62 Komentar

UMAT YANG MENJADI SAKSI

Beberapa saat yang lalu aku memutuskan diskusi dengan beberapa tetangga sebelah (blog nasrani) dari hasil diskusi itu melahirkan beberapa kesimpulan yang menyesatkan bahwa dogma-dogma yang ada dalam agama nasrani bersumber dari hasil pemikiran manusia yang apa bila di perdebatkan hanya akan melukai hati kaum nasrani dan aku sangat mempertimbangkan hal ini bahwa dalam kehidupan beragama haruslah saling menjaga kehormatan masing-masing. Dan itu memang sesuai dengan anjuran Rasulullah SAW.

Sumber pokok persoalan hanya terfokus dalam satu sumber yaitu Nabi Allah Isa As. Keberadaan Nabi Isa As memang unik untuk di kaji di samping manusia satu ini tidak mempunyai Bapak namun hanya mempunyai Ibu (Maryam). Siapapun tahu (umat Islam) bahwa Nabi Isa As adalah Putra Maryam yang dilahirkan bedasarkan firman Allah SWT.

Dan sesungguhnya Allah adalah Zat Yang Maha Berkehendak. Ini menunjukan akan kekuasaan Allah SWT itu sendiri. Sesungguhnya walau tanpa hubungan biologi antara kelamin jantan dan betina, Allah tetap mampu berbuat sesuatu sesuka hatiNya. Polemik seperti ini disalah artikan oleh sebagian manusia  yang hidup sezaman dan sesudah Nabi Isa As diangkat oleh Allah. Memang benar apa yang dikatakan oleh Rasulullah SAW bahwa umat islam adalah umat terdepan, umat yang sangat mudah memahami akan kekusaan Allah, umat yang sangat mudah untuk dibina dan umat yang akan menjadi saksi akan kehidupan dunia ini.

Ketika salah seorang nabi di panggil oleh Allah Sang Pengadil di akhirat kelak maka akan terjadi dialog seperti ini:

“Wahai Nuh apakah engkau telah menyampaikan risalahKu dan kalimat-kalimatKu?” maka jawab Nabi Nuh “Maha Suci Engkau tidaklah aku menyembunyi sesuatu melainkan aku telah menyampaikannya” maka Allah bertanya walau sangat mengetahui. “adakah saksimu?” maka Nuhpun bersaksi “tidaklah Engkau menciptakan umat yang sangat Engkau sayangi melainkan menjadi saksi atas diriku” maka Allah bertanya kembali walau sangat mengetahui “siapakah saksimu?” jawab Nuh “mereka adalah umat Muhammad SAW”.

Maka Allah menyuruh para Malaikat untuk mendatangkan umat Muhammad SAW. Ketika umat Muhammad SAW didatangkan maka Allahpun bertanya kepada umat hebat ini. “Nuh mengatakan bahwa kalian menjadi saksi atas apa yang dia sampaikan apa jawab kalian?” maka umat Muhammadpun bersaksi “Kami percaya kepada Nuh dia seorang Nabi dan Rasul yang telah menyampai risalahMu dan Engkau sendiri yang mengatakannya dalam Alquran dan kami percaya dan beriman dengan apa-apa ysng Engkau turunkan kepada hambaMu” maka Alquranpun di datangkan dan tak seorangpun yang mengenal akan kehebatan suara yang diperdengarkan. Ketika Al Quran diperdengarkan maka seluruh alam menjadi hening hanya suara Al Quran yang menerangkan kisah-kisah Nuh. Begitu juga dengan nabi-nabi dan rasul-rasul yang lain, umat islam menjadi saksi akan kenabian dan kerasulan mereka yang semua ini adalah rahmat dari Allah bagi umat Islam.

