktrin. Kemudian soal taqdir secara umum, yang kelihatannya menjadi persoalan di sini, dapat difahami sebagai taqdir mutlak atau taqdir relatif, terbatas pada struktur atau organisasi fungsional yang mengkondisikan tindakan (behaviour). Binatang bereaksi kepada fakta luar yang bermacam-macam sesuai dengan kondisi-kondisi tertentu.

 Menurut Blachere, seorang ahli tafsir kuno seperti Al Razi berpendapat bahwa ayat ini hanya menunjukkan tindakan-tindakan instinktif yang dilakukan oleh binatang untuk memuji Tuhan.

 

Syekh si Baubekeur “Hamzah” (Sayid Abubakar Hamzah, seorang ulama Maroko) dalam tafsirnya menulis: “Naluri yang mendorong makhluk-makhluk untuk berkelompok dan berreproduksi, untuk hidup bermasyarakat yang menghendaki agar pekerjaan tiap-tiap anggauta dapat berfaedah untuk seluruh kelompok.”

 

Cara hidup binatang-binatang itu pada beberapa puluh tahun terakhir telah dipelajari secara teliti dan kita menjadi yakin akan adanya masyarakat-masyarakat binatang. Sudah terang bahwa hasil pekerjaan kolektif telah dapat meyakinkan orang tentang perlunya organisasi kemasyarakatan. Tetapi penemuan tentang mekanisme organisasi beberapa macam binatang baru terjadi dalam waktu yang akhir-akhir ini. Kasus yang paling banyak diselidiki dan diketahui adalah kasus lebah. Nama Von Frisch dikaitkan orang dengan penyelidikan tersebut. Pada tahun 1973 Von Frisch, Lorenz dan Tinbergenmendapat hadiah Nobel karena penyelidikan mereka.

 

11. Peredaran benda-benda angkasa dalam garis edarnya.

 

Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

 

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)

 

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

 

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

 

Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur’an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

 

Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:

 

“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (Al Qur’an, 51:7)

 

Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah “berenang” sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.

 

Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

 

Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur’an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa “dipenuhi lintasan dan garis edar” sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur’an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur’an adalah firman Allah.

 

12. Gugusan bintang atau galaksi.

 

“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang (galaksi) dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” (QS. 25:61)

 

Dalam alam semesta ini terdapat milyaran galaksi. Di antara galaksi-galaksi itu adalah:

 

– Galaksi Bima Sakti (tata surya kita ini terdapat di dalamnya).

– Galaksi Magellan (berjarak kira-kira 150.000 tahun cahaya dari Bima Sakti).

– Galaksi Andromeda (lebih jauh sedikit dari Magellan, dengan jarak kira-kira 2.000.000 tahun cahaya).

 

13. Gerak semu matahari.

 

“Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.” (QS. 55:17)

 

Dua tempat terbit matahari dan dua tempat terbenamnya ialah tempat dan terbenam matahari di waktu musim panas dan di musim dingin. Gerak semu matahari ke utara-selatan menyebabkan beberapa musim tertentu di suatu negara tertentu.

 

14. Planet dalam langit terdekat.

 

Dalam suatu ayat terdapat kata “Kawakib” yang menurut pengetahuan modern hanya dapat diartikan “planet”.

 

“Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang terdekat dengan hiasan yaitu planet-planet.” (QS. 37:6)

 

Kalimat Qur-an: “Langit yang terdekat” dapatkah diartikan sebagai sistem matahari? Kita mengetahui bahwa tak terdapat di antara benda-benda samawi yang terdekat kepada kita selain planet. Matahari adalah bintang satu-satunya dalam sistem ini yang pakai nama. Orang tak dapat mengerti, benda samawi apa gerangan yang dimaksudkan dalam ayat tersebut, jika bukan planet. Rasanya sudah benar jika kita terjemahkan “Kawakib” dengan “planet;” dan ini berarti bahwa Qur-an menyebutkan adanya “planet” menurut definisi modern.

 

15. Mengembangnya alam semesta.

 

Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:

 

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)

 

Kata “langit”, sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di banyak tempat dalam Al Qur’an dengan makna luar angkasa dan alam semesta. Di sini sekali lagi, kata tersebut digunakan dengan arti ini. Dengan kata lain, dalam Al Qur’an dikatakan bahwa alam semesta “mengalami perluasan atau mengembang”. Dan inilah yang kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.

