APA YANG DI BAKAR UTSMAN?
15:9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
Ustman bin Affan adalah Khalifah yang paling tua dalam sejarah Kekhalifahan diantara empat orang Khalifah (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali). Ketika di angkat menjadi Khalifah umur Ustman 70 tahun. Utsman di pilih berdasarkan hasil rapat enam orang tokoh yang di tunjuk oleh Umar Al Khattab ra. Mereka adalah, Ali bin Abu Thalib, Utsman bi Affan, Zubair bin Awwam, Saad bin Abi Waqas, Abdurrahman bin Auff dan Thalhah anak Ubaidillah.
Pilihan jatuh kepada Utsman bin Affan setelah 5 orang tokoh mengundurkan diri, setelah di adakan voling keseluruh masyarakat Madinah. Pemilihan Utsman di landasi beberapa alasan:
- Masyarakat Arab ketika itu baik Makkah maupun Madinah mempunyai kekuatan ekonomi yang sangat baik,
- Masyarakat merasa enggan mempunyai tokoh yang kehidupan kesehariannya tegas seperti Abu Bakar dan Umar.
- Ali mempunyai karakter sama seperti kedua tokoh tersebut.
Akhirnya setelah jatuh pemilihan terhadap Utsman maka tampuk kekuasaan di pegang penuh oleh Utsman bin Affan, maka jadilah ia Khalifah ketiga setelah Abu Bakar dan Umar Al Khattab.
Itulah sekelumit tentang naiknya Utsman bin Affan menjadi Khalifah Islam yang ketiga. Pada masa khalifah Utsman inilah mazab Al Quran di susun secara terperincih dengan tidak meninggalkan secuilpun melainkan termaktub keseluruhan ayat-ayat suci Al Quran itu seperti yang kita kenal sekarang ini.
Lalu apa yang di bakar Utsman?
Issu inilah yang menjadi olok-olokan oleh kaum al kafirun untuk mendiskreditkan Utsman bin Affan, sebagai tokoh yang menghilangkan, merubah dan membakar Al Quran.
Saya akan memberikan analogi seperti di bawah ini supaya mudah di mengerti oleh kaum al kafirun.
Indonesia terdiri dari ratusan suku bangsa yang menyebar dari Sabang sampai Marauke. Banyak ragam bahasa dan dialeq lokal dalam republik ini. Ada suku Jawa, Madura, Jambi, Palembang, Melayu, Padang, Batak, Manado, Asmat, Bugis, Sunda dan lain sebagainya. Yang semuanya itu merupakan satu kesatuan suku di Negara NKRI ini. Nah Al Quran itu di turunkan ke dalam Bahasa Indonesia dengan alasan bahwa seluruh suku yang ada di Negara ini mengerti bahasa Indonesia. Tidak mungkin Al Quran itu di turunkan dengan bahasa Batak sementara orang Irian tidak mengerti atau tidak mungkin Al Quran itu di turunkan dalam bahasa Bugis sementara orang Padang tidak mengerti. Akan tetapi walaupun demikian tetap ada dialeq-dialeq Al Quran itu yang terbias ke dalam bahasa lokal, seperti bahasa Jawa, bahasa Bugis, Padang, Batak dll, karena lamanya Al Quran itu terpendam di dalam dada kaum muslimin. Al Quran dengan dialeg-dialeg lokal inilah yang di bakar oleh Utsman, sedangkan dialeq aslinya tetap murni. Al Quran dengan dialeg tunggal inilah yang disusun oleh Utsman bin Affan.
Sebelum Al Quran dengan dialeg-dialeg daerah itu di bakar oleh Utsman, beliau mengutus kepada seluruh pemimpin suku untuk membicarakan permasalahan ini yang pada waktu itu hampir-hampir terjadi pertumpahan darah akibat masalah ini. Situasi yang begitu genting harus di ambil jalan tengahnya oleh Utsman baik sebagai Kepala Pemerintahan maupun sebagai pengikut setia Rasulullah SAW.
Hasil rapat menyetujui tindakan Utsman untuk membakar Al Quran dengan dialeg suku tersebut, tidak ada yang tidak menyetujui tindakan Utsman ini, sebab mereka di antara tokoh-tokoh suku tersebut juga mengerti dengan bahasa Quraisy yaitu bahasa Al Quran. Dan mereka juga mengerti dan tahu bahawa Al Quran itu di turunkan dalam bahasa nenek moyang mereka yaitu bahasa Quraisy. Jadi bahasa Quraisy itu adalah bahasa indonesianya orang arab. Seluruh orang arab mengerti bahasa Quraisy.
Jadi selain bahasa Quraisy inilah yang di bakar oleh Utsman bin Affan, jadi tidak benar Al Quran itu di ubah dan di bakar oleh Utsman.
Mudah-mudahan penjelasan saya seperti anak SD ini bisah “sangat di mengerti” oleh kaum Kristen dan tidak ada lagi fitnah di antara kita.
