MIMPIKU

Bismillahirramanirahim.

Aku terjaga pada pukul 2.42 dini hari dari tidurku. Kepalaku berat dan pusing namun aku kuatkan untuk melangkah kearah computer untuk mencatat mimpi  yang belum perna aku saksikan dan aku alami. Sengaja aku bangun dan mencatat mimpi ini di computer ini agar esok pagi tidak lupa. Inilah mimpiku, biarlah teman-teman di milis ini menilainya aku tak sanggup menilainya karena aku bukan ahli ramal atau ahli nujum.

Diawali dengan suatu kejadian yang menurutku aneh yaitu aku bertengkar dengan abang iparku padahal aku tahu bahwa kakakku seorang janda sejak kapan pula kakakku kawain dengan orang celaka ini pikirku. Aku sangat membencinya entah apa sebabnya aku juga tidak tahu tiba-tiba saja aku dan dia saling bunuh dan aku katakan padanya bahwa aku menantangnya untuk berduel, dalam hatiku, aku ngeper juga melihat gelagat sinar matanya penuh dengan hasrat untuk membunuh. Namun dari pada malu, aku layani juga. Kakakku sangat senang aku saling baku hantam dengan lelaki ini, dalam hatiku, bahwa kakakku juga membenci lelaki ini tanpa pikir panjang lagi aku pun bertempur saling baku hantam. Entah mengapa tiba-tiba segala persendihan tulangku begitu berat untuk digerakan melayangkan pukulan kewajahnya. Dua tiga jurus telah dia lancarkan kepadaku, Alhamdulillah tidak ada yang kena walaupun begitu beratnya aku mengelak. Ketika jurus-jurus silatnya yang aneh keluar aku mati-matian untuk mengelak tiba-tiba pamanku datang bersama saudaraku yang lain dan tiba-tiba pula lawanku ini menjadi seekor ayam kampung.

Perkelahian terhenti seketika sebab tiba-tiba saja ayam yang ingin aku bantai habis sudah tidak bernyawa lagi dan ibuku telah menyiapkan sekuali gulai namun ayam tadi tidak ada “isi”nya alias tinggal kulit dan buluhnya saja. Akupun tertegun.

Akupun pergi begitu saja meninggalkan rumah, belanja sesuatu di warung yang tidak jauh dari rumahku namun aku lupa apa yang aku beli. Yang aku ingat adalah aku pergi ke warung tidak memakai sandal dan beberapa butir gula-gula ada dalam genggamanku. Aku katakan pada orang yang punya warung bahwa aku meminjam sandalnya dan aku ingat dengan merek sandal usang itu yaitu “daimatu”. Sandal ini mengingatkan aku waktu masih kecil dahulu. Sandal inilah yang “paling sanggup” dibelikan oleh orang tuaku ketika aku masih kecil.

Ketika akan memakai sandal inilah aku mendengarkan bunyi yang begitu memekakkan telinga, sangking memekakkan maka kedua telunjukku menutup telinga ini, namun bunyi yang memekakkan telinga begitu hebatnya, kedua jari telunjukku seakan-akan tidak berfungsi.

Akupun keluar dari warung itu dan ingin mencari sumber bunyi tersebut walaupun dengan telinga kesakitan. Maka pemandangan yang sangat menggetarkan seluruh manusiapun terpampang hebat dimataku, dari arah timur aku melihat gumpalan api yang sangat menyeramkan diiringi dengan gempa bumi yang teramat sangat, aku seperti mau terbang dan melayang karena gempa bumi, namun aku tidak memperdulikan gempa bumi itu sebab api di timur dengan semburan awan merah bergulung-gulung menyeramkan menebar kebencian bagaikan leher neraka Jahanam menyebar keseluruh arah mencuri perhatikankku lebih hebat. Aku sempat berpikir bahwa ada gunung meletus namun aku juga tahu bahwa arah timur pemandanganku tidak ada gunung. Lalu dari mana api dan awan merah celaka ini datangnya?

Tiba-tiba saja dari arah sebelahnya hal serupa juga terjadi barulah aku sadar bahwa huru-hara di akhir zaman sedang dan akan terjadi Akupun teringat dengan sandal yang aku pinjam dari orang warung tadi, terniat dihati untuk mengembalikannya sebab ha ini akan menambah daftar dosa-dosaku dan aku juga ingat, bahwa aku kewarung juga pergi dengan motor namun aku tidak memperdulikan motor tersebut aku lebih memperdulikan sandal usang tadi, hilang entah kemana.

Suara yang datang entah dari mana dan memekakkan telinga tidak kunjung henti ada sesuatu yang keluar dari kedua telingaku. Aku tidak berani melihatnya. Karena api dan awan yang bergulung-gulung menyeramkan semakin hebat. Barulah aku sadar dengan firman Allah dalam Al Quran bahwa tobat tidak lagi berguna ketika manusia melihat azab dari Allah. Akupun tersungkur di tanah memohon ampun kepada Allah walaupun aku tahu tidak ada gunanya. Perbuatanku ini diikuti oleh seluruh manusia yang ada disekelilingku, seluruhnya tersungkur di tanah memohon ampun. Masih segar di dalam ingatanku suara-suara memohon ampun kepada Allah. Tiba-tiba saja alam menjadi cerah dan tenang kembali. Bukan main lega dan gembiranya hatiku.

