AGAMA ISLAM DI MATA EXMUSLIM (BARU ATAU TIDAK)!!!

15 Komentar

Menurut Exmuslim: “agama islam adalah agama baru namun secara ajaran dan ritual, apa yang ada pada islam sekarang hanyalah modifikasi dari kepercayaan2 yang sudah ada jauh sebelum lahirnya Islam. Anda dapat melihat kesamaan ajaran Islam dengan kepercayaan sebelumnya.”

Berikut ini adalah tulisan artikel di blog exmuslim tentang agama islam, menurut pandangannya, analisanya, sumber2 hukum yang dia jadikan sandaran. Dan saya akan menjawab analisa tersebut berdasarkan huja dan hukum2 islam yang ada, hadits2 yang shahi, mutawatir dan ayat2 Al Quran sebagai sumber hukum islam. Dan tidak menutup kemungkinan beberapa pendapat-pendapat Ulama Islam Seperti pendapat Prof. DR Quraish Shihab, Direktur Studi Al Quran Jakarta dalam tafsir Al Misbah yang terkenal itu. Juga saya menggunakan Tafsir Al Azhar buah tangan Buya Hamka yang terkemuka, dalam memblokade pandangan buruk “Exmuslim” terhadap agama Para Nabi dan Para Malaikat ini (Islam).

Sama seperti counter saya yang telah berlalu, yang di bold adalah tulisannya dan yang tulisan miring jawaban saya.

Islam selama ini mengklaim sebagai sebuah agama baru dan diturunkan langsung dari langit oleh Allah, melalui malaikat Jibril. Namun apakah klaim ini benar atau sekedar ungkapan hiperbolis untuk mendapatkan legitimasi sebagai agama yang orisinal?. Tulisan berikut akan membahas satu aspek yang terdapat dalam Al Quran yaitu keberadaan kaum Yahudi, Nasrani (Nosrania), Hanifit (Hanif) dan Sabean serta apa pengaruh yang mungkin dimiliki agama2 tersebut dalam perkembangan pemikiran keagamaan Muhammad.

Islam yang mana yang mengklaim bahwa islam adalah agama baru? Bisa anda sebutkan dan anda jelaskan? Atau memang banyak aneka ragam agama islam di planet ini?

Islam adalah agama para malaikat dan para nabi dan rasul serta orang-orang mukmin. Agama ini sudah di emban oleh para malaikat di Baitul Makmur jauh sebelum manusia di ciptakan oleh Allah SWT. Sebab Islam adalah agama Tauhid penyerahan diri seutunhya kepada Penguasa Alam Semesta. Tidak ada dalam golongan Para Malaikat yang membangkang pada Perintah Allah. Itulah sebabnya Dia menciptakan Jin dan Manusia sebagai mahkluk Pembangkang namun di bekali akal. Dengan akal ini Allah memberikan pandangan yang baik dan pandangan yang buruk yaitu agama. Dan Agama yang di turunkan kepada Manusia adalah Islam agamanya para Malaikat. Sebuah konteks  ritual penyerahan diri kepada Penguasa Alam Semesta. Tidak masuk di akal kalau Allah menciptakan malaikat, jin dan manusia lalu dia menyuruh mereka menyembah batu.

Baitul Makmur adalah “Ka’bahnya atau Makkahnya Malaikat”, disinillah para Malaikat di langit Sholat. Berapa luas dan besarnya Baitul Makmur? Gambaran yang di berikan oleh Rasulullah SAW adalah ini: “Setiap hari 70.000 malaikat masuk ke Baitul Makmur dan tidak pernah kembali sampai hari akhir”.

Yang saya tidak tahu adalah jumlah para Malaikat yang ada di sanah (Baitul Makmur). Kalau menurut parah ahli bahwa umur dunia ini 13, 5 milyar tahun maka kamu  tinggal kalikan saja 70.000 malaikat, itupun kalau umur dunia sudah segitu kalau lebih? Wallahualam.

Untuk golongan manusia, maka yang pertama memeluk agama islam tentu manusia pertama yaitu Nabi Adam AS dan Istrinya Siti Hawa. Di lanjutkan kepada Nabi Nuh AS, sampai kepada Ibrahim AS dan Ismail AS, Yaqub AS, Musa AS, Isa AS dan terkahir sebagai nabi pemungkas adalah Nabi Muhmmad SAW. Dalil-dalinya ada dalam Al Quran, bahwa seluruh nabi dan rasul beragama Islam. Termasuk Nabi Isa AS yang  kami cintai  seperti nabi-nabi yang lain, yang kalian sembah dan kalian puja bak penguasa alam semesta.

Ucapan Nabi Nuh AS: 10:72. Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah Sedikit pun dari padamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepada-Nya)”.

Ucapan Nabi Ibrahim AS: 2:132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam“.

Ucapan Nabi Musa As: 10:84. Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertakwalah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri.

Rasulullah SAW bersabda: “Para nabi adalah saudara tak sekandung, ibu-ibu mereka berlainan tapi agama mereka satu” (HR Bukhari, Muslim dan Abu Dawud).

QS. 2:62: Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Orang-orang yang mukmin manakah yang di maksud oleh Allah pada ayat tersebut, begitu juga dengan Nasrani, Yahudi dan Para Shabiin?

Asbab al-Nuzul dari ayat ini yang di tafsir Oleh Prof. DR Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbahnya yang terkenal:

ال سلمان الفارسي: سألت النبي صلى الله عليه وسلم عن أهل دِين كنت معهم، فذكرت من صلاتهم وعبادتهم فنزلت: {إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا} الآية. وأخرج الواحدي عن مجاهد قال: لما قص سلمان على رسول الله صلى الله عليه وسلم قصة أصحابه قال: هم في النار. قال سلمان: فأظلمت عليَّ الأرض، فنزلت {إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا} إلى قوله: {يَحْزَنُونَ} قال: فكأنما كُشِفَ عني جبل.

Rincian Penafsiran

Melalui ayat ini Allah memberi jalan keluar sekaligus ketenangan kepada mereka yang bermaksud memperbaiki diri. Ini sejalan dengan kemurahan Allah yang selalu membuka pintu bagi hamba-hamba-Nya yang insaf. Kepada mereka disampaikan bahwa jalan guna meraih ridha Allah bagi mereka dan juga bagi umat-umat yang lain tidak lain kecuali iman kepada Allah dan hari kemudian serta beramal saleh. Karena itu ditegaskan bahwa : sesungguhnya orang-orang yang beriman, yakni yang mengaku beriman kepada Nabi Muhammad saw., orang-orang Yahudi, yang mengaku beriman kepada Nabi Musa as., orang-orang Nasrani, yang mengaku beriman kepada Nabi Isa as., dan orang-orang Shabi`in, kaum musyrik atau penganut agama dan kepercayaan lain, siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian sebagaimana dan sesuai dengan segala unsur keimanan yang diajarkan Allah melalui nabi-nabi dan beramal saleh, yakni yang bermanfaat dan sesuai dengan nilai-nilai yang ditetapkan Allah maka untuk mereka pahala amal-amal saleh mereka yang tercurah di dunia ini tersimpan hingga di akhirat nanti di sisi Tuhan Pemelihara dan Pembimbing mereka, serta atas kemurahan-Nya; tidak ada kekhawatiran terhadap mereka menyangkut sesuatu apapun yang akan datang, dan tidak pula mereka bersedih hati menyangkut sesuatu yang telah terjadi.