Dengan adanya penjelasan saya dengan gaya saya menyampaikan kisah ini semoga saja kaum Kristen tidak lagi mengolok-olok Utsman bin Affan dan kaum muslimin dengan Al Qurannya.
14:4. Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
20:113. Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.
6:192-195. Dan sesungguhnya Al Qur’an ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam, dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.
Lalu mengapa harus Bahasa Quraisy?
- Bahasa Quraisy atau bahasa arab adalah bahasa yang sangat mudah di mengerti oleh kaum arab ketika itu, bahasa ini tidak terkontaminasi oleh bahasa apapun di dunia ini, bahasa ini berdiri sendiri bagaikan bangunan Ka’bah.
- Orang-orang yang memusuhi nabi mayoritas adalah orang-orang Quraisy sendiri yang juga adalah keluarga Rasulullah sendiri, sebut saja Abu jahal, Abu Lahab yang kisah kedurhakaannya nya di abadikan dalam Al Quran.
- Bahasa ini adalah bahasa Penduduk Syurga, Bahasa para malaikat dan sebagaian besar Bahasa para nabi dan Rasul.
- Dan Bahasa Arab adalah bahasa induk untuk segala bahasa di dunia ini.
Thanks filar,telah terjawab satu fitnah lagi..tinggal mengembangkan saja pokok2 pembahasan ini.ya,benar,mana mungkin sih usman bin affan berani lancang menghilangkan dan menambah al quran.kejujuran beliau sudah teruji.jika pun terjadi,tentu puluhan bahkan ratusan saksi sahabat2 dan penghafal quran akan mencelanya.dan teryata,hadis2 tentang pengurangan dan penambahan quran adalah hadist2 palsu atau mungkar.wallahualam.
27 November 2010 pada 1:37 AM
@wura
Benar hadits2 yang mengatakan bahwa yang di bakar Utsman adalah Al Quran itu jelas palsu sebab, Allah sendirilah yang menjaga akan kemurnian Al Qurn itu dengan caraNya sendir.
Al Quran terhaga dari pelmasuan.
SALAM
30 November 2010 pada 5:04 AM
Yah…….ilahh..
B E L A J A R !!
S E J A R A H!!
I S L A M!!
Y A N G B E N E R!
http://indonesia.faithfreedom.org/forum/sejarah-mana-mushaf-quran-yg-asli-bag-i-t2278/
(pakai proxy, karena di site itu block pemerintah indonesia)
Tapi kalau kau senang membenarkan diri sendiri ya sudah .. ngga apa-apa kok…
1 Desember 2010 pada 1:52 AM
@jel
Aku sampai saat ini tetap belajar,
1 Desember 2010 pada 2:12 AM
Yah bagus lah kalau gitu.
PEMBENARAN dengan KEBENARAN itu BER- BEDA!
Kalau PEMBENARAN : yang penting hati ini udah seneng …….
Kalau KEBENARAN itu tergantung dari FAKTA, LOGIKA, dan AKAL.. ngga perduli hati senang atau tidak.
Perhati-in itu yaaa jeng…
Semakin di cari.. maka akan semakin ngerti…..
Kalau ngga mencari… ngga akan ngerti-ngerti…
1 Desember 2010 pada 2:27 AM
@Jel
itukan konsep kamu aja yang juga sesuai dengan konsep paulus. hehehe.
yang seharusnya banyak belajar itu kamu Jel, agar otak kolot kamu itu bisa pintar “dikit” jadilah heheheeh
*jangan engkau ajarkan ikan untuk berenang*
1 Desember 2010 pada 7:21 AM
penulis web itu tidak saja kurang dalam pengetahuan namun juga tidak bisa membedah apa yang sesungguhnya terjadi pada masa pemerintahan Utsman. Utsman tidak saja salah satu Penduduk Syurga namun juga salah satu Sahabat Nabi.
Mana ada Penduduk Syurga membakar Firman Allah seenak perutnya, Emangnya Allah akan berdiam diri, tentunya Utsman di tegurNya.
Sudah saya jelaskan di atas yang di bakar Utsman adalah dialeg2 Al Quran dalam bahasa selain dari bahasa Quraisy.
1 Desember 2010 pada 7:40 AM
Iya lah..
yang paling benar itu ya cuman kamu itu…
He he he..
(padahal sudah saya terangkan tentang apa itu PEMBENARAN!)
