SAYA TIDAK PERCAYA NABI ISA AS MUNCUL KEMBALI
Tulisan ini sebagai tanggapan atas akidah Usup Supriyadi. Kang Usup sangat yakin dengan akan turunya Nabi Isa AS. Dengan alasan karena ada dalil2 yang menguatkan akan hal itu. Bahkan terlalu panjang untuk di baca namun tak satupun dalil2 tersebut bisa di fahami. Saya tidak melarang Kang Usup untuk berkeyakinan dengan hal2 seperti itu, terserah dia namun satu yang ingin saya bantah dan saya pertanyakan, Saya pribadi meminta dia untuk menunjukan satu ayat saja dalam Al Quran tentang akan turunya Nabi Isa dan apa Visi dan Misinya.
Berbeda dengan Rasulullah SAW, sebelum beliau di lahirkan di dunia, banyak kitab agama lain di dunia ini yang menceritahkan akan datangnya seorang Rasul tersebut (Nabi Muhammad SAW), saya tidak perlu menceritakan kembali kisah ini karena saya anggap kaum muslimin sudah mengetahuinya.
Nabi Isa. AS dilahirkan di Bethlhehem dan dibesarkan di Nasareh (Nazaret) yang berbahasa Aramia (Barat). Selama bertablig (Siar Agama) dengan bahasa itu. Kitab yang diwahyukan Tuhan dinamai Injil yang seharusnya juga tertulis dalam bahasa dan huruf Aramia. Kata-kata Injil itu berasal dari kata-kata Yunani “evangilos” yang berarti “Kabar Baik”. Dua belas orang Hawariyun (sahabat-sahabat) Nabi Isa. AS semuanya berasal dari Kanaan (Palestina), yang kemudian dijadikan Apostel, yakni Pesuruh (Rasul) Nabi Isa. AS semuanya berbahasa Aramia. Mereka ini disuruh Nabi Isa. AS untuk menyiarkan Injil diantara 13 suku bangsa Israel (Bani Israel) yang tersesat. Lengkapnya bisa baca di
http://filarbiru.wordpress.com/2010/03/31/samudra-al-fatihah-2/
Visi dan Misi Nabi Isa AS telah selesai untuk selanjutnya Allah mengutus Rasulullah SAW sebagai Rahamat Semesta Alam. Kesempurnaa ajaran Islam sudah klir di emban oleh Rasul terakhir. Tinggalah kita menunggu waktu hari terakhir yaitu hari kiamat.
Pertanyaanku:
1. Untuk apa Nabi Isa AS muncul kembali?
2. Bukankah Allah telah meridhoi islam sebagai agamamu kepada Rasulullah SAW dan umatnya?
3. Bukankah kemunculan Nabi Isa AS seakan-akan ajaran Rasulullah SAW tidak sempurna, padahal Allah sendiri telah memuji Nabi?
4. Saya yakin Kang Usup ini sudah termakan faham Ka’ab al-Ahbar dan Wahab bin Munabbih. dua orang inilah yang perna dulu beragama kristen dan membawa faham jahanam ini. Siapakah kedua orang ini? anda bisa cari di Mbah Gogel dengan kata kunci kedua nama orang itu atau cari di toko buku.
Saya pribadi hanya berpegang teguh dengan Al Quran dan Al Hikmah, apabila ada hadits2 yang mencurigakan dan tidak sesuai dengan Al Quran maka hadits2 tersebut sudah jelas saya buang jauh2, karena saya takut akan merusak akidah dan keimanan saya.
Di dalam Blog Kang Usup http://degoblog.wordpress.com/2010/10/31/saya mengimani aqidah turunnya nabi isa alaihis-salaam-kelak-di-akhir-zaman/
Di ruang komentar anda dan saya berdialog dengan baik hanya saja mengapa anda menggunakan dalil2 Al Quran yang tidak ada sangkut pautnya dengan Nabi Allah Isa AS? Saya mempostingkan artikel ini karena ketidak puasan saya dengan jawaban anda, mungkin teman2 yang lain bisa membantu. Lain yang saya tanya lain pula yang anda jawab.
Memang benar Islam menggunakan dua sumber hukum yaitu Al Quran dan Hadits, namun sumber utama dan pertama sekali adalah Al Quran baru hadits jangan terbalik. Sedangkan Anda lebih mengutamakan hadits baru Al Quran. contoh: Kita memang di suruh dan di perintah oleh Allah untuk mendirikan sholat, di Al Quran kan jelas ayat dan surahnya dan dalam pelaksanaanya kan ada Al Hikmah (Hadits), bagaimana kita akan menjalan suatu kepercayaan ataupun perintah sedangkan di dalam Al Quran tidak ada dan tiba-tiba saja ada hadits yang meriwayatkan ini dan itu?
Sebagai umat pilihan kita juga di tuntut oleh Allah untuk bijak dalam menanggapi segala persolaan baik menyangkut akidah maupun disiplin ilmu. Kita jangan terjebak dengan paradigma sekuler yang segalah tetek bengeknya hanya satu yaitu menghancurkan islam dari tubuhnya sendiri. Oleh sebab itu kita jangan mudah di tipu oleh Hadits2 kacang goreng.
Tugas Nabi hanya satu yaitu memperbaiki ahklak manusia tidak lebih dari itu, Rasulullah SAW bukan tukang dongeng dan bukan tukang sulab.
Kalau saya salah tolong di huja dengan dalil yang kuat dari Al Quran mana tahu saya melewati beberapa ayat dalam Al Quran. trims
5 November 2010 pada 6:31 PM
Nanti saya datang lagi di bagian ini, saya mau cek n ricek dulu keabsahan dalil2 yang saya terima soal ini, ya. InsyaAllah.
Until then, Brothers.. take care n cya and salam alaikum. ^_^
17 November 2010 pada 4:32 PM
Monggo Mas, kalau ada kesempatan
17 November 2010 pada 5:24 PM
Nabi Isa benar akan turun kembali, tapi membawa ajaran Nabi Muhammd SAW
31 Maret 2011 pada 7:29 PM
Isa dah ada tuh… Lagi ngeblog…
Tapi kalo Isa a.s mah… dah nyampe akherat..
15 Mei 2011 pada 3:10 PM
Nabi Muhammad adalah Nabi terakhir…
Sedangkan Nabi Isa masanya sudah habis dan hanya untuk kaum Bani Israel saja…
Jika Anda percaya Nabi Isa turun lagi, maka kepercayaan Anda sama dengan kepercayaan orang Nasrani…
6 Februari 2012 pada 8:57 AM
Hufft…. (gara2 gw yah..)
Saya sebenarnya sangat ingin mempercayai hadiist, namun karena tidak adanya jaminan dari Allah, maka saya menganggap hadiist ibarat kata2 yng keluar dari mulut kedua orang tua saya(sebagai anak saya tidak mau/pernah membantah orang tua saya).
Islam sudah sempurna, tidak perlu adanya penegasan lagi dari nabi/rasul dalam hal ini lalu turun kembali.
Seandainya (kheknya sih kaga mngkin) salah satu Nabi/Rasul turun lagi mungkin lebih tepat Daud a.s ato Musa a.s soale kedua rasul tersebut diimani oleh Yahudi, Nasrani, dan Islam…. tapi seperti yang gw bilang kheknya kaga mungkin…
6 November 2010 pada 9:11 AM
@Roy
kita boleh saja percaya dengan hadits2 akan tetapi ada sumber yang kuat ntuk mendukung hadits2 tersebut seperti AQ.
tetapi kalu di AQ tidak ada berarti ngarang dong?
lanjut
6 November 2010 pada 6:01 PM
Hu..uh….
sayah sependapat ma @aburazziq…
Tidak akan kafir seseorang jika tidak mempercayai atu ato dua…(ato semuanya) hadiist..
Ada kupi ga yah….? masin ngantuq….
Bos filar emang kantor PH-na dimana?
Hoaaahhmmm….
7 November 2010 pada 4:11 AM
Bayar dulu utang mu mas roy kalo nggak bini gue bisa marah ne…heheheh
kalo nggak bayar gue nggak kasih tahu….
7 November 2010 pada 8:28 AM
kheknya elo deh nyang utang 3rebu, pan kemarenan lo bilang duitnya kepake ama mpok(bini lo)… hihihihihi..
8 November 2010 pada 5:02 AM
@ Roy
hahahahahah
Gue masi bisa ketawa neh…bini gue sekarang sedang sakit….mau berobat kagak ada uang. Malang nian nasibku ini….
ah…seandainya lo bayar tu utang gue bisa berobat roy….
8 November 2010 pada 6:25 AM
jangan lupa, fungsi sunnah nabawiyyah juga sebagai penjelas… menjabarkan lebih jelas… berikut saya berikan contohnya, sebelumnya juga sudah saya berikan banyak contoh di postingan yang lalu-lalu….
firman Allah ta’ala :
حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ
“Hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” [QS. Al-Baqarah : 187].
lantas,
Beliau menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan benang putih di sini adalah waktu siang, dan benang hitam adalah waktu malam.
Telah diriwayatkan dalam kitab Shahih Al-Bukhari, Shahih Muslim, serta kitab-kitab hadits yang lainnya, dari ‘Adiy ibn Haatim radliyallaahu ‘anhu bahwasannya ia dulu telah meletakkan dua benang yang berwarna putih dan berwarna hitam di bawah bantalnya. Dia akan memeriksa kedua benang itu apakah ia telah bisa membedakan dengan jelas antara satu dengan yang lainnya. Maka pada pagi harinya ia pergi menuju Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan perbuatannya semalam. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
إنما ذلك سواد الليل وبياض النهار
“Yang dimaksud dengan (benang) hitam adalah malam, dan (benang) putih adalah siang” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 1916, 4509, 4510; dan Muslim no. 1090]
Wa Allaahu A’lam,
9 November 2010 pada 8:56 AM
@Kang Usup
Bwetul Rasulullah sedang menerangken kisah Nabi Isa Al Masih dan ibunda beliau yaitu Maryam yang dimulaken didunia dan akherat,… namun bukan berarti Nabi menceritaken kembalinyah Isa Al Masih kedunia ini… hehehe….
Mari kita belajar mujizat Al Qur’an:
52 = 25… perhatiken angka 2 ke depan
5 + 2 = 7… perhatiken 2, 5 dan 7 bil. prima.
bus on the way..
7/2 = 3.5 .. perhatiken 2,3, 5 dan 7 bil. prima juga.
sehingga 3.5 => jeda waktu 3 shalat, sa’i dari sofwah ke marwa.
2 x Pi x R =Setara= 2P+2L
2 x 22/7 x 3.5 =Setara= (2×5) + (2×6)
2 x 22/7 x 3.5 =Setara= 22
0 = -o+o … atau … 0 = -∆+∆
dihitung dari:
Shalat wajib 1 hari = (1 siang + 1 malam) => 24434 = 17 rakaat.
24434 / 19 = 1286… padahal 1+2+8+6 = 17
Waktu shalat dari Subuh s/d Isya:
2(malam) + 4(siang)+ 4(siang) + 3(siang+-) + 4(malam)
perhatiken….. 1×4 (malam) : 2×4(siang) => ∆ sama sisi (s=4)
Padahal 4+4+4 = 12 JAM, sehingga….
a. 1 sisi siang => Shalat Dzuhur (jam 12)
b. 1 sisi siang => Shalat Ashar (jam 12+3.5 atau jam 15.30)
c. 1 sisi malam => Shalat Isya (jam 12+3.5+3.5 atau jam 19.00).
dhus…
∆ sama sisi (s=4) = 4+4+4 atau 3×4
3×4 = 12 (jam)
3+4 = 7 (titik jam 1900 atau jam: 7.00 malam)
BUKTI :
1. SURAH MARYAM = 19 (baca: SEMBILAN BELAS)…. cocok dengan jam TUJUH MALAM (benang malam)
2. Nama ‘Iysya ibnu Maryam (‘ain+ya+sin) => oleh Nabi Muhammad s.a.w diabadiken menjadi nama shalat wajib malam hari yaitu ISYA… (huruf “Yaa” bergeser ke depan atau menggunaken huruf Syin) dan kurang-lebih TEPAT JAM TUJUH MALAM
3. Benang HITAM / malam => Artinya setiap shalat wajib bagian awal malam (Maghrib), malam (Isya) dan akhir malam (Subuh)…. Rasulullah mengerasken pembacaan surah Al Fatihaah dan surah Sunat.
4. Bukti hadits yang menyataken: bahwa jika Rasul sedang mengimami shalat maka para Manusia dan Jin berjubel-jubel saling berebut mendekati Rasulullah… oleh karena itu IMAM MASJID acapkali menyaranken RAPATKEN SHAF SHALAT…
Bukti mukjizat Al Qur’an sepanjang zaman:
Kalau @Oom Phytagoras bejinih : 32 + 42 = 52
Menurut Al Jabar : 32 + 24 = 52
… Absolute semua bilangan PRIMA yaitu {2,3 dan 5}
http://haniifa.wordpress.com/2008/03/18/45/#comment-14852
Lihat QS 1 (Al Fatihaah):
25 Mei 2011 pada 11:32 AM
wew, ati2 bro.. Quran-Hadis tu 2 in 1, jangan cuman dipake 1. Kalo gak percaya hadis, mustinya gak percaya Quran juga, karena sma2 keluar dari mulut junjungan kita.
17 November 2010 pada 4:14 PM
@ Roy
Hu..uh….
sayah sependapat ma @aburazziq…
Tidak akan kafir seseorang jika tidak mempercayai atu ato dua…(ato semuanya) hadiist..
wah saya mah istigfar aja deh baca ini mah.. -_-’
17 November 2010 pada 4:36 PM
betul betul betul
17 November 2010 pada 5:26 PM
QS 4:159, kalau tidak salah dipahami dari terj. Depag : Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.
Kalimat terakhir : Dan di hari kiamat nanti….
dipahami tentunya : di hari kiamat. Kiamat adalah hari kebangkitan menjadi saksi.
Kiamat dan akhir zaman adalah dua hal yang saya kira memang tidak untuk dipersamakan.
Perbedaan penafsiran dari QS 3:55 tentang akhir ajal dari Nabi Isa melengkapi pemahaman Nabi Isa turun ke bumi di akhir zaman, karena adanya hadis mengenai tanda-tanda kiamat.
Namun, saya sendiri gagal menangkap penjelasan yang mendukung bahwa di AQ menjelaskan Nabi Isa akan turun sebelum hari kiamat.
Lalu bagaimana menyikapinya….
Misal turun dan benar turun… ya berarti hadis itu benar.
Kalau tidak turun, ya wallahu ‘alam. Usia kita tidak akan cukup juga untuk menunggu turunnya Nabi Isa.
Apakah kalau tidak percaya berarti ingkar sunnah dan karenanya kita saling meng******…. sehingga dan seterusnya….
Wah… repot deh….
Hadis yang menjelaskan tentang hal ini juga dikisahkan oleh beberapa sahabat. Artinya derajat informasinya mendekati shahih (kah?)
Apakah boleh meragukan hadis? jika kita merasa tidak pas atau ragu.
7 November 2010 pada 12:56 PM
@Mas Agor
Saya telah banyak membaca berbagai artikel dan buku2 tentang turnnya Nabi Isa as. akan tetapi semua artikel dan buku2 itu hanya mengupas dan mengambil dari hadits2 tidak satupun dari AQ. Saya juga sudah membaca kisah2 Nabi Isa dalam AQ. Akan tetapi tidak ada satu ayatpun yang menerangkan akan datang lagi seorang nabi setelah Nabi Muhammad SAW.
Bukankah Nabi Muhammad SAW adalah Rasul yang terakhir? mengapa harus ada Nabi Isa lagi?
Inilah salahnya umat islam yang tidak percaya dengan kitabnya sendiri, bukankah AQ itu tidak ada kebengkokan di dalamnya? Sepertinya pemahaman seperti ini sudah mendarah daging sehingga susah untuk di tinggalkan.
Saya telah mengatakan bahwa pemahaman seperti ini adalah pemahaman dua orang nasrani yang masuk islam: Ka’ab al-Ahbar dan Wahab bin Munabbih.
Sebelum dua orang ini masuk islam belum ada desas desus di kalangan sahabat2 sepeninggal Rasulullah SAW tentang akan turunya Nabi Isa AS.
Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa akan banyak dari golongan kaum muslimin yang kembali kafir setelah wafatnya beliau hal ini di karenakan berbagai fitnah yang timbul. salah satu fitnah itu adalah timbulnya hadits lemah, palsu dll.
Agarkita tidak tergelincir dengan arus permainan tersebut berpegang teguhlah pada AQ. Amin
SALAM
7 November 2010 pada 1:20 PM
@Mas Agorsiloku
Bejinih ajah !!