 

Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.

 

Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.

 

Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi. Sebuah alam semesta, di mana segala sesuatunya terus bergerak menjauhi satu sama lain, berarti bahwa alam semesta tersebut terus-menerus “mengembang”. Pengamatan yang dilakukan di tahun-tahun berikutnya memperkokoh fakta bahwa alam semesta terus mengembang. Kenyataan ini diterangkan dalam Al Qur’an pada saat tak seorang pun mengetahuinya. Ini dikarenakan Al Qur’an adalah firman Allah, Sang Pencipta, dan Pengatur keseluruhan alam semesta.

 

16. Bentuk bulat planet bumi.

 

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam…” (Al Qur’an, 39:5)

 

Dalam Al Qur’an, kata-kata yang digunakan untuk menjelaskan tentang alam semesta sungguh sangat penting. Kata Arab yang diterjemahkan sebagai “menutupkan” dalam ayat di atas adalah “takwir”. Dalam kamus bahasa Arab, misalnya, kata ini digunakan untuk menggambarkan pekerjaan membungkus atau menutup sesuatu di atas yang lain secara melingkar, sebagaimana surban dipakaikan pada kepala.

 

Keterangan yang disebut dalam ayat tersebut tentang siang dan malam yang saling menutup satu sama lain berisi keterangan yang tepat mengenai bentuk bumi. Pernyataan ini hanya benar jika bumi berbentuk bulat. Ini berarti bahwa dalam Al Qur’an, yang telah diturunkan di abad ke-7, telah diisyaratkan tentang bentuk planet bumi yang bulat.

 

Namun perlu diingat bahwa ilmu astronomi kala itu memahami bumi secara berbeda. Di masa itu, bumi diyakini berbentuk bidang datar, dan semua perhitungan serta penjelasan ilmiah didasarkan pada keyakinan ini. Sebaliknya, ayat-ayat Al Qur’an berisi informasi yang hanya mampu kita pahami dalam satu abad terakhir. Oleh karena Al Qur’an adalah firman Allah, maka tidak mengherankan jika kata-kata yang tepat digunakan dalam ayat-ayatnya ketika menjelaskan jagat raya. Rasanya tidak mungkin Allah menyebutkan secara vulgar bahwa bentuk bumi adalah bulat, karena ini akan bertentangan dengan keyakinan manusia pada waktu itu. Lebih jauh, Allah menyuruh manusia untuk berfikir dan memahami segala ciptaan-Nya yang tak terbatas luasnya ini.

 

17. Lautan yang tidak bercampur satu sama lain.

 

Salah satu di antara sekian sifat lautan yang baru-baru ini ditemukan adalah berkaitan dengan ayat Al Quran sebagai berikut:

 

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tak dapat dilampaui oleh masing-masing … Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” (Al Qur’an, 55:19-20,22)

 

Sifat lautan yang saling bertemu, akan tetapi tidak bercampur satu sama lain ini telah ditemukan oleh para ahli kelautan baru-baru ini. Dikarenakan gaya fisika yang dinamakan “tegangan permukaan”, air dari laut-laut yang saling bersebelahan tidak menyatu. Akibat adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah lautan dari bercampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka. (Davis, Richard A., Jr. 1972, Principles of Oceanography, Don Mills, Ontario, Addison-Wesley Publishing, s. 92-93.)

 

Dari keduanya, dapat digali berbagai kekayaan alam khususnya mutiara dan marjan.

 

Sisi menarik dari hal ini adalah bahwa pada masa ketika manusia tidak memiliki pengetahuan apapun mengenai fisika, tegangan permukaan, ataupun ilmu kelautan, hal ini dinyatakan dalam Al Qur?an.

