ALLAH YANG MENURUNKAN AL-QURAN DAN DIA YANG MENJAGANYA CARANYA…
Bismillahirramahnirrahim
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. (Al-Hijr. 9)
Segala Puja dan Puji hanya bagi Allah, Rabb Semesta Alam. Shalawat dan Salam terlimpah bagi Nabi Akhir Zaman, Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam beserta sahabat-sahabatnya.
Al-Qur’an sebuah kitab yang sampai saat ini terjamin keasliannya dan kemurniannya semata-mata hanya sebuah karunia Allah SWT kepada umat manusia. Kemurnian dan keaslian Al-Qur’an di pelihara oleh Allah dengan cara yang simple-simpel saja, salah satu caranya, yaitu: Melalui hafalan kaum muslimin dan muslimat.
Dengan memberikan daya ingat yang kuat kepada orang-orang yang di kehendaki oleh Allah maka sesungguhnya Allah telah menjaga Al-Qur’an tersebut. Manusia-manusia yang hafal Al-Qur’an sama halnya seperti orang awam yang ingat dengan (kepada) angka 0-9 atau A-Z. Demikian mudanya bagi para penghafal Al-Qur’an, maka tak satu tanda baca dan tak satu hurufpun yang tidak lepas dari pengawasannya.
Ketika Al-Qur’an di turunkan kepada Rasulullah SAW dan sampai saat ini hingga hari kiamat kelak, tak satu hurufpun yang berubah, hal ini sudah cukup menjadikannya Penghulu Para Nabi dan Rasul. Dan ketika ajarannya (Al-Qur’an) banyak terdapat ilmu pengetahuan maka itu sudah cukup menjadi selendang kebesarannya. Dan apabila suatu kejadian yang di terangkan oleh Al-Qur’an pada masa turunnya wahyu tersebut dan wahyu tersebut di uji secara ilmiah pada masa kini dan sama baiknya hasil yang di peroleh dari keterangan ayat-ayat Al-Qur’an itu, maka tidak ada alasan bagi manusia untuk menolak ajarannya.
15:20. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.
Ketika Sulaiman menghampiri seekor semut dan memasukannya kedalam sebuah wadah dan memberi makan dengan sebiji gandum. Maka setelah beberapa hari berlalu dia dapati sebiji gandum tinggal setengahnya maka berkatalah Sulaiman “Mengapa engkau tidak menghabiskan makananmu?” Semut berkata “Aku takut menghabiskannya dalam keadaanku seperti ini, berlainan dengan keadaanku di luar aku tidak ragu kepada Rabbku.” Jawab Semut.
15:22. Dan Kami telah meniupkan angin untuk mengawinkan (tumbuh-tumbuhan) dan Kami turunkan hujan dari langit, lalu Kami beri minum kamu dengan air itu, dan sekali-kali bukanlah kamu yang menyimpannya.
Teknologi yang ada saat ini sudah cukup untuk membuktikan bahwa angin memang terlibat di dalam penyerbukan pada proses pembuahan tumbuh-tumbuhan. (Setiap Proses yang melibatkan mahklukNya Allah SWT menggunakan kata ganti KAMI).
Disebabkan kritikan yang paling tajam ditujukan kepada riwayat dari Bukhari, maka sangat perlu kiranya mengutip kembali apa riwayat dari al-Bukhari. Al-Bukhari menyatakan:
Abu Bakr al-Siddiq memberitahu Zayd ibn Thabit mengenai kematian para sahabat dalam perang Yarnamah. Saat itu `Umar berada disisinya. Abu Bakr berkata: “Sesungguhnya ‘Umar telah mendatangiku seraya berkata bahwa banyak para Qurra’ telah meninggal pada perang Yamamah; dan aku sesungguhnya khawatir jika para Qurra’ akan meninggal pada perang-perang yang lain, sehingga banyak dari AI Qur’an akan hilang. Sesungguhnya aku (Umar) berpendapat supaya kamu (Abu Bakr) mengumpulkan AI-Qur’an.” Aku (Abu Bakr) berkata kepada `Umar: “Bagaimana kita mengerjakan sesuatu yang Rasulullah saw belum mengerjakan?” `Umar berkata: “Demi Allah ini sesungguhnya baik”. `Umar tetap membujuk sehingga Allah melapangkan dadaku mengenai hal tersebut. Dan aku berpendapat sebagaimana pendapat `Umar. Zayd berkata: “Kemudian Abu Bakr berkata kepadaku: “Sesungguhnya engkau lelaki muda dan rasional yang kami tidak mencelamu. Engkau juga telah menulis wahyu kepada Rasulullah saw. maka telusurilah dan kumpulkanlah AI-Qur’an. ” Zayd bin Thabit berkata: “Demi Allah, seandainya mereka membebaniku dengan memindahkan gunung, itu tidaklah lebih berat dibanding dengan menyuruhku mengumpulkan AI-Qur’an.” Aku (Zayd) mengatakan: “Bagairnana kamu mengerjakan sesuatu yang Rasulullah saw belum berbuat?” Dia (Abu Bakr) berkata: “Demi Allah ini adalah baik. ” Abu Bakr masih saja membujukku sehingga Allah melapangkan hatiku sebagaimana dilapangkannya hati Abu Bakr dan `Umar. Aku lalu mencari AI-Qur’an dengan mengumpulkan tulisan yang tertulis di pelepah-pelepah kurma, batu-batu tulis dan yang tersimpan (dalam bentuk hafalan) di dada dada manusia, lalu aku kumpulkan. Akhirnya kutemukan bagian akhir surah al-Tawbah pada Abu Khuzaunah al-Ansari, yang tidak kudapatkan pada orang lain ( ) sehingga akhir surat al-Bara’ah. Setelah itu, Suhuf tersebut dipegang Abu Bakr sampai wafatnya, lalu dipegang `Umar semasa hidupnya, kemudian dipegang Hafsah binti `Umar. “

YANG MEMBACOT