Yang dimaksud dengan kata (هادوا ) adalah orang-orang Yahudi atau beragama Yahudi. Mereka dalam bahasa Arab disebut (يهود ). Yang berarti “kembali” yakni bertaubat. Mereka dinamai demikian, karena mereka bertaubat dari penyembahan anak sapi.

Sedangkan kata (النصاري) an-nashara terambil dari kata nashirat yaitu satu wilayah di Palestina, dimana Maryam, ibu Nabi Isa as. dibesarkan dan dari sana dalam keadaaan mengandung Isa as. di Beit Lahem. Dari sini Isa as. digelar oleh Bani Israil dengan Yasu’, dan dari sini pula pengikut-pengikut beliau dinamai nashara yang merupakan bentuk jamak dari kata nashri atau nashiri.

Kata (الصابئين) as-shabi`in ada yang berpendapat terambil dari kata (صبا ) shaba’ yang berarti muncul dan nampak. Misalnya ketika melukiskan bintang yang muncul. Dari sini ada yang memahami istilah Al-Qur`an ini dalam arti penyembah binatang. Ada juga yang memahaminya terambil dari kata (سباء) Saba’ satu daerah di Yaman di mana ratu Balqis pernah berkuasa dan penduduknya menyembah matahari dan bintang. Ada lagi yang berpendapat bahwa kata ini adalah kata lama dari Bahasa Arab yang digunakan oleh penduduk Mesopotamia di Irak.

Kemudian tentang orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, ada sementara orang yang perhatiannya tertuju kepada penciptaan toleransi antar ummat beragama yang berpendapat bahwa ayat ini dapat menjadi pijakan untuk menyatakan bahwa penganut agama-agama yang disebut oleh ayat ini, selama beriman kepada Tuhan dan hari kemudian, maka mereka semua akan memperoleh keselamatan…tidak akan diliputi oleh rasa takut diakhirat kelak, dan tidak pula akan bersedih.

Pendapat semacam ini nyaris mempersamakan semua agama, padahal agama-agama itu pada hakikatnya berbeda-beda dalam aqidah serta ibadah yang diajarkannya. Bagaimana mungkin Yahudi dan Nashrani dipersamakan, padahal keduanya saling mempersalahkan.

Bahwa surga dan neraka adalah hak prerogratif Allah memang harus diakui. Tetapi hak tersebut tidak menjadikan semua penganut agama sama di hadapan-Nya. Bahwa hidup rukun dan damai antar pemeluk agama adalah sesuatu yang mutlak dan merupakan tuntunan agama, tetapi cara untuk mencapai hal itu bukan dengan mengorbankan ajaran agama, tetapi cara untuk mencapai hal itu bukan dengan mengorbankan ajaran agama. Caranya adalah hidup damai dan menyerahkan kepada-Nya semata untuk memutuskan di hari kemudian kelak, agama siapa yang direstui-Nya dan agama siapa pula yang keliru, kemudian menyerahkan pula kepadanya penentuan akhir, siapa yang dianugrahi kedamaian dan surga dan siapa pula yang akan takut dan bersedih.

Firman-Nya (فَلَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ) untuk mereka pahala disisi Tuhan mereka diperhadapkan dengan firman-Nya tentang orang yang durhaka (وباءوا بغضب من الله) mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Ini mendapat murka dan itu mendapat ridha yang tercermin antara lain dalam ganjaran; karena itu, janji itu disertai dengan kata di sisi Allah; sedang firman-Nya : (وَلاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ) tidak ada kekhawatiran kepada mereka diperhadapkan dengan firman-Nya : (وضربت عليهم الدلة) dan ditimpakanlah atas mereka nista, nista karena ia menjadikan seseorang takut dan khawatir. Dalam ini takut dan yang itu tidak disentuh rasa takut. Sedang firman-Nya : (وَلاَ هُمْ يَحْزَنُون) tidak (pula) mereka bersedih hati, diperhadapkan dengan firman-Nya (المسكنة) kehinaan, karena kehinaan hidup menjadikan seseorang mengharapkan sesuatu yang tidak dapat dicapai sehingga meyedihkan hati. Dengan demikian, yang ini sedih dan itu gembira. Demikianlah terlihat hubungan ayat ini dengan ayat yang lalu, dari sisi uraiannya yang bertolak belakang. (M. Quraish Shihab, 2000: 209).

QS 5 : 69: Sesungguhnya orang-orang mu’min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (diantara mereka) yang benar-benar saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Sama penjelasan saya di atas. Sesuai dengan tafsir Al Misbah milik Quraish Shihab.

QS 22 : 17 :Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Shaabi-iin, orang-orang Nasrani, orang-orang Majusi dan orang-orang musyrik, Allah akan memberi keputusan di antara mereka pada hari kiamat. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.

Ayat ini sangat tepat juga adil, di hari kiamat kelak Allah SWT akan memperhitungkan segala amalan dan perbuatan masing-masing mahkluk. Dan sesungguhnya ayat di atas menyangkut tentang Keadilan Allah di akhirat kelak, tidak pandang buluh, apakah dia seorang mukmin, atau seorang musyrikin.

KAUM SHABIIN (SABEAN)

A Pengertian dan hubungan Muhammad dengan kaum Sabean.

  1. Menurut sumber Kristen

Sangat menarik karena seorang Apologet Kristen yang hidup sekitar tahun 800an masehi yaitu al-Kindi telah menuduh bahwa Muhammad mengadopsi kepercayaan dari kaum Sabean.

Sumber :

The Apology of Al Kindy

Written at the Court of Al Mamun (Circa A.H. 215; A.D. 830)

Diterjemahkan oleh Sir William Muir

In Defence of Christianity Against Islam, halaman 41 – 42

…. Sahabatnya telah mengajaknya untuk memeluk agama Katholik atau kepercayaan hanif, kepercayaan Abraham, leluhur mereka secara umum. Sang Apologet kita menjawab bahwa kepercayaan Hanif dalam kenyataannya adalah agama penyembahan berhala dari kaum Sabeans, yang diakui oleh bapa-bapa leluhur sebelum pertobatannya untuk menyembah satu Tuhan. “Mana dari antara 2 agama Abraham,” dia (Muhammad) bertanya, “Yang akan aku ambil.” Jika yang diambil adalah keesaan, Aku menjawab bahwa wahyu kepada Abraham telah diwariskan kepada Ishak, bukan Ismael, dan bukan kepada keturunan Arab, melainkan kepada Israel, dan agama itu adalah untuk mereka (Israel), bukan untukmu (Muhammad) ……”

Hahahah…lucu sekali kitab ini, kitab apa ini? satu yang sangt fatal dari tulisan kitab tersebut atau Muir salah menterjemahkan kitab tersebut? Atau Kindy yang tidak tahu dengan kepribadian Nabi Muhammad SAW.

