BAYANGAN ANEH

46 Komentar

masjid_rasdul[1]Tampaknya tulisan saya yang kali ini sedikit ngawur alias gila hehehe. Pada pukul 2.11 WIB saya sholat Zuhur. Seperti biasa arah sholat saya selalu berpatokan dengan arah Matahari terbenam, karena saya tidak tahu secara persis letak Kiblat yang sesungguhnya, maka Matahari merupakan satu-satunya sumber arah kiblat saya sholat, namun saya juga berpatokan dengan arah parabola azimuthnya satelit palapa.

Saya berpatokan hanya kepada kedua benda tersebut baca: matahari dan azimuth parabola. Sebagai jalur aman untuk menentukan arah kiblat. “Filosofi”seperti ini sudah saya gunakan hamper separo perjalanan hidup.

Nah keanehan baru muncul ketika saya sholat pada pukul diatas. Arah bayangan matahari dan arah parabola tidak lagi sejajar sebagaimana patokan saya dulu.

Kosentrasi saya buyar ketika sholat. Bentangan sejadah yang biasanya saya bentangkan tidak lagi lurus dengan arah parabola dan tidak ‘sejalan’ dengan bayangan matahari. Saya berfikir ketika itu jangan-jangan parabola saya yang miring diganggu orang. Ternyata tidak, atau saya yang salah tangkap tentang bayangan ini, maklum ilusi yang dihembuskan oleh iblis kepada manusia bisa saja terjadi.

Saya bertekad setelah sholat nanti saya akan pergi ketempat orang tua untuk melihat kenyataan yang sesungguhnya. Maklum parabola milik Ibu adalah parabola yang pertama saya pasang jadi saya ingat betul.

Dengan berbekal penasaran, saya selidik tata letak bayangan matahari yang menganggu sholat saya tadi. Sepanjang jalan saya berharap bahwa saya keliru. Ternyata kekeliruan saya yang keliru. Sebab bayangan matahari memang sudah berubah artinya tidak lagi tepat pada tempatnya semula.

Untuk memperjelas kenyataan ini Saya selidiki sebuah Surau Tua yang tidak digunakan lagi entah apa penyebabnya saya tidak tahu menurut saya yang bodoh ini tentu masyarakat disini dahulu kala membuat surau arah kiblatnya kearah matahari terbenam. Rasa terkejut saya bukan main besarnya. Pada pukul 18.00WIB atau dekat waktu sholat magrib saya selidiki ruang yang menjorok keluar tempat imam memimpin sholat. Matahari yang mulai terbenam tidak sesuai dengan arah ruang yang menjorok keluar ini melainkan menceleng 45 derajat.

Untuk menghibur hati yang sedang gunda gulana saya berfikir bukankah tata letak kota Meka tidak beruba yang berubah hanya matahari terbenam. Lalu mengapa surau ini tidak digunakan lagi?

Agar keragu-keraguan ini terjawab maka saya meyelidiki sebuah surau lagi namun hamper sama dengan yang tadi tata letak surau ini juga tidak pas lagi. Kurang puas dengan hasil ini saya pergi ke Masjid dekat rumah mertua saya, Masjid Tua ini yang hamper berumur 80 tahun saya perhatikan betul-betul tata letaknya juga sama seperti tadi namun tidak parah hanya melenceng kurang lebih 15 derajat . kesimpulan saya dari “eksperimen gila” ini adalah hamper seluruh dari tempat ibadah umat islam tidak lagi mengarah pada matahari terbenam. Namun apakah tetap mengarah ke kota mekah?

Atau saya yang salah, bagi teman-teman yang mengerti tentang ilmu astronomi tolong dijelaskan masalah ini sebab saya buta dengan ilmu aneh ini.

Atau bumi kita (lempengan) yang selalu bergerak (mengingat firman Allah dalam alquran bahwa sesungguhnya gunung-gunung itu sebenarnya bergerak)

Atau Matahari dengan malu-malu ingin berpindah tempat dari tempatnya terbit dari situ pula dia ingin terbenanam.