 

Suatu fenomena lain yang sering kita dapatkan adalah bahwa air lautan yang asin, dengan air sungai-sungai besar yang tawar tidak bercampur seketika. Orang mengira bahwa Qur-an membicarakan sungai Euphrat dan Tigris yang setelah bertemu dalam muara, kedua sungai itu membentuk semacam lautan yang panjangnya lebih dari 150 km, dan dinamakan Syath al Arab. Di dalam teluk pengaruh pasang surutnya air menimbulkan suatu fenomena yang bermanfaat yaitu masuknya air tawar ke dalam tanah sehingga menjamin irigasi yang memuaskan. Untuk memahami teks ayat, kita harus ingat bahwa lautan adalah terjemahan kata bahasa Arab “Bahr” yang berarti sekelompok air yang besar, sehingga kata itu dapat dipakai untuk menunjukkan lautan atau sungai yang besar seperti Nil, Tigris dan Euphrat.

 

Dua ayat yang memuat fenomena tersebut adalah sebagai berikut:

 

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit, Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS. 25:53)

 

“Dan tidak sama (antara) dua laut. Yang ini tawar segar sedap diminum, dan yang ini asin lagi pahit. Dan dari masing-masing laut itu kamu dapat memakan daging yang segar dan kamu dapat mengeluarkan perhiasan yang dapat kamu memakainya.” (QS. 35:12)

 

Selain menunjukkan fakta yang pokok, ayat-ayat tersebut menyebutkan kekayaan-kekayaan yang dikeluarkan dari air tawar dan air asin yaitu ikan-ikan dan hiasan badan: batu-batu perhiasan dan mutiara. Mengenai fenomena tidak campurnya air sungai dengan air laut di muara-muara hal tersebut tidak khusus untuk Tigris dan Euphrat yang memang tidak disebutkan namanya dalam ayat walaupun ahli-ahli tafsir mengira bahwa dua sungai besar itulah yang dimaksudkan. Sungai-sungai besar yang menuang ke laut seperti Missisippi dan Yang Tse menunjukkan keistimewaan yang sama; campurnya kedua macan air itu tidak terlaksana seketika tetapi memerlukan waktu.

 

18. Kegelapan dan gelombang di dasar lautan.

 

“Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.” (Al Qur’an, 24:40)

 

Keadaan umum tentang lautan yang dalam dijelaskan dalam buku berjudul Oceans:

 

Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. (Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)

 

Kini, kita telah mengetahui tentang keadaan umum lautan tersebut, ciri-ciri makhluk hidup yang ada di dalamnya, kadar garamnya, serta jumlah air, luas permukaan dan kedalamannya. Kapal selam dan perangkat khusus yang dikembangkan menggunakan teknologi modern, memungkinkan para ilmuwan untuk mendapatkan informasi ini.

 

Manusia tak mampu menyelam pada kedalaman di bawah 40 meter tanpa bantuan peralatan khusus. Mereka tak mampu bertahan hidup di bagian samudra yang dalam nan gelap, seperti pada kedalaman 200 meter. Karena alasan inilah, para ilmuwan hanya baru-baru ini saja mampu menemukan informasi sangat rinci tersebut tentang kelautan. Namun, pernyataan “gelap gulita di lautan yang dalam” digunakan dalam surat An Nuur 1400 tahun lalu. Ini sudah pasti salah satu keajaiban Al Quran, sebab infomasi ini dinyatakan di saat belum ada perangkat yang memungkinkan manusia untuk menyelam di kedalaman samudra.

 

Selain itu, pernyataan di ayat ke-40 surat An Nuur “Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan?” mengarahkan perhatian kita pada satu keajaiban Al Quran yang lain.

 

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan keberadaan gelombang di dasar lautan, yang “terjadi pada pertemuan antara lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.” Gelombang yang dinamakan gelombang internal ini meliputi wilayah perairan di kedalaman lautan dan samudra dikarenakan pada kedalaman ini air laut memiliki massa jenis lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. (Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)

 

Pernyataan-pernyataan dalam Al Qur’an benar-benar bersesuaian dengan penjelasan di atas. Tanpa adanya penelitian, seseorang hanya mampu melihat gelombang di permukaan laut. Mustahil seseorang mampu mengamati keberadaan gelombang internal di dasar laut. Akan tetapi, dalam surat An Nuur, Allah mengarahkan perhatian kita pada jenis gelombang yang terdapat di kedalaman samudra. Sungguh, fakta yang baru saja diketemukan para ilmuwan ini memperlihatkan sekali lagi bahwa Al Qur’an adalah kalam Allah.

