30 Komentar

MESIN WAKTU

Banyak pakar fisika percaya dengan mesin waktu atau yang lebih dikenal Lubang Cacing alias Lubang Hitam (Black Hole) dengan mesin ini kita akan mampu menempuh dimensi waktu tampa batas bisa mundur (masa lampau) bisa maju (masa depan) tergantung setelan.
Mengingat Firman Allah dalam AQ bahwa tak seorangpun yang dapat memajukan dan memundurkan waktu ketika terjadi sakratul maut maka teori gila diatas musnah sudah.
Kalau memang teori itu benar dan mesin waktu bisa diciptakan maka yang terjadi adalah banyak manusia yang lari kemasa lampau sebab hari kiamat semangkin dekat. Atau dengan terjadinya kiamat maka manusia-manusia gila tersebut akan menerobos waktu masa lampau dengan mesin waktu yang diciptakannya. Artinya mereka tidak mau dan menerima hari kiamat itu. (Analogi gila)
Namun Allah adalah segala-galanya kalaupun manusia mampu menciptakan mesin gila ini toh mereka tidak akan sempat menghidupkannya karena keburu panic dan hilang akal atau menjadi rusak karena pengaruh terompet sangkakala… heheheh. (Tambah gila lagi)
Contoh kecil dalam kehidupan nyata dari mesin waktu bisa kita ambil kisah Ratu Balqis dengan singgasananya yang berpindah tempat dalam kedipan mata ke kerajaan Nabi Sulaiman AS. Ulama yang punya kerjaan ini tidak saja dekat kepada Allah namun seorang yang cerdik pandai percuma saja dia menyandang predikat ulama.

Apa yang terjadi dengan singgasana Ratu Balqis ini?
Padahal jarak antara Kerajaan Ratu Balqis dengan kerajaan Nabi Sulaiman ratusan mil. Sebelum saya membahas lebih lanjut saya akan menjelaskan fenomena baling-baling kipas angin sebagai pembukaan dari pembahasan gila ini.
Kipas angin yang berputar dari lambat semangkin kencang akan memberikan gambaran sebagai berikut:
1. Mata manusia mampu mengikuti pergerakan kipas angin yang berputar lambat.
2. Pada tahap selanjutnya mata manusia sudah tidak mampu lagi mengikuti putaran kipas angin yang semangkin kencang.
3. Pada tahap ini seakan-akan kipas angin menghilang dari pandangan mata manusia.
4. Tahap keempat gambar yang ada disebelah kipas angin tampak jelas yang disebabkan keberadaan kipas angin tersebut benar-benar hilang dari pandangan mata manusia.
5. Apabila kembali melambat maka mata manusia kembali dan mampu melihat pergerakan atau rotasi kipas angin tadi.

Hal ini terjadi karena keterbatasan mata manusia itu sendiri. Padahal kipas angin yang berputar hanya 5000 rpm. Masih lebih kencang harddisk yang saya gunakan 7200 rpm hehehehe… mengapa mata manusia tidak mampu mengikuti pergerakan kipas angin tadi? Karena mata manusia terbuat dari daging alias otot bukan besi yang hanya mampu mengikuti pergerakan kipas angin 40-180 rpm. Lebih dari itu akan mengalami kerusakan fatal apabila dipaksakan.
Gambaran pergerakan kipas angin ini saya analogikan untuk perbandingan pergerakan atom dalam planet ini. Sebua atom yang bergerak bebas dalam sebuah partikel 1.300.000 X 60 kali lebih cepat dari pergerakan kipas angin tadi atau setara 390.000.000.000. detak perdetik.
Apa bila sebuah atom itu diumpamakan sebuah kelereng yang bergetar sebanyak 390 Milyar kali perdetik dengan jarak satu meter maka kelereng tadi sudah dianggap tidak ada lagi. Licin dan kosong tidak ada benda apapun didepan mata kita kecuali bunyi yang ditimbulkannya memekakkan telinga.
Nah…demikian pula mahkluk bernama jin yang diciptakan dari api yang stuktur atomnya lebih ringan lagi dari atom-atom yang ada diplanet ini bahkan kecepatan getaran atom tersebut bisa empat (4) kali lipat dari yang saya lukiskan diatas. Itulah sebabnya jin tidak terlihat oleh mata kepala manusia kecuali jin itu sendiri yang punya niat yang lain.

Kembali ke pokok pembahasan gila tadi.
Lubang waktu ataupun lorong waktu ataupun lubang cacing adalah daya cipta karya kamuplase manusia belaka. Namun tidak menutup kemungkinan mesin ini tercipta beberapa tahun kedepan namun berfungsi tidaknya tergantung yang membuatnya lagi. Saya tidak menafikan bani adam ini akan mampu membuatnya mengingat teknologi yang hampir mendekati puncaknya.
Perjalanan manusia menerobos waktu seperti dialam mimpi belaka mengingat waktu tidak bisa dimundurkan dan tidak bisa dimajukan oleh siapapun kecuali yang punya kerjaan Allah SWT. Akan tetapi hambanya yang mulia sendiri telah melakukan perjalanan hebat yang mampu meruntuhkan iman manusia dan berpaling dari kebenaran. (peristiwa isra mi’raj)