Saya tahu bahwa tulisan ini kalian ambil dari seorang profesor Walter J Veith. Seorang pengkritisi islam.

Nabi Muhammad SAW di kenal di masyarakat arab punya kepribadian teguh, jujur, dan disiplin di dalam pengambilan keputusan sandarannya hanya Allah. Itu berarti di dalam pengambilan keputusan sangat cepat dan tepat. Karena yang mendidik beliau adalah Allah. Apakah Kindy ini lupa atau Muir yang tidak tahu bahwa Rasulullah ini adalah seorang Panglima Perang, seorang Panglima Perang harus mengambil keputusan yang cepat, akurat namun tepat, salah sedikit maka kiamat bagi bala tentaranya. Di dalam mengambil keputusan Rasul tidak pernah ragu demikian pula keputusan untuk mengambil susu yang disodorkan Jibril diantara dua minuman arak dan susu. Dengan mantap dan cepat Nabi mengambil keputusan.

Tulisan anda telah meletakan Muhammad sebagai pribadi yang ragu2, tanpa pandangan dan tanpa pegangan, anda lupa bahwa beliau (Baginda Nabi) seorang Rasul sekaligus seorang Panglima Perang. Inilah kecerobohan anda dalam memfitnah, tulisan anda sepertinya anda tidak bisa membedakan malam dan siang, anda tetap mengatakan mampu melihat bintang di siang hari.

Nabi Ibrahim bisah dikatakan sebagai nenek moyangnya para nabi, Kindy ini juga lupa atau Muir yang tidak tahu, bahwa yang membangun kembali Ka’bah adalah Ibrahim dan Ismail. kedua-dua orang ini berdoa kepada Tuhan yang sama, Allah SWT: 2:128. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

Bagaimana mungkin Ibrahim dan Ismail berdoa kepada Allah, Tuhan Yang Satu  tiba-tiba saja mewariskan agama ini kepada Ishak seorang? Bukankah seorang nabi itu mempunyai sifat kasih dan sayang? kasih sayang Ibrahim kepada Ismail begitu mendalam, itulah sebabnya Allah menguji beliau melalui mimpi untuk menyembelih anaknya (Ismail), Ibrahim lulus dalam ujian ini.

Sifat kasih sayang, berbudi pekerti yang luhur yang Ibrahim berikan kepada Ismail telah membangun sifat-sifat terpuji dalam diri Ismail yang pada akhirnya dia diangkat oleh Allah menjadi seorang Nabi. Bukti bahwa Ibrahim mewariskan agamanya kepada Ismail adalah diangkat Ismail menjadi seorang Nabi Oleh Allah. Dari Ismail inilah suku-suku bangsa arab lahir. Saya tidak menguraikannya karena terlalu panjang. Sebab cerita ini akan berakhir pada lahirnya nabi dari bangsa arab yang kalian fitnah dan kalian dustakan.

Ucapan Nabi Ibrahim AS: 2:132. Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Yakub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam“.

Jadi Kesaksian yang bagaimana yang di saksikan oleh PROFESSOR WALTER J VEITH tentang kisah ini? Apakah dia hidup pada masa Ibrahim dan Ismail ketika membangun Ka’bah? ataukah dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri tentang warisan agama Nabi Ibrahim ini?

  1. Menurut sumber Islam

Menarik sekali karena tuduhan dari Al-Kindy ternyata juga bergema dalam khazanah literature Islam. Muhammad dan muslim sendiri disebut sebagai Sabean oleh orang-orang sejamannya.

Zaman apa? Zaman Muhammad Zaman sekarang Om? Sekarang ini era Muhammad Om bukan Zaman Musa atau Isa. Orang-orang islam pemeluknya di sebut Muslim. Sabean atau  Shabiin adalah penduduk Saba menurut tafsir Al Misbah atau orang-orang yang menyembah matahari atau hewan. Mereka ini penduduknya Kerajaan Saba masuk islam di karenakan ratu mereka kawin dengan Nabi Sulaiman.

Bangsa Arab pada masa pra Islam mengenal dua istilah untuk sebutan berhala; ashnâm dan autsân. Perbedaan keduanya terletak dalam bahan materialnya dan tujuan. Jika patung itu dibuat dari emas, perak, kayu maka disebut dengan shamam atau ashnâm. Dan biasanya dipakai untuk ritual ibadah, penyembahan, tempat berdo’a serta meminta kesembuhan dan keselamtan. Sedangkan, jika patung itu dibuat dari batu, maka disebut dengan watsni atau autsân. Dan biasanya diapakai untuk acara ritul korban dan mempersembahkan sesajen, yang memang ritual seperti itu sudah dikenal oleh masyarakat Arab semenjak lama. (Pendapat Syofyan Hadi, M. Ag)

1. Berikut kutipan dari tafsir Ibn Kathir terhadap QS 2 : 62.

Ada perbedaan pendapat tentang identitas dari orang-orang Sabean. Sufyan Ath-Thawri berkata bahwa Layth bin Abu Sulaym berkata bahwa Mujahid berkata : “Orang-orang Sabean adalah antara Majus, Yahudi dan Kristen. Mereka tidak memiliki agama yang tertentu.” Hal yang sama juga dilaporkan oleh Ibn abi Najih. Pernyataan yang sama juga dinisbatkan kepada Ata dan Said bin Jubayr. Mereka berkata bahwa Sabean adalah sekte dari ahli Kitab yang biasa membaca Zabur (Mazmur), yang lain berkata bahwa mereka adalah penyembah malaikat dan bintang-bintang. Tampaknya pendapat yang paling benar, hanya Allah yang tahu, adalah pendapat Mujahid …….. Itulah sebabnya penyembah berhala menyebut orang yang memeluk Islam sebagai Sabi, yang berarti dia telah meninggalkan semua agama yang ada didunia. Beberapa pakar menyatakan bahwa Sabean adalah mereka yang tidak pernah menerima wahyu dari nabi manapun. Dan Allah-lah yang maha mengetahui.

Sepertinya kamu sudah kehabisan cerita, Yang jelas setiap umat ada nabinya, kamu saja kurang “dikit” mengetahuinya.