Mengingat hadis Nabi Allah kekasih Allah, Muhammad SAW saya benar-benar merinding dan teringat akan banyaknya dosa yang saya lakukan. Ah betapa apa-apa yang telah Rasul katakan adalah benar:
“KIAMAT BELUM BERDIRI SEBELUM MATAHARI TERBIT DARI TEMPATNYA TERBENAM”

Image: http://mooztava.blog.friendster.com/2008/06/

Penulis: Filar Biru

Gigitlah dengan gigi geraham dengan Kuat

46 thoughts on “BAYANGAN ANEH

  1. Ini e-mail dari seorang teman saya :
    Istiwa A’zam di Mekkah
    SAAT PALING TEPAT MENENTUKAN ARAH KIBLAT

    Matahari berada tepat di titik Zenit kota Mekkah pada 28 Mei 2009 pukul 09.18 GMT atau 12.18 Waktu Makkah (GMT+3) atau 16.18 WIB (GMT+7) serta 16 Juli 2009 pukul 09.26 GMT atau 12.26 Waktu Mekkah (GMT+3) atau 16.26 WIB (GMT+7)

    Istiwa adalah saat saat posisi matahari melintas tepat di meridian langit. Dalam penentuan waktu shalat istiwa digunakan sebagai pertanda masuknya waktu shlalat Zuhur. Istiwa A’zam atau ‘istiwa utama’ adalah peristiwa astronomis saat posisi matahari berada tepat di titik Zenith (tepat di atas kepala) suatu tempat. Peristiwa ini hanya terjadi di daerah yang memiliki lintang tidak lebih dari 23,5˚ Lintang Utara dan 23,5˚ Lintang Selatan. Istiwa A’zam yang terjadi di kota Makkah dimanfaatkan oleh kaum Muslimin di negara-negara sekitar Arab khususnya yang berselisih waktu tidak lebih dari 5 (lima) jam untuk menentukan arah kiblat secara presisi. Istiwa A’zam di Makkah terjadi dua kali dalam setahun yaitu pada tanggal 28 Mei sekitar pukul 12.18 Waktu Makkah dan 16 Juli sekitar pukul 12.26 Waktu Makkah. Atau untuk tahun kabisat, pada tanggal 27 Mei pukul 12.18 Waktu Makkah dan 15 Juli pukul 12.26 Waktu Makkah. Fenomena Istiwa A’zam terjadi akibat pergerakan semu matahari yang disebut gerak tahunan matahari (musim) sebab selama bumi beredar mengelilingi matahari sumbu bumi miring 66,5˚ terhadap bidang edarnya secara tetap mengarah ke kutub langit sehingga selama setahun dilihat dari bumi matahari mengalami pergeseran ke arah Utara dan Selatan setiap hari.
    Teknik penentuan arah kiblat menggunakan Istiwa A’zam sebenarnya sudah dipakai lama sejak ilmu falak berkembang di Timur Tengah. Demikian halnya di Indonesia dan beberapara negara-negara Islam yang lain juga banyak menggunakan teknik ini. Sebab teknik ini memang tidak memerlukan perhitungan yang rumit dan siapapun dapat melakukannya. Yang diperlukan hanyalah sebilah tongkat dengan panjang lebih kurang 1 meter dan diletakkan berdiri tegak di tempat yang datar dan mendapat sinar matahari. Nah pada tanggal dan jam sat terjadinya peristiwa Istiwa A’zam di Mekkah simaklah bayangan yang terjadi. Karena di negara kita peristiwanya terjadi pada sore hari maka arah bayangan tongkat adalah ke Timur, sedangkan arah bayangan sebaliknya yaitu yang ke arah Barat agak serong ke Utara merupakan arah kiblat yang benar. Cukup sederhana dan tidak memerlukan ketrampilan khusus serta perhitungan yang njlimet. Jika hari itu gagal karena matahari terhalang oleh mendung maka masih diberi roleransi penentuan dilakukan pada H-1 atau H+
    Wallahualam bishawab.

  2. Ass. wr. wb

    Maaf mas saya mampir di blognya, saya cuma mau nyamapein sedikit, maslah yang mas tulis diblog, masalah ini sebenarnya saya juga pernah diskusikan dengan salah satu pimpinan pondok pesantren hakekat di daerah jawa timur, tapi saya belum bisa jelas memahami penjelesan beliau, nanti kalau saya sudah bisa memahami mudah2an saya bisa bagi-bagi.

    Wassalam wr wb

  3. yayaya.. saya juga nunggu pembagiannya..:mrgreen:
    Salam Sayang

  4. wuiii kang boed ikut-ikutan dah tuh bangku kosong masih ada!

    calam cayang lagi

  5. ::bukannya tempat terbitnya matahari juga ada masa berpindahnya.., pada saat itu apakah bumi juga bergerak searah dengan matahari..??, kalau tidak.., mungkin ada maksud lain.., jangan-jangan kalau diterusin ngikutin arah matahari tenggelam..kiblatnya siapa..?? he..he..bercanda..

