16 Komentar

AKU BERHENTI BEKERJA

Ada beberapa opsi yang harus aku renungkan di dalam pengambilan keputusan yang sulit ini. Secara lahiriah di kotaku ini menjadi PNS adalah suatu kebanggaan. Atau bekerja di perusahaan besar menjadi pilihan jitu. Pendapat tersebut adalah benar. Tapi tidak menurutku. Aku tidak suka di atur. Rasa egois yang ada pada diriku sangat besar, namun ada kalanya aku harus mengalah di saat yang tepat.

Seharusnya aku tetap bekerja di intansi pemerintah walau gaji kecil demikianlah pendapat teman-temanku termasuk istriku dan kedua orang tuaku. Aku tidak mempedulikan omongan mereka, aku memang harus berhenti, karena aku dilahirkan bukan untuk bekerja untuk orang lain. Aku harus berdikari. Itulah prinsip hidupku. Aku harus memulai lagi dari nol dengan modal juga nol. Inilah kehidupan disuatu masa aku diatas dan disuatu saat aku di bawah. Hukum alam. Menjadi pegawai itu enak, ada jaminan di hari tua. Demikianlah perkataan ibuku dan istriku. Aku langsung protes kepada mereka bahwa yang menjamin kehidupanku bukan mereka namun Allah SWT. Di tanganNya segalah sesuatu. Ada Allah yang menjadi pelindung hidupku. Mereka mencibir diriku, bahkan istriku belakangan ini tidak banyak bicara denganku, aku maklum karena mereka tidak mengerti dengan apa yang aku ingini.

Ada beberapa peralatan studio video  dikamar kerjaku, barang-barang ini sangat berharga bagiku dengan barang-barang ini aku memulai kehidupan baru yaitu mendirikan rumah produksi. Ada satu bekal kehidupan yang diberikan Allah kepadaku, perlu di ketahui  sebelum aku masuk bekerja sebagai pegawai rendahan di instansi pemerintah, aku bekerja sebagai teknisi computer di bengkel yang aku dirikan. Bengkel itu serkarang sudah tidak ada lagi habis aku gadaikan karena satu alasan yang bagi sebagian orang tidak masuk perhitungan mereka.

Aku menutup bengkel computer itu di karenakan banyaknya uang haram yang aku makan. Bagi sahabat-sahabatku yang ada di milis ini mengerti dengan apa yang aku maksudkan. Aku selalu menginstal computer pasien dengan softwere bajakan, uang yang aku dapat jelas haram. Yang kedua sangat mudah menipu orang. Masyarakat kita sangat awam dengan peralatan satu ini mereka tidak mengerti dengan jenis-jenis kerusakan di dalam computer. Oleh sebab itu sangat mudah menipu orang. Itulah sebabnya aku tutup bengkel celaka ini.

Aku tidak ingin memberikan makan dengan uang jahanam ini kepada anak-anak dan istriku. Walaupun pendapatanku ketika itu rata-rata lima ratus ribu perhari. Aku tidak peduli. Sangat di sayangkan memang tapi lebih disayangkan lagi kalau aku tetap pada kehidupan seperti itu.

Berhenti dari bengkel computer aku bekerja sama teman di ponsel sebagai teknisi hp dengan gaji yang lumayan aku bekerja dengan hati yang mendua di satu sisi aku tidak suka diperintah di satu sisi aku perlu makan. Apa boleh buat dari pada tidak makan maka aku tetap bekerja di bengkel hp. Tapi sayang aku bekerja hanya dua tahun maka tahun berikutnya aku masuk menjadi pegawai. Dengan baju dinas aku setiap pagi bangun bekerja mingikis rezeki Tuhan. Di tempat baruku ini ada suasana yang lain dari yang lain, aku lebih banyak menganggur dari pada bekerja walau menerima gaji setiap bulannya. Ya di kantor bekerja kalau ada pekerjaan. Karena dalam satu tahun itu hanya ada beberapa pekerjaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan DPRD walupun gaungnya besar namun tetap saja kita lebih banyak menganggur dari pada bekerja. Apa lagi orang sepertiku sebagai pegawai rendahan. Satu yang pasti banyak persaingan yang tidak sehat baik di intansi pemerintah maupun swasta. Jilat pantat, ambil muka merupakan makanan sehari-hari di zona ini. Oleh sebab itu bagi teman-temanku yang ada di milis ini, satu nasehatku bekerjalah dengan membuka usaha sendiri dengan ijazah yang ada pada kalian bertanggung jawablah dengan ilmu yang kalian miliki jangan mengemis pekerjaan kepada orang lain, gunakan ilmu itu dengan sebaik baiknya dengan modal itu kita bias bicara pada dunia.

