75 Komentar

MESIN WAKTU 2

(Bagi para komentar yang tidak setuju dalam pandangan saya ini harap memberikan alasan yang dapat diterimah akal manusia biasa seperti saya ini sebab saya memberikan gambaran ini juga menggunakan akal dan fikiran lumrah biasa sebab al quran diturunkan juga dengan menggunakan akal yang sehat dan alquran itu diturunkan untuk menjelaskan segala sesuatu. Berdasarkan pemahaman yang sederhana ini maka saya berani mengemukakan pendapat saya pribadi berdasarkan literatur-literatur islam sebagai pegangan yang hebat. Dan jelaslah Al Quran itu bermuatan mujizat yang mengaggumkan dari Tuhanmu. Tujuan dari tulisan ini dan diskusi ini tidak lain ingin mencari benang merah yang kusut akibat pengaruh dari berbagai kebudayaan. Ingat kesempurnaan hanya milik Allah, apabila analogi saya benar semata-mata datang dari Allah apabila salah hal itu akibat kedunguan saya sendiri)

Kembali kita mengulas perjalanan baginda nabi yang diberkati oleh Allah SWT.

Sebagian ulama berpendapat bahwa baginda nabi melakukan perjalanannya bersama malaikat jibril adalah tidak menggunakan tubuh fisik rasulullah melainkan dengan roh beliau mengingat jarak tempuh yang super jauh dan hanya membutuhkan waktu hanya semalam saja. Apabila tubuh rasulullah ikut bersama dalam perjalanan tersebut maka raga beliau akan meledak. Di dunia ini tidak ada tubuh manusia yang mampu bertahan dengan kelajuan setara kecepatan cahaya. Demikianlah beberapa pendapat ulama.
Namun menurut saya pribadi perjalanan hebat rasulullah naik kelangit (kesidratul muntaha) adalah tetap menggunakan tubuh jasad beliau, hal ini bukan tanpa alasan:
1. Menggunakan kendaraan (buraq) yang membawa baginda nabi yang dipimpin langsung malaikat jibril .
2. Kalau memang hanya Roh Baginda maka kendaraan (buraq) tidak diperlukan.
3. Perjalanannya terjadi pada malam hari.
4. Kalau terjadi pada siang hari dengan disaksikan penduduk dunia maka baginda nabi benar-benar dicap sebagai tukang sihir.

Dengan berdasarkan penelaan saya tersebut maka baginda nabi ketika mir’raj adalah dengan menggunakan kendaraan buraq. Yang menjadi pertanyaan dalam benak saya adalah apakah buraq itu?

Menurut bahasa arab buraq= Al Buraq, cahaya atau kilat yang berupa sesosok mahkluk tunggangan ajaib yang membawa baginda nabi dalam perjalanan suci beliau. (Isra Mi’raj), Mahkluk ini diciptakan Allah dari cahaya. (Wikipedia)

Menurut hadist sahi bukhari “Aku dibawah oleh buraq yang merupakan hewan putih dan panjang lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari bagal yang dapat menjejakan kakinya sejauh mata memandang“.

Namun saya tidak setuju apabila hewan ini digambarkan seperti seekor kuda berkepala wanita cantik dengan sepasang sayap indahnya. Penggambaran suatu mahkluk yang belum perna dilihat oleh mata kepala manusia dan hanya menerka-nerka seperti kaum nasrani adalah perbuatan zalim. Sedangkan Allah tidak suka kepada manusia yang berbuat zalim.
Catatan:
Apabila sesosok buraq digambarkan seperti kuda terbang tersebut maka akan timbul keanehan seperti:
1. Agar suatu benda agar tetap mengapung diudara maka diperlukan sayap, fungsi sayap adalah untuk menarik udara yang ada diatasnya dan menghepaskannya kebawah akibat tolakan tersebut maka akan timbul daya dorong keatas. Agar posisi tetap stabil diperlukan pengulangan berbanding lurus dengan berat beban.
2. Sedangkan sayap tadi berfungsi apabila ada udara sedangkan diangkasa vakum udara.
3. Didaerah vakum udara (antariksa) sepasang sayap hanya akan menjadi beban sebab tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Mitos-mitos yang berkembang tentang mahkluk ini sangat banyak yang akan merusak generasi islam dan agama islam itu sendiri oleh sebab itu saya pribadi tidak mempercayai sesosok buraq yang digambarkan seperti itu sebab unsur nasranisasi telah masuk kedalamnya sebagaimana mereka menggambar ribuan bentuk tuhan mereka.
Saya percaya bahwa baginda nabi mi’raj bersama buraq (dalam alquran tertulis burqu) dan malaikat jibril titik. Bagaimana bentuk malaikat jibril, baginda nabi serta buraq saya tidak peduli. Karena apapun bentuk mereka tidak akan menambah pahala bahkan penggambaran wajah-wajah mereka akan membawa kita ke sirik.

