36 Komentar

BUKTI AL QURAN BUKAN KARANGAN NABI MUHAMMAD SAW

Banyak kaum yang mengatakan bahwa Al Quran itu adalah karangan Muhammad. Entah tujuan apa mereka berkata demikan, apakah mereka bertujuan untuk melemahkan iman kaum muslim ataukah untuk  mengkritisi Al Quran.

Banyak bukti kalau Al Quran itu bukan karangan Rasulullah SAW, tapi saya mencoba mengemukan sebuah bukti saja yang jarang di publikasi di milis-milis dunia maya ini.

Baca lebih lanjut

Iklan


16 Komentar

AKU BERHENTI BEKERJA

Ada beberapa opsi yang harus aku renungkan di dalam pengambilan keputusan yang sulit ini. Secara lahiriah di kotaku ini menjadi PNS adalah suatu kebanggaan. Atau bekerja di perusahaan besar menjadi pilihan jitu. Pendapat tersebut adalah benar. Tapi tidak menurutku. Aku tidak suka di atur. Rasa egois yang ada pada diriku sangat besar, namun ada kalanya aku harus mengalah di saat yang tepat.

Seharusnya aku tetap bekerja di intansi pemerintah walau gaji kecil demikianlah pendapat teman-temanku termasuk istriku dan kedua orang tuaku. Aku tidak mempedulikan omongan mereka, aku memang harus berhenti, karena aku dilahirkan bukan untuk bekerja untuk orang lain. Aku harus berdikari. Itulah prinsip hidupku. Aku harus memulai lagi dari nol dengan modal juga nol. Inilah kehidupan disuatu masa aku diatas dan disuatu saat aku di bawah. Hukum alam. Menjadi pegawai itu enak, ada jaminan di hari tua. Demikianlah perkataan ibuku dan istriku. Aku langsung protes kepada mereka bahwa yang menjamin kehidupanku bukan mereka namun Allah SWT. Di tanganNya segalah sesuatu. Ada Allah yang menjadi pelindung hidupku. Mereka mencibir diriku, bahkan istriku belakangan ini tidak banyak bicara denganku, aku maklum karena mereka tidak mengerti dengan apa yang aku ingini.

Ada beberapa peralatan studio video  dikamar kerjaku, barang-barang ini sangat berharga bagiku dengan barang-barang ini aku memulai kehidupan baru yaitu mendirikan rumah produksi. Ada satu bekal kehidupan yang diberikan Allah kepadaku, perlu di ketahui  sebelum aku masuk bekerja sebagai pegawai rendahan di instansi pemerintah, aku bekerja sebagai teknisi computer di bengkel yang aku dirikan. Bengkel itu serkarang sudah tidak ada lagi habis aku gadaikan karena satu alasan yang bagi sebagian orang tidak masuk perhitungan mereka.

Aku menutup bengkel computer itu di karenakan banyaknya uang haram yang aku makan. Bagi sahabat-sahabatku yang ada di milis ini mengerti dengan apa yang aku maksudkan. Aku selalu menginstal computer pasien dengan softwere bajakan, uang yang aku dapat jelas haram. Yang kedua sangat mudah menipu orang. Masyarakat kita sangat awam dengan peralatan satu ini mereka tidak mengerti dengan jenis-jenis kerusakan di dalam computer. Oleh sebab itu sangat mudah menipu orang. Itulah sebabnya aku tutup bengkel celaka ini.

Aku tidak ingin memberikan makan dengan uang jahanam ini kepada anak-anak dan istriku. Walaupun pendapatanku ketika itu rata-rata lima ratus ribu perhari. Aku tidak peduli. Sangat di sayangkan memang tapi lebih disayangkan lagi kalau aku tetap pada kehidupan seperti itu.

