77 Komentar

AH…SUDAHLAH….

AlamPerdebatan yang tak kunjung  usai antara kaum mukmin dan nasrani tentang tokoh sentral dalam agama nasrani yaitu Nabi Isa As. Di lain pihak kaum nasrani mengaggap Nabi Isa adalah Yesus Kristus Sang Penebus Dosa, dipihak mukmin Isa adalah seorang Rasul dan Nabi. Perbedaan baca: Perdebatan, mendasar ini telah ada sejak Alquran diturunkan bahkan jauh sebelum diturunkan 2000 tahun yang lalu.

Alquran mempertegas bahwa Isa As adalah seorang rasul sekaligus seorang nabi tidak lebih dari pada itu. Dalam Surah Maryam Allah telah memberikan semacam pencerahan dalam kasus ini yaitu jawaban atas tuduh-tuduhan yang tidak pada tempatnya pada Sosok Nabi Isa As.  Bisa dikatakan Allah membela nabi ini yang tidak tahu apa-apa tentang Penebusan Dosa sepeninggalnya beliau diangkat oleh Allah. Melihat kenyataan ini memang wajarlah kalau timbul perdebatan disana sini! Maka Alquran sebagai satu-satunya sumber valid memberikan jawaban.

Namun perlu diketahui bagi umat islam bahwa ajaran Rasulullah sebenarnya tidak perlu diperdebatkan lagi sebab sudah tuntas.

“Pada hari ini telah Ku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhoi Islam itu menjadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah: 3)

Dalam konteks Agama Islam permasalahan ini tidak ada yang perlu diperdebatkan, sebab permasalahan apapun sudah ada jawabannya baik dari Alquran maupun hadist. Namun sepertinya keputusan ini seperti memberikan berbagai pertanyaan-pertanyaan bagi kaum nasrani, mereka tidak menerima keputusan yang dirasakan sebagai vonis mati bagi agama mereka, salahkah umat islam dalam hal ini?

Semuanya kembali kepada pemeluk agama kita masing-masing, saya rasa tidak ada yang salah dengan agama islam yang salah itu pemeluknya. Bahkan pemeluknya sendiri membentuk sekte-sekte yang jelas-jelas sesat. Seperti yang di sabdakan oleh Nabi:

Sabda nabi Muhammad, terekam dalam berbagai hadis, diriwayatkan oleh Imam Tirmizi, lihat Sahih Tirmizi, juzuj 10, muka surat 109: “Bahawasanya bani Israel telah berfirqah sebanyak 72 firqah dan akan berfirqah umatku sebanyak 73 firqah, semuanya akan masuk Neraka kecuali satu.” Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya: “Siapakah yang satu itu YaRasulullah?” Nabi menjawab: ” Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagai peganganku dan pegangan sahabat-sahabatku.” Diriwayatkan oleh Imam Thabrani, Hadis yang sama sertinya tersebut juga dalam kitab “Al Milal wan Nihal” Juzuk 1 halaman 11, karangan Syahrastani (wafat 548H):

Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah Perlukah kita melayani hujatan, asutan dan fitnah yang berbentuk pertanyaan dari kaum yang lain? Kalau didiami maka saya ingat dengan hadist Rasulullah “Sampaikan olehmu walau satu ayat” kalau dilayani maka akan timbul perdebatan sedangkan berdebat dilarang oleh nabi. Mana yang harus kita ambil.

Yang benar adalah memberikan jawaban bukan berdebat. Jadi menurut saya yang bodoh ini sebaiknya umat islam itu memberikan jawaban bukan berdebat namun celakanya umat nasrani tidak puas dengan jawaban itu itu saja yang jelas mereka sepertinya meminta lebih dari itu yaitu “sebuah pengakuan”.  Pada taraf ini maka “Bagimu agamamu bagiku agamaku”  adalah jalan keluar bagi seorang mukmin. Bukan jalan lari dan bukan juga jalan menyerah.

Ah…sudahlah….

Iklan