Aku sibuk mencari sandal yang hilang karena aku meminjam kepada orang warung. Syukurlah sandal itu dapat aku temukan. Akupun bergegas pulang untuk melihat keluargaku karena aku sangat mengkhawatirkan mereka. Sampai dirumah syukurlah tidak ada yang kurang, anakku yang paling kecil cepat-cepat aku gendong dan aku cium sepuas-puasnya. Namun aku sangat heran melihat mereka (keluarga) yang tenang-tenang saja padahal aku barusan bergelumang dengan maut. Begitu cemasnya aku terhadap keluarga, aku juga tidak sempat mengingat entah dimana aku memakirkan motorku. Aku tidak peduli.

Pukul 2.42 dini hari, malam jum’at aku terjaga karena udara yang begitu panas. Nafas aku sesak seperti di cekik dan kedua telingaku sangat sakit. Aku lihat anak dan istriku yang “bobok” begitu pulas. Akupun melangkah ke computer. Suara lolongan anjing mengiringi langkahku. Aku tak peduli.

gambar: http://terselubung.blogspot.com

 

33 Tanggapan

  1. Lumiere

    Mimpinya serem :-?

    16 Oktober 2010 pada 6:06 AM

    • Filar Biru

      Iya mimpinya seram Lum kupingku sampai sakit waktu bangun
      SALAM

      18 Oktober 2010 pada 12:29 PM

  2. Mimpi buruk. :)

    21 Oktober 2010 pada 2:09 AM

    • Filar Biru

      Iya Mimpi Buruk Tuan Putri, Kemana Aje Tuan Putri?

      SALAM

      21 Oktober 2010 pada 3:11 AM

  3. Lagi di facebook aja.

    21 Oktober 2010 pada 6:32 AM

    • Filar Biru

      Hmmm Sayang ….Kakakmu ini kagak punya facebook kalau ada kita kan bisa ceting2ngan heheheh

      SALAM

      22 Oktober 2010 pada 7:06 AM

      • Filar Biru

        ho

        24 Oktober 2010 pada 5:12 AM

  4. Zzzzz….zzzz…zzzzz….. nyam..nyam… Zzzzz..zzz.zzzz

    22 Oktober 2010 pada 2:58 PM

    • @Kang Roy Rey
      Mimpi kali… :D

      23 Oktober 2010 pada 3:10 AM

    • Filar Biru

      XIXIXIXI

      24 Oktober 2010 pada 5:11 AM

    • Filar Biru

      dengkur ya heheh

      24 Oktober 2010 pada 5:12 AM

    • Hah… Dah pagi?
      Pisang goreng ama kupi ada ga?
      BLUM ADA?!!!
      Bubu lagi achh… Zzzzz…nyam….Zzzzz

      25 Oktober 2010 pada 3:48 AM

      • Filar Biru

        Tu ada pisang goreng plus kopi heheh gratis coy

        26 Oktober 2010 pada 11:27 AM

  5. Hai Blue!
    Salam jumpa lagi!
    Rumah baru ada mimpi.

    Baguslah kau mencatat mimpimu itu.
    Aku yakin mimpi itu bukan asal ada.
    Segala sesuatu pasti ada guna.

    Mimpi pun menurutku ada tiga:
    - Yg pertama mimpi itu bunga-bungaan mulai tidur,
    - Yg kedua mimpi itu buah-buahan tidur mulai lelap.
    - Yg ketiga ada mimpi di dalam mimpi; Entah apa kusebut itu.

    Semua kita tentu pernah bermimpi.
    Entah siapa yg meng-ON-kannya,
    Ibarat bernafas, kerja itu tak terelakkan.

    Aku yakin kau saat itu melihat dirimu pontang-panting dan melihat orang-orang yg juga pontang panting. Kau melihat dirimu yg kaki ayam dan lau yg pake sendal terkenal.

    Aku yakin, kau yang melihatlah yg berpikir dan mendengar saat itu, sementara kau yg kau lihat melakukan aksi kalang kabut. Mimpiku item-putih, kau?

    Baru itu nuansa mimpi yg sedang kuamati.

    Salam Renung!

    22 Oktober 2010 pada 4:06 PM

    • Filar Biru

      @Maren

      bisa aja kau hehehe
      apa kabar maren?
      salam rindu selalu

      24 Oktober 2010 pada 5:14 AM

      • Apa artin mimpimu itu?
        Kubagi-bagi jadi begini nih:

        Ada abang ipar menjengkelkan
        Jadi ayam kosong mengherankan
        Ada wedus gembel menyeramkan

        Dirimu ingat Daimatsu punya orang,
        Dirimu tak ingat motor punya sendiri,
        Keluargamu pun tenang-tenang aja kau tengok.