2. Imam Bukhari

Sumber :

Sahih Al-Bukhari, Volume 1, Book 7, Number 340

..… Kemudian rasulullah meneruskan perjalanan dan orang-orang mengeluh kehausan. Kemudian dia turun dan memanggil seseorang dan Ali dan memerintahkan mereka pergi dan mengambil air …. Mereka meminta si wanita untuk mengikutinya. Dia bertanya, “Kemana?” Mereka menjawab, “Kepada Rasulullah.” Si wanita berkata, “Apakah maksudmu adalah orang yang disebut SABI, (dengan agama barunya)” Mereka menjawab, “Ya, orang yang sama. Ayo ikut bersama kami” Mereka membawanya kepada Rasulullah dan menceritakan segalanya …….. Abu Abdullah berkata : “Kata Saba’a berarti “Orang yang telah meninggalkan agama lamanya dan memeluk agama baru.” Abul aliya berkata, “Orang Sabis adalah sekte dari ahli kitab yang membaca kitab Mazmur (Zabur)”

Jawaban saya sama seperti di atas, sepertinya kamu mengulang-ngulang lagi.

Sumber :

Sahih Al-Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 658

…… maka ketika dia datang ke Mekah, seseorang berkata kepadanya, “Engkau telah menjadi seorang Sabean?” Thumama menjawab, “Tidak! Demi allah, aku telah memeluk Islam dengan Muhammad, Rasulullah, Demi Allah …….

Dalam hadis Bukhari diatas dikisahkan dimana Thumama menolak disamakan dengan Sabean. Namun sangat mungkin kisah-kisah penolakan ini adalah karangan belakangan untuk mencoba memutuskan hubungan antara Muhammad dengan Sabean. Hal ini tidaklah mengherankan karena dengan berjalannya waktu, kebanggaan nasionalitas Arab semakin berkembang sehingga adalah merupakan cela dimana agama orang Arab ternyata diambil dari agama kaum Sabean.

Hahahaha…ternyata kamu pandai melucu. Pada masa sebelum diutusnya nabi bangsa arab hanya menyembah berhala atau patung, para penyembah ini di namakan ashnâm dan autsân bukan sabean seperti yang anda maksud. Saya tidak akan menjelaskannya lagi.

3. Abd al-Rahman ‘ibn ‘Zayd (meninggal 798 AD)

Sumber :

The Knowledge of Life

Sinasi Gunduz

Journal of Semitic Studies, Oxford University Press, Oct 1994, halaman 18

Penyembah berhala biasa menyatakan bahwa Rasulullah dan sahabat-sahabatnya, ‘mereka adalah Sabean’, membandingkan mereka kepada kaum Sabean, sebab kaum Sabean yang hidup di Jaziartal-Mawsil (sekarang dikenal sebagai Irak) biasa berkata ‘Tidak ada tuhan selain Allah”

Pengertian Sabean atau Shabiin sudah saya jelaskan, anda mengulang-ngulang lagi apa tidak bosan.

Sinusi Gunduz sendiri adalah seorang profesor dari Departemen Filosofi dan Agama, Universitas Ondokuz , Turkey

4. Ibn Jurayi (meninggal 767 M)

Sumber :

Ibid, halaman 18

“Aku melihat Rasulullah saat aku masih seorang penyembah berhala. Dia berkata kepada orang-orang, “Jika engkau mau menyelamatkan dirimu, terimalah ‘tiada tuhan selain Allah’. Saat itulah aku melihat seorang dibelakangnya berkata, ‘dia adalah seorang sabi’. Ketika aku bertanya siapa dia seseorang berkata bahwa dia adalah ‘Abu Lahab, pamanya’. Tentang hubungan antara Sabean yang hidup di Sawad (di Iraq) dan Muhammad dikatakan bahwa kaum polyteis di Mekah berkata tentang Muhammad bahwa “Muhammad telah menjadi kaum Sabean”

Ternyata anda bolak balik, setelah anda mengatakan bahwa Muhammad dan umatnya penganut sabean sekarang mengatakan Muhammad telah menjadi kaum sabean. Sepertinya anda hanya berputar-putar di perkara ini.

Islam, Yahudi, Nasrani dan Shabi’in dalam Pandangan Hamka

Penting sekali untuk mencermati bagaimana penjelasan Buya Hamka sendiri dalam Tafsir Al Azhar yang berkaitan dengan ayat ke-62 dalam surah Al-Baqarah tersebut.  Kutipan yang dicantumkan Syafii Maarif dalam artikelnya memang tidak salah tulis atau keliru cetak, namun ada baiknya kita menelitinya secara keseluruhan.  Beginilah awal dari penafsiran Buya Hamka terhadap rangkaian ayat 62-66 dalam surah Al-Baqarah :

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman” (pangkal ayat 62).  Yang dimaksud dengan orang beriman di sini ialah orang yang memeluk Agama Islam, yang telah menyatakan percaya kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan akan tetaplah menjadi pengikutnya sampai Hari Kiamat: “Dan orang-orang yang jadi Yahudi dan Nasrani dan Shabi’in” ; yaitu tiga golongan beragama yang percaya juga kepada Tuhan tetapi telah dikenal dengan nama-nama yang demikian.[20]

Mengenai agama Yahudi, Hamka menjelaskan lebih jauh bahwa nama “Yahudi” itu sendiri terambil dari nama Yehuda, yaitu salah seorang anak Nabi Ya’qub as.  Oleh karena itu, Yahudi lebih merupakan sebuah agama keluarga daripada agama untuk manusia pada umumnya.[21] Jika sebutan “Yahudi” memang diperuntukkan bagi sebuah bangsa atau keluarga, maka memang dimungkinkan adanya ‘Yahudi yang beriman’ dan ‘Yahudi yang tidak beriman’, karena batasan antara istilah “Yahudi” dan “Bani Israil” memang sangat tipis sekali, apalagi bila kita membicarakan orang-orang di masa lalu yang telah tiada dan tak bisa lagi dimintai keterangannya.  Jika seorang Yahudi atau Bani Israil memegang teguh ajaran Taurat yang murni, maka ia bukanlah seorang yang kafir, dan statusnya sama saja dengan umat Islam yang memegang teguh ajaran Rasulullah saw.

Agama Nasrani, atau kaum Nashara, juga terambil dari suatu bangsa, yaitu yang berasal dari daerah kelahiran Nabi ‘Isa as., yaitu Nazaret (dalam bahasa Ibrani) atau Nashirah (dalam bahasa Arab).  Beberapa ulama berpendapat bahwa istilah “Nasrani” memang berasal dari nama desa Nashirah, antara lain menurut pendapat Ibnu Qatadah dan Ibnu Abbas.  Adapun nama “Shabi’in” akar katanya bermakna “keluar dari agama asalnya”.  Oleh karena itu, Rasulullah saw. pun pernah disebut sebagai seorang shabi’ karena telah mencela-cela berhala yang disembah oleh kaumnya.[22] Penjelasan ini menunjukkan bahwa bisa jadi ada orang yang dikenal sebagai seorang Nasrani atau Shabi’in, padahal ia sebenarnya beriman kepada Allah SWT.