1 Desember 2010 pada 10:28 PM
@Jel
kamu itu lebih baik kepompong aja dulu baru maknyus. hehehe
1 Desember 2010 pada 11:27 PM
Hemm,memang benar usman membakar mushaf,tapi bukan tujuan memalsu.begini aja deh,ku jelaskan KODIFIKASI QURAN MASA RASULULLAH.FAKTA KE 1=Rasulullah mempunyai sahabat2 pencatat wahyu.diantaranya ialah:abu bakar,muawiyah,zaid bin tsabit,khalid bin walid,ubay bin kaab dan tsabit bin qais.beliau menyuruh mencatat setiap wahyu yg turun.FAKTA KE 2=seorang orentialis,BlACHERE mengumpulkan nama2 pencatat wahyu sebanyak 40 orang.jumlah sebanyak itu didapat dari penelitian orentialis SCHAWALL,BEHL DAN CASSANOVA.yg mengumpulkan nama2 pencatat wahyu dari nash2 hadist yg tercantum didalam thabaqat ibn saad,tulisan2 thabari,nawawi,sirah halabiah,dst.FAKTA KE 3=zaid bin tsabit,salah satu pencatat wahyu berkata:”di kediaman rasul,kami dahulu menyusun ayat2 quran yg tercatat pada riqa”(hr hakim dalam mustadrak,isnadnya menurut bukhari dan muslim,juga al itqan volume 1 hal 99,dan al burhan vol 1 hal 237).riqa adalah jamak dari ruq ‘ah,yakni lembaran2 kulit,lembaran2 daun,ataupun lembaran2 kain.media2 lain adalah permukaan batu,pelepah kurma,tulang2 unta dan kambing yg telah kering,dia atas pelana kuda dan lembaran kulit.FAKTA KE 4=yg dimaksud hadis diatas,menyusun ayat2 quran ialah surah dan ayat2nya atas petunjuk rasul.FAKTA KE 5=waktu usman bin affan menyusun mushaf,beliau amat berhati hati dan tidak berani mengobah dan menambah sesuatu apapun dari quran.ibnu zubair pernah berkata kepada usman bin affan:”telah ku katakan kepada usman,waktu usman menyusun mushaf:bahwa ayat orang2 yg meninggal dunia diantara kalian dan ia meninggakkan istri2nya..(baqarah 234)telah di nasakh oleh ayat lain.kenapa engkau tetap membiarkannya termaktub dalam mushaf,padahal engkau mengetahui ayat tersebut mansukh oleh ayat lain?usman menjawab:hai anak saudaraku,aku tidak mengubah sesuatu dari tempatnya(sahih bukhari vol 6 hal 29,al itqan vol 1 hal 105).lihatlah kritik2 sahabat2 besar dan pengawasan sahabat2 besar atas proyek penyusunan mushaf usmany.amat jujur,teliti apa yg dilakukan usman,amat ketat pengawasan proyek itu oleh ribuan sahabat,maka pemalsuan mushaf dgn cara membakar adalah cuma dongeng orang2 kafir.FAKTA KE 6=al qadhi abu muhammad bin athiyyah al andalusy(w 807h)penghafal quran kenamaan berkata:”semasa hidup rasulullah,banyak surah yg sudah di ketahui susunan dan urutannya,seperti 7 surat yg panjang2,surat2 berawalan ha mim,dan surat2 mufashhal.FAKTA KE 7=ibn abbas pernah bertanya kepada usman bin affan,mengapa surah at taubah(sesudah surah al anfal)tak dicantumkan bismillah?usman menjawab:sampai rasul wafat,tidak dijelaskan apakah al anfal dan at taubah berdampingan atau terpisah.lalu usman berkata:”aku mengira surat at taubah itu merupakan bagian surah al anfal.karenanya dua surah itu ku tempatkan berdampingan.(lihat musnad imam ahmad vol 1 hal 331,hadis no 399).nah,lihat,betapa ketat pengawasan sahabat2 besar atas penyusunan mushaf usman,dan usman sendiri manusia jujur pilihan.maka betapa murninya penyusunan itu.belum lagi pengawasan dari mushaf hafsah dan hapalan2 kaum muslimin.FAKTA KE 8=semasa rasul saw,quran belum lagi dikumpulkan dalam satu mushaf.hanya tersebar pada riqa,hapalan2.zarkasyi mengatakan:”pada masa rasul,quran tidak tertulis dalam satu mushaf untuk mencegah kemungkinan terjadinya perobahan pada satu waktu.karena itulah penulisannya ditangguhkan hingga quran turun selengkapnya,pada sbt rasul saw pulang ke rahmatullah(burhan vol 1 hal 262).FAKTA KE 9=setiap ayat yg dicatat disimpan dirumah rasulullah.lalu sahabat2 dan orang2 menyalin masing2 untuk diri mereka,disamping hapalan2.mushaf2 ini yg kelak dibakar usman setelah menyusun mushaf dari patokan mushaf hafsah,untuk MEMPERSATUKAN MUSHAF secara bahan2 murni dari wahyu rasul-kodifikasi abu