25 Komentar

LARILAH KEHULUNYA…

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan penolongmu kaum yang dimurkai Allah, sesungguhnya mereka telah putus asa terhadap negeri akhirat sebagaimana orang-orang kafir yang telah berada dalam kubur berputus asa.(Al-Mumtahanah 13)

Ayat diatas menjelaskan kepada kita bahwa orang-orang kafir putus sudah harapannya. Baik di alam kubur maupun di akhirat dan sesungguhnya janji Allah adalah benar.

Mengapa mereka berputus asa…apa yang terjadi pada mereka?
Asa sama dengan harapan, manusia meletakan harapan pada sebagian yang lain namun harapan tinggal harapan asa tinggal asa. Kepada siapa mereka menggantungkan harapan? Tidak lain tidak bukan kepada thagut. Yakni kepada tuhan-tuhanan. Mengapa sampai menaruh harapan pada thagut? Bukankah mereka yakin dan seyakin-yakinnya mendapatkan keselamatan?
Baik islam maupun non islam akan mendapatkan tempat yang sudah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa. Takdir seperti ini hanya dapat ditembus dengan satu jalan yakni TOBAT. Tobat sendiri adalah takdir. Mengapa harus bertobat?

Didalam islam diajarkan bagaimana tobat itu sebenarnya dan banyak hadist nabi yang menyinggung masalah ini.

Ketika mereka mendapatkan siksaan yang hebat di dalam kubur, namun ingatan mereka tidak hilang bahkan ingatan mereka terlempar kedunia, mereka ingat bahwa telah datang kepada mereka seseorang pemberi peringatan hanya saja mereka tidak menghiraukannya. Ketika cambuk dan pengadah dari api nereka menghancurkan tubuh mereka semakin jelas ingatan yang mereka miliki kekafiran demi kekafiran yang mereka lakukan tidak lain hanya buah sesal yang mereka petik sekarang.

Keselamatan demi keselamatan yang diagung-agungkan ketika hidup didunia hanyalah sebuah tipu daya Iblis yang menyesatkan kaum adam. Ketika cambuk yang berpijar melilit tubuh mereka barulah mereka sadar bahwa sesungguhnya mereka telah jauh dari keselamatan itu.

Ayat diatas adalah gambaran umum yang diberikan oleh Allah SWT. Sesungguhnya kaum kafir benar-benar berputus asa. Walaupun islam sekalipun namun tidak menjalankan syariat nabi maka siksaan mereka lebih hebat lagi dari kaum yang benar-benar kafir.

Allah menjelaskan dalam Al Quran bahwa kaum munafik tempatnya adalah dasar atau kerak neraka. Berbeda dengan Iblis walau tempatnya sudah pasti neraka namun tidak didasar nereka. Untuk minta keselamatan hanya kepada Allah saja tidak yang lain, sebab ditanganNyalah keselamatan itu.

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata”. (Ass-Shaff 6)

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci. (Ass-Shaff 9)

Kalaulah tidak datang seorang Rasul kepada manusia untuk memberikan ajaran yang benar dan tiba-tiba Allah mengazab kita dengan azab yang hebat itu…maka bolehlah kita komplen kepada Allah. Dan saya rasa Allah akan mencabut azab tersebut. Maka kalimat protes yang akan keluar dari penduduk nereka adalah “Ya Allah Tuhan Yang Maha Perkasa, kami ini adalah hambaMu apa dosa dan kesalahan kami sehingga Engkau berlaku seperti ini…kalaulah kami salah dan berdosa tunjukkan kepada kami mana yang salah dan mana benar padahal belum datang kepada kami seorangpun yang memberi petunjuk”

Namun scenario yang sebenarnya adalah kebalikan dari itu semua bahwa sang utusan itu sudah berada ditengah-tengah kita dan sekarang telah meninggalkan dua petunjuk hebat Al Quran dan Al Hikma (Sunnah Nabi).

Kemana kita akan lari? Tidak ada tempat untuk lari selain berlari kepada Allah saja. Pepatah mengatakan “kalau takut kemata pedang maka larilah kehulunya”