Mengenai definisi iman, Buya Hamka menggunakan definisi yang kurang lebih sama dengan yang digunakan oleh jumhur ulama, yaitu “pengakuan hati yang terbukti dengan perbuatan yang diucapkan oleh lidah menjadi keyakinan hidup.”  Hal ini diungkapkannya ketika menjelaskan penafsiran atas ayat ke-3 dalam surah Al-Baqarah.[23] Dalam penjelasannya perihal ayat ke-4 dalam surah Al-Baqarah, Hamka menegaskan bahwa iman itu niscaya baru sempurna jika percaya kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.[24] Dengan demikian, orang-orang Yahudi, Nasrani, dan Shabi’in yang pernah bertemu dengan risalah Nabi Muhammad saw. namun tak beriman pada beliau tidaklah layak dimasukkan dalam kategori ‘orang-orang yang beriman’.  Sebab, sebagaimana penjelasan Buya Hamka ketika menafsirkan istilah “mereka yang dimurkai” pada akhir surah Al-Fatihah, ditegaskan bahwa ungkapan ini merujuk pada mereka yang telah diberi petunjuk, telah diutus Rasul-Rasul kepadanya, dan telah diturunkan Kitab-Kitab wahyu kepadanya, namun ia tidak juga beriman.[25] Hal ini penting untuk digarisbawahi, untuk memberi penekanan pada definisi istilah “Yahudi”, “Nasrani” dan “Shabi’in” yang tercantum pada ayat ke-62 dalam surah Al-Baqarah sebagaimana ditafsirkan oleh Hamka. (Al Azhar)

Postingan-postingan ataupun alenia-alenia yang menyangkut sabean yang selalu di ulang-ulang exmuslim tidak saya bahas lagi sebab saya anggap sudah selesai, exmuslim selalu mengulang-ngulang topik yang sama namun dari sumber berbeda.

KAUM NASRANI (NOSRANIA)

Quran menyebut ajaran Kristen sebagai Nasrani. Ini dapat dimengerti karena semasa Muhammad hidup, aliran yang ada di Arab bukanlah Kristen Ortodok seperti sekarang ini. Namun adalah ajaran Kristen yang menyimpang (Gnostik), yaitu Nosrania / Nestorian. Muhammad belajar aliran Nosrania ini dari Bahira dan Waraqah.

Di postingan yang telah lalu “PANDANGAN EXMUSLIM TERHADAP RASULULLAH SAW” saya menyinggung sedikit tentang Bahira dan Waraqah. Untuk itu saya tidak akan mengulas permasalahan ini lagi.

A Pengertian Nosrania

Sumber: The Panarian of Epiphanus of Salamis, Brill, 1987, hl 116.

‘Nazoreans’ merupakan bagian dari Kristen jaman permulaan diseluruh kawasan kerajaan2 timur (Persia hingga Arab). Banyak sekte Nazareth ini diidentifikasi dengan para pengikut Yahudi yang percaya Yesus. Nestorianisme adalah doktrin (ajaran) bahwa Yesus eksis sebagai dua pribadi, yakni sebagai manusia Yesus dan sebagai Putera Allah, atau Logos, bukannya sebagai satu pribadi yang manunggal. Sekte Nestorian ini dikembangkan oleh seorang biarawan bernama Nestorius. Pandangan mengenai Kristus dalam Nestorian ini dilarang dalam Konsili Efesus tahun 431.

B Kepercayaan Kaum Nosrania

Nestorianisme mengajarkan bahwa esensi kemanusiaan dan esensi keillahian Kristus itu terpisah dan oleh karena itu ada dua pribadi, yakni pribadi manusia Yesus Kristus, dan pribadi Logos yang illahi, yang berdiam dalam manusia Yesus Kristus itu. Sebagai konsekuensinya, kaum Nestorian menolak adanya istilah-istilah seperti “Allah menderita ” atau “Allah telah disalibkan”, karena kemanusiaan Yesus Kristus yang menderita itu terpisah dari keillahiannya. Demikian pula mereka menolak istilah Theotokos (Bunda Allah) sebagai gelar Maria, sebaliknya mereka mengajukan gelar Kristotokos (Bunda Kristus), karena dalam pandangan mereka Maria hanya melahirkan pribadi manusia Yesus, bukan pribadi illahinya.

C Eksistensi Nosrania di masa hidup Muhammad

Pada akhir abad ke 5 penganut Nestorian sudah banyak tersebar diwilayah Persia dan Asia Tengah. Namun karena adanya larangan terhadap Nestorianisme, mengakibatkan pengucilan terhadap penganut Nestorian di Byzantium Para penganut Nestorian ini akhirnya mendapatkan suaka di Persia. Raja-raja Persia dari dinasti Sassanid, dalam situasi perang yang terus-menerus dengan Byzantium, melirik kesempatan untuk memastikan loyalitas warga kristianinya dan mendukung penganut Nestorian.

Bahkan di Persia (Iran), terdapat sekolah teologi Nosrania yang amat terkenal yaitu di Nisibis. Otorita theologi yang utama dari sekolah itu adalah Theodorus dan gurunya, Diodorus dari Tarsus. Sayang sekali, hanya sedikit dari tulisan-tulisan mereka yang dapat bertahan hingga saat ini. Tulisan-tulisan Nestorius sendiri hanya baru ditambahkan ke dalam kurikulum sekolah Nisibis ini pada tahun 530, menjelang Konsili Ekumenis Kelima pada tahun 553 yang mengutuk Theodorus dari Mopsuestia sebagai pendahulu Nestorius.

Nestorian menghasilkan banyak misionaris yang giat, yang berkelana dan berkhotbah di seluruh wilayah Persia, Asia Tengah, dan Asia Timur pada abad ke-7 dan ke-8. Selain itu, pada masa tersebut banyak sarjana Nestorian, yang mengungsi dari Byzantium (Turki), menetap di Gundishapur, Persia dan Muharraq di Bahrain, dengan menbawa serta sejumlah besar naskah sastra, ilmiah, dan filsafat Yunani-Romawi kuno. Kristianitas “Nestorian” mencapai negeri Tiongkok sekitar tahun 635, dan bekas-bekas peninggalannya masih dapat disaksikan di kota-kota Tiongkok seperti Xi’an. Prasasti Nestorian, yang ditegakkan pada tanggal 7 Januari 781 di Ibukota Chang’an (sekarang Xi’an), memaparkan syiar Kristianitas ke Tiongkok dari Persia pada masa pemerintahan Tang Taizong, dan dokumen-dokumen yang ditemukan di gua-gua Mogao dekat Dunhuang makin memperjelas aliran Nosrania ini.

