46 Komentar

MESIN WAKTU 3

MESIN WAKTU 3

Dalam artikel kali ini saya menekankan perlunya sebuah pemahaman yang objektiv. Sebab dalam memandang dan mengkaji suatu hal hendaknya tidak dipengaruhi oleh unsur apapun. Oleh sebab itu hanya dua sumber saja yang kita gunakan yakni Al Quran dan Al Hikmah.

Perjalanan baginda nabi ke sidratul muntaha banyak yang mengundang pro dan kontra diantara sesama muslim padahal Allah yang menguasai alam semesta ini tidaklah sukar bagiNya untuk berbuat sesuatu. Tampaknya saya harus melihat dari sisi logika dalam meyikapi perjalanan baginda nabi ini. Sebab muatan logika lebih kentara dari pada sebuah keajaiban dalam perjalanan baginda nabi. Seperti ulasan saya di episode dua yang lalu bahwa tidak tertutup kemungkinan yang besar bahwa baginda nabi menggunakan teknologi super mutakhir yang kendaraan itu sengaja diciptakan oleh Allah dalam misi perjalanan baginda nabi.

Saya sangsi dengan hadist yang mengatakan bahwa buraq adalah sejenis mahkluk bernyawa berupa kuda terbang. Walaupun hadist  tersebut diriwayatkan oleh imam bukhari. Bisa saja hadist ini dipalsukan oleh manusia-manusia tertentu untuk menjerumuskan umat islam kedalam mitos celaka yang pada akhirnya akan membuat kita ke dalam jurang kehancuran dan kebinasaan.

Yang saya pegang:

  1. Sebelum melakukan perjalanan vertical ke langit bukankah baginda nabi ditawari oleh Jibril dua minuman yang berisi khamar dan susu di baitul maqdis… adalah aneh kalau roh yang meminum susu tersebut.
  2. Dengan demikian jelaslah sudah bahwa baginda nabi naik kelangit menggunakan media pengangkut. Artinya bahwa jasad baginda juga ikut bersama rohnya.

APAKAH PERBEDAAN PERJALAN NABI DENGAN AL KAHFI (Penduduk Gua)

Saya berpendapat baginda nabi melakukan perjalanannya dengan menggunakan media sedangkan Al Kahfi tidak menggunakan media ke alam 309 tahun mendatang:

  1. Penduduk Gua (Al Kahfi) menembus alam waktu dengan keadaan menunggu (tidur) = tidak sadarkan diri.
  2. Baginda nabi menembus waktu dengan kesadaran penuh alias terjaga dari tidur.
  3. Al Kahfi dalam proses menembus waktu tersebut bisa dilihat oleh mata manusia biasa.
  4. Baginda Nabi Tidak disaksikan oleh mata manusia.
  5. Al Kahfi berdiam ditempatnya.
  6. Baginda Nabi melaju dengan kecepatan yang sukar dibayangkan perkiraan saya = 9.460.800.000.000.000 KM perdetik. (Sembilan ribu empat ratus enam puluh triliun  delapan ratus milyar) dalam satu detik. Apabila jarak galaxy Andromeda berjarak 2,5 juta tahun cahaya berapakah waktu yang diperlukan oleh baginda nabi untuk sampai ke galaxy tersebut?

1 detik = 300.000 KM = kecepatan cahaya.

1 tahun = 365 x 60 x 60 x 24 = 25.920.000.000 KM

2.500.000 = jarak galaxy Andromeda.

Jadi 25.920.000.000 x 2.500.000 = 64.800.000.000.000.000 KM

Jadi waktu yang dibutuhkan oleh baginda nabi = 64.800.000.000.000.000 : 9.460.800.000.000.000 = 6,849 detik dibulatkan = 7 detik.

Jadi apa bila manusia biasa dengan kecepatan cahaya dibutuhkan waktu 2,5 juta tahun untuk sampai ke galaxy Andromeda maka baginda nabi hanya membutuhkan aktu 7 detik saja perkiraan saya ini mungkin salah mungkin juga benar wallahulam. Hal ini baru saya kalikan dengan 1 berbanding 1000 tahun yang sesuai dengan waktu disisi Allah. Apa bila saya bandingkan dengan 1 berbanding dengan 50.000 tahun yang sesuai pula dengan naiknya malaikat ke langit maka akan didapat angka yang lebih seram lagi yakni:

9.460.800.000.000.000 x 50 = 473.040.000.000.000.000.

Apabila dibagi dengan jarak Andromeda = 64.800.000.000.000.000: 473.040.000.000.000.000= 0.13 detik

Maka baginda nabi hanya memerlukan waktu 0,13 detik untuk sampai ke Andromeda. Yang artinya tidak sampai seperempat detik wallauhalam. Namun hal ini tidak ada yang mustahil bagi Allah. Apa bila Allah berkehendak begini saya sangat percaya.

Apakah ini suatu kode dari Allah tentang luasnya alam semesta atau angka-angka ini mengisyaratkan kecepatan baginda nabi bersama malaikat jibril hanya Allah saja yang tahu saya sebagai manusia biasa hanya menggunakan akal dan nalar picisan saja.

Sedangkan dialam semesta ini begitu banyak galaxy bisa jutaan bahkan mungkin milyaran kalau sudah begini planet bumi ini bagaikan setitik debu dialam semesta.