Berhenti dari bengkel computer aku bekerja sama teman di ponsel sebagai teknisi hp dengan gaji yang lumayan aku bekerja dengan hati yang mendua di satu sisi aku tidak suka diperintah di satu sisi aku perlu makan. Apa boleh buat dari pada tidak makan maka aku tetap bekerja di bengkel hp. Tapi sayang aku bekerja hanya dua tahun maka tahun berikutnya aku masuk menjadi pegawai. Dengan baju dinas aku setiap pagi bangun bekerja mingikis rezeki Tuhan. Di tempat baruku ini ada suasana yang lain dari yang lain, aku lebih banyak menganggur dari pada bekerja walau menerima gaji setiap bulannya. Ya di kantor bekerja kalau ada pekerjaan. Karena dalam satu tahun itu hanya ada beberapa pekerjaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan DPRD walupun gaungnya besar namun tetap saja kita lebih banyak menganggur dari pada bekerja. Apa lagi orang sepertiku sebagai pegawai rendahan. Satu yang pasti banyak persaingan yang tidak sehat baik di intansi pemerintah maupun swasta. Jilat pantat, ambil muka merupakan makanan sehari-hari di zona ini. Oleh sebab itu bagi teman-temanku yang ada di milis ini, satu nasehatku bekerjalah dengan membuka usaha sendiri dengan ijazah yang ada pada kalian bertanggung jawablah dengan ilmu yang kalian miliki jangan mengemis pekerjaan kepada orang lain, gunakan ilmu itu dengan sebaik baiknya dengan modal itu kita bias bicara pada dunia.

Pendidikan yang diberikan akibat dari budaya kita yang turun menurun menyebabkan pola pikir masyarakat kita tidak berkembang dengan baik, dari zaman kanak-kanak dahulu orang tua kita selalu menanyakan cita-cita kepada kita. Ada yang menjawab jadi dokter, pengacara, insinyur dll. Jawaban yang kita berikan kepada mereka akan membuat puas hati mereka. Mereka senang kalau anak mereka menjadi ini dan itu dan suatu saat nanti bekerja di sini dan di situ. Inilah budaya yang diwariskan dari nenek moyang kita dari zaman batu sampai sekarang. Tidak perna orang tua kita mengatakan: “Engkau harus menjadi dirimu sendiri dan bertanggung jawab dengan apa yang engkau lakukan dan berpijaklah engkau pada dua kakimu” atau “raihlah cita-citamu setinggi bintang di langit agar engkau mampu memandang kebawah, setidak-tidaknya engkau tahu tempat jatuhmu”  atau “jangan engkau teruskan pekerjaanmu kalau hatimu menolaknya”

Seringkali orang tua kita memaksakan kehendaknya kepada putra-putrinya, mereka tidak mau mendengar apa yang ada dihati putra-putrinya, mereka lakukan ini semua hanya karena satu alasan yaitu rasa khawatir dengan masa depan anak. Hal itu wajar-wajar saja akan tetapi pendapat sang anak harus didengarkan juga. Bagaimana mungkin kita akan berkembang dengan baik kalau system penjajahan digunakan dalam penerapannya dalam mendidik anak. Sebab kita akan mewariskan juga system ini kepada cucu-cucu mereka.

Aku tidak gamang dengan berhenti bekerja, aku yakin dengan Allah karena ditanganNya segala rezeki semua makhluk. Bumi ini luas, aku harus berusaha, aku harus kuat, aku harus tegar, ada Tuhan di dadaku, Dia akan selalu mendengar jeritan hatiku. Itulah tekadku.

42:20. Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat. (Al Quran)

Tuntutlah ilmu itu walau harus merangkak ke negeri china (hadist Rasulullah SAW)

Melakukan kesalahan dalam hidup bukan saja lebih terhormat, tetapi lebih bermanfaat dari pada tidak melakukan apa-apa sama sekali (Goerge Bernard Shaw)

Katakan apa yang engkau tertawakan, dan aku akan katakan siapa dirimu (Marcel Pagnol)

Image

http://www.muslimdaily.net/berita/ekonomi/4439/angka-pengangguran-as-tembus-2-digit


8 Komentar

BENCANA ITU….

Entah kapan akan berhenti, sepertinya negeri ini selalu setia menunggu bencana demi bencana, Tsunami, Longsor, Banjir Bandang, Gempa Bumi, Kebakaran, Angin Puyuh Atau Topan. Bencana demi bencana datang silih berganti datang memberi “salam”. Sebenarnya aku heran juga kok bisa ya.

Aku ingin merenung seandainya bumi pertiwi ini tidak ada penghuninya akankah bencana itu akan datang juga? Jawabnya jelas tidak, sebab aku berpendapat Allah menurunkan suatu azab atau ujian hanya karena ulah manusia. tidak lebih dari itu. Disebabkan ulah manusialah Allah menurunkan azabNya ataupun ujianNya. dibalik itu semua ada pesan yang ingin disampaikan oleh Allah. Hanya manusia berakal lah yang mampu menangkapnya.