D Hubungan Muhammad dengan kaum Nestorian

Meskipun ajaran Nestorian berkembang di wilayah Jazirah Arab, namun tidak seluruhnya merupakan ajaran Nestorian murni seperti disampaikan oleh Nestorius. Dalam Nestorianisme sendiri terdapat banyak kepercayaan yang menyimpang, salah satunya adalah masalah mengenai tidak adanya penyaliban Yesus.

Semasa hidup Muhammad, terdapat dua orang Nestorian yang dikenal sangat dekat dengannya. Mereka adalah Bahira dan Waraqah. Mengenai hubungan Waraqah dan Muhammad anda dapat melihatnya di link Belajar dari Waraqah.

Bahira adalah pendeta Kristen Nestoria yang hidup di Sham (Syria). Nama Kristennya adalah Sergius atau Georgius. Kabarnya dia diusir dari biara Syrian karena melakukan sesuatu pelanggaran. Untuk menebus kesalahannya, dia melakukan missi agama ke Arabia. Di Mekah dia bertemu Muhammad dan menjadi akrab dengannya dan tinggal bersamanya. Dia sering berbicara dengan Muhammad dan tentunya juga menyampaikan berbagai keterangan tentang agama Kristen. Banyak ayat2 Quran yang berkaitan dengan agama Kristen dan ini tentunya berasal dari Bahira sang pendeta. Muhammad hanya menulis ulang keterangan itu dengan bantuan para juru tulis dan pengumpul ayat Quran-nya.

Tidak ada keterangan jelas mengapa Bahira dikeluarkan dari gereja Syria. Apakah itu mungkin karena pandangan mengenai tidak adanya penyaliban Yesus dianggap sebagai hujatan di gereja Nestoria? Tiada yang tahu pasti. Yang jelas, Muhammad mendapat segudang ilmu tentang agama Kristen (yang bid’ah atau yang diakui) dari pendeta Kristen ini yang kemudian memberi masukan ke dalam Quran.

Beginilah kalau pengetahuan memang nol besar, Exmuslim ini hanya mengcopy paste artikel yang di dapatnya entah dari mana, saya juga tidak tahu, yang jelas copy paste menjadi tren di kalangan bloger, hanya saja seperti exmuslim ini tidak mempelajari apa yang di copy paste dalam blognya ini. Begitu juga dengan kitabnya di telan bulat-bulat tidak di cermati dan di pelajari dengan seksama.

Sebagaimana kita ketahui dalam literatur islam yang namanya  Bahira ini adalah Rabbi Yahudi yang sholeh, bukan pendeta Kristen aliran manapun. Sejak kapan pula orang-orang kristen sampai ke negeri arab pada zaman Rasulullah? Rabbi ini beriman kepada kitab mereka Taurat. Rabbi Bahira inilah yang mengetahui tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad Kecil yang pada waktu itu berumur 12 tahun. Ketika Muhammd Kecil membantu Pamannya Abu Thalib berdagang ke Syam.

Sedangkan Waraqah bin Naufal adalah seseorang yang masih ada sangkut pautnya dengan istri Nabi Muhammad SAW, Khadijah. Waraqah bin Naufal menurut pendapat beberapa ulama menyakini  agama kristen sehingga masuk kristen dan sebagian ulama mengatakan bahwa dia masuk islam di awal-awal islam. saya menyakini bahwa beliau masuk islam di awal-awal islam. (Mengenai Waraqah ini akan saya postkan dalam artikel tersendiri, Insya Allah)

Seluruh sekte-sekte agama Yahudi tidak mengakui aliran kristen dengan tuhannya yesus tersebut.

Nestorian itu adalah nama seorang bishop sama sekali tidak ada hubungan dengan kata “Nasrani” ataupun “Nasorani”.

Cerita2 dalam Sura 3:49, bayi Yesus bisa bicara dari tempat tidurnya, membuat burung dari tanah liat dan lalu menghidupkannya. Ini semua diambil dari Kitab Nestorian. Kisah2 ini bertentangan dengan Injil yang diakui kaum Kristen (Mathius, Markus, Lukas, Yohanes) yang menyatakan bahwa muzizat pertama yang dilakukan Yesus adalah merubah air jadi anggur di Kanaan (Yohanes 2:11).

Terserah kamu mau bilang apa, yang jelas kisah tentang kelahiran Nabi Isa ini  terdapat dalam Al Quran. Surah Maryam

KESIMPULAN

Apakah Islam agama baru dan Muhammad penciptanya?

Islam bukan agama baru dan Muhammad bukan penciptanya yang menciptanya adalah Allah, Tuhanmu dan Tuhanku.

Atau ajaran ini sudah ada sebelumnya? Apakah ada beda antara ajaran yang disyiarkan monotheisme mula2 seperti Zaid bin Amr, Bahira, Waraqah dengan ajaran Islam yang ditemukan dalam Quran sekarang ? Apakah Islam diciptakan dari nol atau ini hanyalah versi Arab dari ajaran2 monotheisme yang sudah ada?

Hmmm…ternyata anda bolak balik lagi. Ketiga orang yang anda sebutkan satu persatu sudah saya jelaskan. Beginilah kalau tidak mengerti, anda selalu mengulangi tema yang sama.

Jawabannya ada di Quran.

Quran sendiri yang bersaksi bahwa Islam eksis diantara keturunan Israel di jaman pra-Arab dan bahwa ada Arab yang ‘Muslim’ sebelum eksisnya Muhammad dan turunnya Quran. Lihat ayat Quran tentang : Muslim sebelum Islam (QS 22:78)

Muslim tulen adalah orang yang percaya kepada satu Tuhan, menghormati ajaran Taurat, Injil dan Quran. Selain juga, ia harus percaya pada nabi2 sebelumnya tanpa membeda2kan mereka. Muslim, menurut Islam, adalah mereka yang membawa kesatuan dan bukan perpecahan. Mereka adalah yang menerima keseluruhan Kitab.

Itu baru betul, itu memang islam sejati. Bukan harus percaya pada nabi2 tetapi beriman saya ralat.

Muhammad berupaya keras untuk melacak Islam jauh ke jaman Ibrahim dan menghubungkannya dengan agama Muslim berdasarkan pengetahuan Hanifiyyahnya. Begitu ia menetapkan hubungan ini, ia mempromosikan Islam sebagai agama yang sudah ada sebelum Yahudi dan Kristen. Quran sendiri memperingatkan pembacanya akan Taurat dan Injil.

Tugas Rasulullah SAW bukan lacak-melacak sejarah agama dan sok pamer agama, tugas beliau hanya satu , memperbaki ahklak manusia.

