24 Komentar

LONCATAN WAKTU

Saya terusik kembali dengan beberapa artikel di beberapa blog dan website yang menceritakan tentang manusia-manusia yang ingin menciptakan Mesin Waktu. Entah apa yang terjadi sekiranya Mesin Waktu ini benar-benar berhasil diciptakan oleh manusia. Saya juga teringat dengan kasus Jhon Titor yang penuh dengan kontraversi. Lihat juga di sini dan di sini. Banyak artikel-artikel yang sejenis di muat di dunia maya.

Namun satu yang pasti bahwa sesungguhnya Allah hanya pernah membuka tabir kepada Rasulullah SAW. Perjalanan waktu yang di lakukan oleh Rasulullah SAW bukan hoax belaka, kisah ini memang benar-benar terjadi seperti yang diceritakan oleh Allah SWT dalam Al quran.

Tidak ada yang mustahi bagi Allah. Semuanya bisa terjadi begitu dengan cepat dengan izinNya. Apakah misi dunia barat dalam pembuatan mesin waktu adalah untuk menandingi apa yang terjadi dengan Rasulullah, hanya Allah SWT yang Maha Tahu.

Seperti tulisan-tulisan saya yang telah lalu tentang MESIN WAKTU yang kecepatannya suadah saya kalikan dengan isyarat Al Quran benar-benar mengaggumkan. Yang menjadi pertanyaan saya adalah mengapa dunia barat tidak terfokus dengan Al Quran sebagai pedoman dalam pembuatan mesin waktu padahal Allah telah memberikan isyarat di dalamnya bahwa hanya manusia yang mempuyai kekuatan saja yang dapat menembus dan melintasi antar planet dan gelaxi.

Apakah karena suatu kebencian saja mereka tidak berpedoman dengan Al Quran. Padahal kalau mau jujur mereka dapat melakukan apa saja yang mereka mau karena segala fasilitas yang ada pada diri mereka sudah terpenuhi. Dalam hal ini saya kira Allah tidak pandang bulu apakah mereka kafir atau mukmin, siapa saja yang mau berusaha dan bekerja keras Allah tetap akan memberikan jalan keluar walaupun mereka tetap mendurhakai Allah. Kemurahan Allah meliputi segala sesuatu.

Secara pribadi saya percaya dengan kemampuan manusia mengingat Allah juga memberikan isyaratNya dalam Al Quran siapa yang tidak percaya dengan Al Quran berarti kafir. Al Quran adalah satu-satunya sumber yang valit yang merupakan kunci dari segala kunci dunia akhirat.

55:33. “Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”.

Diam-diam saya merasa yakin dengan di temukannya mesin waktu tidak lama lagi melihat isyarat Al Quran di atas. Akan tetapi penggunaannya yang membuat saya deg-degan.

Mudah-mudahan temuan mesin waktu ini demi kesejahteraan umat manusia bukan untuk misi penghancuran.

Ah hanya galau saja.


Iklan


16 Komentar

KETIKA HUJAN BERBICARA

Sebuah kursi yang telah kusam aku hampiri, “silahkan duduk” begitulah yang aku rasakan ketika kursi ini aku tatap dengan syahdu. Gelegar petir yang tiada henti semakin mengundang hasratku untuk duduk. Aku perhatikan hujan yang lebat, tidak ada kendaraan roda dua yang lewat, sebab aku membandingkan diriku dengan mereka yang mempunyai kendaraan roda dua. Karena hanya kendaraan jelek ini yang aku punyai, sesekali aku tatap Mega Pro yang selalu menemani kemana aku pergi.

Kembali gelegar petir mengejutkan lamunanku, Aku lihat langit yang tersenyum kecut padaku dengan warna gelap dan kusam mengelilingi angkasa tidak ada tempat untuk Aku melarikan diri. Tetesan air hujan melobangi beberapa lantai dimana aku berteduh.

Gelegar halilintar dan air hujan ini mengingatkan aku kepada Sang Maha Pencipta. Aku protes kepada Allah mengapa Dia menurunkan air hujan celaka ini yang membuat seluruh aktivitasku terganggu. Sial betul….

Belum sempat aku mencaci maki entah dari mana datangnya sebuah fikiran yang tiba-tiba membuat aku terkagum-kagum. Inilah hasil dari fikiranku itu:

Bukankah Allah telah menciptkan alam ini dengan sempurna yang bisah dipelajari oleh akal manusia. Sebenarnya Allah menurunkan air hujan itu dengan ilmuNya yang nanti akan bermanfaat bagi manusia dan bisa dipelajari dengan hukum-hukum fisika. Mengapa turun hujan?