bakar-mushaf hafsah(kodifikasi abu bakar)…NAH,WAFATLAH RASULULLAH DI GANTI ERA ABU BAKAR SHIDDIQ.maka kini kita memasuki fakta2 KODIFIKASI QURAN MASA ABU BAKAR.FAKTA KE 1=quran telah rampung ditulis di masa rasul saw.hanya saja ayat2,surah2nya,masih terpisah.orang pertama yg menghimpun quran sesuai kehendak rasul ialah abu bakar.FAKTA KE 2=abu abdullah al muhasibi(w 243,bahgdad)berkata dalam buku fahmu sunan:”penulisan quran bukan soal baru,karena rasulullah sendiri telah memerintahkan penulisannya.tetapi ketika itu masih tercecer pada berbagai lembaran kulit,dan daun,tulang2 unta dan kambing yg kering,atau pada pelepah2 kurma.kemudian abu bakar shidiq memerintah kan pengumpulannya menjadi sebuah naskah.juga naskah quran yg tertulis pada lembaran2 kulit,yg terdapat dalam rumah rasulujah saat itu masih dalam keadaan terpisah pisah.kemudian dikumpulkan oleh seorang sahabat,lalu di ikatnya dgn tali agar tidak ada yg hilang”.(lihat pula burhal vol 1 hal 238,al itqan vol 1 hal 101)…
1 Desember 2010 pada 7:33 AM
Terimakasih Wura, kisah ini sudah sering saya baca baik di web2 islam maupun di buku. Namun pada waktu itu saya juga belum juga menemukan jawaban mengapa Utsman membakar Al Quran. Hati saya juga prihatin, tapi setelah beberapa kali merenung dan berusaha dengan sekuat tenaga akhirnya saya mendapatkan informasi yang sangat saya nanti2kan, artikel di atas merupakan hasil dari pencarian tersebut, walaupun saya menggunakan gaya saya sendiri dalam menulisnya.
Saya berharap dengan gaya saya yang sengaja begitu mudah di mengerti oleh manusia kristen.
Di karenakan Allah jualah akhirnya jawaban yang memuaskan ini dapat saya fahami, padahal entah berapa banyak artikel yang saya baca namun tidak menjurus pada satu titik fokus pertanyaan. (Mengapa di Bakar?)
Akhirnya jawaban itu datang juga, Dialeg2 suku2 itulah yang di bakar, penjelasan apapun tidak mampu membantah alasan ini, sebab Utsman di jaga oleh Allah dalam tugsanya di dalam pengumpulan Al Quran itu.
Itulah Al Quran yang di jaga oleh Allah, Utsman hanyalah perentaraNya saja, tidak lebih dari itu.
1 Desember 2010 pada 7:59 AM
Oks lanjuut,FAKTA2 KODIFIKASI QURAN MASA ABU BAKAR.FAKTA KE 3=abu bakar shidiq mengkodifikasi quran selepas perang yamamah.dimana 70 penghafal quran dari kalangan sahabat gugur dalam perang itu.umar untuk melestarikan kemurnian quran semurni murninya mengusulkan pengkodifikasian quran menjadi satu naskah.FAKTA KE 4=perihal dialogh antara abu bakar dan umar soal ini,ada dalam hadis kesaksian zaid bin tsabit riwayat bukhari.hadis ini tercantum di sahih bukhari,juga kitab fadhailul quran bab 3 dan 4,juga di ahkam bab 37,juga musnad imam ahmad vol 1 hal 13,juga thabaqat ibn saad vol 3 bagian 1 hal 201).FAKTA KE 5=isi hadist itu intinya ketika perang yamamah bertambah sengit.penghafal2 quran banyak yg syahid.umar melihat hal ini mengkhawatirkan buat kemurnian quran kelak.maka umar usul mengkodifikasi quran dalam satu naskah rapi.mula2 abu bakar ragu,lalu akhirnya menerima usulan umar.tugas ini dilaksanakan zaid bin tsabit.FAKTA KE 6=lalu zaid bin tsabit merasa ini amanah dan tanggung jawab yg besar,lebih berat dari memikul sebuah gunung.maka ia kerjakan amat hati2 dan jujur serta amanah.zaid lalu berkata:”MULAILAH AKU BEKERJA MENELUSURI AYAT2 DAN KU HIMPUN DARI CATATAN2 PELEPAH KURMA,BATU2 DAN DI DALAM DADA PARA PENGHAFAL QURAN.AKHIR SURAT AT TAUBAH KU TEMUKAN PADA ABU KHUZAIMAH AL ANSHARI ,TIDAK ADA PADA ORANG LAIN.YAITU FIRMAN ALLAH…(AT TAUBAH 128-129).LEMBARAN2 ITU BERADA PADA ABU BAKAR HINGGA SAAT WAFATNYA.KEMUDIAN PINDAH KE TANGAN UMAR.DAN SETELAH UMAR WAFAT,SELURUH LEMBARAN ITU DI SIMPAN HAFSAH BINTI UMAR.”