Quran kemudian juga mencoba mengatasi konflik ideologi yang ada saat itu antara sekte2 Yahudi dan Kristen. Suku2 Arab, campuran polytheis-monotheis, terpecah2 karena konflik religius ini. Guna mengatasi situasi, Muhammad mencoba mencoba mencari hubungan dengan apa yang sudah eksis guna menghindari timbulnya konflik agama dan kekerasan di Mekah.

Al Quran tidak perna coba mencoba, sebab Al Quran kalam Ilahi, tidak ada keraguan dari padanya, demikian pesan Al Quran. Orang arab sebelum di utus rasul tidak ada perang di sekitar ideologi, perang mereka hanya antar suku. Perang2 yang meletus setelah Rasul diutus adalah perang mempertahan akidah dari tekanan2 suku quraisy dan perang pengusiran yahudi dari madinah di karena pengkhianatan mereka terhadap nabi.

Muhammad menganggap misi Islam sebagai pengembalian kepercayaan kepada ajaran Ibrahim, yaitu kepercayaan kepada satu Tuhan (monotheisme absolut), karena satu2nya dosa dalam Islam adalah penolakan terhadap kepercayaan ini. Lihat : QS 4:48 & 116, 3:18, 2:163, 5:116.

Tidak ada anggapan Muhammad demikain, antara Ibrahim dan Muhammad adalah satu agama.

Jadi, jika begitu, apa sifat Islam sebelum Islam versi Arab ? Ternyata Islam tidak beda dengan bentuk Nosrania, sekte Kristen Ebionit yang berada di Mekah. Islam Arab adalah refleksi dari monotheisme Arab abad ke 7. Pengikut Islam percaya kepada akar2 Haniffiyya-nya dengan menghormati kitab2 yang datang sebelumnya.

Di dalam pemikiran anda bahwa islam lahir dari arab, ini sebuah pandangan dangkal, Islam ada semenjak Nabi Adam menjadi Khalifah di Muka Bumi. Hanya saja agama ini, (islam) telah banyak di selewengkan oleh manusia. Itulah sebabnya mengapa banyaknya para nabi di utus. Setiap di selewengkan dan hampir puna maka di utus kembali nabi yang baru. Demikian seterusnya maka sampailah pada nabi penutup, Rasulullah SAW. Jadi siapakah yang menyelewengkan ajaran para nabi ini?. Jawabnya ada pada agama anda.

Tidak ada sekte kristen satupun di Makkah, pada zaman sebelum Rasulullah SAW di utus yang ada adalah kelompok penyembah berhala seperti yang sudah saya sebutkan diatas, dengan nama-nama patung mereka Lata Mannat dan Uzza.

Al-Hanif adalah julukan bagi nabi Ibrahim, agamanya dan pengikutnya yang tidak pernah menduakan Tuhan dengan mahluk hidup lainnya dan tidak mengenal perselisihan dan perpecahan. Mereka mempraktekkan ‘agama standar’ (QS 9:85) atau ‘agama sebenarnya’, yaitu kepercayaan kepada satu Tuhan.

Tidak ada julukan dalam islam ada al haniif, pemeluk agama islam dinamakan muslim. Ayat yang anda maksudkan adalah azab Allah kepada mereka yang ingkar, bukan agama standar.

Al-Hanif adalah mereka yang menolak polytheisme dan berhala (QS 22:30&31), membayar zakat (QS 98:5), takluk pada Tuhan dan percaya pada Tuhan tanpa percaya mahluk2 lainnya (QS 30:30, 31). Ibrahim adalah ‘sahabat Tuhan’ (Exodus 33:11) dan contoh bagi kepatuhan dan ketaklukan (QS 4:125).

Hanif atau dalam bahasa arab ditulis ﺤﺎﻧﻴﻒ yang dapat diartikan secara harfiah “Lurus / Percaya”. Nama Hanif juga banyak ditemukan di dalam Alqur’an seperti dalam surat Al Baqarah ayat 135.

Tidak tepat kalau anda menggunakan kata2 takluk untuk melihat ketakwaan manusia kepada Tuhannya. Ibrahim tidak pernah berperang kepada Tuhannya sehingga kalah dan takluk, saran saya pergunakanlah kata-kata yang tepat.

Islam itu mempunyai rukun, belum sempurna imannya kalau tidak beriman dan percaya kepada Malaikat2nya, rasul dan Nabi2nya, Perkara yang Ghaib, termasuk hari Kiamat dan pada Qada dan Qadar.

Jadi, agama Hanif ini bukan agama baru selama kehidupan Muhammad, tetapi telah eksis di jaman pra-Islam, seperti Yahudi , Nosrania, Mazdaenisme dan Sabeanisme.

Ternyata anda tidak mengetahui apa itu haniif, tanya saja pada temanku Haniifah. http://haniifa.wordpress.com/

Saranku kalau kamu ketemu dengannya lebih baik kamu kabur saja dari pada “perabotan menyanmu” di pelintir oleh haniifah sebagaiman engkau memelintir sejarah islam ini.😛

Karakteristik Hanaffiyyah lainnya juga bisa dibaca dari kisah hidup Muhammad. Anak lelaki harus disunat dan hijrah. Pengikut agama ini percaya kepada ajaran Ibrahim. Seorang yang Hanif meniinggalkan berhala dan mencuci diri dari dosa. Ia abstain dari makan daging berhala dan meminum alkohol. Dalam konteks ini, al-Tabari melaporkan, ‘Rakyat Mudar yang hijrah ke Kabah pada saat Jahilliyah disebut ‘Hunafa.’’

Kesatuan antara Hanifiyyah dan Nosrania merupakan bagian dari catatan para Kolektor dan diulang2 dalam legenda tentang pendeta dan biarawan Hunafa dan Nazareth.

Waraqah Ibn nawfal bergabung dengan 2 pendeta lainya, Ibn Saida dan ‘Usman al-Huwayrith, sebagai bagian dari kelompok Hanifiyyah. Mereka diidentifikasi sebagai ‘Arab yang memeluk agama Nosrania dan Hunafa.’ Dalam hadis lain, Muhammad berbicara tentang pendeta ibn Saidah sebagai ‘lelaki dari ‘Ayad. Ia menjadi Hanif dalam era Jahiliyyah.’

Dalam ‘Muruj al-Zahab’, al-Massudi melaporkan, ‘Hanzalah bin Safwan … al-Qiss Waraqah … dsb dsb … semuanya adalah Hunafa’ (taat) seperti juga Nosrania.’

Kata ‘Hanafiyyah adalah atribut positif bagi golongan Arab Nosrania dan kepada pengikut satu Tuhan SEBELUM Islam. Ibrahim adalah ‘Muslim Hanif’ (QS 4:125). ‘Ia yang dibimbing Allah dan menjadi Hanif’ (QS 6:161). ‘Siapapun yang berdoa dan memberi zakat adalah Hanif (QS 98:5).