Dan benar air hujan memang adalah sebuah proses fisika dan kimia manusia manapun bisa mempelajarinya dengan baik. Allah menurunkan air hujan itu bukan tanpa proses. Dengan air hujan ini diam-diam Allah menyelipkan salah satu KekusaanNya.

Bagi manusia hujan turun disebabkan proses kimia dan fisika namun bagi Allah banyak cara untuk menurunkan air hujan itu tanpa melalui proses apapun hanya saja dengan cara ilmiah inilah yang bisa diterimah oleh akal manusia. Dengan sendirinya akan tampak alami padahal dibalik itu semua tersembunyi kekuatan yang dahsyat. Yaitu sebuah bentuk Kekusaan Yang Universal, yang tidak dimiliki oleh siapapun kecuali Tuhan. Air hujan salah satu bukti keberadaan Allah Yang Maha Tunggal. Tidak ada hujan yang berserakan dimuka bumi ini dengan seenaknya melainkan sudah diatur dengan pengaturan yang rapih. Semuanya mempunyai jadwal yang teroganisir dengan baik dan hal itu terjadi dengan satu Kekuasaan dan tdak ada kekusaan yang lain.

Diam-diam aku menyesali diriku sendiri yang telah mencaci maki. Motor aku gas dengan kencang tidak ada alasanku berlama-lama disini, air hujan bukan hambatan bagiku melainkan rahmat dan nikmat yang sedang terjadi di alam ini. Mudah-mudahan Allah memaafkan dan mengampuni diriku ini dengan segalah kasih sayangNya.

Langit tiba-tiba tersenyum padaku dengan warnanya yang biru dan sebuah tarian awan putih ikut kemana aku pergi. Hujan tadi telah berbicara padaku dengan banyak sekali walau sunyi. Aku tidak tahu apakah dia akan menegurku kembali atau tidak,  aku  tidak  peduli biarlah dia menelusuri celah-celah tanah dan bebatuan rimba belantara.


28 Komentar

INDAHNYA MASA KECILKU

Masih kuingat suara azan subuh mengumandang ketika aku diajak ibu pergi kepasar. Tangan lembut kakakku memegang lenganku dengan erat. Aku tak perna habis berpikir mengapa azan subuh begini rupa sudah banyak orang yang berjualan di pasar, ada yang jualan pisang goreng, lontong, pecel dan toko pakaian juga ada yang buka.

Ku pandang wajah ibu dan kakakku dengan sumringah mereka membeli ini dan itu aku hanya takjub mendengar suara azan subuh itu. Aku tak mempedulikan apa yang mereka beli pandanganku berhenti diatas sebuah Menara Masjid. Sebuah bintang berekor berjalan dengan perlahan, kuperhatikan bintang aneh ini terus menerus sampai menghilang di telan awan. Aneh mengapa manusia-manusia dipasar ini tidak memperhatikan apa yang aku lihat. Bedebah…jangan-jangan aku sudah tak waras lagi.

Ada dua layang-layang  berikut dengan benangnya, pasti yang satu untuk adikku pikirku. Aku juga tak mempedulikan layang-layang yang dibelikan ibu. Kembali mataku nanar ke arah selatan dimana awan sialan itu telah membatasi pemandanganku.  Ternyata dugaanku tepat, bintang itu kembali muncul namun sudah jauh sekali. Ekornya yang seperti kembang api seakan-akan mengucapkan salam perpisahan padaku. Aku menjadi sedih. Ah… entah kapan lagi aku dapat menyaksikan pemandangan yang mengagumkan ini.

Perjalanan kisah ini adalah kisah nyata bagi diriku yang kusimpan rapi dalam memoriku, dengan satu harapan semoga Allah mempertontonkan kembali apa yang kulihat dengan mata kepalaku sementara orang lain sibuk dipasar.

Suara azan subuh yang kudengar disaat aku masih kecil itu sangat membekas dalam jiwaku dibandingkan suara azan yang lainnya. Masih kuingat bangunan masjid tua itu dengan hiasan cat dimenaranya yang sudah mengelupas. Namun suara speakernya membahana ke angkasa apakah bintang berekor itu mendengar atau tidak aku tidak tahu.