.FAKTA KE 7=pencarian zaid bin tsabit atas akhir surat at taubah maknanya ialah ia ingin memperkuat penyusunan dari sumber tertulis disamping sumber hapalan.zaid bin tsabit adalah juga penghafal quran,dan tahu dan hafal akhir surat at taubah itu.ia begitu teliti hingga mau memurnikan kodifikasi quran selain dgn sumber2 hapalan,juga sumber2 tulisan.pencarian itu buat mencocokkan saja.kodifikasi zaid selesai dalam waktu satu tahun.FAKTA KE 8=Ali bin abi thalib,salah satu saksi berkata:”semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepada abu bakar,orang pertama yg menghimpun kitabullah diantara 2 lauh/yakni lauh mahfuz dan mushaf.(burhan vol 1 hal 239,al mashahif hal 5 karya ibn abi dawud).FAKTA KE 9=setelah quran rampung dan sempurna dgn kodifikasi cermat dan teliti oleh zaid,abu bakar memerintahkan mencarikan nama naskah ini.di usulkan namanya sifr,tapi abu bakar menolak,karena nama itu biasa dipakai orang2 yahudi.lalu di namakan mushaf,abu bakar setuju.(al itqan vol 1 hal 89)….NAH,ABU BAKAR WAFAT,DI GANTI UMAR,UMAR DI GANTI USMAN.sekarang kita bicarakan FAKTA2 KODIFIKASI QURAN MASA USMAN BIN AFFAN.FAKTA KE 1)bukhari dalam sahihnya menceritakan dgn isnad ibn syihab dari anas.pasukan islam masa usman sudah sampai di syam dan irak,juga armenia dan azerbayzan.huzaifah al yamani menghadap khalifah usman mengutarakan kekhawatiran tentang perbedaan cara bacaan quran dikalangan kaum muslimin.huzaifah berkata:”ya amirul mukminin,persatukanlah segera umat ini sebelum mereka berselisih mengenai kitabujah sebagaimana yg terjadi dikalangan yahudi dan nasrani.”FAKTA KE 2=kemudian usman mengirim sepucuk surat kepada hafsah binti umar berisi permintaan agar hafsah mengirim mushaf yg di simpannya AGAR DI SALIN BEBERAPA NASKAH.setelah itu mushaf dikembalikan lagi.lalu hafshah mengirimnya.lalu KHALIFAH USMAN MENUGASKAN ZAID BIN TSABIT(PELAKSANA KODIFIKASI MUSHAF MASA ABU BAKAR,YG KINI IA PEGANG LAGI UNTUK MENYALIN QURAN.),ABDULLAH BIN ZUBAIR,SAID BIN AL ASH DAN ABDURRAHMAN BIN HARIST BIN HISYAM AGAR MENYALIN QURAN MENJADI BEBERAPA NASKAH.nah,lihat donk,begitu banyak saksi2 dan pelaku kodifikasi quran,maka betapa murninya quran sebagai wahyu terjaga.pengerjaan penuh teliti dan cermat.FAKTA KE 3=usman berpesan pada panitia atau komisi itu.”kalau terjadi perbedaan antara kalian dan zaid bin tsabit mengenai sesuatu tentang quran(mengenai dialekh bacaan,qiraat),maka tulislah menurut dialekh quraisy.karena quran diturunkan dalam bahasa mereka.”lalu mushaf disalin beberapa naskah,lalu mushaf asli dikembalikan ke hafsah.sedang salinannya dikirim ke berbagai wilayah islam.FAKTA KE 4=salah satu sebab usman menyalin penyatuan mushaf adalah perbedaan cara membaca quran.FAKTA KE 5=komisi yg bertugas menyalin mushaf adalah sahabat2 jujur terpercaya.ORENTIALIS BLACHERE BERKATA:”TAK SEORANG PUN DAPAT MERAGUKAN BETAPA DALAM RASA TANGGUNG JAWAB ANGGOTA2 KOMISI ITU.SEKALIPUN MEREKA BELUM MENGENAL METODA PENELITIAN…NAMUN MEREKA ORANG2 YG SANGAT BERHATI HATI DAN SALEH.”(intr au coran hal 61)…
1 Desember 2010 pada 8:40 AM
Ya filar,aku mengerti engkau telah membaca dari sumber2 yg benar.herannya,penghujat2 islam selalu merujuk ke ffi.xixixi,nehi3 ya percaya situs kumpulan fakta,tapi dicampur banyak dungeng2..biar aja jelasnggak terpedaya situs dungeng ffi.kalau mau diceritakan kodifikasi perjanjian baru,amat ancur,gelap dan amburadul sejarahnya.tapi jelasnggak gak ngaca diri.oks,LANJUT FAKTA KE 6 KODIFIKASI QURAN MASA USMAN BIN AFFAN=imam thabari menulis dalam tafsirnya riwayat ayub dari abu qalabah sbb:”pada masa ke khalifahan usman,setiap guru MENGETAHUI CARA2 QIRAAT TERTENTU.dan cara itulah yg di ajarkan kepada murid2nya.pada saat murid2 berbagai madrasah berkumpul,terjadilah perselisihan dan pertengkaran.mereka lalu melaporkan peristiwa pertengkaran itu kepada gurunya masing2.sehingga terjadilah saling mengkafirkan hanya karena soal bacaan quran.hal itu didengar oleh khalifah usman. dalam kesempatan khutbah,ia berkata:”kalian berselisih dan bertengkar mengenai cara membaca quran yg semestinya.padahal aku berada diantara kalian.BAGAIMANA DENGAN PENDUDUK2 DAERAH2 YG LEBIH JAUH LAGI?tentu mereka bertengkar lebih hebat lagi dan lebih banyak lagi penyimpangan dalam membaca quran.hai para sahabat muhammad,cepatlah kalian berkumpul,kemudian tulislah quran bagi seluruh kaum muslimin”.