 

19. Manfaat sidik jari.

 

Saat dikatakan dalam Al Qur’an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:

 

“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.” (Al Qur’an, 75:3-4)

 

Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.

 

Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.

 

Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur’an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

 

20. Jenis kelamin bayi.

 

Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan. Namun kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Al Qur’an, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan “dari air mani apabila dipancarkan”.

 

“Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan.” (Al Qur’an, 53:45-46)

 

Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Al Qur’an ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.

 

Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut “XY” pada pria, dan “XX” pada wanita. Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.

 

Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X. Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.

 

Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita.

 

Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.

 

Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Al Qur’an telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.

 

21. Manusia tercipta dari setitik sperma.

 

Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan 5-menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur. Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya. Ini dijelaskan dalam Al-Qur’an :

 

“Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan?” (Al Qur’an, 75:36-37)

 

Seperti yang telah kita amati, Al-Qur’an memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya. Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan modern itu merupakan bukti bahwa pernyataan tersebut berasal dari Ilahi.

 

22. Bagian otak yang mengendalikan gerak kita.

 

“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka.” (Al Qur’an, 96:15-16)

 

Ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” dalam ayat di atas sungguh menarik. Penelitian yang dilakukan di tahun-tahun belakangan mengungkapkan bahwa bagian prefrontal, yang bertugas mengatur fungsi-fungsi khusus otak, terletak pada bagian depan tulang tengkorak. Para ilmuwan hanya mampu menemukan fungsi bagian ini selama kurun waktu 60 tahun terakhir, sedangkan Al Qur’an telah menyebutkannya 1400 tahun lalu. Jika kita lihat bagian dalam tulang tengkorak, di bagian depan kepala, akan kita temukan daerah frontal cerebrum (otak besar). Buku berjudul Essentials of Anatomy and Physiology, yang berisi temuan-temuan terakhir hasil penelitian tentang fungsi bagian ini, menyatakan:

 

Dorongan dan hasrat untuk merencanakan dan memulai gerakan terjadi di bagian depan lobi frontal, dan bagian prefrontal. Ini adalah daerah korteks asosiasi… (Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211; Noback, Charles R.; N. L. Strominger; and R. J. Demarest, 1991, The Human Nervous System, Introduction and Review, 4. edition, Philadelphia, Lea & Febiger , s. 410-411)

 

Buku tersebut juga mengatakan:

 

Berkaitan dengan keterlibatannya dalam membangkitkan dorongan, daerah prefrontal juga diyakini sebagai pusat fungsional bagi perilaku menyerang… (Seeley, Rod R.; Trent D. Stephens; and Philip Tate, 1996, Essentials of Anatomy & Physiology, 2. edition, St. Louis, Mosby-Year Book Inc., s. 211)

 

Jadi, daerah cerebrum ini juga bertugas merencanakan, memberi dorongan, dan memulai perilaku baik dan buruk, dan bertanggung jawab atas perkataan benar dan dusta.

 

Jelas bahwa ungkapan “ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” benar-benar merujuk pada penjelasan di atas. Fakta yang hanya dapat diketahui para ilmuwan selama 60 tahun terakhir ini, telah dinyatakan Allah dalam Al Qur’an sejak dulu.

 

23. Air susu ibu dalam 2 tahun.

 

Air susu ibu adalah suatu campuran ciptaan Allah yang luar biasa dan tak tertandingi sebagai sumber makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir, dan sebagai zat yang meningkatkan kekebalan tubuhnya terhadap penyakit. Bahkan makanan bayi yang dibuat dengan teknologi masa kini tak mampu menggantikan sumber makanan yang menakjubkan ini.

 

Setiap hari ditemukan satu manfaat baru air susu ibu bagi bayi. Salah satu fakta yang ditemukan ilmu pengetahuan tentang air susu ibu adalah bahwa menyusui bayi selama dua tahun setelah kelahiran sungguh amat bermanfaat. (Rex D. Russell, Design in Infant Nutrition, http:// www. icr.org/pubs/imp-259.htm)

 

Allah memberitahu kita informasi penting ini sekitar 14 abad yang lalu, yang hanya diketahui melalui ilmu pengetahuan baru-baru ini, dalam ayat-Nya “…menyapihnya dalam dua tahun…”.