Satu-satunya Rasulullah atau Nabi diembel-embeli oleh semua umat Islam dengan sebutan Shalallahu ‘alaihi wa Salam ada yang menyinkat s.a.w atau s.a.w.w yang jelas semua sepakat beliau adalah Nabi Penutup /Khataman Nabiyin, singkat kata jika datang Imam Mahdi a.s atau Isa Al mas a.s, berarti harus ada NABI S.A.W lagi dung.
7 November 2010 pada 1:37 PM
Sipp kang,
8 November 2010 pada 3:24 PM
@ haniffa;
Imam Mahdi bukan nabi, tapi wali akhir zaman.
17 November 2010 pada 4:37 PM
@Oom MUXLIMO
Saya sudah syah jadi suami istri berkat WALI AKHIR ZAMAN perjaka… ketika akad nikah… hehehe…
Kalau sampean nikah, tidak pakai “wali” bijmana ?!
20 November 2010 pada 3:18 AM
@Piss
Setuju sama Piss
heheh
salam
8 November 2010 pada 6:25 PM
…. tampaknya memang, ada ‘kerepotan” konsekuensi dari pemahaman Nabi Isa akan turun ke bumi menjelang kiamat. Meskipun menurut pemahaman agor, Nabi Isa tidak akan turun lagi, namun ahlul sunnah meyakini (dan tentu mereka punya alasan) untuk meyakini.
Dalam diskusi, pertanyaannya kemudian, bagaimana ya perbedaan itu kemudian dapat ditangkap dengan jernih logika-nya, sehingga kontemplasi yang dihadirkan memberikan manfaat pada penguatan syiar Islam…..
Karena hanya dengan logika (termasuk logika yang tidak masuk akal) dipahami oleh area akal…..
7 November 2010 pada 2:21 PM
@Mas Agor
berarti kamu sepaham dengan saya. Boleh dan sah sah saja ahli sunnah berpendapat demikian hanya saja kita harus lebih cermat menganalisa hadits2 yang ada.
Benar akal lah yang terakhir yang diminta untuk mencerna setelah AQ dan hadits sudah mentok. Di akal ini pula rahasia Allah bekerja.
SALAM
8 November 2010 pada 6:30 AM
ini saya copy dari wikipedia…
“Yesus menjawab: `Nama sang Mesias adalah yang terpuji, karena Allah sendiri telah memberikan nama itu ketika Ia menciptakan jiwanya, dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: “Nantikanlah Muhammad; demi engkau, Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan begitu banyak makhluk, yang akan Aku serahkan kepadamu sebagai hadiah, sedemikian rupa sehingga barangsiapa memberkai engkau, dia akan diberkati, dan barangsiapa mengutuk engkau, ia akan dikutuk. Ketika Aku mengutus engkau ke dalam dunia, Aku akan mengutus engkau sebagai utusan keselamatan-Ku dan kata-katamu akan menjadi kenyataan, sedemikian rupa sehingga meskipun langit dan bumi akan gagal, imanmu tidak akan pernah gagal.” Muhammad adalah namanya yang diberkati.’ Kemudian khalayak itu mengangkat suara mereka, lalu berkata, `O Allah, utuslah kepada kami utusan-Mu: O Yang Terpuji, datanglah segera demi perdamaian dunia!’” Barnabas 97:9-10. Manuskrip Italia mengganti “Yang Terpuji” dengan “Muhammad” [4]
nah loh…mo percaya mana…hadits…ato injil Barnabas….(ato AQ..???)
heheheh….
8 November 2010 pada 5:27 AM
copy-an dari wikipedia..
“Yesus menjawab: `Nama sang Mesias adalah yang terpuji, karena Allah sendiri telah memberikan nama itu ketika Ia menciptakan jiwanya, dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: “Nantikanlah Muhammad; demi engkau, Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan begitu banyak makhluk, yang akan Aku serahkan kepadamu sebagai hadiah, sedemikian rupa sehingga barangsiapa memberkai engkau, dia akan diberkati, dan barangsiapa mengutuk engkau, ia akan dikutuk. Ketika Aku mengutus engkau ke dalam dunia, Aku akan mengutus engkau sebagai utusan keselamatan-Ku dan kata-katamu akan menjadi kenyataan, sedemikian rupa sehingga meskipun langit dan bumi akan gagal, imanmu tidak akan pernah gagal.” Muhammad adalah namanya yang diberkati.’ Kemudian khalayak itu mengangkat suara mereka, lalu berkata, `O Allah, utuslah kepada kami utusan-Mu: O Yang Terpuji, datanglah segera demi perdamaian dunia!’” Barnabas 97:9-10. Manuskrip Italia mengganti “Yang Terpuji” dengan “Muhammad” [4]
http://muslimmagz.com/component/k2/itemlist/user/73-aburazziq.html
8 November 2010 pada 5:29 AM
@Abu Razziq
Subahanallah…
Terimakasih masukannya.
Kalo bicara soal injil bernabas, saya percaya dengan injil tersebut. Injil tersebut berkesesuaian dengan AQ.
8 November 2010 pada 6:33 AM
kalau saya sih, tidak percaya seratus persen. baik itu gospel yang empat, atau pun Barnabas. Cukuplah Al-Qur’an dan As Sunnah, saya mengimani kitab-kitab Terdahulu, tapi saya tidak punya dan memang tidak penting mencari kitab terdahulu yang Aslinya. Karena Injil diterangkan dalam risalah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, sudah tidak murni…
Wa Allaahu A’lam
9 November 2010 pada 8:39 AM
Di dalam rukun iman ada butir2 yang harus kita pegang salah satunya adalah Percaya dan beriman pada kitab2 Allah, Hanya saja kitab yang di maksud dalam keimanan tersebut adalah Injil yang di maksud dalam AQ. bukan Injil yang sekarang ini.
baik zabur, taurat dan injil yang asli sudah tidak ada lagi. oleh sebab itu AQlah satu-satunya kitab yang wajib kita imani.
9 November 2010 pada 11:10 AM
Kayak Syi’ah yang juga pakai litelatur Kristen untuk menjastifikasi aqidah mereka… *saya lupa nama blognya, tanya kang haniifa deh…
Kalau saya sih cukup Al-Qur’an dan As Sunnah yang shahih saja.
9 November 2010 pada 8:43 AM
@ Kang Usup
Kita tidak boleh menjelek2kan saudara kita yang seiman hal itu berlawanan dengan akidah yang kita anut. Yang perlu kita berikan adalah masukan dan pencerahan., menujuki jalan yang benar semampu kita. Ingatlah terbsersit saja dalam hati sudah menjadi catatan malaikat.
9 November 2010 pada 12:10 PM
Saya kira sudah jelas kekufuran Syi’ah. Tidak ada kata saudara seiman bagi saya dengan penganut Syi’ah, apapun embel-embelnya, Syi’ah rafidlah, Syi’ah Ahlu Bait, semuanya Syi’ah. Bukan Islam, tapi agama Syi’ah.
13 Mei 2011 pada 3:44 PM
Ping-balik: Sikap Seorang Muslim di Hadapan As-Sunnah « Sains-Inreligion
Sy juga sependapat, Muhammad SAW Nabi & Rasul terakhir.
8 November 2010 pada 3:27 PM
@Dedekus
Sepakat
8 November 2010 pada 6:23 PM
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Subhanallaah, semoga الله berikan keberkahan kepada kita yang sedang mencari ilmu ini. Amin.
Nabi ‘Isa ‘alaihis-salaam diangkat sebagai Nabi dan Rasul adalah sebelum Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. Penjelasan QS. Al-Ahzab ayat 40 sama sekali tidak bertentangan dengan “kenyataan” ini, karena setelah beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam memang tidak ada lagi nabi dan rasul yang Allah angkat. Karena beliaulah khaatamun-nabiyyiin (penutup para nabi).
Nabi ‘Isa ’alaihis-salaam tidaklah turun dengan membawa syari’at baru. Namun beliau turun dengan menyerukan dakwah tauhid dan menerapkan syari’at Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa ‘Isa ‘alaihis-salaam meruntuhkan agama Nashrani dengan menghancurkan salib dan mematahkan banyak khurafaat orang-orang Nasharani yang berlebihan di dalam menghormati ‘Isa ‘alaihis-salaam. Begitu juga ‘Isa akan membunuh babi yang mereka halalkan, sebagai penegasan terhadap keharaman babi (yang mana kaum Nashrani menghalalkannya), dan sebagai hinaan atas pengakuan cinta mereka kepada ‘Isa ‘alaihis-salam bahwa mereka mengikuti jalannya.
Lebih lanjut, diterangkan dalam hadits berikut :
Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
كيف أنتم إذا نزل بن مريم فيكم وإمامكم منكم
”Bagaimana keadaanmu jika telah diturunkan (’Isa) Ibni Maryam padamu sedangkan imam/pemimpinmu adalah orang yang berasal darimu sendiri”
Lalu aku (Al-Walid bin Muslim sang perawi hadits) berkata kepada Ibnu Abi Dzi’b : Sesungguhnya Al-Auza’i telah menceritakan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Nafi’, dari Abu Hurairah tentang lafal wa imaamukum minkum (”dan imammu adalah orang yang berasal darimu sendiri”). Ibnu Abi Dzi’b bertanya : “Tahukah engkau apa yang mengimami (memimpin)mu dari kalanganmu sendiri itu?”. Aku menjawab,”Sebaiknya kamu beritahu aku”. Ia menjawab,”Yaitu ia memimpin kalian dengan kitab Rabb kalian tabaaraka wa ta’ala dan Sunnah Nabi kalian shallallaahu ’alaihi wasallam” [HR. Muslim no. 155].
Dari Jabir bin Abdillah radliyallaahu ‘anhu ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
لا تزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق ظاهرين إلى يوم القيامة قال فينزل عيسى بن مريم صلى الله عليه وسلم فيقول أميرهم تعال صل لنا فيقول لا إن بعضكم على بعض أمراء تكرمة الله هذه الأمة
”Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang di atas kebenaran dengan mendapatkan pertolongan Allah hingga datangnya hari kiamat. Kemudian akan turun ‘Isa bin Maryam ‘alaihis-salaam, lalu pemimpin mereka berkata (kepada ‘Isa),”Kemarilah, silakan Anda mengimami kami shalat!”. Lalu ‘Isa menjawab,”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah pemimpin bagi sebagian yang lain, sebagai penghormatan dari Allah kepada umat ini” [HR. Muslim no. 156].
Kembali ditegaskan bahwa ‘Isa turun tidak membawa syari’at baru, bahkan ia termasuk pengikut Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. Tidak ada satu pun manusia yang muncul setelah wafatnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, kecuali ia merupakan bagian dari umatnya yang dibebani untuk menjalankan segala syari’at yang beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam bawa. Hal itu sebagaimana diisyaratkan dalam hadits :
لو كان موسى حيا بين أظهركم ما حل له إلا أن يتبعني
”Kalau seandainya Musa itu masih hidup di hadapan kalian, maka tidak halal baginya kecuali mengikuti aku” [HR. Ahmad no. Musnad Imam Ahmad 3/338. Ahmad Syakir berkata : ”Isnadnya hasan”]
Kalau saya seorang Mualaf yang awalnya beragama kristen, pasti tersinggung. Bagaimana tidak, ternyata muslim yang dari kecil sedikit miring terhadap para mualaf. Mirip Syi’ah, yang menyatakan bahwa Mu’awiyyah radliyallaahu anhuu mati dalam kekafiran, padahal Mu’awiyyah radliyallaahu anhuu salah satu sahabat yang memiliki keutamaan yang cukup banyak.
Syubhat itu tentu saja tidak benar (lha wong juga namanya syubhat).
Perlu diketahui bahwa hadits ‘Isa bin Maryam ‘alaihis-salaam ini merupakan jenis hadits mutawatir ma’nawiy. Artinya, makna hadits ini (yaitu turunnya ‘Isa ‘alaihis-salaam) dibawakan oleh banyak perawi pada setiap thabaqah-nya. Tidak benar klaim bahwa hadits ‘Isa ini hanya dibawakan oleh Wahb bin Munabbih ataupun Ka’b saja.
Hadits Hudzaifah bin Usaid Al-Ghiffariy radliyallaahu ‘anhu yang mengkhabarkan bahwa turunnya ‘Isa bin Maryam merupakan salah satu tanda datangnya hari kiamat.
إنها لن تقوم حتى ترون قبلها عشر آيات”. فذكر الدخان، والدجال، والدابة، وطلوع الشمس من مغربها، ونزول عيسى ابن مريم صلى الله عليه وسلم….
“Tidaklah tegak hari kiamat hingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda sebelumnya, yaitu : Ad-Dajjaal, kabut (ad-dukhaan), ad-daabbah, terbitnya matahari dari arah barat, turunnya ‘Isa bin Maryam shallallaahu ‘alaihi wa sallam….”.
Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya membawakan sanad secara marfu’ sebagai berikut :
حدثنا أبو خيثمة، زهير بن حرب وإسحاق بن إبراهيم وابن أبي عمر المكي – واللفظ لزهير – (قال إسحاق: أخبرنا. وقال الآخران: حدثنا) سفيان بن عيينة عن فرات القزاز، عن أبي الطفيل، عن حذيفة بن أسيد الغفاري
“Telah menceritakan kepada kami Abu Khaitsamah Zuhair bin Harb, Ishaaq bin Ibraahiim, dan Ibnu Abi ‘Umar Al-Makkiy – dan lafadhnya adalah milik Zuhair – (Ishaaq berkata : Telah mengkhabarkan kepada kami; dan yang lain berkata : Telah menceritakan kepada kami) : Sufyaan bin ‘Uyainah, dari Furraat Al-Qazzaaz, dari Abuth-Thufail, dari Hudzaifah bin Usaid Al-Ghiffaariy”.
Hadits An-Nawwaas bin Sam’aan radliyallaahu ‘anhu yang mengkhabarkan bahwa ‘Isa akan turun di menara putih timur Damaskus.
ينزلُ عيسى بنُ مريم -عليه السلام- عندَ المنارةِ البيضاء شرقيّ دمشق
“’Isa bin Maryam ‘alaihis-salaam akan turun di menara putih sebelah timur Damaskus”.
Al-Imam Muslim rahimahullah dalam Shahih-nya (no. 2937) membawakan sanad secara marfu’ sebagai berikut :
حدثنا أبو خيثمة، زهير بن حرب. حدثنا الوليد بن مسلم. حدثني عبدالرحمن بن يزيد بن جابر. حدثني يحيى بن جابر الطائي، قاضي حمص. حدثني عبدالرحمن بن جبير عن أبيه، جبير بن نفير الحضرمي؛ أنه سمع النواس بن سمعان الكلابي. ح وحدثني محمد بن مهران الرازي (واللفظ له). حدثنا الوليد بن مسلم. حدثنا عبدالرحمن بن يزيد بن جابر عن يحيى بن جابر الطائي، عن عبدالرحمن بن جبير بن نفير، عن أبيه، جبير بن نفير، عن النواس بن سمعان
Telah menceritakan kepada kami Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb : Telah menceritakan kepada kami Al-Waliid bin Muslim : Telah menceritakan kepadaku ‘Abdurrahman bin Yaziid bin Jaabir : Telah menceritakan kepadaku Yahya bin Jaabir Ath-Thaa’iy, Qaadliy wilayah Himsh : Telah menceritakan kepadaku ‘Abdurrahman bin Jubair, dari ayahnya yaitu Jubair bin Nufair Al-Hadlramiy, bahwasannya ia mendengar An-Nawwaas bin Sam’aan Al-Kilaabiy.
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Mihraan Ar-Raaziy (dan ini lafadh miliknya) : Telah menceritakan kepada kami Al-Waliid bin Muslim : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Yaziid bin Jaabir, dari Yahya bin Jaabir Ath-Thaa’iy, dari ‘Abdurrahman bin Jubair bin Nufair, dari ayahnya yaitu Jubair bin Nufair, dari An-Nawwaas bin Sam’aan.
Hadits An-Nawwaas bin Sam’aan beserta sanadnya yang dibawakan oleh Al-Imam Muslim di atas mempunya dua jalan, yaitu Abu Khaitsamah dan Muhammad bin Mihraan Ar-Raaziy.
Hadits Aus bin Aus radliyallaahu ‘anhu yang mengkhabarkan bahwa ‘Isa akan turun di menara putih timur Damaskus (sama seperti hadits kedua).
