ANAK TUHAN ATAU TUHAN ANAK BAGIKU SAMA SAJA, YAITU KEJAHATAN DAN DUSTA YANG MENYERAMKAN.

16 Komentar

BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM.

Segalah puji bagi Allah Rabb Semesta Alam, Shalawat dan Salam kepada Junjungan Alam, Nabi Besar Muhammad SAW.

19:88. Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak”.

19:89. Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar,

19:90. hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh,

19:91. karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak.

19:92. Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.

19:93. Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba.


Kata ANAK yang di majemukan atau yang di hubungkan  ke Tuhan menjadi ANAK TUHAN sebagai mana yang terdapat dalam agama purba sebelum Masehi, dan di sebut pula dalam agama Masehi sendiri. Apa lagi kata majemuk itu di balikan menjadi TUHAN ANAK sebagai yang terdapat dalam agama Masehi sesudah abad ketiga itu. Nabi Isa As bukan di anggap sebagai ANAK TUHAN, tetapi sebagai Tuhan betul betul, yaitu TUHAN ANAK.

Ucapan-ucapan ANAK yang di hubungkan dengan Tuhan itu oleh Al Quran, di sebut sebgai ucapan dusta semata, ucapan-ucapan yang tidak berdasarkan ilmu.

18:4. Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: “Allah mengambil seorang anak”.

18:5. Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.

Dan ucapan-ucapan seperti itu tidak lain adalah sebuah kejahatan dan dusta yang menyeramkan. (Maryam 89). Mengapa di katakan demikian? Jawabnya ada di surah Maryam 90. (Tsunami, gempa bumi, gunung meletus sudah cukup membuat manusia kocar kacir apalagi kalau sempat bumi terbelah).

Saya juga tidak tahu apa yang terjadi dengan manusia apa bila langit nan biru indah menawan tibah tibah pecah berantakan? Saya juga tidak tahu kalau bumi nan permai ini tiba-tiba terbelah dan menyerakkan lahar panas yang bukan main panasnya berserakan dan muncrat di mana-mana? Mungkin mereka lebih baik tidak pernah dilahirkan saja ke dunia ini dari pada menyaksiakan itu semua. Dan apa pula yang terjadi dengan gunung-gunung runtuh? Manusia hanya tahu bahwa gunung meletus, dan sekarang Tuhan mengatakan bahwa gunung-gunung runtuh, kalau begitu mau kabur kemana lagi wahai manusia?

Bila disebut anak tentu orang ingat akan ibu, bila teringat ibu, tentu orang akan ingat si bapak. Karena Nabi Isa As tidak mempunyai bapak tentu Tuhan di khayal sebagai bapaknya. Bila di sebut ibu dan bapak dari seorang anak, maka akan banyak perkara yang bukan-bukan lainnya yang tidak pantas di hubungkan dengan Tuhan. Sebab Tuhan itu Maha Suci.

Dan ketika di tanya oleh Allah, Nabi Isa As menjawab dengan jujur dan penuh dengan rendah diri, Tuhan Yang Maha Suci berfirman dalam Al Quran:

5:116. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.  Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib-gaib”.

5:117. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.

5:118. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Soal kelahiran Nabi Isa As tanpa bapak ini adalah soal yang paling pelik dalam kepercayaan orang-orang nasrani, akan tetapi adalah soal yang amat mudah bagi kepercayaan orang-orang islam. Demikianlah kepercayaan kita umat islam dan kepercayaan umat nasrani.

Itulah sebabnya kita harus bersyukur kepada Allah yang telah mengutus Nabi Muhammad SAW, sehingga kita di bebaskan oleh Allah dari kesulitan pemikiran menghadapi masalah kelahiran Nabi Isa As tanpa bapak itu.

Tanda kita bersyukur kepada Allah, maka 17 kali sehari semalam “hentakan” wajah kita ke lantai, tempat yang paling dasar di muka bumi ini. Maka samalah hina kita dengan lantai tersebut yang setiap hari di pijak dan di injak. Kalau sudah begini maka tidak ada lagi yang namanya sombong, takabur dan menuhankan manusia bukan?

 

Penulis: Filar Biru

Gigitlah dengan gigi geraham dengan Kuat

16 thoughts on “ANAK TUHAN ATAU TUHAN ANAK BAGIKU SAMA SAJA, YAITU KEJAHATAN DAN DUSTA YANG MENYERAMKAN.

  1. Ayat 19:90 ini kerap membuat saya tergetar, betapa kemurkaanNya hampir-hampir meluluhlantakan alam ini. Mengingatkan, bahwa “perkara” yang oleh sebagian manusia dianggap hanya sebuah pengertian, namun bagi Sang Pencipta adalah kemungkaran yang sangat.

    • @Agor

      Salam Mesra dari saya…
      Benar Mas Agor, Ayat di atas adalah ancaman yang sangat menyeramkan dari Allah, saya bergidik, sebagaimana ucapan yang menyeramkan dari bani adam. Smoga Allah tidak menumpahkan Kiamat pada Kaum Muslimin. Amin. Hiiiih…ngeri

      Salam

  2. Assalamu’alaikum….
    Lagi nonton bola ya mas ??? ko lama belum update postingan ???
    Kabarnya master haniifa dan master agorsiloku gimana y, mas. Semoga aja mas filar dan beliau beliau dalam keadaan sehat selalu,,, amin.

