35 Komentar

SANG PENGGUGAT

bintang-syetanKata sandi yang termuat dalam kehidupan memberikan andil dalam perjalanan umat manusia. Peletakan dasar kemanusiaan telah menganggu kehidupan Iblis. Keputusan yang diambil oleh Tuhan telah menampar mukanya. Manusia yang tidak tahu menahu tentang perdebatan sengit antara Tuhan dan Iblis menjadi kambing hitam kurap. Pembelaan tidak ditemukan dalam tingkat ini. Apakah Manusia sebagai biang kerok dari perdebatan tersebut? Segala amal dan perbutan Iblis selama kurang lebih 700 Ribu tahun terhempas bagaikan debu.

Kebijakan ini telah menimbulkan malapetaka bagi dua golongan yang berseteru. Iblis naik banding dengan mengaku tidak bersalah!
Kenyataan yang ada sebenarnya mendekati itu, namun disatu sisi Tuhan tidak mau didikte. Pernyataan demi pernyataan yang dikemukakan oleh Iblis hanya membuat dia semakin terperosok dalam lembah yang dalam. Apakah Iblis bersalah dalam hal ini?
Berdebat dengan Tuhan dan membantah adalah kasus.

Perintah yang diberikan kepada Iblis sebenarnya menyangkut sebuah harga diri. Tidak lebih dari itu. Harga diri bagi Iblis berarti taruhan mati. Sujudnya para malaikat kepada manusia tidak membuat Iblis terpesona. Melihat kenyataan ini harga diri Iblis mangkin tinggi. Manusia yang tidak tahu menahu masalah harga diri hanya pasrah.

Keberadaan manusia sebagai ‘mahkluk terakhir’ ditempatkan sebagai biang kerok dari Sang Penggugat. Di satu sisi Tuhan tidak mau didikte, hakNya adalah mendikte. 700 ribu tahun beribadah tidak berbekas hanya dikarenakan sebuah harga diri. Pembangkangan dari Iblis simbol kedurhakaan bagi Tuhan. Siapa yang harus disalahkan?

Manusia mempunyai dalih yang komprehensif, tata krama dan analogi yang menyesatkan dikembalikan kepada Iblis, lalu yang menyesatkan Iblis siapa? Setiap perbuatan buruk manusia ditujukan kepadanya, lalu perbuatan buruk Iblis dicampakkan kemana?

Secara tidak langsung Iblis menjadi tumbal bagi keberadaan manusia, apakah demikian ‘rencana Tuhan’? Teka-teki ini sebenarnya belum terjawab. Al Quran hanya menjelaskan sebagian besar dari sejarah ini. Lepas dari itu Iblis adalah terdakwa. Apakah benar keberadaan manusia menjadikan Iblis sebagai tumbal? Mengingat kedua golongan mankhluk ini sama-sama hamba Tuhan. Apakah kehadiran manusia harus menghempaskan Iblis ke neraka? Kalau demikian mengapa Tuhan tega membenam Iblis ke jurang tersebut?

Melihat dari polemik ini berarti ada sesuatu yang disembunyikan Tuhan dan itu hanya diketahui oleh DiriNya sendiri. Sebelum Iblis menggugat Tuhan, Tuhan sudah mempunyai jawaban. Dan masa itu sebentar lagi akan datang.

Gambar: http://images.saturindu.multiply.com

Iklan