    ____________________________________________________________________________
    @Mas Zal

    Pertama aku bingung mas tapi setelah membaca artikel pada blog teman2 aku jadi ngerti sekarang
    terimakasih atas kunjungannya

    salam

  6. Kira’in apa, karena judulnya bayangan aneh saya pikir mas filar lagi melihat penampakan makhluk halus. Ternyata tentang posisi matahari terbenam.

  7. saya jg menyadarinya.
    saya ingat waktu saya smp
    waktu itu matahari tepat mengarah pada sy setiap sy keluar dari wc luar rumah.
    tapi skrang/sudah lama matahari itu jelas-jelas bergeser.
    atau mungkin saya yang salah.
    wallahu’alam

  8. @jookut

    hmmm iya ya kok lo sama ama aye…
    salam

  9. matahari memang bergeser, di al quran kan ada tentang dua tempat terbit dan dua tempat terbenam

    dari 21 maret ke 22 juni, matahari terbit bergeser ke kanan dan terbenam ke kiri
    dari juni ke september balik lagi ke tengah ke tempat semula
    dari sept ke desember terbit bergeser ke kiri dan terbenam ke kanan

    hal ini terjadi karena bumi mengalami buaian (al quran: mahdi) ke kanan dan ke kiri seperti bandul, sehingga arah terbit dan terbenam matahari terlihat bergeser

    • @Qarrobin

      benar apa yang engkau katakan hanya saja pikiranku saat itu terlalu kalut sehingga aku coba memperhatikan di beberapa tempat aku takut kalo2 pemandangan aku saja yang salah. dan ternyata benar setelah aku pelajari di beberapa buku fisika. maupun di internet.

      aku hanya khawatir saja Juti…jangan2 dunia mau kiamat sebab aku tidak mau menyaksikan dunia kiamat. makasih masukannya.

  10. assalamualaikum
    @FB
    meng-copy pny mas qorobin ”
    “”matahari memang bergeser, di al quran kan ada tentang dua tempat terbit dan dua tempat terbenam””
    nah selanjutnya,pengalaman anda,merupakan jawaban bagi kaum bodoh yang selalu menilai bahwa Al Quran ngawur !!!!
    wassalam

  11. dulu juga waktu SD saya beranggapan bahwa arah kiblat adalah sejalan dengan arah matahari terbenam,,,eh gak tahunya kok berubah tiap tahun,,,akhirnya saya tanya ustadz “wak,kiblat itu menghadap arah matahari terbenam atau kemana?kok arah kiblat saya berubah !!”
    ustadz bilang “eh,kau ini.kiblat kita itu arah ke ka`bah bukan arah matahari.Kamu bisa bingung nanti kalo berubah arah terus.bisa2 suatu saat kau menghadap timur.dan agama kita mengajari utk istiqomah dan bisa dimulai dari belajar mencari arah kiblat yang benar”
    saya (waktu itu gak ngerti maksud beliau,cuma sadar aja bahwa salah arah dan belajar (dengan cara melihat dari atap rumah) menentukan arah kiblat sesuai mushola dkt rumah.
    hahahaha…..
    salam

    • Hmmm…itu pikiran Saya waktu dulu Mas Abu….heheheh sekarang nggak lagi. Sebab Kiblat Umat Islam itu sebenarnya adalah Ka’bah di Kota Mekkah. Hanya saja arah terbenam Matahari kebetulan saja sejajar dengan garis lurus itu dengan Indonesia. Dan kalau kita berpatokan dengan terbenamnya Matahari, itu salah besar.

      Kita bisa melihat di Gogle Map, sangat mudah kok untuk mengetahui kota Mekkah.

      SALAM.

  12. Mau tanya

    kalo kita tersesat di pedalaman hutan amazon atau hutan kalimantan yang tak ada satelit palapa maka arah kiblat ke mana tuh mas ?

    Kalau astronot muslim lagi di luar angkasa mau sholat itu mau menghadap ke mana tuh ?
    (mungkin itulah mengapa tidak ada astronaut muslim he he he becanda)

    • Dear om jell,,,

      Alhamdulillah,,,,
      om Jell udah berkenan nanya2 masalah sholat, mending datang langsung ke tempatnya mas filar, om. Pasti dey beliaunya senang, trus om dikasih hadiah sarung, peci ama Al Qur’an.

      Welcome brother…

  13. @Jejel

    kalo kita tersesat di pedalaman hutan amazon atau hutan kalimantan yang tak ada satelit palapa maka arah kiblat ke mana tuh mas ?