Al-Imam Ath-Thabarani dalam Al-Kabir (1/217) membawakan sanad sebagai berikut :
(حدثنا أحمد بن المعلى الدمشقي القاضي ثنا هشام بن عمارة) وحدثنا عبدان بن أحمد ثنا هشام بن خالد قالا ثنا محمد بن شعيب ثنا يزيد بن عبيدة عن أبي الأشعث الصنعاني عن أوس بن أوس عن النبي صلى الله عليه و سلم
“(Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Al-Mu’allaa Ad-Dimasyqiy Al-Qaadliy : Telah menceritakan kepada kami Hisyaam bin ‘Imaarah – ) Dan telah menceritakan kepada kami ‘Abdaan bin Ahmad : Telah menceritakan kepada kami Hisyaam bin Khaalid – Mereka berdua (yaitu Hisyaam bin ‘Imaarah dan Hisyaam bin Khaalid) berkata : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Syu’aib : Telah menceritakan kepada kami Yazid bin ‘Ubaidah, dari Abul-Asy’ats Ash-Shan’aaniy, dari Aus bin Aus, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam”.
Al-Imam Al-Haitsami dalam Majma’uz-Zawaaid (8/205) mengatakan bahwa rijaal hadits tersebut tsiqaat (terpercaya).
Hadits Naafi’ bin Kaisaan Ats-Tsaqafiy radliyallaahu ‘anhu yang mengkhabarkan bahwa ‘Isa akan turun di pintu Damaskus sebelah timur.
ينزل عيسى بن مريم عند باب دمشق الشرقي
“’Isa bin Maryam akan turun di pintu Damaskus sebelah timur”.
Al-Haafidh Ibnu Hajar dalam Al-Ishaabah (6/227) membawakan sanad secara marfu’ sebagai berikut :
وأخرج بن عائذ عن الوليد بن مسلم عمن سمع عبد الرحمن بن ربيعة عن عبد الرحمن بن أيوب بن نافع عن كيسان عن أبيه عن جده نافع بن كيسان صاحب النبي صلى الله عليه وآله وسلم
“Dan dikeluarkan oleh ‘Aaidz, dari Al-Waliid bin Muslim, dari seseorang yang mendengar dari ‘Abdurrahman bin Rabii’ah, dari ‘Abdurrahman bin Ayyuub bin Naafi’, dari Kaisaan, dari ayahnya, dari kakeknya yaitu Naafi’ bin Kaisaan – salah seorang shahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam”.
Hadits Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu yang mengkhabarkan bahwa ‘Isa bin Maryam akan turun sebagai hakim yang ‘adil yang akan menghancurkan salib.
لينزلن بن مريم حكما عادلا فيكسر الصليب ويقتل الخنزير وليضعن الجزية
“Sungguh Ibnu Maryan akan turun sebagai hakim yang ‘adil, lalu ia akan mematahkan kayu salib, membunuh babi, dan membebaskan jizyah”.
Al-Imam Ibnu Hibban rahimahullah dalam Shahih-nya (no. 6816) membawakan sanad secara marfu’ sebagai berikut :
أخبرنا عبد الله بن محمد الأزدي قال حدثنا إسحاق بن إبراهيم قال أخبرنا عمرو بن محمد العنقزي قال حدثنا ليث بن سعد عن المقبري عن عطاء بن ميناء عن أبي هريرة
“Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Muhammad Al-Azdiy ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Ishaaq bin Ibraahiim ia berkata : Telah menceritakan kepada kami ‘Amr bin Muhammad Al-‘Anqaziy ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Laits bin Sa’d, dari Al-Maqburiy, dari ‘Atha’ bin Miinaa’, dari Abu Hurairah”.
Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arna’uth mengatakan bahwa sanad hadits ini adalah shahih sesuai persyaratan Al-Imam Muslim.
Hadits Jaabir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhu yang mengkhabarkan bahwa ‘Isa bin Maryam akan diminta mengimami shalat manusia, namun ia menolaknya.
لا تزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق ظاهرين إلى يوم القيامة. قال، فينزل عيسى بن مريم صلى الله عليه وسلم فيقول أميرهم: تعال صل لنا. فيقول: لا. إن بعضكم على بعض أمراء. تكرمة الله هذه الأمة
“Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berjuang membela kebenaran dengan memperoleh pertolongan hingga datangnya hari kiamat. Kemudian ‘Isa bin Maryam shallallaahu ‘alaihi wa sallam akan turun. Berkata pemimpin mereka kepada ‘Isa : “Jadilah imam shalat bersama kami”. ‘Isa menjawab : “Tidak, sesungguhnya sebagian dari kalian adalah pemipin dari sebagian yang lain, sebagai satu penghormatan dari Allah bagi umat ini”.
Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 156) membawakan sanad sebagai berikut :
حدثنا الوليد بن شجاع، وهارون بن عبدالله، وحجاج بن الشاعر قالوا: حدثنا حجاج (وهو ابن محمد) عن ابن جريج. قال: أخبرني أبو الزبير؛ أنه سمع جابر بن عبدالله يقول: سمعت النبي صلى الله عليه وسلم يقول
“Telah menceritakan kepada kami Al-Waliid bin Syujaa’, Haaruun bin ‘Abdillah, dan Hajjaaj bin Asy-Syaa’ir, mereka berkata : Telah menceritakan kepada kami Hajjaaj (ia adalah Ibnu Muhammad), dari Ibnu Juraij, ia berkata : Telah mengkhabarkan kepadaku Abuz-Zubair, bahwasannya ia mendengar Jaabir bin ‘Abdillah berkata : Aku mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda”.
Hadits Hudzaifah bin Yamaan radliyallaahu ‘anhu yang mengkhabarkan bahwa ‘Isa bin Maryam akan shalat di belakang Al-Mahdi.
فلما قاموا يصلون نزل عيسى بن مريم صلوات الله عليه إمامهم فصلى بهم
“Ketika mereka berdiri melakukan shalat, ‘Isa bin Maryam shalawaatullah ‘alaihi turun sebagai pemimpin mereka, dan kemudian ia shalat bersama mereka”.
Al-Imam Al-Haakim dalam Al-Mustadrak membawakan sanad secara marfu’ sebagai berikut :
حدثني أبو بكر محمد بن أحمد بن بالويه ثنا محمد بن شاذان الجوهري ثنا سعيد بن سليمان الواسطي ثنا خلف بن خليفة الأشجعي ثنا أبو مالك الأشجعي عن أبي حازم الأشجعي عن ربعي بن حراش عن حذيفة بن اليمان رضى الله تعالى عنه
“Telah menceritakan kepadaku Abu Bakr Muhammad bin Ahmad bin Balwiih : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Syaadzaan Al-Jauhariy : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin Sulaiman Al-Waasithiy : Telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Khaliifah Al-Asyja’iy : Telah menceritakan kepada kami Abu Maalik Al-Asyja’iy, dari Abu Haazim Al-Asyja’iy, dari Rib’iy bin Haraasy, dari Hudzaifah bin Al-Yamaan radliyallaahu ‘anhu”.
Al-Imam Al-Hakim mengatakan bahwa hadits tersebut adalah shahih sesuai syarat Al-Imam Muslim; dan penilaian tersebut disepakati oleh Al-Imam Adz-Dzahabiy. Namun Asy-Syaikh Al-Albani memberikan komentar bahwa Khalaf bin Khaliifah Al-Asyja’iy, meskipun termasuk rawi dari Al-Imam Muslim, namun hafalannya tercampur di akhir hayatnya. Haditsnya jayyid (bagus) untuk dijadikan syawaahid.
Hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radliyallaahu ‘anhu yang mengkhabarkan bahwa ‘Isa bin Maryam turun dengan wujud seperti ‘Urwah bin Mas’ud – kemudian ia akan membunuh Dajjaal.
فيبعث الله عيسى بن مريم كأنه عروة بن مسعود. فيطلبه فيهلكه
“Maka Allah pun mengutus ‘Isa bin Maryam, yang seolah-olah dia itu ‘Urwah bin Mas’uud, lalu ‘Isa mencari/memburu Dajjaal dan membunuhnya”.
Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 2940) membawakan sanad secara marfu’ sebagai berikut :
حدثنا عبيدالله بن معاذ العنبري. حدثنا أبي. حدثنا شعبة عن النعمان بن سالم، قال: سمعت يعقوب بن عاصم بن عروة بن مسعود الثقفي يقول : سمعت عبدالله بن عمرو
“Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Mu’aadz Al-‘Anbariy : Telah menceritakan kepada kami ayahku : Telah menceritakan kepada kami Syu’bah bin An-Nu’man bin Saalim ia berkata : Aku mendengar Ya’quub bin ‘Aashim bin ‘Urwah bin Mas’ud Ats-Tsaqafiy, ia berkata : Aku mendengar ‘Abdullah bin ‘Amr”.
10. Hadits Mujamma’ bin Jaariyyah Al-Anshariy radliyallaahu ‘anhu yang mengkhabarkan bahwa ‘Isa bin Maryam akan membunuh Dajjaal di pintu Lodd.
يقتل ابن مريم الدجال بباب لد
“Ibnu Maryam membunuh Ad-Dajjaal di pintu Lodd”.
Al-Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 2244) membawakan sanad sebagai berikut :
حدثنا قتيبة حدثنا الليث عن بن شهاب انه سمع عبيد الله بن عبد الله بن ثعلبة الأنصاري يحدث عن عبد الرحمن بن يزيد الأنصاري من بني عمرو بن عوف يقول سمعت عمي مجمع بن جارية الأنصاري يقول سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول
“Telah menceritakan kepada kami Qutaibah : Telah menceritakan kepada kami Al-Laits, dari Ibnu Syihaab, bahwasannya ia mendengar ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin Tsa’labah Al-Anshariy ia menceritakan dari ‘Abdirrahman bin Yaziid Al-Anshariy, dari Bani ‘Amr bin ‘Auf, ia berkata : Aku mendengar pamanku, Mujamma’ bin Jaariyyah Al-Anshariy ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda”.
Al-Imam At-Tirmidzi mengatakan : “Hadiits hasan shahiih”. Asy-Syaikh Al-Albani mengatakan : “Shahih”.
Hadits Samurah bin Jundub radliyallaahu ‘anhu yang mengkhabarkan ‘Isa bin Maryam turun akan membenarkan agama yang dibawa Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
ثم يجيء عيسى بن مريم عليهما السلام من قبل المغرب مصدقا بمحمد صلى الله عليه وسلم
“Kemudian ‘Isa bin Maryam ‘alaihimas-salaam datang dari arah barat untuk membenarkan Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam”
Al-Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya (no. 20163) membawakan sanad secara marfu’ sebagai berikut :
حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا روح ثنا سعيد وعبد الوهاب أنا سعيد عن قتادة عن الحسن عن سمرة بن جندب
“Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah : Telah menceritakan kepadaku ayahku : Telah menceritakan kepada kami Ruuh : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid dan ‘Abdullah Al-Wahhaab : Telah memberitakan kepada kami Sa’iid, dari Qatadah, dari Al-Hasan, dari Samurah bin Jundub radliyallaahu ‘anhu.
Asy-Syaikh Hamzah Az-Zain mengatakan bahwa sanad hadits tersebut adalah shahih.
Hadits ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhaa yang mengkhabarkan bahwa ‘Isaa akan tinggal di bumi selama empat puluh tahun.
فينزل عيسى عليه السلام فيقتله ثم يمكث عيسى عليه السلام في الأرض أربعين سنة إماما عدلا وحكما مقسطا
“Maka turunlah ‘Isa ‘alaihis-salaam dan membunuh Dajjaal. Kemudian ‘Isa ‘alaihis-salaam tinggal di bumi selama empat puluh tahun sebagai imam dan hakim yang ‘adil”.
Al-Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya (no. 24511) membawakan sanad secara marfu’ sebagai berikut :
حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا سليمان بن داود قال ثنا حرب بن شداد عن يحيى بن أبي كثير قال حدثني الحضرمي بن لاحق ان ذكوان أبا صالح أخبره ان عائشة أخبرته قالت
“Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah : Telah menceritakan kepadaku ayahku : Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Daawud, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Harb bin Syaddaad, dari Yahya bin Abi Katsiir, ia berkata : Telah menceritakan kepadaku Al-Hadlramiy bin Laahiq : Bahwasannya Dzakwaan bin Abi Shaalih mengkhabarkan kepadanya (Al-Hadlramiy) bahwa ‘Aisyah telah mengkhabarkan kepadanya (Dzakwaan) : Ia (‘Aisyah) berkata”.
Asy-Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan.
Hadits ‘Abdullah bin Salaam radliyallaahu ‘anhu yang mengkhabarkan bahwa ‘Isa bin Maryam akan dikubur bersama (di samping) Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
مكتوب في التوراة صفة محمد وصفة عيسى بن مريم يدفن معه
“Tertulis dalam Taurat sifat Muhammad dan sifat ‘Isa bin Maryam yang ia (‘Isa) akan dikuburkan bersamanya (Muhammad)”
Al-Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (no. 3617) membawakan sanadnya secara mauquf sebagai berikut :
حدثنا زيد بن أخزم الطائي البصري حدثنا أبو قتيبة سلم بن قتيبة حدثني أبو مودود المدني حدثنا عثمان بن الضحاك عن محمد بن يوسف بن عبد الله بن سلام عن أبيه عن جده
“Telah menceritakan kepada kami Zaid bin Akhzam Ath-Thaa’iy Al-Bashriy : Telah menceritakan kepada kami Abu Qutaibah Salm bin Qutaibah : Telah menceritakan kepadaku Abu Mauduud Al-Madaniy : Telah menceritakan kepada kami ‘Utsmaan bin Adl-Dlahhaak, dari Muhammad bin Yuusuf bin ‘Abdillah bin Salaam, dari ayahnya, dari kakeknya”.
Al-Imam At-Tirmidzi mengatakan bahwa hadits di atas adalah hasan ghariib. Muhammad bin Yuusuf bin ‘Abdillah bin Salaam adalah perawi maqbul apabila ada mutaba’ah.
—-
Itulah sedikit di antara hadits-hadits mutawatir ma’nawiy yang menyebutkan tentang turunnya ‘Isa bin Maryam ‘alaihis-salaam di akhir zaman, masih ada yang lainnya, cuma maaf, saya letih ngetiknya
. apakah menurut mas, mereka semua juga telah termakan perkataan Ka’ab al-Ahbar dan Wahab bin Munabbih?
—————————
Sebagai pengetahuan :
Hadits mutawatir didefinisikan sebagai : “apa yang diriwayatkan oleh sejumlah banyak orang yang menurut kebiasaan mereka terhindar dari melakukan dusta mulai dari awal hingga akhir sanad”. Atau : “hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang banyak pada setiap tingkatan sanadnya menurut akal tidak mungkin para perawi tersebut sepakat untuk berdusta dan memalsukan hadits, dan mereka bersandarkan dalam meriwayatkan pada sesuatu yang dapat diketahui dengan indera seperti pendengarannya dan semacamnya”.
Ada empat syarat satu hadits dikatakan mutawatir :
1. Diriwayatkan oleh jumlah yang banyak.
2. Jumlah yang banyak ini berada pada semua tingkatan (thabaqat) sanad.
3. Menurut kebiasaan tidak mungkin mereka bersekongkol/bersepakat untuk dusta
4. Sandaran hadits mereka dengan menggunakan indera seperti perkataan mereka : kami telah mendengar, atau kami telah melihat, atau kami telah menyentuh, atau yang seperti itu. Adapun jika sandaran mereka dengan menggunakan akal, maka tidak dapat dikatakan sebagai hadits mutawatir.
Menurut jumhur ulama, tidak ada batasan tertentu dalam jumlah perawi sehingga satu hadits dikatakan mutawatir. Hadits mutawatir ini dibagi menjadi dua, yaitu :
1) Mutawatir Lafdhy adalah apabila lafadh dan maknanya mutawatir. Misalnya hadits : {من كذب علي متعمدا فليتبوأ مقعده من النار} ”Barangsiapa yang sengaja berdusta atas namaku (Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam) maka dia akan mendapatkan tempat duduknya dari api neraka”. Hadits ini telah diriwayatkan lebih dari 70 orang shahabat, dan diantara mereka termasuk 10 orang yang dijamin masuk surga.
2) Mutawatir Ma’nawy adalah maknanya yang mutawatir sedangkan lafadhnya tidak. Misalnya, hadits-hadits tentang mengangkat tangan ketika berdoa. Hadits ini telah diriwayatkan dari Nabi sekitar 100 macam hadits tentang mengangkat tangan ketika berdo’a. Dan setiap hadits tersebut berbeda kasusnya dari hadits yang lain. Sedangkan setiap kasus belum mencapai derajat mutawatir. Namun bisa menjadi mutawatir karena adanya beberapa jalan dan persamaan antara hadits-hadits tersebut, yaitu tentang mengangkat tangan ketika berdo’a.