(tafsir thabari vol 1 hal 21,al itqan vol 1 hal 102-103).nah,perhatikan,setelah usman menyatukan mushaf dgn dialekh quraisy,maka sudah saatnya mushaf2 dgn dialekh berbeda dibakar,lalu berpatokan pada mushaf usmany dgn satu dialekh,dialekh quraisy.isi mushaf2 itu sama,cuma dialekh bacanya beda2,maka untuk menutup perpecahan maka mushaf2 dialekh beda2 itu dibakar.FAKTA KE 7=setelah mushaf usman rampung berpatok pada mushaf hafsah,maka mushaf2 itu di salin lagi,dikirim ke kufah,bashrah,bahrein,syam,mekah,yaman,dst.FAKTA KE 8=oks saya jelaskan dulu pembakaran mushaf2 oleh usman setelah mushaf usmani rampung.kebijakan membakar mushaf2 yg berbeda dialekh bacaannya itu didukung oleh seluruh kaum muslimin.(al mashahif hal 14,ibn abi daud).kecuali abdullah bin mas’ud.ia punya mushaf pribadi salinan dari riqa masa rasulullah.ia menolak membakar mushafnya.tapi akhirnya ia mengerti tujuan usman agar mencegah perpecahan kaum muslimin.maka ia pun setuju mushafnya dibakar(mashahif hal 12).lagi pula,mushaf2 yg tersebar,ada catatan2 kaki tafsir yg ditulis sahabat ketika mendengar pelajaran tafsir dari rasulullah.contohnya mushaf ibn mas ud.maka usman khawatir tafsir2 itu kelak menjadi dikira bagian ayat.maka mushaf2 itu dibakar,di ganti mushaf usmani yg bersih murni,hanya berisi ayat2 tampa tafsir.FAKTA KE 9=kodifikasi mushaf usmani atas saksi ratusan sahabat2 besar,ribuan kaum muslimin.salah satunya kesaksian ali bin abi thalib.ia berkata:”demi Allah,apa yg dilakukan usman mengenai mushaf adalah sepengetahuan kami.”(al itqan vol 1 hal 103).FAKTA KE 10=orentialis sendiri memuji kecermatan penjagaan,kemurnian dan kemutawatiran quran.schwally berkata mengenai kecermatan dan ketelitian kodifikasi quran:”lebih lengkap dan lebih cermat daripada yg diramalkan manusia.”(die sammlung des qoran vol 2 hal 93)..nah,begitu terang benderangnya sejarah penjagaan dan kemurnian quran.to filar,gak usah bingung mengapa usman membakar mushaf.ku jelaskan tahap sederhana:TAHAP 1=masa rasul quran di hapal dan di catat diberbagai media,riqa.dirumah rasul ada catatan2 induk.lalu sahabat2 dan kaum muslimin mencatat masing2 juga buat diri sendiri.catatan2 itu belakangan disebut mushaf.TAHAP 2=masa abu bakar,quran mulai dibukukan jadi satu mushaf induk.kelak di serahkan ke hafsah.setelah mushaf kodifikasi abu bakar selesai,sebagai mushaf induk,di berbagai sahabat dan kaum muslimin masih ada catatan2 mushaf salinan dari bait rasul.juga pada riqa.TAHAP KE 3=mushaf induk masih ditangan hafsah,tapi juga berbagai mushaf salinan lain yg serupa dgn mushaf hafsah bertebaran dirumah2 dan madrasah2 kaum muslimin.namun tak di sangka,mushaf2 dgn bacaan2 qiraat berbeda menimbulkan perselisihan kaum muslimin.juga mushaf2 itu sudah banyak diberi catatan kaki.huzaifah dan usman khawatir semua perselisihan menajam,dan khawatir mushaf tercampur tafsiran2.maka usman menyalin mushaf hafshah,dgn cermat,teliti,tampa tafsir2,LALU MENYERAGAMKAN QURAN SATU DIALEKH,DIALEKH QURAIS.maka,setelah mushaf usmani selesai,mushaf2 lain dibakar dan tak di butuhkan lagi.karena sudah ada salinan yg bersih dari catatan2 kaki,dan salinan pemersatu.yakni mushaf usmani.BAGAN SEDERHANANYA=CATATAN2 DIRUMAH RASUL-DISALIN SAHABAT2 DAN KAUM MUSLIMIN…-LALU DIBENTUK MUSHAF KODIFIKASI ABU BAKAR BERSUMBER DARI BAIT RASUL,HAFALAN,RIQA,MUSHAF2 PRIBADI-MUSHAF DI PEGANG HAFSAH-LALU DI SALIN USMAN JADI MUSHAF USMANI..terlihat,sumber mushaf usmani jelas tersambung hingga pada catatan2,hapalan2 dan catatan2 pada rumah rasul.betapa murninya penjagaan quran itu.