    Untuk Sholat Magrib jelas sekali arahnya walau tidak sejalur arahnya dengan terbenamnya matahari di ufuk timur. Yang jelas menghadap ke ufuk timur itu sudah sah. Sebab posisi kita (Indonesia) sholatnya memang menghadap ke timur.

    Kalau kita tersesat pada saat tengah hari sedangkan waktu sholat telah masuk yaitu waktu Zhuhur, sedangkan posisi Matahari tepat di atas kepala kita, artinya bayangan kita sendiri kita injak dan posisi timur dan barat tidak kita ketahui dengan pasti, tempat bertanyapun tidak ada, teknologi apa lagi. Maka pada saat seperti itu menghadap kemana saja sah hukumya, karena dengan satu dalil ‘bahwa Timur dan Barat milik Allah’. Sebenarnya umat islam bebas saja mau sholat arahnya kemana saja, hanya saja menghadap ke Kiblat merupakan penyempurnaan hukum ketentuan Allah sendiri, (agar seragam) yang harus di patuhi, apabila kita tidak tahu arah kiblat hukum ini gugur dengan sendirinya bukan berarti gugur selama2nya.

    Ka’bah hanyalah sebuah simbolis persatuan dan keseragaman umat islam di dalam arah kemana dia harus menghadapkan wajahnya untuk sembahyang (sholat). Apa bila kami di perintahkan oleh Allah untuk sholat arahnya ke barat, sementara Ka’bah masih di Mekkah, maka wajah kami arahnya ke barat. Tidak ada sangkut pautnya antara Ka’bah dengan sholat kaum muslimin.

    Artinya kaum muslimin bukan menyembah Ka’bah ataupun batu Hajar Aswad seperti kaum kristen tuduhkan.

    1. Sebenarnya bagi kaum muslimin yang mengerti ilmu tumbuh-tumbuhan dengan segala sifat dan karateristik tumbuh-tumbuhan tersebut, dengan melihat kemana arah bunga ataupun arah dedaunan yang menangkap sinar matahari, maka dengan sendirinya mereka akan mengetahui di mana posisi timur dan barat.

    2. apabila hal itu terjadi pada malam hari maka patokannya ada bulan, dengan melihat sinar bulan yang tampak maka akan di ketahui di mana posisi timur dan barat.

    Apabila kita tidak mengatahui ilmu2 seperti itu maka menghadap kemana saja hukumnya sah.

    contoh 1: Sholat adalah wajib bagi umat islam dengan segala ketentuan dan peraturannya…nah….ketika kita sedang sakit, mengerjakan sholat dengan posisi duduk juga boleh, kalau tidak mampu duduk ya berbaring, tidak mampu juga berbaring ya isyarat mata tidak mampu juga dengan isyarat mata ya dengan isyarat hati tidak mampu juga ya di sholati…peraturan ini bukan gugur selama-lamanya bagi yang mengerjakan sholat, apa bila kondisi fisik kembali sehat dia di kenakan kembali dengan peraturan yang baku tersebut.

    contoh 2: kalau tersesat di dalam hutan, sedangkan perbekalan tidak ada lagi untuk di makan. dan untuk mencari makanan yang ada di dalam hutan juga tidak ada lagi waktu sedangkan kelaparan hebat melilit perut, dan teman2 yang lain juga mengalami hal yang serupa bahkan ada yang tewas karena lapar, sedangkan makanan yang ada pada waktu itu hanya ada seekor babi yang terjerat, maka makan daging babi dengan tujuan untuk mempertahankan diri pada waktu dengan tidak berlebihan hukumnya sah. Setelah tenaga pulih kembali, maka memakan daging babi itu kembali hukumnya menjadi haram.

    Kalau astronot muslim lagi di luar angkasa mau sholat itu mau menghadap ke mana tuh ?

    Kalau dia berada di dalam kapal ulang alik, menghadapnya ke arah haluan pesawat, dalilnya ada. Nabi pernah berpesan kalau sekiranya ada dari kaum muslimin ingin sholat sementara dia berada di atas kendaraan maka dia menghadap ke mana saja kendaraan itu membawanya, itu artinya kita menghadap ke arah haluan kendaraan yang kita tumpangi. Hukum ini berlaku untuk seluruh jenis kendaraan baik udara, darat dan laut.

    (mungkin itulah mengapa tidak ada astronaut muslim he he he becanda)
    Ada dan tidak ada astronot muslim, tidak ada sangkut pautnya dengan ibadah sholat.