 

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (Al Qur’an, 31:14)

 

24. Reproduksi tumbuh-tumbuhan.

 

“Yang telah menjadikan bagimu sebagai hamparan dan yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-jalan dan menurunkan dari langit air hujan, maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dan tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam.” (QS. 20:53)

 

“Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.” (QS. 15:22)

 

“…Dan menjadikan padanya (bumi) semua buah-buahan berpasang-pasangan…” (QS. 13:3)

 

Kita mengetahui bahwa “buah” adalah hasil proses reproduksi daripada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi yang mempunyai organisasi (susunan anggauta) yang lengkap dan sangat kompleks. Tahap sebelum menjadi buah adalah bunga dengan anggauta jantan (etamine) dan betina (ovules). Ovul ini setelah menerima “pollen” menghasilkan buah, dan buah itu sesudah matang menghasilkan biji. Tiap-tiap buah mengandung arti tentang adanya anggauta jantan dan anggota betina. Inilah yang dimaksudkan oleh ayat tersebut di atas.

 

Tetapi kita harus ingat bahwa dalam beberapa pohon, buah dapat dihasilkan oleh bunga yang tidak dikawin seperti pisang, beberapa macam ananas, tin (fique), orange dan buah anggur. Buah tersebut tidak berasal dari pohon yang mempunyai jenis seks.

 

Selesainya reproduksi terjadi dengan proses tumbuhnya biji, setelah terbukanya tutup luar (yang mungkin juga terpadat dalam biji). Terbukanya tutup luar itu memungkinkan keluarnya akar yang akan menyerap makanan dari tanah. Makanan itu perlu untuk tumbuh-tumbuhan yang lambat pertumbuhannya, yaitu untuk berkembang dan menghasilkan individu baru.

 

Suatu ayat memberi isyarat kepada pembenihan ini.

 

“Sesungguhnya Allah membelah butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan…” (QS. 6:95)

 

25. Reproduksi binatang.

 

“Dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan.” (QS. 53:45-46)

 

Ayat di atas berlaku umum, tidak saja bagi reproduksi manusia, tetapi juga berlaku bagi reproduksi binatang. “Pasangan” adalah kata-kata yang sama yang kita dapatkan dalam ayat-ayat yang membicarakan reproduksi tumbuh-tumbuhan. Di sini soal sex ditegaskan. Perincian yang sangat mengagumkan adalah gambaran yang tepat tentang beberapa tetes zat cair (sperma) yang diperlukan untuk reproduksi.

 

26. Menembus ruang angkasa dan kedalaman perut bumi.

 

Al-Qur’an memberi isyarat kepada manusia untuk menjelajahi ruang angkasa dan perut bumi yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia pada waktu ayat ini diturunkan.

 

“Hai jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, dan kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan. (QS. 55:33)

 

Manusia, dengan kecerdasan dan keterampilannya, telah berhasil mendaratkan dua orang awak pesawat apollo 11 ke bulan dan membuat stasiun ruang angkasa, dan banyak menerjunkan pekerja tambang ke dalam perut bumi hingga kedalaman beberapa kilometer.

 

 

Dan lain sebagainya.

 

 

TANTANGAN ALLAH SWT KEPADA ORANG-ORANG KAFIR (KHUSUSNYA ATHEIS):

 

Allah SWT menantang orang-orang kafir untuk mengembalikan nyawa manusia ketika dicabut:

 

“Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu, tetapi kamu tidak melihat, maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah), kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?” (QS. 56:83-87)

 

PEKERJAAN RUMAH BAGI AHLI-AHLI RUANG ANGKASA:

 

Secara gamblang, Allah SWT menyebutkan keberadaan makhluk-makhluk melata di ruang angkasa:

 

“Diantara tanda-tanda (kekuasaan)-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Mahakuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.” (QS. 42:29)

 

 

http://pengikut-setia.blogspot.com/2008/01/al-quran-adalah-induk-pengetahuan.html

 Gambar: http://lawupos.net/wp-content/uploads/2009/02/al-quran-300×260.jpg&imgrefur