JANGAN ENGKAU ARAHKAN TELUNJUKMU KEPADA UTSMAN BIN AFAN!

6 Komentar

Menyikapi Tulisan-tulisan di berbagai website ataupun blog dalam pembahasan Al Quran yang di kritik habis oleh pakar-pakar Kristen sebenarnya adalah masukkan dan juga sekaligus sebuah tindakan kebodohan.

Al Quran sebuah kitab yang pada waktu turunnya adalah sebuah konsep (arsib) ajaran dari Allah yang di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Proses turunnya Kitab ini tidak sama dengan kitab-kitab yang lain, seperti Zabur, Taurat dan Injil. Al Quran turun mempunyai keunikan sendiri.

Ketika Al Quran turun untuk pertama kali, Muhammad sendiri tidak mengetahui apakah yang sedang di alaminya. Ketakutan, cemas, was-was bercampur menjadi satu dalam diri beliau. Istrinya sendiri di suruhnya untuk menyilimuti akibat kedinginan dan ketakutan yang membelit jiwa beliau.

Ada rasa haru di hati ini menulis kisah nabi yang di cintai oleh Allah dan Para Malaikat ini. Ketika bagaimana proses turunya Ayat-ayat Al Quran untuk pertama kalinya. Agar permasalahan ini menjadi jelas, Istrinya, Siti Khadijah mengantarkan beliau kerumah anak pamanya sendiri Waraqah bin Naufal seorang yang tunduk kepada ajaran Nabi Musa dan Nabi Isa. Ketika Muhammad menemui orang ini kondisi Waraqah bin Naufal dalam keadaan usia lanjut kurang lebih 70 tahun.

Al Quran di turunkan kepada Nabi Muhammad SAW bukanlah berupa tulisan seperti yang kita temui seperti saat ini yaitu berupa buku yang rapi. Al Quran di turunkan dalam bentuk bacaan hafalan. Para pengritik Kristen tidak memahami bagaimana Al Quran itu di turunkan yang mereka hanya tahu bahwa Al Quran adalah sebuah kitab yang di kumpulkan pada zaman Khalifah Utsman bin Afan. Pendapat seperti ini sebenarnya harus di koreksi oleh para kristenir. (kalau memang ingin berdebat) sebab tidak ada satupun kisah dalam sejarah islam bahwa Utsman yang mengumpulkan Al Quran!.

Saya sebagai pribadi juga maklum kalau dari beberapa pendapat para ulama islam di jadikan senjata bagi umat Kristen untuk mengkritisi Al Quran. Namun sebenaranya juga merupan boomerang bagi umat Kristen sendiri di dalam mengkritisi Al Quran itu. Di satu sisi mereka kehabisan bahan untuk mencari-cari kesalahan Al Quran di sisi yang lain permainan kotor juga mereka lakukan.

Alquran dalam bentuknya yang kita kenal sekarang sebetulnya adalah sebuah INOVASI yang usianya tak lebih dari 79 tahun. Usia ini didasarkan pada upaya pertama kali kitab suci ini dicetak dengan percetakan modern dan menggunakan STANDAR EDISI MESIR PADA TAHUN 1924. Sebelum itu, Alquran ditulis dalam beragam bentuk tulisan tangan (rasm) dengan teknik penandaan bacaan (diacritical marks) dan otografi yang BERVARIASI.

Inti dari kalimat pengkritik Al Quran saya menangkap sebuah image yang dangkal dan sangat subjektif. Seharusnya anda (pengkritik Al Quran-red) tidak bersikap sedemikian dangkal. Kalau anda seorang yang professional dan intelek, anda harus mengkritik percetakan di mesir tersebut standar apa yang mereka gunakan dan mendapatkan standar itu dari mana. Bukan mepublikasikan percetakan tersebut dan berpendapat sendiri dengan mengatakan bahwa Al Quran di tulis dalam beragam tulisan.

Saya tidak melihat kecerdasan anda di sini, melainkan sebuah kedangkalan berpikir.

Ketika Utsman membakar quran-quran yang lain seharusnya anda juga mengkritisinya dengan bertanya dengan pertanyaan yang di awali dengan tanda tanya “MENGAPA?” bukan menunjuk jari kearah Utsman dengan sejuta prasangka buruk dan menjelek-jelekannya. Dalam berdebat dalam tingkat yang lebih tinggi di website ataupun di dalam forum kejujuran dan kehoramatan harus di jaga, agar kita sebagai manusia tidak jatuh martabatnya di bawah telapak kaki binatang.