Di AQ banyak contoh-contoh bukti hancurnya suatu kaum dikarenakan kekufuran dan kezaliman. AQ menjadi pegangan bagi kita semua, hanya kepadaNyalah kita akan kembali.

Apa bila negeri ini tidak berubah juga maka tunggulah bencana-demi bencana akan selalu menemani kita. Allah tidak akan pandang buluh dan tak relah bumiNya dirusak, azab akan segera diturunkan. Yang mati dalam keaadaan beriman silahkan ada syurga menunggu dan yang mati dalam keadaan kufur ada neraka menanti.

Namun yang masih hidup ada sebuah pesan yang disampaikan oleh Allah berubahlah dan kembalilah kejalan yang benar. Allah tidak akan menurunkan kehancuran kalau penduduk suatu kaum itu bertaqwa kepada Allah ada jaminan dari Allah. Ada jaminan keamanan, ketentraman dan kedamaian dari sisi Allah dan Jaminan yang besar adalah ada SyurgaNya.

Namun hanya satu doaku semoga Allah mengampuni dosa2 para pemimpin kami dan tidak lagi menurunkan bencana demi bencana, Amin.

Harapanku berhentilah kalian bertikai dalam soal jabatan, sogok menyogok, korupsi, celah mencelah, caci maki. Yang semuanya itu sangat bertentangan dengan agama. Jabatan dan pangkat hanyalah titipan Allah semata yang harus di pertanggung jawabkan di akhirat kelak semakin besar dan tinggi jabatan dan pangkat maka semakin berat pertanggungjawabannya. Oleh sebab itu tidak perlu diperebutkan dengan susah payah. Apalagi menggunakan cara-cara kotor untuk memperoleh jabatan itu.

Sementara bencana menghancurkan jiwa-jiwa tidak berdosa, para pemimpin kita sibuk dengan carut marut politik, lenggang kangkung keluar negeri dan sering kali pertolongan datang terlambat setelah berbagai jenis penyakit telah menggorogoti para pengungsi.

Rasa sedih, marah dan benci menyatu dalam jiwaku melihat kondisi ini, aku begitu kasihan kepada mereka yang ditimpa malapetaka ini aku tidak mampu menolong hanya doa yang aku kirimkan buat kalian yang terkena bencana, semoga Allah SWT memberikan kalian kesabaran dan menambah keimanan dan ketaqwaan kita semua, Amin.

Image:

http://artshangkala.wordpress.com/2009/09/22/tanda-tanda-dari-hewan-terhadap-bencana-alam


33 Komentar

MIMPIKU

Bismillahirramanirahim.

Aku terjaga pada pukul 2.42 dini hari dari tidurku. Kepalaku berat dan pusing namun aku kuatkan untuk melangkah kearah computer untuk mencatat mimpi  yang belum perna aku saksikan dan aku alami. Sengaja aku bangun dan mencatat mimpi ini di computer ini agar esok pagi tidak lupa. Inilah mimpiku, biarlah teman-teman di milis ini menilainya aku tak sanggup menilainya karena aku bukan ahli ramal atau ahli nujum.

Diawali dengan suatu kejadian yang menurutku aneh yaitu aku bertengkar dengan abang iparku padahal aku tahu bahwa kakakku seorang janda sejak kapan pula kakakku kawain dengan orang celaka ini pikirku. Aku sangat membencinya entah apa sebabnya aku juga tidak tahu tiba-tiba saja aku dan dia saling bunuh dan aku katakan padanya bahwa aku menantangnya untuk berduel, dalam hatiku, aku ngeper juga melihat gelagat sinar matanya penuh dengan hasrat untuk membunuh. Namun dari pada malu, aku layani juga. Kakakku sangat senang aku saling baku hantam dengan lelaki ini, dalam hatiku, bahwa kakakku juga membenci lelaki ini tanpa pikir panjang lagi aku pun bertempur saling baku hantam. Entah mengapa tiba-tiba segala persendihan tulangku begitu berat untuk digerakan melayangkan pukulan kewajahnya. Dua tiga jurus telah dia lancarkan kepadaku, Alhamdulillah tidak ada yang kena walaupun begitu beratnya aku mengelak. Ketika jurus-jurus silatnya yang aneh keluar aku mati-matian untuk mengelak tiba-tiba pamanku datang bersama saudaraku yang lain dan tiba-tiba pula lawanku ini menjadi seekor ayam kampung.