Wa Allaahu A’lam.
9 November 2010 pada 8:30 AM
@ Kang Usup
Terimakasih atas penjelasan anda , hadits2 yang mas postingan sangat aku kenal di dalam berbagai reperensi buku. Saya juga termenung dengan hadits2 tersebut.
Secara garis besar adalah bahwa inti dari turunnya nabi isa as: adalah
1. Meluruskan kembali syariat Nabi Muhammad SAW.
2. Membunuh Dajjal
3. Mematahkan Salib
4. Membunuh Babi
5. Manghapuskan Pajak.
Yang menjadi Permasalahan postingan ini adalah Apakah Isa Putra Maryam turun sebagai Nabi? Sementara AQ menjelaskan Nabi Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir?
Bukan saya tidak mengerti dengan jalan pemikiran Kang Usup tapi lihat retorika yang ada, kita sebagai manusia adalah mahkluk yang membutuhkan zat2 pedukung untuk kehidupan seperti oksigen, karbon, dll.
Nah…di dalam hadits adalah istilah kata “TURUN” bukankah hal ini mengindikasikan bahwa Nabi Isa masih hidup di langit sanah, sebagai penunjang kehidupan apakah zat2 dan kebutuhannya bisa terpenuhi, memang benar Allah Maha Kuasa, Tapi saya bicara disini berbicara berdasarkan logika. Sebab dunia ini adalah fana segalah hukum yang berlaku akan berlaku juga pada diri Nabi Isa sebab secara lahiriyah beliau adalah manusia biasa seperti kita.
Yang menjadi permasalahannya sekarang Apakah Allah mengangkat tubuh fisiknya beserta Ruhnya ke sisinya sedangkan Allah sendiri sudah mewafatkannya bedasarkan beberapa pendapat para ulama ternama di lain sisi memang ada pula ulama2 yang sependapat dengan Kang Usup:
coba kita lihat beberapa pendapat ulama berikut ini:
Ada dua kelompok penafsiran yang berbeda terhadap ayat diatas, terutama disebabkan dalam mengartikan dua kata yaitu “mutawaffika” dan “rafi’uka ilayya”. Kelompok Pertama, mengartikan kata “mutawaffika” sebagai “menyempurnakanmu” atau “menggenggamu.” Sedangkan kata “rafiuka ilayya” diartikan sebagai mengangkatmu kepadaKu (mengangkat Isa Al Masih ke langit).
Kelompok Kedua mengartikan kata “Mutawaffika” dengan “mewafatkan” dan “rafi’uka ilayva” dengan mengangkat (derajat Isa Al Masih).
Pendapat yang terakhir ini diantaranya dikemukakan oleh beberapa ulama sebagai berikut:
Prof. Dr. KH. Hasbullah Bakry, SH. dalam bukunya “Isa dalam Al Qur’an Muhamrrrad dalam Bibel,” (Jakarta, 1987) cet. Ke-8, hal. 19, 52 dan 53 menjelaskan:
“Tuhan mematikan (Isa) sebagai kematian biasa (bukan dibunuh) dan Tuhan mengangkat derajat orang-orang yang mengikutinya lebih tinggi dari orang-orang yang menentangnya.”
Prof. Dr. HAMKA, dalam tafsir Al Azhar (Jakarta, 1988) Juz ItI, hal. 181, menjelaskan:
“Arti yang tepat dari ayat ini ialah bahwa maksud orang-orang kafir itu hendak menjadikan Isa Al Masih mati dihukum bunuh, sebagai yang dikenal yaitu dipalangkan dengan kayu, tidaklah akan berhasil. Tetapi Nabi Isa Al Masih akan wafat dengan sewajarnya dan sesudah beliau wafat, beliau akan diangkat Tuhan ke tempat yang mulia di sisiNya dan bersihkan diri beliau dari pada gangguan orang yang kafir-kafir itu.”
“Maka dari itu arti pemahaman Dia (Isa) akan diangkat ke sisi Tuhan, ialah sebagai Nabi Idris yang diangkat derajatnya ke tempat yang tinggi, sebagaimana tersebut di dalam surat Maryam (surat 19 ayat 57). Begitu juga orang yang mati syahid di dalam surat Ali Imran ayat 169, dikatakan bahwa dia tetap hidup.”
Al Alusi, dalam Tafsirnya yang terkenal Ruhul Ma’ani (Darul Kutub Al Ilmiyah, Beirut, 1994), jilid III, ha1.179 memberikan pendapat tentang Mutawaffika, yang artinya telah mematikan engkau, yaitu menyempurnakan ajal engkau (mustaufi ajalaka) dan mematikan engkau menurut jalan biasa, tidak sampai dapat dikuasai oleh musuh yang hendak membunuh engkau.
Beliau menjelaskan lagi bahwa arti warafi’uka ilayya (dan mengangkat engkau kepadaKu), telah mengangkat derajat beliau, memuliakan beliau, mendudukkan beliau ditempat yang tinggi, yaitu ruh beliau sesudah mati. Bukan mengangkat badannya. Lalu Al Alusi mengemukakan beberapa kata rafa’a yang berarti “mengangkat” dari beberapa ayat Al Qur’an yang tiada lain artinya adalah mengangkat kemuliaan ruhani sesudah meninggal.
Syaikh Muhammad Abduh, dalam Tafsir Al Manar jilid II, hal 316, menjelaskan:
“Ulama dalam menafsirkan ayat ini menempuh dua jalan. Yang pertama bahwa dia diangkat Allah dengan tubuhnya dalam keadaan hidup. Dan nanti dia akan turun kembali di akhir zaman dan menghukum diantara manusia dengan syariat kita. Penafsiran yang kedua ialah memahamkan ayat menurut asli yang tertulis, mengambil arti tawaffa dengan maknanya yang nyata, yaitu mati seperti biasa, dan rafa’a (angkat), ialah ruhnya diangkat sesudah beliau mati…”
Kata beliau pula:
“Golongan ini, terhadap golongan pertama yang menyatakan Nabi Isa telah naik ke langit dan akan turun kembali, mereka mengeluarkan kesimpulan hadits-hadits itu ialah hadits-hadits ahad yang bersangkut paut dengan kepercayaan yang tidaklah dapat diambil kalau tidak qoth’i (tegas). Padahal perkara ini tidak ada sama sekali hadits yang mutawatir.”
Sayid Rasyid Ridha dalam Majalah Al Manar, juz 10 hal 28, seperti dikutip Hamka dalam Tafsir Al Azhar (Pustaka Panjimas, 1988) Juz III, hal. 183, pernah menjawab pertanyaan dari Tunisia.
“Bagaimana keadaan Nabi Isa sekarang? Dimana tubuh dan nyawanya? Bagaimana pendapat tuan tentang ayat inni mutawaffika wa rafi’uka? Kalau memang dia sekarang masih hidup, sebagaimana di dunia, dari mana dia mendapat makanan yang amat diperlukan bagi tubuh jasmani itu? Sebagaimana yang telah menjadi sunnatullah atas makhluknya?”
Atas pertanyaan itu, Sayid Rasyid Ridha menguraikan jawabannya:
“Tidak ada nash yang sharih (tegas) di dalam Al-Qur’an bahwa Nabi Isa telah diangkat dengan tubuh dan nyawa ke langit dan hidup disana seperti di dunia ini, sehingga perlu menurut sunnatullah tentang makan dan minum, sehingga menimhulkan pertanyaan tentang makanan beliau sehari-hari. Dan tidak pula ada nash yang sharih menyatakan beliau akan turun dari langit. Itu hanyalah aqidah dari kebanyakan orang Nasrani, sedang mereka itu telah berusaha sejak lahirnya Islam menyebarkan kepercayaan ini di dalam kalangan muslimin.
Beliau menegaskan:
“Ini adalah masalah khilafiyah.”
Ahmad Mustofa Al Maraghi, dalam Tafsir Al Maroghi (Syarikah Maktabah Wa Mathba’ah Mustafa Albabi Alhalabi, 1946), jilid I, juz ke-3 ha1.165 menjelaskan:
“Tidak ada dalam Al-Qur’an suatu nash yang sharih dan putus tentang Isa a.s diangkat ke langit dengan tubuh dan nyawanya. Adapun sabda Tuhan mengatakan bahwa: Aku akan mewafatkan engkau dan mengangkat engkau daripada orang-orang kafir itu, jelaslah bahwa Allah mewafatkannya dan mengangkatnya, zahiriah (nyata) dengan diangkatnya sesudah wafat itu, yaitu diangkat derajatnya di sisi Allah. Sebagaimana Idris a.s dikatakan Tuhan: “Dan kami angkatkan dia ke tempat yang tinggi.”
“Hadits-hadits yang menyatakan bahwa Nabi Isa masih hidup (jasmani dan ruhani) dan akan turun dari langit, tidaklah sampai kepada derajat hadits�hadits yang mutawatir. Oleh karena itu maka tidaklah wajib seorang mulim beri’tikad bahwa Isa Al Masih sekarang hidup dengan tubuh dan nyawanya, dan orang yang menjalani aqidah ini tidaklah kafir dari syariat Islam.”
Syaikh Mahmoud Shaltout, Syaikh Jami’ Al Azhar (meninggal tahun 1963) seperti yang disiarkan mingguan Ar Risalah, yang terbit di Mesir, No 452 jilid 10 hal 515, seperti dikutip Hamka (Tafsir Al Azhar, 1988) cet. Ke-3 hal 317, memberikan pendapat tentang hadits-hadits yang menyatakan bahwa Nabi Isa akan turun:
“Riwayat-riwayat itu adalah kacau balau, berlain-lain saja lafadnya dan maknanya yang tidak dapat dipertemukan. Kekacau balauan ini dijelaskan benar-benar oleh ulama hadits. Dan diatas dari itu semua, yang membawa riwayat ini ialah Wahab bin Munabbih dan Kaab Al Ahkbar, keduanya itu ialah ahlul kitab yang kemudian memeluk Islam.”
“Adapula hadits yang dirawikan Abu Hurairah tentang Nabi Isa akan turun, apabila hadits itu shahih, namun dia adala.h hadits ahad. Dan ulama telah ijma’ bahwa hadits ahad tidak berfaedah untuk dijadikan dasar aqidah dan tidak sah dipegang dalam urusan yang ghaib.”
Syaikh Abdul Karim Amrullah, Ulama besar Indonesia dalam bukunya Al Qoulus Shahih, 1924.
“Nabi Isa meninggal dunia menurut ajalnya dan diangkat derajat beliau di sisi Allah, jadi bukan tubuhnya diangkat ke langit.”
Dr. Quraish Shihab, dalam harian Republika, hal 10 tanggal 18 Nopember 1994:
“Bahwa Isa a.s kini masih hidup di langit, bukanlah satu kewajiban untuk mempercayainya, serta beberapa hadits yang berkaitan dengan kenaikan Isa Al Masih dan akan turunnya kelak menjelang kiamat. Hadits-hadits tersebut walaupun banyak kesemuanya bermuara pada dua orang saja, yang keduanya bekas penganut agama Kristen, yaitu Ka’ab Al Akhbar dan Wahab bin Munabbih. Tidak sedikit ulama yang menilai bahwa informasi mereka pada hakekatnya bersandar dari sisa kepercayaan kedua perowi hadits�hadits itu.”
Dari beberapa pendapat ulama diatas, dapat disimpulkan bahwa: [1]. Isa Al Masih telah diwafatkan oleh Allah. Seperti manusia lain, beliau pun, akan terkena sunnatullah kematian “Setiap nafs (yang berjiwa), akan menghadapi kematian” (Ali Imran/3:185).
[2]. Bahwa Isa Al Masih akan diangkat Allah bukan dalam arti diangkat secara fisik, melainkan derajatnya. Penggunaan kata rafa’a seperti ini bisa juga kita temui dalam surat Al Mujadilah/58:11 “….Allah akan mengangkat orang-orang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat…” Makna pengangkatan yang sama juga diberikan kepada Nabi Idris (Maryam/19:57).
[3]. Bahwa hadits-hadits Nabi saw yang melukiskan akan tibanya suatu periode dimana Isa akan mengoreksi keislaman bani Israil yang menyeleweng dari syariat Nabi Musa, atau menyebut Isa Al Masih berada di langit atau masih hidup hingga kini, tidak bisa dijadikan pedoman yang kokoh. Kesimpulan tersebut diambil dari beberapa fakta dibawah ini: Pertama, Hadits-hadits tersebut termasuk hadits ahad, sehingga tidak bisa dijadikan pedoman dalam soal aqidah. Kedua, walaupun menurut Bukhari sanadnya shahih tetapi karena matannya mungkin bersinggung balik dengan Al-Qur’an yang dengan tegas mengatakan bahwa Isa Al Masih telah wafat maka untuk menghindari kesalahpahaman seperti yang terjadi ada jama’ah Ahmadiyah Qodian, hadits tersebut lebih baik ditinggalkan saja. Ketiga, hadits-hadits tersebut, bermuara pada dua orang saja, yang keduanya bekas penganut agama Kristen, yaitu Ka’ab Al Akhbar dan Wahab bin Munabbih (yang masih punya keterkaitan pada kepercayaan lamanya).
Dari logika saja, bagaimana Isa Al Masih hidup dilangit itu? Apakah Tuhan ada di langit? Langit itu walau bagaimanapun juga luasnya berarti dalam lingkungan ruang dan waktu, sedang Tuhan tidak dibatasi ruang dan waktu, laitsa kamitslihi syaiun.
Bagaimana Isa Al Masih dengan tubuh jasmaninya hidup di langit yang udaranya diluar kesanggupan paru-paru insani? Atau apakah Isa Al Masih di sana dalam keadaan alam ruhani saja? Kalau demikian maka kondisi tersebut sama dengan manusia lainnya yang telah mati, mereka hidup dalam alam ruhani di luar ukuran dunia fana ini. Sehingga tidak perlu dipersoalkan lagi.
Boleh jadi juga orang-orang Kristen dan sebagian orang-orang Islam yang menyandarkan bahwa Isa Al Masih duduk di kanan Allah itu karena ayat Al-Qur’an berbunyi: “… dan adalah Isa salah seorang yang dekat pada Allah (minal maqarrabin) .”
Dekat disini bukan berarti dekat dalam ukuran ruang dan waktu tatapi dekat dalam arti ruhani, maksudnya beliau sangat mulia di sisi Allah karena iman dan taqwanya pada Allah. Dan kita jangan keliru bahwa ayat ini menunjukkan bahwa Isa Al Masih hanyalah salah seorang saja dari antara orang-orang yang dekat pada Allah. Jadi kaum “muqarrabin” itu jumlahnya banyak sekali, dan yang sudah tergolong “muqarrabin” itu ialah para nabi dan para wali, orang-orang yang saleh dan taqwa pada Allah. Jadi tidak seharusnya hanya Isa Al Masih saja yang dianggap dekat pada Allah.
Sedangkan pendapat sebagian ulama bahwa Isa Al Masih masih hidup di surga justru dipakai oleh kalangan Kristen untuk menyatakan bahwa orang Islam pun mengakui kalau Yesus hidup di surga dengan Tuhan. Maka siapa yang bisa berdampingan dengan Tuhan kalau bukan Tuhan?
Jika pemahaman itu merasuk pada umat Islam, maka dua doktrin umat Kristen Kebangkitan, Kenaikan dan Ketuhanan Yesus dengan mudah juga diterima umat Islam.
Sumber:
http://islamic.xtgem.com/isa_almasih/kebangkitan9_11.htm
Sekarang terserah kita masing2 percaya dan tidak percaya juga nggak apa2.
9 November 2010 pada 12:01 PM
Isa diangkat sebagai Nabi dan Rasul adalah sebelum Muhammad, kan? Nah, ketika turun pun ya beliau masih statusnya sebagai Nabi dan Rasul-Nya, apa mungkin Allah mencabut kenabian Isa? Makannya sebagai bentuk kesopanan Muhammad Shallallahu alaihi wa Sallam beliau menyatakan bahwa Nabi Isa akan turun kembali, bukan Isa. Ini sebagai bukti bahwa yang akan turun bukan Isa yang baru, tapi Nabi Isa yang dulu lahir dari rahim Maryam!
Yang kerap menjadi syubhat ialah Dua ayat tersebut adalah :
إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. [QS. Ali-’Imraan : 55].
مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan) nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. [QS. Al-Maaidah : 117].
Perlu diketahui bahwasannya makna ”kematian” dalam bahasa Arab tidak selalu bermakna terambilnya ruh dari jasad. Selain dari makna tersebut, maka ada dua makna lain yang dapat dipahami yaitu :
Tidur.