  14. @ Maz Filar
    Assalamu’alaikum…
    Setahuku, lintasan matahari (terbit-terbenamnya) tidak persis dari timur ke barat, keknya selalu bergeser pd tiap bulannya gitu (dng batasan ampe 23^ LS sampe 23 LS kali ya ?,,, mungkin bisa tanya kang agor).
    Ato ga mungkin link ini bisa ngebantu (walo sy belum kenal pemiliknya, baru aja nemu sih,,,) http://genghiskhun.com/perkiraan-arah-kiblat-tiap-hari-dengan-skema.

    • @Samaranji

      Betul tiap bulannya emang bergesar lintasan matahari tersebut dan akan kembali lagi seperti semula 4 tahun sekali.

      SALAM

    • menghadap ke Kiblat merupakan penyempurnaan hukum ketentuan Allah sendiri, (agar seragam) yang harus di patuhi, apabila kita tidak tahu arah kiblat hukum ini gugur dengan sendirinya bukan berarti gugur selama2nya.

      Saya bingung..

      pertama dibilang HARUS DIPATUHI…
      tapi kemudian berkata BISA GUGUR ..(kalau tidak tahu)

      ***Kamu boleh merampok asal kau tidak tahu merampok itu dosa..***

      ada-ada saja kalau orang arab buat peraturan…..

      • @Jejel

        Jejel…Jejel…Merampok jelas berdosa dan jelas salah. Sedangkan Ibadah Sholat adalah kewajiban setiap mukmin, mengerjakannya jelas berpahala meninggalkannya jelas berdosa.

        Menghadap ke kiblat memang harus di patuhi sebagaimana Rasulullah SAW juga mematuhi. Akan tetapi kalau kita tersesat di dalam hutan belantara seperti yang engkau katakan, apa yang harus di patuhi lagi sedangkan arah kiblat kita saja tidak tahu?

        Bukankah mematuhi hukum Allah adalah karena kita tahu hukum tersebut? Nah…kalau orang tidak tahu apakah harus mematuhinya?

        Bukankah yang di beri ujian adalah orang2 beriman?
        Bukankah yang ikut ujian anak sekolah?

        Apa kamu pikir orang di pasar yang menjual martabak ikut ujian juga seperti anak sekolah?

        Hahahahaah….Jejel…jejel….

        Di dalam islam hukum itu bisa tidak berlaku dalam keadaan darurat. Di patuhi apabila keadaan normal dan pemeluknya mengetahui hukum tersebut.

        Apa kamu pikir orang yang berpenyakit di dlm tubuhnya di wajibkan baginya berpuasa sebagaimana orang yang sehat? Padahal Puasa di Bulan Ramadhan itu wajib bagi kaum muslimin yang berakal dan baliq. Bukankah kewajiban ini bisa gugur bagi pemeluknya yang mengidap penyakit?

        Apanya yang harus engkau bingungkan?

        Engkau memberikan analogi merampok! sekarang aku tanya padamu, apakah orang gila, merampok bisa engkau katakan berdosa? HAHAHAHAH…

        Kamu bertanya kan tentang situasi dan kondisi! Maka setelah aku jabarkan, sekarang malah engkau mengartikan dengan merampok.

        Apakah merampok sama dengan orang mendirikan sholat?
        Apakah orang yang merampok dan tersesat di hutan amazon atau hutan kalimantan memerlukan arah kiblat?

        Apakah pertanyaanmu ada singkronisasi dengan jawabanmu sendiri?

        Engkau memang sangat menyedihkan Jejel…
        Aku kira kamu berubah di tahun baru masehi ini tapi malah tambah menyedihkan dan tambah jauh dari cerdas.

      • salam
        @FB
        saya gak tahu mesti komen apa (:
        uda begitu jelas tetapi masih tetap saja jelasnggak !!!!
        Allah berfirman (maaf jika salah karena letak dan redaksi ayat saya tidak ingat betuL :mereka sama dengan anjing.Engkau bicara/diam,mereka tetap hanya bisa menjulurkan lidah.
        salam
        @jelasnggak
        jelas bagi saya bahwa anda nggakjelas.
        salam

      • makanya saya tanya….. !

        Apakah berkiblat ke kabah itu HUKUM OWLOH …… atau hukum buatan mamad……?
        Kalau hukum owloh.. ya harus dipatuhi 100% dong..

        ..
        ..
        Aneh..