        Ada apa sibuk sendiri?
        Kau pan bukan Mbah Marijan.
        Tanya Nabi Yusuf lah, gih Blue!

        Salam Duka Indonesia!

        1 November 2010 pada 6:57 PM

      • Filar Biru

        @ Maren
        hehehe…Mbah marijan uda meninggal
        Nabi Yusuf juga uda meninggal
        yang belum meninggal masih banyak

        yang perlu engkau ketahui adalah aku melihat dua malapetaka hebat sedang dan akan terjadi satu di ufuk barat dan satu lagi agak ke selatan dan ternyata bencana itu sudah datang yaitu satu di mentawai dan satu di jawa.

        namun itu semua hanya mimpi tidak lebih… kalaupun betul hanyalah kebetulan belaka tidak lebih dari itu.
        Karena sesuatu itu terjadi atas kehendak Allah juga

        1 November 2010 pada 7:24 PM

      • Akupun tersungkur di tanah memohon ampun kepada Allah walaupun aku tahu tidak ada gunanya.

        Ah! Setiap tarikan nafas kita harus berguna bagi Allah.
        Oleh karena itu terpujilah Dia dgn segala kemulianNya.
        Tobat pun pasti ada gunanya walau dgn nafas terakhir.

        yang perlu engkau ketahui adalah aku melihat dua malapetaka hebat sedang dan akan terjadi satu di ufuk barat dan satu lagi agak ke selatan dan ternyata bencana itu sudah datang yaitu satu di mentawai dan satu di jawa.

        Aku melihat kedua-duanya itu.
        Keduanya merapihkan alam.
        Keduanya menunjukan kemuliaan-Nya juga

        namun itu semua hanya mimpi tidak lebih…
        kalaupun betul hanyalah kebetulan belaka tidak lebih dari itu.
        Karena sesuatu itu terjadi atas kehendak Allah juga.

        Itu bukan “hanya”, Blue! Kau harus menghargai mimpimu itu, karna mimpi itu bukan bikinanmu sendiri. Cobalah renungkan. Mungkin kita belum paham sama sekali arti mimpi itu tapi ujilah segalanya dan ambil yg baik-baiknya saja.

        Salam Duka Indonesia!

        2 November 2010 pada 5:02 PM

      • @Maren
        terimakasih atas masukannya Maren semoga Yang Maha Kuasa menunjuki kita jalan yang lurus.

        4 November 2010 pada 4:58 AM

  6. Belum apdet @Mas… :(

    26 Oktober 2010 pada 3:47 PM

    • Filar Biru

      Belon hehehe lagi susah mau posing apa

      27 Oktober 2010 pada 7:06 AM

      • Bijimanah klo ….
        “SLOT SAYA MASIH TIGA LAGI” 8)

        27 Oktober 2010 pada 8:52 AM

        • Filar Biru

          Wui kebanyaan heheheh

          27 Oktober 2010 pada 8:58 AM

      • HIhihihi….
        Masih kurang kalee, silahken tanya ahli “SLOT”…
        Tuh abah “kotak kuning” yg ada gambar Yahoo

        27 Oktober 2010 pada 9:08 AM

      • :D hehehe…
        Sekarang slotnyah tinggal duwa lagi euy .

        27 Oktober 2010 pada 11:30 AM

  7. lovepassword

    Wah mimpi yang sungguh penuh kesan

    28 Oktober 2010 pada 2:46 AM

    • Filar Biru

      Iya Mas Entah yang aku kerja di siang harinya aku tidak ingat lagi sehingga menjadi mimpi buruk begitu

      28 Oktober 2010 pada 10:29 AM

      • Semalem gw mimpi “buruk”
        Makan malam di hotel bintang 5, ditemani wanita cantiq, punya duit 1 trilyun…..

        29 Oktober 2010 pada 11:32 AM

      • Filar Biru

        Yang mimpi bagus kayak apa ya? yang jeleknya aja kek gitu!

        29 Oktober 2010 pada 6:21 PM

      • Itu jelek bro karena cuma mimpi…
        Coba klo ketemu genderuwo pasti pas bangun bilang “untung cuma mimpi”…. hihihihi

        30 Oktober 2010 pada 8:02 PM

      • Filar Biru

        @Roy

        kawin aja dengan genderuwo kan cuma mimpi hihihi

        30 Oktober 2010 pada 10:16 PM

      • Klo Asmirandah sejenis genderuwo…(kate si wedul)
        Bisa jadi…. HAHAHAHAHA :lol:

        31 Oktober 2010 pada 4:16 AM

    • Filar Biru

      Asmarianda itukan ceweknya si Wedul lu nanti kena jitak ama wedul xixixi

      1 November 2010 pada 7:00 PM

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.