Hal itu sebagaimana terdapat dalam ayat :
وَهُوَ الَّذِي يَتَوَفَّاكُمْ بِاللَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُمْ بِالنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَى أَجَلٌ مُسَمًّى ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
”Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan pada siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur (mu) yang telah ditentukan, kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan” [QS. Al-An’am : 60].
اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا
”Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya” [QS. Az-Zumar : 42].
Juga doa Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam yang selalu beliau ucapkan ketika bangun dari tidurnya :
الحمد لله الذي أحيانا بعد ما أماتنا….
”Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami setelah mematikan (= menidurkan) kami…” [HR. Al-Bukhari no. 6312].
Sebagian ulama mengambil makna ini sehingga makna kedua ayat yang diperbincangkan adalah bahwasannya Allah mengangkat ’Isa bin Maryam ’alaihis-salaam dalam keadaan tidur.
Memegang atau mengambil.
Makna ini terambil sebagaimana jika dikatakan : (وَفَيْتُ مَالِي عَلَى فُلانٍ) ”Aku mengambil hartaku yang menjadi tanggungan Fulan”. Juga sebagaimana disebutkan dalam QS. Az-Zumar : 42 sebelumnya :
اللَّهُ يَتَوَفَّى الأنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا
”Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya” [QS. Az-Zumar : 42].
Makna ini adalah makna paling kuat diantara semua kemungkinan makna yang didukung oleh banyak mufassirin. Ibnu Jarir Ath-Thabari berada di barisan terdepan dalam memegang pendapat ini dimana ia mengatakan :
وأولـى هذه الأقوال بـالصحة عندنا قول من قال: معنى ذلك: إنـي قابضك من الأرض ورافعك إلـيّ, لتواتر الأخبـار عن رسول الله صلى الله عليه وسلم …….
”Yang lebih benar di antara pendapat-pendapat tersebut menurutku adalah pendapat yang mengatakan : Makna ayat tersebut adalah : ”Sesungguhnya Aku memegangmu dari bumi dan mengangkatmu kepada-Ku”; karena didukung oleh hadits-hadits mutawatir dari Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam…….” [Tafsir Ath-Thabari 3/2-3-204].
Makna ini adalah makna asli dalam bahasa Arab. Dalam kamus Taajul-Arus disebutkan : istaufaahu dan tawaffaahu artinya tidak meninggalkan sedikitpun. Kedua kata tersebut menunjukkan hasil atau akibat dari kata aufaahu [Taajul-Arus oleh Az-Zubaidi 1/394]. Kalimat mutawaffiika, yaitu pada kata tawaffaa pada asalnya bermakna ”memegang dan mengambil”. Dan dipakai secara majazi dengan arti “mematikan”, sebagaimana yang tertera dalam kitab Asasul-Balaghah karya Az-Zamakhsyari. Tentu saja, kaidah ushul yang menyatakan al-ashlu fil-kalaam al-haqiiqah (asal dari satu perkataan adalah makna hakikatnya) dalam pembicaraan ini masih berlaku. Dengan kata lain, mengalihkan makna hakekat (yaitu, makna : “memegang/mengambil”) kepada makna majaz (yaitu makna : “mati”), harus mendatangkan dalil (dan ini tidak mungkin, sebab dalil justru bertentangan dengan makna majaz).
Ada Beberapa Contoh Manusia dalam Al-Qur’an yang Meninggal Dunia dan Kemudian Kembali Lagi ke Bumi Setelah Beratus-ratus Tahun
Seorang manusia yang dihidupkan setelah satu abad
Salah satu dari mereka adalah seorang yang mati selama satu abad. Ini diterangkan dalam surat al-Baqarah:
Atau apakah kamu tidak memperhatikan orang yang melalui suatu negeri yang (temboknya) telah roboh menutupi atapnya. Dia berkata, “Bagaimana Allah menghidupkan kembali negeri ini setelah hancur?” Maka Allah mematikan orang itu seratus tahun, kemudian menghidupkannya kembali. Allah bertanya, “Berapa lama kamu tinggal di sini?” Ia menjawab, “Saya telah tinggal di sini sehari atau setengah hari.” Allah berfirman, “Sebenarnya kamu telah tinggal di sini seratus tahun lamanya; lihatlah kepada makanan dan minuman yang belum lagi berubah; dan lihatlah kepada keledai kamu (yang telah menjadi tulang belulang); Kami akan menjadikan kamu tanda kekuasaan Kami bagi manusia; dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging.” Maka tatkala telah nyata kepadanya (bagaimana Allah menghidupkan yang telah mati) dia pun berkata, “Saya yakin bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (Surat al-Baqarah: 259)
Dalam ayat-ayat yang terdapat dalam pembahasan awal, ada penyebutan fakta bahwa Yesus (as) tidak wafat, tetapi “ditarik jiwanya”, sedangkan pada ayat di atas, orang tersebut benar-benar meninggal. Konsekuensinya, seorang yang telah meninggal dapat hidup kembali atas seizin Allah. Ini secara eksplisit diterangkan dalam Al-Qur’an.
Ashhabul Kahfi terbangun setelah beratus tahun
Contoh lainnya diterangkan dalam kisah Ashhabul Kahfi yang terdapat pada surat al-Kahfi. Allah menerangkan kisah para pemuda yang mengasingkan diri dari penguasa tiran yang kejam pada masanya dalam sebuah gua. Diterangkan bahwa mereka tidur dan dibangunkan kembali setelah beratus tahun lamanya tertidur. Ayat berikut menerangkan,
(Ingatlah) tatkala pemuda-pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua lalu mereka berdo’a, “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini.” Maka Kami tutup telinga mereka beberapa tahun dalam gua itu. (Surat al-Kahfi: 10-11)
Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; dan Kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka membentangkan kedua lengannya di muka pintu gua. Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan (diri) dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi dengan ketakutan terhadap mereka.
Dan demikianlah Kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sudah berapa lamakah kamu berada (di sini)?” Mereka menjawab,”Kita berada (di sini) sehari atau setengah hari.” Berkata (yang lain lagi), “Tuhan kamu lebih mengetahui beberapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah seorang di antara kamu pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendakah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, maka hendaklah dia membawa makanan itu untukmu dan hendaklah dia berlaku lemah lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seseorang pun.” (Surat al-Kahfi: 18-19)
Al-Qur’an tidak menerangkan secara pasti berapa lama para pemuda tersebut tinggal di dalam gua, tetapi lamanya waktu yang dihabiskan tersirat dengan pernyataan “beberapa tahun”. Akan tetapi, orang-orang mengira waktunya kurang lebih 309 tahun. Allah berfirman:
Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus dan ditambah sembilan tahun (lagi).
Katakanlah: “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); kepunyaan-Nyalah semua yang tersembunyi di langit dan di bumi. Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya; tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka selain dari-Nya; dan Dia tidak mengambil seorang pun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan.” (Surat al-Kahfi: 25-26)
Tentu, yang menjadi masalah di sini adalah bukan panjang-pendeknya periode ini. Masalahnya adalah Allah menarik jiwa manusia, baik dengan menjadikan mereka tertidur maupun dengan mewafatkan mereka, dari kehidupan ini dalam waktu yang telah ditentukan dan kemudian membangkitkan mereka kembali. Seperti orang yang terbangun dari mimpi, Allah memberikan kehidupan lagi bagi mereka. Isa adalah salah satu dari mereka dan – seiring dengan waktu – dia akan hidup kembali/turun ke dunia ini. Setelah memenuhi kewajibannya, dia akan wafat seperti manusia lainnya sesuai dengan firman-Nya: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.” (Surat al-A’raaf: 25).
Wa Allaahu A’lam
13 Mei 2011 pada 3:40 PM
sayangnyah sayah lebih yakin kepada Al Qur’an bahwa ALLAH sudah mensyahken ISLAM sebagai jalan yang sempurna sehingga tidak perlu ada lagi embel-embel menunggu Imam mahdi tukang bakso, atau Isa is my bro.. di sulawesi
25 Mei 2011 pada 11:36 AM
Assalamu’alaikum.
Apakah dng ditemukannya byk hadits dho’if n palsu, perlu juga mewaspadai adanya “artikel palsu” yg melahirkan interpretasi palsu walaupun sandarannya al qur’an dan sunnah ?
Btw, makasih sarannya utk lbh baik pake wordpres dlm bikin blog, mas.
Wassalam.
9 November 2010 pada 9:22 AM
Artikel palsu (atau kerap penulisan yang dibengkokan) terjadi di berbagai forum, dan berbagai sumber lain, termasuk sumber-sumber ilmiah atau yang menjadi standar sumber informasi. Semua itu tergantung dari motif dan latar belakang tujuan dari penulisan. Sebaliknya pula, mutiara-mutiara yang menjaganya juga tidak kalah banyaknya. Dunia maya menjadi sarana “pertempuran” pula untuk menyampaikan visi dan misi dari setiap kelompok-kelompok dengan tujuan apapun.
9 November 2010 pada 11:00 AM
@Samaranji
tergantung isi dari artikel itu, apakah untuk mengkritik yang sifatnya membangun atau sebaliknya, saya kira mas juga paham kok.
ah….itu saranku saja mas
salam
9 November 2010 pada 1:01 PM
Bismillah…Saya mengimani yang ghaib yang dikabarkan al-qur’an maupun al hadits. Turunnya Nabi Isa banyak dibahas di bab tanda-tanda kiamat sudah dekat. Di sana disebutkan tentang Dajjal, Imam Mahdi, ya’juj ma’juj, atau yang lainnya. Memang banyak yang mengambil dalil dari hadits saja dan tidak dijumpai di Al-Qur’an. Wallahu A’lam, semua itu masih ghaib, dan saya mengimaninya karena banyak ulama ahlus Sunnah yang mengimaninya. Saya menghormati orang yang setuju, saya juga menghormati pendapat orang yang tidak setuju. Bagiku amalku dan bagimu amalmu.
9 November 2010 pada 9:45 PM
@Kang Nurhayadi
Turunnya Nabi Isa banyak dibahas di bab tanda-tanda kiamat sudah dekat. Di sana disebutkan tentang Dajjal, Imam Mahdi, ya’juj ma’juj, atau yang lainnya.
_______________
Tidak ada satupun yang membahas 2 kalimah Syahadatnya baik pada Nabi Isa, Imam Mahdi, Dajjal, Ya’juj ma’juj… ketika mereka atau umat yang dekat dengan tanda-tanda kiamat SHALAT
Kalau Nabi Isa a.s sebagai IMAM SHALAT, tolong carikan hadits / riwayatnya bunyi syahadat beliau
10 November 2010 pada 2:58 AM
@kang Hanifa…afwan, saya tidak mau terjebak ke dalam debat ini, karena memang saya bukan orang yang suka berdebat. Saya mengimani hadits Nabi, oleh karena itu saya tidak rela bila hadits Nabi dikritisi, sama seperti kang Hanifa yang tidak suka orang mengkritisi ayat Al-Qur’an. Kalaupun kita berdebat tidak akan bertemu pada satu titik temu karena memang ada perbedaan pandangan. Saya menghormati perbedaan pandangan ini. Sekali lagi Bagiku amalku dan bagimu amalmu.
10 November 2010 pada 7:59 PM
No problemo @Kang, silahken saja. tidak ada paksaan dala ad diin islam.
Qala Allah :
Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat itulah pokok-pokok isi Al Qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebagian ayat-ayat yang mutasyabihat untuk menimbulkan fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabihat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (QS 3:7)
ps:
tergantung kemampuan masing-masing
20 November 2010 pada 3:25 AM
DALIL TENTANG TURUNNYA NABI ISA A.S DI AKHIR ZAMAN
1. Firman Allah ;
[[Sesungguhnya dia (Nabi Isa a.s) adalah tanda kepada Kiamat]] Az-Zukhruf : 61
2. Firman Allah ;
[[Sesungguhnya tiada dari kalangan Ahli Kitab melainkan akan beriman dengannya
(Nabi Isa a.s) sebelum matinya, dan pada hari Kiamat dia akan menjadi saksi kepada
mereka]] An-Nisaa : 159
3. Dari Abi Hurairah r.a, sabda Rasulullah s.a.w :
(( Demi jiwaku yang berada dalam genggamanNya, sangat hampir akan turun di
kalangan kamu (Isa) ibni Maryam sebagai seorang pemimpin yang adil, lalu dia akan
mematahkan salib, membunuh khinzir, menghapuskan jizyah, tidak akan (Nabi Isa)
menerimanya dari kalangan orang kafir dan akan melimpahnya harta sehingga tiada
seorang pun yang menerimanya sehingga satu sujud (di waktu itu) lebih baik dari dunia
dan seluruh isinya)) (Riwayat Bukhari dan Muslim)
BEBERAPA SIFAT NABI ISA
1. Dari Jabir bin Abdillah r.a sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda : (( Dihadapkan
kepadaku para nabi… dan aku melihat kepada Isa bin Maryam, lalu aku dapati orang
yang paling hampir menyerupainya ialah Urwah bin Mas’ud)) Riwayat Muslim
2. Dari Abi Hurairah r.a sesungguhnya Rasulullah s.a.w bersabda : (( Para nabi itu adikberadik
berlainan ibu, ibu-ibu mereka ramai tapi agama mereka satu, sesungguhnya aku
yang paling berhak dengan (nabi) Isa bin Maryam kerana sesungguhnya tiada di antaraku
dan dia nabi (yang lain), dan sesungguhnya dia akan turun, apabila kamu melihatnya
maka kenalilah dia ; seorang lelaki yang tegap (tidak terlalu rendah dan tidak terlalu
tinggi), antara kemerahan dan putih (kulitnya), dia memakai dua helai baju yang
berwarna sedikit kekuningan, seakan-akan menitis dari rambutnya air walaupun
tidak basah…)) Riwayat Ahmad dan Abu Daud
TEMPAT TURUNNYA NABI ISA A.S
Dari Nawwas bin Sam’an r.a Rasulullah s.a.w bersabda : (( Ketika demikian (Dajjal
sedang berkuasa), lalu Allah utuskan Isa bin Maryam maka dia akan turun di sebuah
menara putih di timur Damsyik di antara dua helai baju berwarna kekuningan dalam
keadaan meletakkan kedua tapak tangannya di atas sayap dua malaikat, apabila dia
menganggukkan kepalanya menitis air darinya dan apabila dia mengangkatnya gugur air
seakan-akan mutiara, maka tiada seorang kafir pun yang dapat mencium nafasnya
melainkan akan mati dan nafasnya (Nabi Isa) berakhir sejauh pandangannya…)) Riwayat
Muslim
Hikmah diturunkannabi Isa AS
1)Utkmembunuh dajjal
2)Umat yg berselisihan ttg baginda masih wujud jadibaginda diturunkan utk mentuntaskan perselisihan tersebut.
3)Mengukuhkan agama Islam.
4)Memuliakan Nabi Muhammad karena dengan itu berarti di kalangan umat nabi Muhammad ada seorang nabi.
12 November 2010 pada 6:16 AM
QS. Ali `Imran 3 : 55:”(Ingatlah), ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu (mewafatkanmu) dan mengangkat kamu kepadaKu”
Setau sayah dari ayat ini Nabi Isa a.s… Wafat(benar2 wafat) dalam keadaan bubu(kheknya sih ga ngerasa sakit), lalu bangun2 di tempat(langit) yang bagus..
12 November 2010 pada 5:43 PM
@Kang Nurhayadi dan @Kang Ilham Othmani
Silahken sampean baca ini.
Teriring salam selalu, my bro..
12 November 2010 pada 8:09 AM
@All
Al Qur’an tidak ada keraguan sedikitpun daripadanya, sedangkan RIWAYAT atau “hadits” semua ULAMA SEPAKAT dan SEJARAH MEMBUKTIKANNYA telah terjadi penyortiran “hadits”… apakah kita harus yakin100% bahwa semua riwayat “hadits” atau “sunah” sejajar dengan ayat-ayat Al Qur’an.
NOTE :
INGAT “HADITS” dan “SUNNAH” DALAM TANDA KUTIP
Wassalam, Haniifa.
12 November 2010 pada 8:22 AM
telah terjadi penyortiran “hadits” –>
Ya iyalah, hadits memang hasil sortiran.
Kalau ada hadits dan bukan hasil sortiran, pasti bukan hadits.
Masa sih ada yang menyamakan sumber hukum Al Qur’an dan Hadits ?. Kalaupun ada, tentulah “kacaletot” (ketidaksengajaan)
12 November 2010 pada 9:39 AM
Yah.. kalo sayah pribadi mah daripada …
“keceletot” laju bae ngkena lieur sorangan bin ajur barantakan.. mending mah milih jalan nu aman eujeng santosa.