        Lha wong hukum awloh kok disamakan dengan ujian…

        Dilihat dari tujuannya saja sudah beda.
        Yang satu, kalau tidak dipatuhi akan masuk neraka
        yang lain, kalau tidak dipatuhi yaa paling cuma ngga lulus ujian.

        .
        .
        Orang arab memang suka aneh.

      • @Abu hanan.

        Kamu memang serba ngga tau..
        Makanya kamu masih muslim kan ?

        Pantaaasss..

      • @Jel

        makanya saya tanya….. !

        Apakah berkiblat ke kabah itu HUKUM OWLOH …… atau hukum buatan mamad……?
        Kalau hukum owloh.. ya harus dipatuhi 100% dong..

        Jelas hukum Allah, tapi Allah juga yang memberi dispensasi bagi hambaNya yang kurang mampu, Contoh:

        Ibadah Haji wajib bagi setiap kaum muslimin dan ini adalah perintah Allah, apa kamu pikir orang yang tidak mampu sanggup melaksanakannya?

        Jejel…kamu tu kalo ngomong pake dengkul, pantesan

        ..
        ..
        Aneh..

        Lha wong hukum awloh kok disamakan dengan ujian…

        siapa yang bilang hukum Allah, ujian? lihat konteks kalimatku diatas anak sd aja ngerti apa yang aku tulis.

        Ampun…

        Dilihat dari tujuannya saja sudah beda.
        Yang satu, kalau tidak dipatuhi akan masuk neraka
        yang lain, kalau tidak dipatuhi yaa paling cuma ngga lulus ujian.

        hahahah kamu itu otaknya di dengkul

        .
        .
        Orang arab memang suka aneh.
        Hmmmm…itu memang aneh bagimu tidak bagi kami, syukurlah kami menjadi orang aneh di matamu

      • Jelas hukum Allah, tapi Allah juga yang memberi dispensasi bagi hambaNya yang kurang mampu

        Makanya saya bingung..

        awloh mu jelas plin plan.

        Awloh : filar jangan merampok yaa… tapi kalo kepepet boleh dehhh..

        .
        .
        .
        Dasar mamad bisa-an aja bikin aturan..

  15. @Abu

    Yang kamu maksudkan suratnya ini:

    S U R A T A L – A ‘ R A F

    7:176. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

    Terimakasih sudah memberi sentilannya, demikianlah orang-orang yang di beri peringatan.

    SALAM

  16. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Sekedar mampir dan numpang baca Maas. Lama nggak mampir. karena saya mencoba menyambangi teman-teman kita yang masih nasroni bebicara tentang konsep ketuhanan di Web mereka , Aduuh membingungkan konsep ketuhanan mereka ternyata.

    Salam.

  17. Yus…Yesus…
    Turun dimana sih nih anak…?
    Yesuuuuusssss… ayam gw jinak koq….
    Paling lo sekarat doank…
    Sus…Yesus…
    Ayo donk….
    Ada yang liat Yesus gak?

  18. @ Mas Filar
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Hanya Nanya Saat saya klik Fila Biru, kok masuk ke “Vila Putih In Allah We Trust” di alamat http://vilaputih.wordpress.com/, apa ini alamatnya Mas filar Juga taaaa?

    Salam

  19. @filar
    namanya juga si jel..
    siapa aja disamain mulu…
    ;
    ;
    Gw rasa dia lagi bingung ama “triomacan” eh.. “trinitas” yang dah berubah jadi “duomaya” eh… “duonitas” sejak kematian yesus.

  20. @Mas Filar
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Lihat Tuh Mass, Jejel sudah kecape’an Tuh di kaisnet. Yaaa sudah, saya hentikan aja.
    Padahal Mau Saya ajarin Tafsir Jalalain sama tafsir Al-Azhar Dia.

    Kalau dah capek, ya gak jadi . Tuuh Mas dapat salam dari Mas jejel di kalimatnya yang terakhir.

    SALAM

  21. Cara mengobati kencing nanah dengan obat alami trica jus merupakan suplemen kesehatan herbal yang terbuat dari tribulus dan maca. Sangat aman dikonsumsi dan mampu membantu anda memberantas kumankuman penyebab penyakit kencing nanah (gonorrhea). Tricajus bisa dikonsumsi sebagai alternatif cara mengobati kencing nanah dengan mudah dan praktis. Tricajus tersedia dalam bentuk serbuk siap seduhsehingga penyajiannya pun cukup mudah dan praktis cukup seduh dengan air dingin bisa dengan air es asalkan jangan dengan air mendidih karena bisa merusak kandungan yang terdapat di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s