Dan begitu juga untuk kasus Nabi Isa As kami menjadi saksi dengan kenabian dan kerasulannya, tidaklah dia menyembunyikan sesuatu melainkan telah menyampaikannya kepada kaumnya. Dan apabila umat nasrani masih juga menganggap Nabi Isa As adalah tuhan maka kami juga akan menjadi saksi atas kesesatan kalian. Dan kami juga akan membelahnya diakhirat kelak dengan tuduhan yang tidak mendasar dari kalian yang kalian tidak punya ilmu sedikitpun mengenai hal itu (menganggap nabi isa tuhan).

19:65. Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?

Inilah perkataan Nabi Allah Isa As yang mereka (kaum nasrani) menganggapnya sebagai tuhan.

19:30. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi.

19:31. dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup;

19:32. dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.

19:33. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”.

19:34. Itulah Isa putra Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.

Namun sayang tak satupun dari golongan nasrani yang mempercayai ayat-ayat di atas. Itu hal yang wajar sebab untuk mempercayai Alquran perlu iman. Akan tetapi yang sangat di sesalkan selain mereka tidak percaya mereka juga menuduh yang bukan-bukan seperti bahwa Al Quran itu adalah buatan Muhammad. Dan tuduhan seperti itu tetap eksis sampai sekarang.

Oleh sebab itu saya akan mengambil pengalaman yang dialami penyelam di dasar laut. Penyelam ini telah melalang buana hampir di seluruh lautan luas yang ada di planet ini. Hal ini di lakukannya untuk pembuatan film dokumenter (discovey chanel) tentang keindahan bawah laut untuk di tonton manusia di seluruh dunia.

Pada suatu hari penyelam ini sedang melakukan explorasi di bawah laut. Namun tiba-tiba dia (Captein Josques Yves Costeau) menemukan sungai dibawah laut yang airnya tawar lagi segar dan enak rasanya karena tidak bercampur dan melebur dengan air laut yang asin lagi pahit yang ada di sekelilingnya. Seolah-olah ada membran atau dinding yang membatasi keduanya.

Fenomena hebat itu membuat Costeau bingung. Perkara aneh ini mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air laut antara air tawar dari air asin di tengah-tengah kedalaman lautan. Waktu berlalu bagaikan angin. Namun fenomena aneh tersebut tidak juga di temui jawabannya. Hasil dari foto dan video sering dilihatnya kembali namun tak satu jawaban yang didapat dari benda-benda tersebut. Sampai pada suatu saat Mr. Costeau bertemu dengan seorang Profesos muslim dan menanyakan tentang fenomena bawah laut tersebut. Maka profesor Muslim tersebut teringat dengan ayat-ayat di dalam Al Quran yang menceritakan fenomena ganjil tersebut.

25:53. Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

Bukan main terpesonanya Mr. Costeau dengan ayat-ayat tersebut melebihi terpesonanya dia dengan pemandangan hebat di kedalaman lautan. Sehingga dia berkesimpulan bahwa Al Quran ini sangat mustahil dibuat oleh Muhammad yang hidup pada abad ke tujuh, suatu zaman yang belum ada peralatan canggih (peralatan selam) untuk mencapai lokasi terpencil di kedalaman samudra. Benar-benar suatu Mukjizat. Berita tentang fenomena ganjil akhirnya terbukti setelah 14 abad yang lalu dengan peralatan canggih selam. Mr. Costeau akhirnya berkata bahwa Al Quran sesungguhnya kitab suci yang berisikan firman Allah yang seluruh kandungannya mutlak benar. Akhirnya diapun masuk islam. Alhamdulillah. Segala puja dan puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Dari hasil pengalaman Mr. Costeau tersebut masikah kaum nasrani menuduh bahwa Al Quran buatan Muhammad. Kalau memang buatan Muhammad berati Muhammad manusia super junius yang akan mengalahkan kejeniusan seluruh kejeniusan manusia yang ada diplanet ini. Namun hal itu juga mustahil mengingat Rasulullah tinggal di gurun pasir dan tak satupun peralatan canggih yang ada pada saat itu. Satu-satunya kehebatan manusia pada saat itu hanya membuat roti dari gandum.

Iklan