25 Komentar

MESIN WAKTU 4 (TAMAT)

Tulisan terakhir ini mudah-mudahan dapat memberikan kita suatu pandangan umum tentang alam semesta. Para ahli memperkirakan bahwa luas alam semesta yang mampu diamati baru 13Milyar tahun cahaya. Saya tidak tahu entah dengan apa mereka memperkirakan sedemikian hebat namun satu yang saya pegang adalah alam semesta ini memang teramat luas. Apakah langit yang kita tempati ini apakah langit pertama, kedua atau ketiga belum ada satupun ilmu yang mampu memberikan paparan secara detail. Dan apa pembatas antara langit yang satu dengan yang lain, terbuat dari apa dan bagaimana bentuknya, belumlah diketahui oleh manusia, entahlah….

Berbeda dengan apa-apa yang difirmankan Allah dalam Alquran. Bahwasanya manusia itu tidak akan mampu melintasi semesta alam ini kecuali dengan kekuatan. Isyarat Allah dalam Alquran sudah cukup memberikan peluang kepada manusia untuk terbang bagaikan lesatan kilat. Namun sampai saat ini belum ada perangkat khusus yang dimaksud.

55:33. “Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan”.

Bukankah isyarat dari Allah itu merupakan peluang bagi manusia untuk melintasi langit ini? “Melintasi langit…” hmm… yang ada dalam benak saya adalah terbang dari langit yang satu ke langit yang lain sebab kata “melintasi” sama dengan melewati. Contoh kalimat sederhana : “Budi melintasi sungai” artinya Budi bergerak dari bibir sungai yang satu ke bibir sungai yang ada diseberangnya. Atau “Budi melintasi jalan itu”. Artinya Budi menyeberang jalan yang ada didepannya mulai dari sisi kiri sampai kesisi kanan.

Atau “Lintasilah” bermaksud menempuh jarak tertentu dengan kemampuan tertentu pula walahualam. Hanya Allah yang tahu maksudnya.

Nah…setelah penggunaan kata “melintas”… lalu “menembus”…hmmm benar-benar peluang hebat yang diberi sinyal oleh Allah. Apakah teknologi yang akan digunakan manusia pada masa depan akan mendapat restu dari Allah?

Sama-sama kita lihat mudah-mudahan teknologi ini dapat ditemukan 100 atau 200 tahun kedepan walau generasi kita termasuk saya sudah jadi tanah hitam busuk dan tiada berguna.

16:89. (Dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami, bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi saksi atas seluruh umat manusia.  Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.

Petunjuk yang dimaksud oleh Allah untuk manusia adalah tanpa batas, artinya manusia sebebas-bebas mungkin menggunakan akalnya untuk berfikir baik yang masuk akal maupun yang tidak masuk akal. Inilah yang dimaksud dengan memperdayakan otak. Dan semua ilmu itu sudah ada dalam Alquran tinggal kita saja yang harus mampu membongkar semua kalimat-kalimat Illahi tersebut.

Saya punya cara berpikir begini bahwasanya ilmu yang ada didunia ini ada karena Alquran diturunkan, kalau tidak diturunkan maka ilmu itu tidak akan perna ada.

Lihatlah perkembangan umat manusia sebelum Alquran diturunkan mulai dari nabi adam sampai nabi isa, manusia mau masak saja repotnya bukan main. Padahal anatara jaman nabi adam dan nabi isa terbentang waktu yang sangat lama bandingkan dengan jaman nabi Muhammad saw yang jaraknya baru berusia 1400 tahun. Manusia sudah mengenal apa itu lampu pijar, televisi dll. Apakah dijaman antara nabi adam dan nabi isa tidak ada manusia-manusia cerdas? Jawabnya adalah banyak hanya saja ilmu tersebut (Alquran) belum diturunkan. Jadi secerdas apapun manusia pada jaman itu jangan harap bisa megang hp.

Apabila diambil rata-rata antara jarak nabi yang satu dengan nabi yang lain adalah 500 tahun maka dari nabi adam sampai dengan nabi isa 24×500=12.000 tahun. Sangat mustahil waktu yang begitu lama tidak ada kemajuan pada umat manusia yang apa bila dibandingkan dengan rentang waktu antara diutusnya nabi Muhammad saw sampai sekarang.

Kalau demikian benarlah bahwa Alquran itu diturunkan untuk menerangakan segala sesuatu. Untuk itu bersyukurlah kita kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyanyang melalui baginda utusanNya (Nabi Muhammad SAW) wajah dunia ini menjadi berubah.

Intinya Allah mengutus Rasulullah adalah dengan kata lain menurunkan Ilmu Pengetahuan. Latar belakang dari diturunkannya ilmu pengetahuan oleh Allah yang terdapat di Alquran itu tidak lain adalah rahmat bagi semesta alam. Dan baginda nabi sendiri adalah rahmat semesta alam.

Ketika (saat) dan sebelum  Alquran diturunkan manusia berperang menggunakan tombak, panah dan pedang. Dan setelah Alquran dicabut maka perperangan akhir dunia juga akan menggunakan peralatan ini kembali. Yang maksudnya manusia tidak mengenal lagi peralatan militer seperti sekarang ini setelah Alquran dicabut, maka peperangan akan kembali kezaman batu. Kalau tidak dengan kata lain bahwa Alquran yang ada sekarang dibumi ini Auranya melingkupi alam semesta. Ketika Alquran itu ditarik kembali oleh Allah maka Auranyapun ikut lenyap. Dan tinggallah manusia-manusia yang hidup didunia ini penuh dengan kedungan demi kedunguan. Dan diantara mereka yang cerdas pada saat itu hanya mampu mengatakan “kami mengenal Allah dari nenek moyang kami namun kami tidak mengetahui apa itu Allah”.

Dan orang yang paling alim pada saat itu berkata ”mengapa kalian berhubungan di jalan ini, mengapa kalian tidak minggir sedikit atau ditepi jalan saja”. Nah itulah perkataan orang-orang yang ketika Alquran sudah tidak lagi mengeluarkan Auranya. Yang padahal orang tadi juga sedang mencari tempat yang baik untuk melakukan hubungan dengan wanita lain. Yang intinya kehidupan manusia sama dengan kehidupan hewan.

Dengan melihat itu semua saya sangat yakin bahwa Alquran adalah ilmu pengetahuan itu sendiri yang mengetahui hitam dan putih, dalamnya lautan dan luasnya langit diatasnya.

Jadi mesin waktu adalah sebuah perangkat terbang yang bagaikan kilat yang mungkin disuatu saat nanti menjadi kendaraan-kendaraan lintas alam semesta, yang memungkin manusia pulang pergi ke berbagai planet dengan beberapa tarikan nafas saja. Dan inilah yang di maksud oleh Allah dengan KEKUATAN.