Perkelahian terhenti seketika sebab tiba-tiba saja ayam yang ingin aku bantai habis sudah tidak bernyawa lagi dan ibuku telah menyiapkan sekuali gulai namun ayam tadi tidak ada “isi”nya alias tinggal kulit dan buluhnya saja. Akupun tertegun.

Akupun pergi begitu saja meninggalkan rumah, belanja sesuatu di warung yang tidak jauh dari rumahku namun aku lupa apa yang aku beli. Yang aku ingat adalah aku pergi ke warung tidak memakai sandal dan beberapa butir gula-gula ada dalam genggamanku. Aku katakan pada orang yang punya warung bahwa aku meminjam sandalnya dan aku ingat dengan merek sandal usang itu yaitu “daimatu”. Sandal ini mengingatkan aku waktu masih kecil dahulu. Sandal inilah yang “paling sanggup” dibelikan oleh orang tuaku ketika aku masih kecil.

Ketika akan memakai sandal inilah aku mendengarkan bunyi yang begitu memekakkan telinga, sangking memekakkan maka kedua telunjukku menutup telinga ini, namun bunyi yang memekakkan telinga begitu hebatnya, kedua jari telunjukku seakan-akan tidak berfungsi.

Akupun keluar dari warung itu dan ingin mencari sumber bunyi tersebut walaupun dengan telinga kesakitan. Maka pemandangan yang sangat menggetarkan seluruh manusiapun terpampang hebat dimataku, dari arah timur aku melihat gumpalan api yang sangat menyeramkan diiringi dengan gempa bumi yang teramat sangat, aku seperti mau terbang dan melayang karena gempa bumi, namun aku tidak memperdulikan gempa bumi itu sebab api di timur dengan semburan awan merah bergulung-gulung menyeramkan menebar kebencian bagaikan leher neraka Jahanam menyebar keseluruh arah mencuri perhatikankku lebih hebat. Aku sempat berpikir bahwa ada gunung meletus namun aku juga tahu bahwa arah timur pemandanganku tidak ada gunung. Lalu dari mana api dan awan merah celaka ini datangnya?

Tiba-tiba saja dari arah sebelahnya hal serupa juga terjadi barulah aku sadar bahwa huru-hara di akhir zaman sedang dan akan terjadi Akupun teringat dengan sandal yang aku pinjam dari orang warung tadi, terniat dihati untuk mengembalikannya sebab ha ini akan menambah daftar dosa-dosaku dan aku juga ingat, bahwa aku kewarung juga pergi dengan motor namun aku tidak memperdulikan motor tersebut aku lebih memperdulikan sandal usang tadi, hilang entah kemana.

Suara yang datang entah dari mana dan memekakkan telinga tidak kunjung henti ada sesuatu yang keluar dari kedua telingaku. Aku tidak berani melihatnya. Karena api dan awan yang bergulung-gulung menyeramkan semakin hebat. Barulah aku sadar dengan firman Allah dalam Al Quran bahwa tobat tidak lagi berguna ketika manusia melihat azab dari Allah. Akupun tersungkur di tanah memohon ampun kepada Allah walaupun aku tahu tidak ada gunanya. Perbuatanku ini diikuti oleh seluruh manusia yang ada disekelilingku, seluruhnya tersungkur di tanah memohon ampun. Masih segar di dalam ingatanku suara-suara memohon ampun kepada Allah. Tiba-tiba saja alam menjadi cerah dan tenang kembali. Bukan main lega dan gembiranya hatiku.

Aku sibuk mencari sandal yang hilang karena aku meminjam kepada orang warung. Syukurlah sandal itu dapat aku temukan. Akupun bergegas pulang untuk melihat keluargaku karena aku sangat mengkhawatirkan mereka. Sampai dirumah syukurlah tidak ada yang kurang, anakku yang paling kecil cepat-cepat aku gendong dan aku cium sepuas-puasnya. Namun aku sangat heran melihat mereka (keluarga) yang tenang-tenang saja padahal aku barusan bergelumang dengan maut. Begitu cemasnya aku terhadap keluarga, aku juga tidak sempat mengingat entah dimana aku memakirkan motorku. Aku tidak peduli.

Pukul 2.42 dini hari, malam jum’at aku terjaga karena udara yang begitu panas. Nafas aku sesak seperti di cekik dan kedua telingaku sangat sakit. Aku lihat anak dan istriku yang “bobok” begitu pulas. Akupun melangkah ke computer. Suara lolongan anjing mengiringi langkahku. Aku tak peduli.

gambar: http://terselubung.blogspot.com