JADI APAKAH ISLAM AGAMA BARU?

Ya, baru dalam nama. Namun secara ajaran dan ritual, apa yang ada pada islam sekarang hanyalah modifikasi dari kepercayaan2 yang sudah ada jauh sebelum lahirnya Islam. Anda dapat melihat kesamaan ajaran Islam dengan kepercayaan sebelumnya di link;

Sumber Quran 1

Sumber Quran 2

Rukun Islam ala Muhammad.

Yang penting disini adalah bahwa seorang yang Hanif BISA SABEAN, BISA NOSRANIA, BISA JUGA MUSLIM. Hanif, Sabean, Nosrania dan Islam adalah tiga nama yang membaur.

Anda telah mencampur adukan aliran-aliran agama, sepertinya anda ini seperti asbak. segala pentung rokok masuk.

Penulis: Filar Biru

Gigitlah dengan gigi geraham dengan Kuat

15 thoughts on “AGAMA ISLAM DI MATA EXMUSLIM (BARU ATAU TIDAK)!!!

  1. nambahin sikit yach…yahudi, nashara (nasrani), hanif itu bkn nama agama.

  2. gimana ngomongnya yah😦 kalo yang dimaksu baru adalah nama memang betul karena islam sebagai nama agama baru disebutkan secara gamblang di al maidah.tetapi islam sebagai konsep telah ada sejak nabi adam (pake manusia aja).islam sebagai ritual ibadah memang modifikasi tetapi yahudi dan nashrani tidak mengenal haji (eh betul tidak?).islam bukan mengembalikan ke keyakinan ibrahim as tetapi islam dari adam as sampai akhir mengajak pada monotheisme murni.ibrahim,musa,isa dll hanyalah bagian…dan untuk tema ini saya makmum pada bro filar…
    salaml

    • Islam adalah agama tauhid yaitu penyerahan diri seutunya kepada Pengusa Alam Semesta, Allah SWT.

      Agama ini sudah di emban oleh para Malaikat jauh sebelum Adam di ciptakan. Islam adalah sebuah konteks penyerahan diri yang sempura itulah sebabnya Allah meridhoi agama ini, karna Dia tahu apa yang ada dalam jantung islam yaitu Tauhid.

  3. Betul…..
    Siapa yang memberi garam pada opil…tentu sudah asin dari sononya?

  4. Memang pengertian Islam yang hakiki adalah tunduk / patuh dan berserah diri kepada Allah !
    Jadi Islam yang tertulis di dalam ayat ayat Al Quran yaitu masih murni seperti pemahaman inti yaitu berserah kepada Allah, bukan seperti sekarang ini “Islam” yang berpegang pada syariat berdasarkan Quran dan Hadits, sebab disaat itu pada waktu pertama Rasulullah menerima ayat- ayat yang mengandung / tertulis suku kata “Islam” (di dalam ayat Al Quran) maka diawal itu belum ada umat Islam yang memegang syariat, karena disaat itu belum ada kitab Hadits !
    Jadi kaum “Islam disaat itu” di sebut “kaum Mu’min” !

    Maka kalau kita sekarang mau mengkaji Al Quran sebaiknya kita harus menanggalkan segala atribut diri dengan kata lain kembali kepada fitrahnya / pikiran netral.

    Lihat ref: http://misterisebuahnama.blogspot.com/

  5. ni penanya in goblok kali ya. memang dasar kafir, laknatULLAH.

  6. Hello there, just became alert to your blog through Google, and found that it’s really informative. I am going to watch out for brussels. I’ll be
    grateful if you continue this in future. Many people will be benefited from your writing.
    Cheers!

  7. Hello There. I discovered your weblog the usage of msn.
    This is a really well written article. I’ll make sure to bookmark it and return to learn more of your helpful info. Thank you for the post. I will certainly return.

  8. Sudah bukan rahasia lagi,orang yang keluar dari muslim cuma orang-orang goblok,yang berpendidikan rendah dan putus asa,yang tergiur oleh sebungkus indomie….lain halnya orang yang masuk islam rata-rata dari orang yang berpendidikan tinggi,yang pola fikirnya elit…..sebetulnya kasian….tapi yah bersiaplah keneraka…..

  9. Biarin ajalah orang goblok sesat walau d8kasih tau juga ya namanya orang goblok ya goblok……percuma….cape dech…..

  10. Orang yang memang benar-benar Mukmin atau mengaku beragama hanya menyembah pada satu TUHAN haruslah orang itu bersikap baik dari prilaku dan tutur katanya. Kalau Tidak bisa berbahasa yang santun jangan pernah mengaku – ngaku Orang yang memeluk agama yang paling benar. Setan juga bisa ngaku-ngaku dia benar tetapi apa kah prilaku dan tutur katanya sudah benar ????.,., Atau Berarti yg bertutur kata tidak santun itu salah satu jelmaan SETAN.,,??? Hhhiiiii Seremmm.,,Banyak Setan yang menjelma jadi manusia,.

  11. Lia Elvis koq sewot ya, justru orang yang masuk islam adalah orang yang terjerumus ke lembah kebodohan dan dan kubangan kebencian, dan buktinya islam itu bodoh masa imannya bisa ditukar dengan sebungkus indo mie, kelhiatan betapa murahnya harga islam itu.

    Lia, tolong tunjukkan kepada kita semua kehebatan islam dibanding umat yang lain, paling akan terbongkar ketololan anda

    • @Mas Irfan : sy ingin membuka wawasan anda, tidak ada agama didunia ini yg mengajarkan kekerasan, termasuk mencaci maki,apabila ada itu hanyalah manusia nya bukan agamanya yg tercela.
      Kembali ke topik indomie, bukan agama islam yang salah, namun iman mereka yg tidak cukup kuat menahan ujian, sama hal nya jika sy kembalikan lagi ke anda atau teman2 anda yg seagama, bukan agama mereka (kristen,hindhu/budha) yg salah, namun tingkah laku kita lah yg salah.
      Agama tidak pernah salah, kita lah yg keliru dalam hal menyikapi, sy yakin dalam agama anda tidak pernah ada/tidak disebutkan di kitab anda untuk menyogok (dengan indomie) pengikut agama lain agar masuk agama anda.
      “La kum dinukum waliya diin” yg berarti Untukmu agamamu, dan untuk ku agamaku. Dalam artian jika diteruskan perdebatan ini tidak akan ada ujung pangkal nya, karna kita sudah punya keyakinan dan keimanan sendiri2, maka sudahlah lebih baik kita bertenggang rasa, saling menghormati agama masing2, semoga penjelasan diatas bisa membantu.

  12. no guidance can not be heaven
    that is sad ..dasar nobita..blo’on..

  13. Satu lagi artikel tolol dan gak berbobot….ngabisin quota aja ngebacanya……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s