Kejujuran, keterbukaan, kesportifitas dan akal budi kita kedepankan di dalam mengkritisi suatu masalah, bukan menyimpulkan permasalahan itu dengan suatu dogma buta yang menghabiskan segala ilmu pengetahuan.

Di dalam Alkitab juga ada kata-kata yang sangat bijak yang keluar dari mulut Yesus, yang di dalamnya terdapat kebijaksanaan, keadilan, suri tauladan yang harus di pegang teguh oleh seluruh pengikutnya. Dan itu sangat objektif bagi umat islam. Namun setelah Paulus datang dengan segala kedustaan dan kebodohannya, maka habislah sudah apa yang di ajarkan Yesus.

 

Penulis: Filar Biru

Gigitlah dengan gigi geraham dengan Kuat

6 thoughts on “JANGAN ENGKAU ARAHKAN TELUNJUKMU KEPADA UTSMAN BIN AFAN!

  1. Assalamu’alaikum, mas filar

    Acik pertamaxx… ijin baca2 dulu.
    Mas, boleh tahu buku karya siapa ttg biografi Baginda Rasulullah SAW yg layak baca (setidaknya, yg direkomendasi oleh mas filar, insyaallah kalo ada anggaran tak beli dah).
    Makasih mas, seneng rasanya liat mas filar aktif nulis lagi. Semoga tetap sehat dan dalam lindungan n rahmat Allah Ta’ala. amin.

    • @Samaranji

      Wa’alaikumssalam…

      Apa Kabar Mas@Samaranji?
      Semoga Allah memberi berkah dan keselamatan bagi kita semua. Amin

      Ada dua buku yang saya punya kedua buku itu di pinjem ama teman ampe sekarang kagak di pulangin. hihihih. (enggak papa di pulangin itung2 dapet pahala, buku bisa beli lagi) Untuk buku Risalah Nabi sebaiknya baca yang ini;
      sebuah buku karya K.H MOENAWAR CHALIL dengan judul “Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW”

      (untuk kejelasannya bisa di cari di mbah gogel dengan kata kunci: Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW) di situ ada tinjauan dari isi buku tersebut. Mulai dari awal ampe akhir kita nggak bosan mbacanya. Penasaran?

      itu buku bagus, sangat detail, ada haditsnya, ada dialog2 Nabi dengan istri pertamanya tentang turunnya wahyu pertama dll, ada tiga jild, kantong emang bisa kempes kalau mau beli. coba di cari gramedia, mungkin ada.

      Salam

  2. assalamualaikum
    FB = Saya tidak melihat kecerdasan anda di sini, melainkan sebuah kedangkalan berpikir.
    saya = kalimat tegas untuk para pembual (karena mencaci terkadang diiringi pemikiran cerdas)

    @samaranji
    semua buku biografi Rasulullah layak dibaca.dan semua penulis saling melengkapi tanpa disadari.
    Saya baca Ar Rasul (Said Hawwa) eh kemudian baca punya teman (lupa judulnya,pinjam) hasilnya = kekurangan pada Ar Rasul tertutup pada buku kedua,lantas baca ketiga (yang disebutin mas FB) eh kekurangn pada kedua buku dilengkapi buku ketiga.Intinya,ketiganya saling mengisi.
    salam

    • @Abu
      Wa’alaikumssalam
      Ah kamu bisa aja memuji begitu, saya hanya dongkol aja ama celoteh mereka.

      Benar…buku sejarah nabi emang saling melengkapi, baik karangan si anu maupun karang si anu. heheheh

      SALAM

  3. mas fb..
    yah begitulah kebiasaan mereka yang berdebat dengan cara membabi buta dalam teologi sebab pilarnya tidak kokoh tidak tauhid jadi jawaban di putar balik demi jabatan yg mereka punya..kalo ngk ada pengikut siapa yg bayar mereka teriak2 bible(kitab sejarah)

    maju terus

  4. agama ada lah yang membedakan manusia dengan batu
    tesalonika kalo ngk salah..hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s