Burqu atau buraq atau Al Buraq menurut hemat saya adalah sejenis kendaraan berteknologi canggih yang terbuat dari cahaya (bisa dianalogikan seperti mesin waktu) dengan alasan saya:
1. Selama dalam perjalanannya baginda nabi selalu bertanya tentang pemandangan hebat yang dilihatnya kepada malaikat jibril. Hal ini mengindikasikan kepada kita semua bahwa antara baginda nabi dan malaikat jibril jaraknya sangat dekat. Sedangkan suara bunyi (dari mulut baginda nabi) yang merambat ketelinga jibril diperlukan dimensi udara sebagai media rambat untuk menghantarkan getaran suara. Untuk itu diperlukan dimensi udara disekeliling mereka sebagai media penghantar gelombang bunyi.

2. Di karenakan selama perjalanan baginda nabi banyak bertanya kepada malaikat jibril hal ini menunjukan kepada kita bahwa yang menjadi pilot buraq adalah malaikat jibril dengan alasan: agar selama perjalanan terasa nyaman dan damai seorang pilot harus mengerti jalur pesawat , kelayakan pesawat dan menguasai secara keseluruhan dinamika pesawat tersebut dan yang paling penting dari itu semua adalah faham dengan trayek dan lalu lintas penerbangan. Dalam hal ini malaikat jibril entah berapa juta kali naik turun kebumi menyampaikan wahyu kepada utusan-utusan Allah. Dengan kata lain malaikat jibril senior dalam hal ini. Itulah sebabnya rasa nyaman diperjalanan membuat baginda nabi tidak merasa khawatir akan terjadi tabrakan dengan benda-benda angkasa sehingga terciptalah dialog-dialog hebat yang kita kenal sekarang sebagai hadist sahi tersebut.

3. Setiap memasuki langit pembatas yang selalu dijaga ketat oleh para malaikat penjaga maka malaikat penjaga selalu bertanya kepada mereka. Hal ini menunjukan kepada kita bahwa mereka terlindung oleh tabir atau kulit dari pesawat tersebut sebab mereka para malaikat penjaga tidak tahu siapa yang datang. Setelah dijelaskan kepada mereka bahwa mereka membawah baginda nabi barulah pintu gerbang langit dibuka. Begitu selanjutnya dan seterusnya. Sampai pada langit ketujuh.

4. Didalam pemeriksaan tersebut malaikat penjaga juga menanyakan identitas mahkluk bersama jibril hal ini mengindikasikan bahwa pesawat yang ditumpangi baginda nabi tidak terbuka melainkan tertutup sebagaiman pesawat biasanya. Setelah diterangkan kepada malaikat penjaga oleh jibril maka mereka boleh melanjutkan perjalanan tersebut.

5. Saya melihat system penjagaan seperti ini membuktikan keilmiahan agama islam ini. Bukan didunia ini saja berlaku penjagaan dan pengamanan didunia luar sana juga berlaku sistem security tersebut, hal ini menunjukkan kepada kita bahwa agama islam ini diturunkan bedasarkan logika yang sempurna. Itulah sebabnya pihak-pihak diluar islam sangat membenci agama hebat ini.

6. Sebenarnya misi mi’raj ini pada dasarnya adalah penjemputan “tiang agama” yang harus langsung didatangkan kepada pengembannya tidak boleh diwakilkan oleh siapapun. Itulah sebabnya ibadah sholat ini juga tidak bisa gantikan oleh ibadah yang lain dan harus dikerjakan dalam kondisi apapun dan bagaimanapun sebab lihat cara penjemputannya wahai kaum muslimin. Dan ultimatum Allah ini harus dilaksanakan tanpa kecuali. Mengapa Allah mendatangkan langsung beginda nabi kehadapanNya tidak lain dan tidak bukan kesakralan ibadah yang satu ini. Hikma dari ibadah ini langsung diberi ponten oleh Allah bagi yang mengerjannya. Tidak ada perkara sembunyi-sembunyian dalam hal pahala bagi yang mengerjakannya sendirian di ponten 1 dan bagi yang berjemaah diponten 27. Hebat, jelas dan transparansi sejelas misi tersebut.

Diantara ibadah-ibadah yang lain mungkin masih bisa diganti namun berlainan dengan sholat ibadah ini tidak bisa diganti dengan apapun sebab yang menjemputnya juga tidak bisa diwakilkan oleh abubakar, umar, usman dan ali.
(bersambung)

Iklan