Sayah mah cukup AL Qur’an sajahlah…(hehehehe..itu aja blum hatam euy masih Al Fatiha.. masih banyak yang harus belajar mempraktekannyah)
12 November 2010 pada 4:56 PM
Sorry diterakhir kelebihan kata “yang”…hihihiihihi
12 November 2010 pada 4:58 PM
Hai Blue!
Koq gavatarmu meng-ungu?
Aku mau baca-baca dulu,
Itung-itung nambah ilmu,
Ilmu nya roh ani tentu.
Salam Cinta!
Juga to my enemy in law,
Prof Hanifa!
12 November 2010 pada 3:43 PM
udah hampir matang kali gravatar neh mas hihihiii
13 November 2010 pada 7:55 PM
@ Filar:
Sementara saya tengahi gini dulu:
1. Untuk apa Nabi Isa AS muncul kembali?
Untuk menegakkan kebenaran Islam, menyatakan kesesatan golongan yang “ngakui umat beliau”, dan membantu Imam Mahdi ngadepin duo laknatullah: Iblis n dajjal.
2. Bukankah Allah telah meridhoi islam sebagai agamamu kepada Rasulullah SAW dan umatnya?
Maksudnya insyaAllah begini, artinya risalah Islam sejak Nabi Adam a.s. dan dalam kitab2 Allah terdahulu telah lengkap paripurna pada hari Quran sebagai kitab penutup ditetapkan Allah sempurna (ada saat turunnya ayat itu).
3. Bukankah kemunculan Nabi Isa AS seakan-akan ajaran Rasulullah SAW tidak sempurna, padahal Allah sendiri telah memuji Nabi?
Tafsirannya gak gitu kayaknya Bro.. kehadiran Nabi Isa A.s. Justru untuk menunjukkan bukti kebenaran ajaran Rasulullah Saw. bagi umat bersimbol salib yang ngakunya umat Nabi Isa a.s. tapi ilut merangin Islam di akhir zaman.
Jangan lupa, semua nabi itu ideologinya Islam. Bahkan Siti Maryam aja ibadahnya ruku dan sujud kok, artinya Ibunya aja udah muslim.
Kalo yang ke-4. ane gak kenal sama sekali. siapa tuh mereka?? kalo jelas2 mereka orang2 gaje (gak jelas mah) sih, cuekin aja .
17 November 2010 pada 4:50 PM
@Budak Muxlimo
Lha ngapain Nabi Isa Al masih turun lagi kebumi… apa memang sampean kurang percaya bahwa ad diin islam sudah di stempel oleh ALLAH (QS Al Maidah 1-5) ?!
25 Mei 2011 pada 10:59 AM
@Muxlimo
Apakah menurut anda islam kurang benar? Apakah dengan kedatangan Nabi Isa As islam akan menjadi benar? menurut anda siapa yang di untungkan kalau Nabi Isa turun?
Islamkah atau Kristen?
Saya tahu kalau seluruh nabi itu beragama islam, menurutmu masuk akalkah kalau nabi Isa turun ke bumi?
17 November 2010 pada 5:23 PM
masuk akal.
21 November 2010 pada 2:24 PM
Islam sebenar-benarnya agama.
21 November 2010 pada 2:26 PM
Nabi Isa as turun untuk memurnikan kembali ajaran agama Islam yg telah dibawa Nabi Muhammad saw yg banyak dipengaruhi fikiran fikiran yg menyimpang diakhir zaman ,Nabi Isa as menjadi umat Nabi Muhammad saw.
19 November 2010 pada 12:07 PM
Itukan kata sampean yang beragama Kristen…… sebab bagi Umat Islam tidak bijituh……. coba sampean baca ini:
Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 5:3)
Dasar @Oom Hamba ahlul Alkitab Al Kafi(run):
19 November 2010 pada 12:14 PM
Nabi Isa pernah berdo’a pada Allah ketika dikabarkan tentang keutamaan Umat Nabi Muhammad saw ” Ya Allah seandainya aku menjadi Umat Nabi Muhammad saw saja” angan angan nabi Isa dikabulkan oleh Allah swt.
19 November 2010 pada 1:27 PM
Memangnya Nabi Muhammad s.a.w sudah lahir ketika Isa Al Masih hidup ?!
Baca dunk sejarah para Nabi dan Rasulullah, bukan buku komik tarzan ajah… hehehe
20 November 2010 pada 2:20 AM
Sebelum itupun, disaat Nabi Adam diciptakan Ia (Adam) mengucap 2 syahadat. jelas nama (Muhammad) itu sudah ada.
Dan nama Muhammad disampaikan didalam kitab2 sebelum Al-Qur’an.
jelas sekali lebih mengerti Nabi Isa A.S tentang Nabi Muhammad SAW.
Alloh SWT merencanakan (Muhammad) sebelum kehidupan.
mereka semua (para nabi) kekasih Alloh, lebih mengerti ketimbang aku(kita). kabeh mau kuwi, yang harus tetap iman dan islam yang terjaga. amin!
21 November 2010 pada 2:55 PM
Coba sampean buka surah Ash Shaff ayat 6 apakah ada kata MUHAMMAD ?!
22 November 2010 pada 12:42 AM
Nabi Isa as pernah berdo’a pada Allah ketika dikabarkan tentang keutamaan Umat Nabi Muhammad saw ” Ya Allah seandainya aku menjadi Umat Nabi Muhammad saw saja” angan angan nabi Isa dikabulkan oleh Allah swt.
19 November 2010 pada 1:28 PM
Dari mana sampean tahu do’a tersebut ?!
Dasar kristen, kalau ngarang tidak beda jauh dengan ngorong…
20 November 2010 pada 2:22 AM
Makhluk (sesuatu ciptaan Allah) yang udah sempurna bukan berarti kekal dan tdk terpengaruh oleh zaman ,yang namanya manusia imannya bisa berubah maka agamanyapun bisa berubah. demikian Islam telah sempurna hanya manusianya yang telah merubah rubahnya.buktinya banyak aliran dalam beragama Islam.padahal zaman nabi Muhammad saw tidak ada aliran atau faham yang berbeda .Umat zaman nabi Muhammad saw semua percaya akan turunnya nabi Isa as tapi zaman sekarang udah ada orang muslim yang tdk percaya turunnya nabi Isa as.
19 November 2010 pada 1:47 PM
Bukan umat Nabi Muhammad s.a.w yang percaya bahwa Nabi Isa Al Masih akan turun lagi kebumi.
Kepercayaan itu dari liturgy kristen yang percaya Al Yesus Ad Dajjal akan turun ke laut kidul… hehehe….
20 November 2010 pada 2:25 AM
4. An Nisaa’
159. Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya[380]. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.
[380]. Tiap-tiap orang Yahudi dan Nasrani ( pemeluk agama samawi ) akan beriman kepada nabi Isa as sebelum wafatnya (nabi Isa as) diakhir zaman , bahwa dia adalah Rasulullah, bukan anak Allah (semua manusia saat itu beragama Islam).
Sebagian mufassirin berpendapat bahwa mereka Tiap-tiap orang Yahudi dan Nasrani mengimani hal itu sebelum wafat(mereka, tapi taubat mereka,keimanan mereka tdk akan lagi diterima Allah sebab udah diwaktu sakaratil maut) .
19 November 2010 pada 2:05 PM
[380] => Ramalan Paulus tentang kedatangan Yesus MESIAS (1 Tesalonika 4:16-17)
_________________
Dalam suratnya, Paulus meramalkan bahwa setelah kebangkitan Yesus dari kubur, dia dan seluruh pengikutnya yang masih hidup itu akan diangkat bersama-sama dengan Yesus dalam awan menuju langit tetapi lucunya bukan Yesus yang mendatangnya, melainkan pedang Kaisar Nero yang “menyambut” leher Paulus di luar tembok kota Roma tahun 64 M … hehehe….
[381] => Ramalan kedatangan Yesus MESIAS menurut Matius, Markus, dan Lukas (Matius 10:23; 16:28; Markus 9:1 dan Lukas 9:27)
_________________
Bahwa Yesus dan Kerajaan Allah akan datang sebelum para muridnya selesai mengunjungi kota-kota Israel. Ramalan ini ternyata tidak terjadi, sebab sampai saat ini Yesus (AL MAHDI) belum juga turun datang kembali ke dunia. Padahal semua murid Yesus (MESIAS) sudah meninggal 2000 tahun yang lalu. … hehehe….
20 November 2010 pada 2:35 AM
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Demi Zat yang menguasai diriku. Sungguh, telah dekat waktunya Isa bin Maryam turun kepada kalian untuk menjadi hakim yang adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi dan tidak menerima upeti. Harta akan melimpah, sehingga tak seorang pun mau menerimanya. (Shahih Muslim No.220)
20 November 2010 pada 1:03 PM
Riwayat = dongeng naruto… hehehe….
21 November 2010 pada 10:09 AM
Turunnya Nabi Isa bin Maryam as. menjalankan syariat nabi Muhammad saw.
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Demi Zat yang menguasai diriku. Sungguh, telah dekat waktunya Isa bin Maryam turun kepada kalian untuk menjadi hakim yang adil. Dia akan mematahkan salib, membunuh babi dan tidak menerima upeti. Harta akan melimpah, sehingga tak seorang pun mau menerimanya. (Shahih Muslim No.220)
20 November 2010 pada 1:06 PM
Masa ada Nabi tugasnya membunuh BABI… hehehe.. idiot
21 November 2010 pada 10:10 AM
Saya muslim ,Saya beri’tiqad sunnah wal jamaah dan saya tdk termasuk orang yang ingkarussunnah.
20 November 2010 pada 1:15 PM
Sekolah sampean di teka muslimin yah…. hehehe….
21 November 2010 pada 10:10 AM
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu. (Shahih Muslim No.5142)
haniifa ! dan Filar biru,kalian mau percaya Nabi Isa as akan turun lagi kebumi ataupun tidak ,terserah kalian ,yang jelas dan saya yakin kita tdk akan sempat menemuinya karena masih lama bangat dan kita keburu mati.
20 November 2010 pada 1:24 PM
Hari kiamat pasti terjadi dan itu diceritakan dalam Seluruh KITAB SUCI….
Tahu surah Qiyamah dan Waqiah tidak ?!
21 November 2010 pada 10:12 AM
Dalam Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda: Hari kiamat tidak akan terjadi kecuali setelah dua golongan besar saling berperang sehingga pecahlah peperangan hebat antara keduanya padahal dakwah mereka adalah satu. (Shahih Muslim No.5142)
Haniifa ! dan Filar biru,kalian mau percaya Nabi Isa as akan turun lagi kebumi ataupun tidak ,terserah kalian ,yang jelas dan saya yakin kita tdk akan sempat menemuinya karena masih lama bangat dan kita keburu mati.
20 November 2010 pada 1:27 PM
@Oom Hamba KRISTEN
Sampean ingkar Sunatullah alias ayat-ayat AL QUR”AN yang mencerikan kiamat, singkat kata tidak percaya hari kiamat. !!!
21 November 2010 pada 10:13 AM
@Hamba
berarti kamu belum membaca postingan saya dengan seksama.
“Sedangkan pendapat sebagian ulama bahwa Isa Al Masih masih hidup di surga justru dipakai oleh kalangan Kristen untuk menyatakan bahwa orang Islam pun mengakui kalau Yesus hidup di surga dengan Tuhan. Maka siapa yang bisa berdampingan dengan Tuhan kalau bukan Tuhan?
Jika pemahaman itu merasuk pada umat Islam, maka dua doktrin umat Kristen Kebangkitan, Kenaikan dan Ketuhanan Yesus dengan mudah juga diterima umat Islam.”
21 November 2010 pada 5:36 PM
TIADA TUHAN SELAIN ALLAH SWT DAN MUHAMMAD SAW ADALAH RASUL ALLAH
21 November 2010 pada 1:37 PM
TIDAK ADA TUHAN YANG SAYA SEMBAH KECUALI ALLAH
21 November 2010 pada 1:40 PM
Haniif,
Saya sangat percaya dan yakin dengan hari kiamat,hari dimana Allah hancurkan bumi ini dan matikan semua makhluk hidup baik manusia ,jin ,binatang,tumbuhan bahkan malaikat. manusia semuanya akan hancur jangankan daging ,tulang merekapun akan hancur kecuali tulang sulbi,kemudian bumi yang telah menjadi nabola kembali didinginkan dan terciptalah bumi yang baru,kemudian Allah hujankan bumi yang baru tersebut dengan hujan seperti air sperma yang akan menumbuhkan kembali jasad jasad manusia dari sulbi sulbi yang berserakan dibumi.sebagian dibangkitkan sempurna sebagian lagi cacat sebagian lagi berupa seperti binatang.
21 November 2010 pada 2:48 PM
Kiamat adalah kejadian masa mendatang dan sudah diceritakan dengan jelas dalam Al Qur’an, tanpa menunggu lagi turunnya Nabi Isa Al Masih… hehehe….
22 November 2010 pada 12:44 AM
Haniif,
Saya sangat percaya dan yakin dengan hari kiamat,hari dimana Allah hancurkan bumi ini dan matikan semua makhluk hidup baik manusia ,jin ,binatang,tumbuhan bahkan malaikat. manusia semuanya akan hancur jangankan daging ,tulang merekapun akan hancur kecuali tulang sulbi,kemudian bumi yang telah menjadi nabola kembali didinginkan dan terciptalah bumi yang baru,kemudian Allah hujankan bumi yang baru tersebut dengan hujan seperti air sperma yang akan menumbuhkan kembali jasad jasad manusia dari sulbi sulbi yang berserakan dibumi.sebagian dibangkitkan sempurna sebagian lagi cacat sebagian lagi berupa mirip binatang.
21 November 2010 pada 2:50 PM
Itu buktinya sampean sudah tahu kejadian hari kiamat kelak, padahal sampean tidak pernah bertemu dengan nabi Isa Al Masih,…. hehehe…..
22 November 2010 pada 12:45 AM
http://salmanfiddin.wordpress.com/
22 November 2010 pada 9:10 AM
http://haniifa.wordpress.com/2009/07/14/imam-mahdi-adalah-nabi-muhammad-s-a-w/
22 November 2010 pada 9:36 AM
http://www.scribd.com/doc/7648475/4-Nabi-Yang-Masih-Hidup-Nabi-Khidr-Ilyas-Isa-Dan-Idris-as
22 November 2010 pada 9:16 AM
Jangankan Nabi dan Rasul, orang-orang yang gugur sebagai syhada juga hidup disisi Allah….
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya (QS 2:154)
Makanya banyak-banyak baca Al Qur’an jangan cuma baca riwayat palsu… hehehe…
22 November 2010 pada 9:34 AM
Menurut saya, Yesus beserta maria melarikan diri dan berlindung di suatu tempat setelah peristiwa penyaliban,alasan nya mereka khwatir pada orang2 yahudi yg membenci mereka. Sebab itu juga para muridnya berbohong ttg pelarian Yesus dan maria dgn maksud menyembunyikan. Faktanya sampai saat ini kuburan maria tdk ada yang tahu… Juga tentang kuburan yg kosong..
22 November 2010 pada 2:13 PM
Kalau bijituh, peringatan hari kenaikan YESUS diperut Maria dunk… hehehe….
23 November 2010 pada 7:41 AM
Weleh-weleh, kok murdinya diajari berbohong?
13 Mei 2011 pada 3:21 PM
Huh?
Muridnya Yesus bohong?
Yang ngajarin Gurunya kah?
Nulis kitabnya bisa bo’ong juga dunk… hehehehe
15 Mei 2011 pada 3:22 PM
Entahlah. Cari saja kuburan gurunya terus tanya. Ha ha ha
15 Mei 2011 pada 6:11 PM
23. Al Mu’minuun
44. Kemudian Kami utus (kepada umat-umat itu) rasul-rasul Kami berturut-turut. Tiap-tiap seorang rasul datang kepada umatnya, umat itu mendustakannya, maka Kami perikutkan sebagian mereka dengan sebagian yang lain[1003]. Dan Kami jadikan mereka buah tutur (manusia), maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang tidak beriman.
4. An Nisaa’
157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]“, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya[379]. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
23 November 2010 pada 8:37 AM
Bukti sampean pendusta :
SAMPEAN MENGIKUTI JUGA KEBENARAN MENURUT ORANG-ORANG ATHEIS (suatu kebenaran yang sangat bathil) ?!
23 November 2010 pada 8:42 AM
.
4. An Nisaa’
157. dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]“, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
158. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya[379]. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
23 November 2010 pada 8:38 AM
Jangankan Nabi dan Rasul, orang-orang yang gugur sebagai syuhada juga hidup disisi Allah….