1 Desember 2010 pada 9:57 AM
@wiro
Kan saya sudah bilang…
terserah kau mau percaya atau tidak..
Kalau ngga percaya jg ngga apa2 kok..
(cuman heran aja. Gitu lho)
1 Desember 2010 pada 10:30 PM
@ Bapake Jell
Terserah sampean mau jadi muallaf ?!
Jelas nggak Al Qur’an itu asli wahyu dari Allah pencipta langit dan bumi… hehehe…
2 Desember 2010 pada 8:01 AM
Wah.. haniifa..
Sekarang udah besar yaaa
tumben ngga ngomong kotor .
7 Desember 2010 pada 9:11 AM
@haniifa
saya disuruh jadi mualaf ?
ckk..ckkk..ckkk
Kayak ngga ada agama lain aja bro..
7 Desember 2010 pada 9:14 AM
Xixixi,g jaman percaya kitab campuran madu ama potas yg bernama ffi,penipu,pembual,dst http://www.chodet22.wordpress.com/2009/12/07/berbohong-demi-tegaknya-agama-kristen/ kitab ffi pecundang dan pembohongang,ni http://www.answering.wordpress.com/2010/04/11/mengungkap-kebohongan-kesaksian-murtad-di-faithfreedom-indonesia-1/ ne http://www.answering.wordpress.com/2008/11/13/strategi-pengelola-dan-antek-ffi/ aku juga heran ama kamu,ama ginian masih percaya,atu contoh aza http://www.chodet22.wordpress.com/2010/09/20/rupa-rupa-lelucon-dalam-alkitab/
2 Desember 2010 pada 2:31 AM
Lucu kamu wuri.
Semua yg tertulis di ffi itu MENCANTUMKAN SUMBERNYA…
Sumber dari Hadist dan Quran lhoh..
7 Desember 2010 pada 9:13 AM
Kenapa kena moderasi?
2 Desember 2010 pada 2:47 AM
masuk spam kali Wura tu uda di tampilkan
2 Desember 2010 pada 3:39 AM
Makasih banyak ya filar,salam(^_^).
2 Desember 2010 pada 6:27 AM
Sama-sama
Salam
2 Desember 2010 pada 6:56 AM
Ketika saya belajar sejarah Islam dan membaca mengenai peristiwa penyusunan mushaf Al Qur’an, hati bertanya : Lho bagaimana ini, bagaimana dengan janji Allah mengenai pemeliharaan AQ, adakah mushaf yang ditinggalkan.
Pertanyaan ini tersimpan dalam hati. Apalagi sejumlah rujukan lain dan perdebatan ayat yang tidak lengkap, misal pada QS At Taubah dan sejumlah diskusi kawan-kawan iain yang membahasnya.
Setelah ada uraian mengenai matematika AQ yang banyak dibahas di berbagai blog dan sumber-sumber lainnya, seperti yang kerap diurai oleh Kang Haniifa maka pertanyaan itu tidak ada lagi. Tidak ada rasa penasaran mengenai sejarah penyusunan AQ. Bagaimana sistematika Sang Pencipta menyampaikan firmanNya, baik di AQ maupun di Bible (theomatika), menjelaskan bahwa bahasa yang disampaikan Sang Pencipta dengan bagaimana cara manusia berkomunikasi amatlah berbeda. Tabir kebahasaan dan komposisi kemurnian AQ menjelaskan kemudian, pantaslah tantangan Allah kepada manusia dan jin .. buatlah satu surat saja… (QS 2:23). Tantangan ini seperti sederhana, namun di akhir abad ini, kita kemudian paham, bahwa petunjuk tertulisnya dalam bahasa manusia yang disampaikan Malaikat Jibril berada pada tataran pengetahuan dari khasanah yang tak terbatas.
Karena itu pula, kemudian saya tidak memperdulikan lagi pembahasan mengenai diskusi yang kerap diusung dengan penuh rasa penasaran oleh sebagian orang.
24 Desember 2010 pada 12:45 PM
@Mas Agor
Anda benar, hanya saja topik ini saya angkat karena sering kali kaum nasrani memputar balikan fakta yang ada yang dengan seenak perutnya menyamakan kedudukan Al Quran dengan kitab2 yang lainnya. Saya secara pribadi ingin mengatakan bahwa Al Quran itu bukan karangan Rasulullah maupun karangan Utsman ataupun Zaid bin Tsabi An Ansari yang seperti mereka tuduhkan.