Pendidikan yang diberikan akibat dari budaya kita yang turun menurun menyebabkan pola pikir masyarakat kita tidak berkembang dengan baik, dari zaman kanak-kanak dahulu orang tua kita selalu menanyakan cita-cita kepada kita. Ada yang menjawab jadi dokter, pengacara, insinyur dll. Jawaban yang kita berikan kepada mereka akan membuat puas hati mereka. Mereka senang kalau anak mereka menjadi ini dan itu dan suatu saat nanti bekerja di sini dan di situ. Inilah budaya yang diwariskan dari nenek moyang kita dari zaman batu sampai sekarang. Tidak perna orang tua kita mengatakan: “Engkau harus menjadi dirimu sendiri dan bertanggung jawab dengan apa yang engkau lakukan dan berpijaklah engkau pada dua kakimu” atau “raihlah cita-citamu setinggi bintang di langit agar engkau mampu memandang kebawah, setidak-tidaknya engkau tahu tempat jatuhmu”  atau “jangan engkau teruskan pekerjaanmu kalau hatimu menolaknya”

Seringkali orang tua kita memaksakan kehendaknya kepada putra-putrinya, mereka tidak mau mendengar apa yang ada dihati putra-putrinya, mereka lakukan ini semua hanya karena satu alasan yaitu rasa khawatir dengan masa depan anak. Hal itu wajar-wajar saja akan tetapi pendapat sang anak harus didengarkan juga. Bagaimana mungkin kita akan berkembang dengan baik kalau system penjajahan digunakan dalam penerapannya dalam mendidik anak. Sebab kita akan mewariskan juga system ini kepada cucu-cucu mereka.

Aku tidak gamang dengan berhenti bekerja, aku yakin dengan Allah karena ditanganNya segala rezeki semua makhluk. Bumi ini luas, aku harus berusaha, aku harus kuat, aku harus tegar, ada Tuhan di dadaku, Dia akan selalu mendengar jeritan hatiku. Itulah tekadku.

42:20. Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat. (Al Quran)

Tuntutlah ilmu itu walau harus merangkak ke negeri china (hadist Rasulullah SAW)

Melakukan kesalahan dalam hidup bukan saja lebih terhormat, tetapi lebih bermanfaat dari pada tidak melakukan apa-apa sama sekali (Goerge Bernard Shaw)

Katakan apa yang engkau tertawakan, dan aku akan katakan siapa dirimu (Marcel Pagnol)

Image

http://www.muslimdaily.net/berita/ekonomi/4439/angka-pengangguran-as-tembus-2-digit

Iklan


8 Komentar

BENCANA ITU….

Entah kapan akan berhenti, sepertinya negeri ini selalu setia menunggu bencana demi bencana, Tsunami, Longsor, Banjir Bandang, Gempa Bumi, Kebakaran, Angin Puyuh Atau Topan. Bencana demi bencana datang silih berganti datang memberi “salam”. Sebenarnya aku heran juga kok bisa ya.

Aku ingin merenung seandainya bumi pertiwi ini tidak ada penghuninya akankah bencana itu akan datang juga? Jawabnya jelas tidak, sebab aku berpendapat Allah menurunkan suatu azab atau ujian hanya karena ulah manusia. tidak lebih dari itu. Disebabkan ulah manusialah Allah menurunkan azabNya ataupun ujianNya. dibalik itu semua ada pesan yang ingin disampaikan oleh Allah. Hanya manusia berakal lah yang mampu menangkapnya.

Di AQ banyak contoh-contoh bukti hancurnya suatu kaum dikarenakan kekufuran dan kezaliman. AQ menjadi pegangan bagi kita semua, hanya kepadaNyalah kita akan kembali.

Apa bila negeri ini tidak berubah juga maka tunggulah bencana-demi bencana akan selalu menemani kita. Allah tidak akan pandang buluh dan tak relah bumiNya dirusak, azab akan segera diturunkan. Yang mati dalam keaadaan beriman silahkan ada syurga menunggu dan yang mati dalam keadaan kufur ada neraka menanti.

Namun yang masih hidup ada sebuah pesan yang disampaikan oleh Allah berubahlah dan kembalilah kejalan yang benar. Allah tidak akan menurunkan kehancuran kalau penduduk suatu kaum itu bertaqwa kepada Allah ada jaminan dari Allah. Ada jaminan keamanan, ketentraman dan kedamaian dari sisi Allah dan Jaminan yang besar adalah ada SyurgaNya.

Namun hanya satu doaku semoga Allah mengampuni dosa2 para pemimpin kami dan tidak lagi menurunkan bencana demi bencana, Amin.

Harapanku berhentilah kalian bertikai dalam soal jabatan, sogok menyogok, korupsi, celah mencelah, caci maki. Yang semuanya itu sangat bertentangan dengan agama. Jabatan dan pangkat hanyalah titipan Allah semata yang harus di pertanggung jawabkan di akhirat kelak semakin besar dan tinggi jabatan dan pangkat maka semakin berat pertanggungjawabannya. Oleh sebab itu tidak perlu diperebutkan dengan susah payah. Apalagi menggunakan cara-cara kotor untuk memperoleh jabatan itu.

Sementara bencana menghancurkan jiwa-jiwa tidak berdosa, para pemimpin kita sibuk dengan carut marut politik, lenggang kangkung keluar negeri dan sering kali pertolongan datang terlambat setelah berbagai jenis penyakit telah menggorogoti para pengungsi.

Rasa sedih, marah dan benci menyatu dalam jiwaku melihat kondisi ini, aku begitu kasihan kepada mereka yang ditimpa malapetaka ini aku tidak mampu menolong hanya doa yang aku kirimkan buat kalian yang terkena bencana, semoga Allah SWT memberikan kalian kesabaran dan menambah keimanan dan ketaqwaan kita semua, Amin.

Image:

http://artshangkala.wordpress.com/2009/09/22/tanda-tanda-dari-hewan-terhadap-bencana-alam