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya (QS 2:154)
Makanya banyak-banyak baca Al Qur’an jangan cuma baca riwayat palsu… hehehe…
KENAPA BUKAN NABI MUHAMMAD S.A.W yang turun kebumi ?!
24 November 2010 pada 1:22 AM
ORANG-ORANG ATHEIS MENYEMBAH BERHALA YAKNI MENGAGUNGKAN MATERI,HARTA BENDA ATAU KESENANGAN DUNIA.
117. Yang mereka sembah selain Allah itu, tidak lain hanyalah berhala[349], dan (dengan menyembah berhala itu) mereka tidak lain hanyalah menyembah syaitan yang durhaka
23 November 2010 pada 4:07 PM
Orang-orang atheis mah tidak beragama atu euy….
Banyak umat beragama yang menuhanken Harta, tapi bukan berarti dia atheis … hehehe…
24 November 2010 pada 1:20 AM
jangan terlalu lebar buka mulut ketika ketawa,entar masuk lalat kemulutnya.maaf ilmu saya masih sangat dangkal dan masih perlu banyak belajar,terimakasih!
24 November 2010 pada 3:20 AM
Kalau bijituh, sampean coba pelajari atikel ini.. .supaya sampean ngerti bagaimana cara win-win solution…
24 November 2010 pada 3:38 AM
Hihihihihi…
Pikiran para ideot…
Nabi Isa turun lagi untuk:
1. Meluruskan kembali syariat Nabi Muhammad SAW.
Hehehehehe… Udah lurus kaleeee….
2. Membunuh Dajjal
Hihihiihiiii… dajjal teriak dajjal
3. Mematahkan Salib
Hihihihihi…mang ada nabi kurang kerjaan?
4. Membunuh Babi
Kacian amat tuh babi… and tolol amat tuh nabi
5. Manghapuskan Pajak.
..Mpphh.. ini lebih tolol lagi… Rasul gw Muhammad aja kaga ngilangin pajak
;
;
;
;
Okeh… Buwat yang masih pada “IDEOT” alias percaya ama dungeng Isa/Yesus turun lagi…
Klo emang turun tolong bilang ama dia…. Gw tungguin dirumah gw, gw mo adu ama ayam gw…
24 November 2010 pada 5:02 PM
@Roy
Husy….jangan ngadu ayam melulu lo roy. Dosa tau…. Dasar tukang tidur.
OEY…lu kemane aje datang-datang mau nungguin nabi isa segale…emangnya nabi isa itu oom lu
Kalo Oom lu itu dateng gue pesan kopi ama goreng neh…
25 November 2010 pada 12:01 AM
Hihihihihi….
Bwetul ngadu ayam vs ayam emang dosa…
Tapi kheknya klo ngadu ayam gw vs Yesus/nabi isa(nyang turun lagee dapet pahala)… karena EMANG KAGA BAKAL TURUN….!!!!
;
;
Hihihihihi salah tuh bos FB, mustinya lo bilangnya ama orang kresten/Syi’ah… khan gw mah kaga percaya turunnya Isa/Yesus nyang kedua kalinyah…
;
;
Klo soal ngopi sayah lagi nungguin abah Haniif… soale dia baru beli kupi mix serenteng….hihihiihi
25 November 2010 pada 8:40 AM
@Roy
hehehehe
udah gue bilangin kok ama2 kristen hihihihi
;
Si Aba Haniif lage pacaran ama teman gue, si @Hamba…noh…liat aja sendiri di tempatnya wedul hihihi
Lu kalo ngadu ayam kalo menang kasih gue dong dokunya cepek juga boleh hihihihi
25 November 2010 pada 5:32 PM
- AlQur’an dan Al-Hadist banyak menggunakan bahasa bahasa kiasan makanya kita mesti banyak belajar nya mantiq dan balaqah.
25 November 2010 pada 2:24 AM
Setelah belajar mantiq dan balaqah, hasilnya keblingker serperti sampean yang menunggu Imam Mahdi bin Dajjal… hehehe…
25 November 2010 pada 3:17 AM
Si Usup Bener tuh..
Nabi Isa memang akan datang kembali kedua kali..
Tetapi kali kedua Dia datang sebagai RAJA! di atas segala RAJA..
Dan terutama Dia datang untuk mengemplang pengikut muhammad (yang sukanya menyakiti hati wanita dengan berpoligami ria)..
Makanya kamu tuh harus bangga ada temen se-ukhuwah kalian yang sadar akan kedatangan nabi Isa kedua kali ini..
Oke ?
good!
1 Desember 2010 pada 10:41 PM
@Jel
Saya dan kaum muslimin yang lain terkadang emang beda pendapat dan itu tidak mengurangi akidah kami, percaya dan tidak percaya nggak apa2 asal jangan bertuhankan manusia. itu saja kuncinya.
Sedangkan kamu mengharapkan kedatangan Nabi Isa adalah dalam misi belas dendam ya? kamu salah kalaupun dia datang dia tidak akan memandangmu sebelah mata. kenapa? karena kamu domba yang tersesat.
1 Desember 2010 pada 11:49 PM
debenarnya anda yng tersesat,ternyata bner agama anda tidak bisa dikritik dekali dikritik hujatan cacian kebun binatang keluart semua
5 September 2011 pada 10:50 AM
all
KABAR GEMBIRA..!!!!!!
Yesus dah turun lageee…. namana….. WEDUL SHERENIAN
@jel
Sembah tuh wedul
jangan lupa $1 tiap hari minggu
nb. Yesus turun lagi nyari bini namanyah asmirandah
2 Desember 2010 pada 2:31 AM
jelasnggak
Wah, sebenarnya Isa dalam Kristen itu Nabi atau Tuhan? Kok saudara katakan “Nabi Isa” ? Jadi, ntar pas turun kembali sebagai Nabi atau Sebagai Tuhan? Sebaiknya, saran saya, sebagai Tuhan saja, kasihan kalau sebagai Nabi, ntar disalib lagi, kan?
qul haatuu burhaanakum in kuntum shaadiqiina Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar!
Kita tunggu saja!
13 Mei 2011 pada 3:12 PM
@Jel
Hahahaha
Lo mendongeng apa Jel? Gue kok kagak ngerti maksud omongan lo
23 Mei 2011 pada 11:38 AM
@Jel
Lo ngomong sama sapa neh???
Yang jelas dong, Dasar nggak jelas neh anak
23 Mei 2011 pada 11:39 AM
Sush…
SUDAH-SUDAH..
kalian semua baik yang pro maupun kontra… tetap ngga akan selamat..
Satu-satunya jalan keselamatan itu ada pada diri ISA ALMASIH
ISA berkata :
AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP, TIDAK AKAN ADA SEORANGPUN YANG BISA DATANG KEPADA BAPA, KALAU TIDAK MELEWATI AKU!
Terjemahan (EYD) :
Ngga ada yg bisa masuk surga *datang ke Bapa*… kalau tidak percaya YESUS (isa)
Oke friend..?
BACALAH ! IQRA! INJIL.
Jangan takut.
Jangan banci.
Toh iman kalian kuat… baca saja injil itu…
Yaaa ?
1 Desember 2010 pada 11:03 PM
@Jel
Kalaupun benar itu omongan Isa AS, saya tidak melihat itu simbol kedurhakaan, atau sebuah perkataan “anak tuhan”.
Bahkan saya melihat suatu ketegasan dari Nabi Isa As,: melawati aku itu maksudnya melalui jalan islam yaitu berserah diri kepada Allah dan menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW. Gitu aja repot.
1 Desember 2010 pada 11:54 PM
omong kosong semua…masih bodoh ja komentar….loe baru buka mulut ja dah salah gmna klo dah angkat bicara,,,dah tau jawabannya lom…….
8 Maret 2011 pada 8:20 PM
Hu uh, gw percaya Isa a.s…. 100%
dan gw juga percaya Yesus…. adalah orang dungu yg mati mengenaskan di tiang listrik eh salib yang hina… kata kitab dungeng bibel loh..
2 Desember 2010 pada 12:17 AM
seorang nabi adalh teladan,bgaimana seorang pembunuh permbantai bsa jdi nabi?
5 September 2011 pada 10:47 AM
Oh iya lupa..
jangan suka pergi ke blog haniifa ntar ketularan ngomong jorok (malu-malu-in azzaa
)
1 Desember 2010 pada 11:04 PM
Setujuh…!!
Jangan berkelakuannyah jorok dan baca buku dongeng jorok(bible).. hiii seyem
2 Desember 2010 pada 12:08 AM
trtetrete
8 Maret 2011 pada 8:16 PM
Assalamualaikum wr.wb,
mas filar biru, apakah anda percaya bahwa nabi isa a.s di angkat oleh Allah?
jika anda percaya! sudah jelas bahwa nabi isa a.s akan turun kembali.
nabi adam a.s di jadikan dari tanah dan kembali ke tanah yaitu bumi.
oleh karena nabi isa a.s adalah seorang rasul dan manusia biasa sudah tentu beliau akan dimakamkan juga seperti rasul-rasul yg lain.hukum Allah berlaku hingga akhir zaman.
semoga dipikirkan kembali.
wassalamualaikum wr.wb,
sayyid.
10 Maret 2011 pada 8:40 PM
@Sayyid
Wa’alaikumsalam…
Di dalam Judul tulisan di atas saya menegasakan bahwa saya tidak percaya dengan munculnya nabi isa as kembali. Apapun yang namanya “berbau” Nabi saya tidak percaya, bukankah Al Quran dengan tegas menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah Nabi Terakhir. Jadi setelah Nabi Muhammad SAW tidak ada lagi nabi.
12 Maret 2011 pada 4:16 AM
Assalamualaikum wr.wb,
mas filar biru,
memang tidak ada lagi nabi setelah nabi Muhammad s.a.w, sudah jelas Allah firmankan pada Alquran.
Pada Alquran pun sudah cukup jelas juga kedatanganya kembali dan juga pada hadits walaupun banyak yg tidak mengakuinya.
kedatangan beliau sebagai isa ibnu maryam.
Beliau datangpun tidak semua mengakui bahwa beliau adalah isa bin maryam terutama dari pihak orang yahudi dan kristen.
lain saat saya sambung lagi sambil menunggu tanggapan.
Wass.wr.wb,
sayyid.
12 Maret 2011 pada 4:43 PM
@Sayyid
Wa’alaikumssalam…
BAgus, itu artinya kita sudah sepakat bahwa tidak ada nabi setelah NABI MUHAMMAD SAW.
Tapi tunggu dulu, bisakah anda menunjukan ayat Al Quran tentang kedatangan Isa Putra Maryam ke dunia ini?!!!
Sebenarnya kedatangannya sangat di tunggu oleh kaum Nasrani, apakah kita sebagai kaum muslim, kaum yang nomor wahid di jagat raya ini, umat Muhammad SAW, umat terdepan, menunggu juga kedatangannya? Sedangkan risalah Rasulullah SAW adalah risalah yang sempurna, apakah risalah Isa putra Maryam mengambil andil di dalam penyempurnaan risalah tersebut, sedangkan kita tahu bahwa seluruh kebaikan dan kesempurnaan ahklak para nabi terdahulu berkumpul semuannya pada diri Nabi Muhammad SAW.
Lalu untuk apa Allah memuji Rasul sekaligus meninggikan sebutannya?
saya secara pribadi tidak membeda2kan nabi dan rasul sebab hal itu sangat di larang oleh Allah,
Jadi persepsi saya tentang Nabi Isa dengan segala permasalahannya dengan kaumnya akan di selesaikan oleh Allah nanti di akhirat bukan di dunia ini.
Ingat mengapa hal ini di selesaikan di akhirat, sebab akhirat adalah negri pengadilan, penghisapan, sekaligus negeri penentuan.
Ingat sifat manusia yang ingin selalu berbantah-bantahan, ketika seluruh saksi di datangkan tetap saja sifat manusia mendustakan, bahkan di nerakapun manusia tetap berbantah-bantahan dan saling menyalahkan.
SALAM
13 Maret 2011 pada 4:14 AM
@FilarBiru, maksdunya ayat yang ini bukan yang dirasa bertentangan?
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
”Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [QS. Al-Ahzaab : 40].
Pertama, Nabi ‘Isa ‘alaihis-salaam diangkat sebagai Nabi dan Rasul adalah sebelum Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. Penjelasan QS. Al-Ahzab ayat 40 sama sekali tidak bertentangan dengan “kenyataan” ini, karena setelah beliau shallallaahu ‘alaihi wasallam memang tidak ada lagi nabi dan rasul yang Allah angkat. Karena beliaulah khaatamun-nabiyyiin (penutup para nabi). Jadi, Isa yang akan turun ini bukan nabi isa yang baru!
kedua, Nabi ‘Isa ’alaihis-salaam tidaklah turun dengan membawa syari’at baru. Namun beliau turun dengan menyerukan dakwah tauhid dan menerapkan syari’at Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam. Ada banyak hadits yang menjelaskan bahwa ‘Isa ‘alaihis-salaam meruntuhkan agama Nashrani dengan menghancurkan salib dan mematahkan banyak khurafaat orang-orang Nasharani yang berlebihan di dalam menghormati ‘Isa ‘alaihis-salaam. Begitu juga ‘Isa akan membunuh babi yang mereka halalkan, sebagai penegasan terhadap keharaman babi (yang mana kaum Nashrani menghalalkannya), dan sebagai hinaan atas pengakuan cinta mereka kepada ‘Isa ‘alaihis-salam bahwa mereka mengikuti jalannya.
Wa Allaahu A’lam
13 Mei 2011 pada 3:18 PM
Assalamualaikum wr.wb,
mas filar biru yg mulia.
saya mulai dulu dengan surat az zukhruf ayat 61.
bismillahirohmanhirohim.
“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari Kiamat. Kerana itu janganlah kamu ragu-ragu tentang kiamat itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.”
dan surat luqman ayat 34.
إِنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
34. Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok [1188]. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
kedua ayat ini tidak bertentangan pada satu yg lainnya seperti tanggapan kebanyakan orang yg tidak percaya cuma defenisinya yg berbeda.
yaitu yg mengetahui hari kiamat hanya Allah dan kedatangan isa ibnu maryam adalah sesuai dengan pengetahuan dekatnya hari kiamat.
isa sendiri tidak mengetahui saatnya hari kiamat disaat beliau mengajarkan injil begitu juga dengan nabi2 dan rasul2 sebelum beliau dan juga rasulallah s.a.w.
nanti kita sambung lagi sambil menunggu tanggapan berikutnya.
wassalamualaikum wr.wb,
sayyid.
16 Maret 2011 pada 6:31 PM
@Sayyid
Seluruh nabi akan selalu mengabarkan tentang hari berbangkit atau hari kiamat. Hanya saja mereka tidak tahu kapan hal itu terjadi. Jadi menurut saya bukan nabi isa saja yang mengabarkan tentang hari kiamat itu melainkan seluruh nabi dan rasul juga mengabarkannya.
Di kedua ayat yang anda postingkan tidak menceritakan tentang kedatangan Isa As kedunia untuk kedua kalinya. melainkan tentang pengetahuan hari kiamat saja.
menurut perhitungan saya manusia hidup di bumi dan apa bila meninggal akan di kebumikan hal itu sesuai dengan sunahtullah. Kalau ada manusia yang hidup di langit hal itu sangat bertentangan dengan sunahtullah, karena secara biologis manusia membutuhkan oksigen, makanan dan minuman yang semuanya itu adalah hal pokok untuk menunjang kehidupan.
Memang benar Allah bisa saja berbuat apa saja, akan tetapi naiknya Nabi Isa As ke langit akan berkesesuaian dengan kepercayaan nasrani sebab mereka sekarang juga sedang menunggu kedatangannnya. Padahal secara islami kita di ajarkan oleh Rasulullah SAW untuk tidak mempercayai hal-hal yang di luar keimanan kita.
Kita punya rukun dalam agama kita yaitu rukun islam dan rukun iman, kedua rukun ini sudah cukup mengantarkan pemeluknya kepada syurga, sekaligus menjadi hamba yang di ridhaiNya.
Kita tidak di ajarkan oleh Rasulullah SAW kepada hal-hal yang berbau syirik apa lagi mendurhakai Allah dan RasulNya.
Kesempurnaan ajaran Rasulullah SAW sudah di patenkan oleh Allah dalam Al Quran, jadi Islam tidak memerlukan nabi lagi dalam hal ini. Sebab Muhammad bin Abdullah adalah khatamnabiyyin.
Assalamu’alaikum
17 Maret 2011 pada 10:47 AM
Dipatenkan……….
Pernyataan siapa?