Kedudukan Al Quran bukan terletak pada ‘matematikanya’, jauh dari pada itu Firman Tuhan ini adalah urat nabi alam semesta. Percaya dan tidak percaya kita merangkak di dalamnya.
SALAM
24 Desember 2010 pada 1:24 PM
15:9. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.
Itulah bukti dari kata “Kami” yang selama ini dipertanyakan para “Kresdot”
Kami yang menurunkan:
Kami;Allah===>Jibril a.s====>Muhammad saw
Kami yang memelihara:
Kami= “Allah”, “Malaikat” ,Jin”, “Manusia”(Rasulullah, sahabat, keluarga Rasul, bahkan termasuk kita. ).
24 Desember 2010 pada 8:43 PM
@Jadi selain bahasa Quraisy inilah yang di bakar oleh Utsman bin Affan, jadi tidak benar Al Quran itu di ubah dan di bakar oleh Utsman.
Terus, mushaf Abdullah Ibnu Masud(penghafal Quran terbaik) mengapa dibakar ? Apakah itu ditulis dalam bahasa non Arab ? Apakah Masud bukan orang Arab/Quraush ?
1 Januari 2011 pada 5:13 AM
@Viktor
@Jadi selain bahasa Quraisy inilah yang di bakar oleh Utsman bin Affan, jadi tidak benar Al Quran itu di ubah dan di bakar oleh Utsman.
ya tepat apa yang anda katakan.
Tidak ada kepentingan Utsman untuk merobah2 perkataan Allah. Sebab dia juga tahu apa sangsinya.
Terus, mushaf Abdullah Ibnu Masud(penghafal Quran terbaik) mengapa dibakar ? Apakah itu ditulis dalam bahasa non Arab ? Apakah Masud bukan orang Arab/Quraush ?
yang saya tahu hanya ada satu Mushaf Al Quran di planet ini yaitu Mushaf Abu Bakar yang di simpan di rumah Hafsah bin Umar Al Khattab. Mushaf inilah yang di salin oleh teman Utsman atas perintah Utsman sendiri. Salinannya ada tujuh buah eksemplar dan dikirim ke daerah sekitar Mekkah. selain dari tujuh salinan ini, itulah yang di bakar oleh Utsman
kalau anda ingin detail saya dengan senang hati menceritannya!!!
1 Januari 2011 pada 5:25 AM
oh jebule filar iku cewek2, hahaha ngertio mbiyen pas ngamuk2 trus tak entu hahaha wax….
16 Januari 2011 pada 6:48 AM
ngapain kalian memperdebatkan masalah itu…mungkin kita tidak tau maksud yang sebenarnya. ustman kan sudah nebyalin kembali dengan benar isi alqur’an asli tersebut dan disaksikan oleh para penghafal qur’an. pastilah kalau ada perbedaan/ketidaksamaan isi, para penghapal qur’an protes, bahawa isi dari mushaf yg asli berbeda dengan yg di tulis ustman, tapi itu tidak terjadi, krena ustman adalah seorang pemimpin n juga sahabat Nabi yg terpercaya, untuk apa beliau merubah2 isi alqur’an, kan sama saja dia membohongi dirinya sendiri kalau sampai itu terjadi. jadi kalian gak usah ribut2, n bagi orang2 non muslim, berpikirlah dengan cerdas, n manfaatkan akal yang diberikan kepada kita untuk menganalisa nya dengan lebih realitas, jangan mencari2 kesalahan dalam islam, itu pasti akan sia2. karena tidak ada isi alqur’an yang bertentangan satu sama lain dari masing2 ayatnya.
29 April 2012 pada 1:44 PM
ngapain kalian memperdebatkan masalah itu…mungkin kita tidak tau maksud yang sebenarnya. ustman kan sudah menyalin kembali dengan benar isi alqur’an asli tersebut dan disaksikan oleh para penghafal qur’an. pastilah kalau ada perbedaan/ketidaksamaan isi, para penghapal qur’an protes, bahawa isi dari mushaf yg asli berbeda dengan yg di tulis ustman, tapi itu tidak terjadi, krena ustman adalah seorang pemimpin n juga sahabat Nabi yg terpercaya, untuk apa beliau merubah2 isi alqur’an, kan sama saja dia membohongi dirinya sendiri kalau sampai itu terjadi. jadi kalian gak usah ribut2, n bagi orang2 non muslim, berpikirlah dengan cerdas, n manfaatkan akal yang diberikan kepada kita untuk menganalisa nya dengan lebih realitas, jangan mencari2 kesalahan dalam islam, itu pasti akan sia2. karena tidak ada isi alqur’an yang bertentangan satu sama lain dari masing2 ayatnya.
29 April 2012 pada 1:46 PM