Peristiwa isra mi’raj adalah perjalanan menembus waktu dengan menggunakan kendaraan eksklusif dari Allah. Kendaraan ini mengantarkan nabi dan malaikat jibril kesidratul muntaha tempat Allah bersemayam di Arsy. Berapa jarak antara planet bumi dan Arsy wallahualam. Jarak antara matahari dan bumi 150.000.000 KM dibutuhkan waktu 8 menit agar cahaya sampai kebumi. Jarak antara galaxy bima sakti dengan saudara dekatnya Andromeda menurut para ahli 2,5 juta tahun cahaya. Baik galaxy bima sakti maupun Andromeda adalah masih dalam tantanan alam semesta. Sedangkan kedudukan Arsy Allah diluar dari pada ether dunia ini…bagaimana mungkin seorang Muhammad dapat melakukan perjalanan hebat ini hanya dalam waktu satu malam saja. Disinilah letaknya Iman yang juga tidak bisa diukur dengan mesin apapun. Mau tidak mau baginda nabi menggunakan mesin waktu (Buraq) yang melesat diatas kecepatan cahaya.
Diumpamakan kecepatan cahaya 300.000km perdetik dan satu hari disisi Allah = 1000 tahun didunia maka 1000 x 365 x 24 x 60 x 60 = 31.536.000.000 detik. Apabila di kalikan lagi dengan kecepatan cahaya = 9.460.800.000.000.000. Apakah ini kecepatan kendaraan nabi dalam hitungan detik wallahualam. Itupun kalau jarak Arsy Allah berjarak seribu tahun cahaya. Kenyataannya Arsy Allah diluar dari alam semesta ini.

Analogi ini saya jabarkan tidak lain dan tidak bukan bahwa mesin waktu yang dimaksud adalah benar bedasarkan perjalanan hebat baginda nabi.(Dan saya ragu apakah manusia mampu membuatnya) Dan AQ sendiri telah menceritakannya. Dalam ilmu fisika berpindahnya suatu benda dari suatu tempat ketempat yang lain dibutuhkan waktu disini saya tidak ingin menjabarkan ilmu (Hukum Newton) yang kesohor itu. Yang saya perhatikan adalah lubang waktu atau mesin waktu tersebut.
Jadi saya sepakat dengan AQ bahwa mesin waktu itu adalah benar adanya berdasarkan peristiwa isra mi’raj…yang dedengkot Al Azharpun tidak mampu membantah kenyataan ini.
Merujuk pada peristiwa Al Kahfi (Cave) Gua.
Manusia yang tidur selama 309 tahun berdasarkan revolusi bumi. Sebenarnya peran Allah dominan disini walaupun dalam segi apapun Allah memegang segala kunci kendali kehidupan alam semesta. Namun setidaknya peristiwa Al Kahfi sedikit banyak mengundang kita untuk membahas dalam kaca mata fiskia karena hanya dalam dunia ini saya kira tabir yang menyelimutinya dengan harapan sedikit demi sedikit terkuak.
Al Kahfi sebagaimana yang diceritakan AQ mengundang decap kagum akan kekuasaan Allah. Karena peristiwa ini terjadi dibumi dan bukan diplanet lain maka saya punya keyakinan tersendiri peristiwa ini suatu saat akan menemui jalan terang.

Sebelum kita memulai mengupas peristiwa tersebut saya tampilkan sepenggal ayatnya:

18:18. Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur; dan Kami bolak-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.
Ayat diatas mengindikasikan sedang berjalannya peristiwa tersebut. Mereka (penduduk gua) sedang menembus/melaksanakan apa yang dinamakan metafisika (alam ghaib). Keberadaan mereka tampak namun diselimuti misteri. Dengan kata lain mereka sebenarnya sedang melakukan perjalanan menembus waktu. Keberadaan mereka sudah hadir di tahun 309 kemudian yang tampak oleh mata kepala manusia hanya prosesnya saja. Apakah mereka bisa dikatakan manusia masa depan? Tergantung perspektif mana yang kita gunakan.

Sebenarnya peristiwa tersebut tidak ada yang aneh kalau dilihat dari segi umur sebab umur mereka masih kala dengan nenek moyang manusia nabi adam atau nabi nuh. Yang membuat takjub adalah lamanya tidur dan proses “metamorphosis” tersebut.
“tidur” adalah symbol yang diberikan Allah kepada mereka dan kepada kita yang terjadi sebenarnya adalah perjalanan menembus waktu. Analogi ini Allah kemukakan untuk sebuah penantian hari kiamat bagi manusia yang berada di alam barzah. Bagi mereka yang berada di alam barzah sama halnya dengan peristiwa Al Kahfi ini. Kita yang masih hidup merasakan perputaran waktu tidak bagi mereka yang di alam sana. Perputaran waktu sudah tidak berlaku lagi bagi mereka.

Apabila dikatakan kepada mereka pada penduduk barzah berapa lamakah kalian tinggal disini jawabanya akan sama dengan jawaban penduduk gua; sehari atau setengah hari. Mengapa bisa terjadi demikian? Karena waktu tidak mengikat mereka lagi, mereka tidak mengenal waktu, standar hari atau setengah hari yang mereka kemukakan hanya sebagai ukuran jarak perkiraan buta belaka. Itulah sebabnya mereka tidak tahu berapa lama mereka berdiam disana.
bersambung

Iklan