Disaksikan siapa?
27 September 2011 pada 11:30 AM
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”
(QS : Al Maidah [5] : 3).
30 September 2011 pada 7:25 PM
Pernyataan siapa?
5 Oktober 2011 pada 9:14 AM
Pernyataan siapa lagi kalau bukan dari Tuhan Semesta Alam!!!
8 Oktober 2011 pada 1:54 AM
Itu kan dalam (QS : Al Maidah [5] : 3). Sudah dengar sendiri. Sudah melihat sendiri Allah berkata “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kusempurnakan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhoi Islam sebagai agama bagimu.”
Benarkah allah berkata seperti itu? Jangan-jangan itu penekanan penulis (QS : Al Maidah [5] : 3) yang merasa menjadi wakil tuhan
Baca http://javanizis.wordpress.com/apanya yang suci
14 Februari 2012 pada 10:40 AM
@Javanz
Itu firman Allah yang di sampaikan kepada Nabi melalui Jibril. Bukan Perkataan Rasulullah.
Smoga Paham
14 Februari 2012 pada 9:38 PM
Turun lagi atau enggak, buat umat Islam nggak ngaruh kepada keimanan kayaknya… Yang mau dihakimi Nabi Isa kan umat tetangga sebelah…
5 April 2011 pada 11:01 PM
setuju
26 Mei 2011 pada 10:39 PM
Mohon maaf, sangat ngaruh sekali sebab secara explisist mengakui IMAM MAH DI lebih unggul dari IMAM IBRHOHIM AS … hehehe…
30 Mei 2011 pada 11:39 AM
assalamu’alaikum warohmatullahi wabaraukhatuh..
Dari Artikel di atas banyak yah Informasih yg bisa saya dapat..
berbagai Macam.,, Dari yg masuk ke AkaL sehat ataupun gak masuk ke akal sehat saya
sama sekali.,,
Dari yg saya anggap benar sampai jadi tidak benar.,, dari yg saya anggap tidak benar bisa menjadi benar !!
Saya tidak bisa Berkomentar., Lebih dari Pembicara’an diatas.,,
Karena terdapat unsur unsur Emosi didalamnya..
Jika Perdebatan itu Mengandung unsur Emosi sama saja kita menzolimi diri kita dengan Setan dan pengkitutnya.,,
ada baiknya Kita MengambiL Hikmah dari semua na.,,
Tidak diAjarkan di dalam ISLAM untuk Menghina Kepercaya’an Orang Lain apalagi sesama Muslim.,,
disini kita hanya manusia.,, yg Mencoba untuk Menselaraskan Apa Yang dianggap benar.,, dan apa yg di anggap Melenceng dari kaidah kaidah Hidup Ber-Agama.,,
Mungkin Kalo teman teman Ber-tanya Kesesama Muslim.,, yg bisa dibiLang iLmu agama yg dia Peroleh baik secara teknis atau pun non teknis MINIM TENTANG : APAKAH NABI ISA A.S AKAN TURUN KEMBALI KE BUMI.,, seperti yg diPerdebatkan teman teman, dan saudara saudaraku sekalian disini.,,
analisa saya dari Keluargaku., Teman temanku bisa dibiLang 90% biLang ia..
Coba teman teman tanyakan sama Yang iLmu agamanya seperti saya ( MINIM )
Apa jawaban Mereka Tentang itu : ……………………………………..?
Yang saya Percaya :
Tiada Tuhan Selain ALLAH, Dan Muhammad adalah Utusan ALLAH.
Sampai Matipun ituLah yg saya Percayai..
DEMOKRASI = Y***** ??
ADOFL HITLER ?? mengapa dia Membunuh Bangsa Y***** ??
Saya Sebagai Manusia mencintai menghormati Hak Dan Martabat Manusia Sebagaimana Saya Sendiri Tetapi BUKAN UNTUK BANGSA / KAUM YAHUDI.
12 April 2011 pada 4:20 AM
Masalah turun atau tidaknya Nabi Isa menjelang hari kiamat nanti adalah masalah ghaib, dan dengan banyaknya hadits yang membicarakan masalah ini termasuk 2 oknum lainnya yang akan sejaman dengan Isa yaitu Imam Mahdi dan Dajjal, dan saya sulit untuk mengganggap semuanya itu dusta…
Saya mau share ayat Al-Quran mengenai Isa yaitu:
Surat Az Zukhruf: 61, semua Nabi dan Rasul pastilah diberi pengetahuan mengenai hari kiamat tetapi mengapa Nabi Isa dispesialkan dalam Al-Quran mengenai pengetahuannya mengenai kiamat?
Surat An Nisaa’: 159, bagaimana ini? apakah Kitab ini ngibul? Tidak ada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepada Isa? Ahli kitab dijaman rasul saja sudah tidak beriman kepada Isa juga Ahli kitab dijaman sekarang… lalu pertanyaannya apakah yang diberitakan Al-Quran bohong? karena kenyataannya apa yang dikatakan Al-Quran belum/tidak terjadi.
Surat Ali ‘Imran: 48, Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab[196], Hikmah, Taurat dan Injil, jangan dipersempit tafsir akan Al Kitab karena hal tersebut juga bisa berarti Al-Quran, lalu bagaimana Isa bisa mempelajari Al-Quran ?
Banyak hadits Nabi menghubungkan Surat Al Kahfi dengan Hari Akhir, sepert:
“Dia, yang hidup dan melihatnya (Dajjal) harus membacakan di depannya ayat-ayat pembukaan Surat Al Kahfi. (HR Muslim)”
“Barangsiapa memasuki nerakanya (Dajjal), mintalah pertolongan Allah dan bacakan ayat pembukaan Surat Al Kahfi, dan hal ini akan mendinginkan dan mendamaikannya, seperti api menjadi dingin terhadap Ibrahim. (HR Ibnu Katsir)”
Saya tidak menganggap surat ini harus dibaca sebagai mantra melainnya sebagai pengetahuan dalam menghadapi hari akhir, karena isi surat Al Kahfi sarat dengan kejadian gaib/supra natural yang mana logika saja tidak cukup untuk digunakan dalam beriman kepada Allah, Ringkasan surat Al Kahfi:
1. Cerita gaib penghuni gua (apakah pengangkatan Isa bisa disamakan dengan peristiwa ini?)
2. Cerita pertemuan Nabi Musa dengan Hamba Allah (Khidhir atau bukan saya juga lagi mikir), ini cerita dongeng atau kita wajib percaya bahwa ajaran yang benar belum tentu dapat dipikir secara logika?
3. Cerita Dzulkarnain, dengan perjalanan hidup bak petualang (semoga ada hikmah yang bisa diambil oleh saya)
Jadi silahkan dipikirkan lagi wahai teman-teman ku… semoga ilmu yang kita peroleh dapat lebih mendekatkan kita kepada ALLAH… Amin…
29 Mei 2011 pada 10:51 AM
makmum juga sama komen ini…
piss barada..
30 Mei 2011 pada 10:24 AM
Hadits palsu alias plestean Isa Al Masih.
1. Al Masi Al Djajal… hehehe… idiot
2. Imam Mahdi … Imam Akhir jaman .. hehehe. .. idiot
Bus on the way…
Kejadian ISA AL MASIH itu SERUPA dengan ADAM AS … so, kalau Isa Al Masih turun ke bumi lagi yang kedua kalinya maka bijituh pula Nabi Adam a.s bakal turunlagi dunk kebumi…
30 Mei 2011 pada 11:37 AM
Yang serupa itu kan kejadiannya awalnya idiot bukan akhirnya…
So, kalo Isa Al Masih punya ibu maka bijituh pula Nabi Adam a.s harus punya ibu.. gitu???
30 Mei 2011 pada 12:31 PM
Lha memangnyah Nabi Adam a.s, disebut sebagai MANUSIA PERTAMA atau sebagai KHALIFAH PETAMA ?!
hehehe… silahken sampean ngoceh disini, kalau sampean punya “otong”
http://haniifa.wordpress.com/2009/05/24/nabi-adam-a-s-bukan-manusia-pertama/
30 Mei 2011 pada 1:02 PM
Kalo Adam menurut saya adalah manusia pertama bukan khalifah pertama.
Maaf Mas ga mau ah komen di blog sampean… banyak yang komen tuh kalo kelamaan gaul sama sampean nanti bisa ketularan “idiot”….
Dan saya pikir hadits-hadits mengenai Mahdi, Dajjal dan Isa tidaklah bertentangan dengan Al-Quran, terlalu “idiot” kalo kita menganggap mengakui Imam Mahdi berarti tidak mengakui Imam Ibrahim.
Cintailah Allah dan Rasul Muhammad, cinta Allah dibuktikan dengan mencintai Al-Quran, mencintai Rasul dibuktikan dengan mencintai Al-Hadits, Allah hidup terus menerus dan Al-Quran-Nya terjaga selamanya, Rasul adalah makluk fana begitu juga Haditsnya yang “tak dijaga” dapat “rusak” karena waktu, namun sebagai muslim sejati haruslah tetap memegang keduanya karena Allah telah menetapkan hal tersebut karena dari dua hal tersebut maka petunjuk Allah akan datang.
Sekedar info untuk yang tertarik mengenai masalah 3 tokoh yang merupakan tanda besar kiamat, ada baiknya melihat film “the arrivals” terlepas dari soal kedatangan Imam Mahdi dan Nabi Isa, anda akan dapat melihat sejauh mana para pengikut dajjal telah mempersiapkan kedatangannya.
Salam..
1 Juni 2011 pada 11:05 PM
Oh iya mengenai serupanya kejadian Isa al Masih dengan Adam, dari komen Anda saya jadi kepikiran juga bahwa memang lebih baik Isa diturunkan lagi ke bumi sehingga pas ada 3 keserupaan Isa dengan Adam :
1. Sama tidak berbapak.
2. Sama “diturunkan” ke bumi.
3. Mati dikubur.
1 Juni 2011 pada 11:50 PM
Hanifa gue cuma mau ngutip komennya fean arhan
Maaf Mas ga mau ah komen di blog sampean… banyak yang komen tuh kalo kelamaan gaul sama sampean nanti bisa ketularan “idiot”….
Tuh yang beragama sama dengan eluh… takut…ketularaaan “idiooot”
Untuk fean arhan sory ya gue memplagiat & ngutip komen ada
he…he..he…
tu…tu..tu hanifa…sukanya memang memaki and mengeluarkan kata-kata yang kagak intelek kayak orang-orang jaman jahiliyah. akal belum terang dengan ajaran agama islam.
24 September 2011 pada 12:38 PM
Astargfirulloh,janganlah kalian berdebat karna itu bikin ht kita keras . Lebih baik kita belajar menyampaikan mendakwahkan pentingnya iman dan amal soleh saudaraku.
15 Juli 2011 pada 11:20 AM
Dari tulisan you yang aku kutib seperti di bawah ini
Nabi Isa. AS dilahirkan di Bethlhehem dan dibesarkan di Nasareh (Nazaret) yang berbahasa Aramia (Barat). Selama bertablig (Siar Agama) dengan bahasa itu. Kitab yang diwahyukan Tuhan dinamai Injil yang seharusnya juga tertulis dalam bahasa dan huruf Aramia. Kata-kata Injil itu berasal dari kata-kata Yunani “evangilos” yang berarti “Kabar Baik”. Dua belas orang Hawariyun (sahabat-sahabat) Nabi Isa. AS semuanya berasal dari Kanaan (Palestina), yang kemudian dijadikan Apostel, yakni Pesuruh (Rasul) Nabi Isa. AS semuanya berbahasa Aramia. Mereka ini disuruh Nabi Isa. AS untuk menyiarkan Injil diantara 13 suku bangsa Israel (Bani Israel) yang tersesat.
Aku tanggapi………………………..
Menurut ku Yesus tidak pernah Bertablig atau siar agama dengan kitab yang diwahyukan tuhan yang disebut injil sebab memang tidak tercatat dalam bukti apapun secara ilmiah yang menyatakan Yesus menerima wahyu dari Tuhan dengan kitab Injil. Pernyataan seperti itu hanya ada di lingkungan islam.
Kalau yang dijadikan pedoman orang kristen injil yang ada sekarang jelas di tulis oleh manusia:Matius, Markus, Lukas, Johanes, dll jalas-jelas tulisan manusia. (Bukan sesuatu yang turun dari langit)
Yang diajarkan Yesus Bukan agama tetapi apa yang tertuang dalam injil matius tentang Khotbah di Atas Bukit. yang intinya bagaimana supaya orang yang mengikutinya untuk. mencintai tuhan allahnya dengan segenap akal dan budi dan mencintai sesama manusia. Berprilaku tulus dan tidak munafik.
Karena itu saya berani menyatakan bahwa pernyataan anda itu salah.
24 September 2011 pada 12:27 PM
@Javans
Aku tanggapi………………………..
Menurut ku Yesus tidak pernah Bertablig atau siar agama dengan kitab yang diwahyukan tuhan yang disebut injil sebab memang tidak tercatat dalam bukti apapun secara ilmiah yang menyatakan Yesus menerima wahyu dari Tuhan dengan kitab Injil. Pernyataan seperti itu hanya ada di lingkungan islam.
Kalau yang dijadikan pedoman orang kristen injil yang ada sekarang jelas di tulis oleh manusia:Matius, Markus, Lukas, Johanes, dll jalas-jelas tulisan manusia. (Bukan sesuatu yang turun dari langit).
Semua Nabi dan Rasul tugas pokoknya adalah menyiarkan agama alias menyampaikan risalah. Dan diantara nabi2 dan rasul2 itu ada yang di berikan kitab kepadanya sebagai pedoman dan hukum untuk kaum2nya.
Islam mengenal 4 Rasul yang diberikan kitab kepadanya. Salah satunya adalah Nabi Isa AS, yang di kenal dengan Injil.
Matius, Markus, Lukas, Johanes menulis peristiwa2 yang ada di seputar kejadian-kejadian di lingkup kenabian Isa AS. Peristiwa ini kalau dalam ajaran Islam adalah manusia-manusia yang menuliskan hadits. Itulah sebabnya antara Injil Matius, Lukas, Markus dan Johanes terdapat beberapa perbedaan, hal itu di karenakan gaya dan bahasa penulisan yang mereka gunakan berbeda. Secara garis besarnya bahwa yang di tulis oleh ke 4 orang tersebut dalam Islam di kenal periwayat hadits. Hanya saja di dalam Alkitab mana yang hadits dan mana firman Tuhan bercampur baur dan sebagian dari pada isinya telah di ubah oleh tangan2 manusia.
Itulah sebabnya Allah menurunkan AlQuran sebagai kitab terakhir sebagai pedoman hidup manusia.
Untuk urusan Hadits Rasulullah SAW melarang para sahabat untuk menulis hadits2. Sedangkan untuk ayat2 suci Alquran Rasulullah SAW menyuruh beberapa orang sahabat untuk menulisnya. Hal ini di lakukan oleh Rasul agar antara Al Quran dan Hadits tidak tercampur.
SEMOGA FAHAM
25 September 2011 pada 7:57 PM
Tidak…..Yesus Tidak menyiarkan agama. Mungkin keyakinan kamu saja yang menyatakan bahwa menyiarkan agama. Apa yang ditulis Matius cs tidak ada kata sedikitpun yang menyatakan bahwa Yesus menyiarkan agama. Pernyataan Yesus menyiarkan agama mungkin hanya ada ajaran Islam. Kristem menjadi agama setelah kematian Yesus di mana pengikutnya berkumpul sehingga mendapat sebutan Kristen yang artinya Pengikut Yesus. Sikap dan Prilaku pengikut Yesus akhirnya bertambah pengikutnya dan berkembang menjadi adat, budaya yang mempengarui tingkah dan laku pengikutnya dan akhirnya bermuara menjadi agama. Karena itu tak ada klaim untuk berhiperbola dengan klaim agama Allah. Agama yang diturunkan allah. Agama yang diridloi Allah Sebagai Persuasi. Kalau jaman sekarang para pendeta kristen Ber Persuasi itu tak ada ya itu keinginan mereka
26 September 2011 pada 9:56 AM
aku juga tidak percaya bahwa isa muncul kembali
24 Desember 2011 pada 1:56 PM
Ga ada yang memaksa U tuk mempercayai Isa akan muncul kembali. Yang namanya percaya itu kan lebih bersifat relatif. Orang yang tidak melihat sendiri juga boleh percaya.
Tetapi mengatakan dan menyatakan menjadi saksi seperti dalam kalimat Syahadat itu harusnya melihat sendiri suatu kejadian baru menjadi saksi agar tidak memberikan kesaksian palsu.
14 Februari 2012 pada 10:20 AM