    Wassalamu’alaikum.

  3. @Samaranji

    Wa’alaikumssalam wr wb
    Hehehe iya lagi nonton bola. Ntar lagi mikirin updatenya apa, sedang di pikirin sebab banyak mau di keluarin nih heheh

    SALAM

  4. Assalamu’alaikum Saudaraku…
    Sekedar mampir dan membaca coretan yang menarik sekali untuk direnungkan.
    Sedikit berpendapat tidak memihak” Masalah Tuhan Bapa dan Tuhan anak merupakan konsekwensi dari penafsiran yang dibuat gereja, Tuhan di dalam injil pada saat itu disebut sebagai Bapa, dan semua orang yang mempercayainya, disebut putra-putranya. semestinya Bapa dan Anak hanyalah perumpamaan”.
    Gagasan trinitas sebenarnya adalah gagasan yang dipaksakan, kewenangan gereja telah menginjak-injak kewengan Injil.

    maaf jika komen saya salah

    salam….

    • @kaisnet

      Wa’alaikumssalam….

      hmmm….kalau memang demikian adanya, kok Allah menurunkan surah Al Ikhlas. bukankah ini bantahan dari Allah bahwa beliau tidak beranak. saya berpendapat bahwa apa yang mereka yakini itu adalah sebuah kesesatan. Bukankah Allah sangat mengetahui apa isi hati manusia. menurutku apa yang di yakini oleh gereja dan umat kristiani pada waktu itu adalah sebuah konsep yang benar2 meyakini bahwa tuhan memiliki anak. bukan hanya sekedar perumpamaan.

      Ayat di atas (19.90) adalah murka Allah di akhir zaman dan pada hari kiamat. kalau hanya sekedar perumpamaan, nggak mungkin ayat yang mengerikan begini rupa di turunkan oleh Allah.

      Maaf kaisnet itu hanya pendapatku saja kalau salah silahkan di koreksi.

      Salam

      • Assalamu’alaikum…
        Anda benar dan saya setuju dengan pendapat Anda, yang saya maksud perumpamaan, mestinya “Bapa” itu adalah perumpamaan bagi “Tuhan”. sedangkan “putra” mestinya perumpamaan atau sebutan bagi “orang-orang yang mempercayai Tuhan pada saat itu (anggap aja orang alim saat itu)”. tetapi mereka (orang-orang nasrani setelah Al-Masih tentunya) menyalah artikan dan bahkan (meyakini kata Anda) bahwa “putra” adalah “putra Tuhan” atau “Tuhan putra”, naah inilah yang keliru pada mereka yang bisa disebut sebagai suatu kesesatan. ”

        Dalam QS. Al-Taubah :31 Allah SWT berfirman:”Merekan menjadikan orang-orang alim (yahudi) dan rahib-rahibnya (nasrani) sebagai Tuhan selain Allah dan juga Al-Masih putra Maryam ; Padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan selain Dia Maha suci dari apa yang mereka persekutukan”.

        “Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli KItab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zalim diantara mereka dan katakanlah kami beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan k epada kami dan yang diturunkan kepadamu, Tuhan kami dan Tuhan kamu satu, dan hanya kepadaNya kami berserah diri” (QS. Al-Ankabut:46).

      • @Kaisnet

        Wa’alaikumssalam…
        pendapat anda benar juga bro…hihihi akur….

        SALAM

  5. Assalamu’alaikum.

    @mas kaisnet
    @mas filar
    KESALAHAN TAFSIR umat2 terdahulu mengenai konsep “anak tuhan” baik hindu, yahudi, kristen DULU & KINI HAMPIR MENGINFILTRASI AQIDAH ISLAM. Untuk itulah Al Qur’an kembali menegaskan kemurnian aqidah tsb, sebagaimana dah dirangkum mas filar dlm artikel di atas. Alhamdulillah, selama kita kembali pd al qur’an insyaallah usaha2 infiltrasi itu takkan terjadi.

    Wassalamu’alaikum.

  6. @Samaranji

    benar…berpegang teguhlah kepada dua pusaka nabi itu kalau kita ingin selamat.

    SALAM

  7. Assalamualaikum…
    Salam kenal kang mas Filar Biru…serta seluruh pengunjung Blok ini.
    wassalam.

  8. Tetapi semua orang yang menerimaNya (Isa Al-Masih sebagai Juruselamat) diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya [Isa Al-Masih] (Injil, Rasul Yohanes 1:12).

    Pertanyaan untuk Kristen :
    Atas dasar ayat diatas (yang dalam kurung adalah tambahan dari kalanganmu sendiri,Injil yang saya pegang kalimatnya demikian “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”) maka yang jadi anak itu siapa?
    Pilihan;
    a.mereka yang percaya dalam namaNya (orang2 saleh pra Yesus)
    b.Isa al Masih
    c.Yesus
    d.mereka yang percaya dalam namaNya (orang2 saleh pasca Yesus)

    • maaf harusnya begini ;
      “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”) maka yang jadi anak itu siapa?
      Pilihan;
      a.mereka yang percaya dalam namaNya (orang2 saleh pra Yesus)
      b.Isa al Masih
      c.Yesus
      d.mereka yang percaya dalam namaNya (orang2 saleh pasca Yesus)
      e.Israil
      f.Yakub
      g.Filar
      h.Paulus
      i.Wedul
      j.Samaranji
      k.javanisis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s